NovelToon NovelToon
Pergi Dengan 1 Milyar

Pergi Dengan 1 Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil
Popularitas:150.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.

8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

"Anakku Mbak, anakku," Zara menangis di pelukan Nisa, kakak perempuannya. Di ruang tamu rumah berukuran 4x7 meter milik Zara, dua orang kakak beradik sama-sama menangis karena khawatir.

Sampai habis isya, Arka belum juga ditemukan. Zara sempat menemui Fatir, anak yang biasanya pulang sekolah bersama Arka. Fatir mengatakan, jika tadi ada yang menjemput Arka pakai mobil saat mereka ada di jalan pulang. Kata Fatir, Arka terlihat mengenal orang itu.

"Siapa yang bawa Arka, Mbak?"

Nisa yang juga menangis, tak bisa menjawab apa-apa, ia hanya terus mengusap kepala hingga punggung Zara untuk menenangkannya.

Suara mesin motor, membuat Zara langsung berlari keluar, berharap Andi dan Gufron datang bersama Arka yang telah ketemu. Namun harapannya musnah saat yang terlihat hanya Andi dan Mas Gufron, suami dari Nisa.

"Mana anakku, Mas?" Zara yang tak sabar, menghampiri Gufron, menarik-narik lengannya. "Mana Arka?"

Gufron menggeleng, "Belum ketemu, Ze. Kami sudah lapor polisi, dan katanya polisi akan segera mengecek CCTV di lokasi kejadian sesuai yang dikatakan Fatir.

Andi menatap Zara iba, tak terasa, air matanya sampai meleleh melihat kondisi wanita itu.

"Sabar Ze, InsyaAllah Arka akan segera ketemu," Nisa kembali memeluk Zea. Meski sekarang lebih dikenal dengan panggilan Zara, namun keluarga tetap memanggil Zea karena sudah terbiasa sejak kecil.

"Polisi pasti bisa menemukan Arka, Ra," Andi menyeka air mata, ikut menguatkan Zara.

Andi pamit pulang, sementara Zara, Nisa dan Gufron masuk ke dalam rumah. Setelah ibunya meninggal 8 tahun yang lalu, Zara pindah ke Jombang, membeli rumah yang tak jauh dari rumah Nisa yang menikah dengan orang asli Jombang. Ia membuka usaha, memulai hidup baru disana.

"Sebenarnya siapa yang menculik Arka?" Gufron memijat pelipis, ikut pusing atas hilangnya keponakan. Ia takut jika Arka jadi korban perdagangan anak seperti yang baru-baru ini ramai.

"Fatir bilang, Arka terlihat mengenal orang itu. Itu artinya, mereka pernah beberapa kali bertemu. Apa kamu pernah ada masalah dengan seseorang, Ze?" tanya Nisa.

"Enggak Mbak, aku gak ada masalah dengan siapa pun."

"Apa mungkin pelanggan es teh kamu, Ze? Udah langganan, jadi Arka kenal," tebak Gufron. Mulai negatif thinking, mikir jika sindikat penculikan anak pura-pura menjadi pembeli ea teh untuk mencari mangsa.

"Gak mungkin Mas, meski langganan, Arka tak pernah kenalan sama mereka," sangkal Zara. Ia sudah berkali-kali mewanti-wanti Arka agar menolak saat diberi sesuatu oleh orang asing apalagi diajak kemana-mana. Selama ini aman-aman saja, Arka bisa memahami nasihatnya. Selain keluarga, orang tua teman sekolah, dan juga Andi, Arka tak pernah ikut pergi siapa pun.

"Apa kamu ada nolak laki-laki dalam waktu dekat ini? Fatir bilang yang menjemput Arka laki-laki. Bisa jadi, ada laki-laki yang dendam saat cintanya kamu tolak."

Zara menggeleng, "Aku selalu bicara baik-baik pada laki-laki yang mendekatiku. Aku tak pernah arogan, menolak pun selalu dengan bahasa halus, tak mau ada yang sakit hati apalagi sampai dendam."

"Itu kan menurut kamu, Ze," Gufron menghela nafas panjang. "Hati orang siapa yang tahu." Ia sudah beberapa kali mencarikan jodoh untuk Zea, ingin adik iparnya itu segera menikah untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan karena banyak sekali laki-laki yang mendekati. Tapi Zea keras kepala sekali, tetap kekeh tidak mau menikah. Sepupu Gufron juga menyukai Zea, bahkan tidak keberatan sama sekali dengan masa lalu Zea yang hamil tanpa suami. Ia juga bersedia menerima Arka, tapi kembali lagi, Zara tidak mau.

Andi, laki-laki itu juga pernah mengaku pada Gufron kalau menyukai Zara, namun saat Nisa bertanya pada Zara, Zara bilang tak ada rasa sama sekali pada Andi, hanya menganggap teman.

Malam itu, Nisa menginap di rumah Zara, sementara Gufron pulang karena anak-anak mereka sendirian di rumah.

"Ze, makan dulu," Nisa membawa sepiring nasi lengkap dengan lauk ke kamar Zea.

"Aku gak lapar, Mbak," tolak Zea yang berbaring di atas ranjang sambil memeluk baju Arka.

Nisa mendekat, duduk di sisi ranjang. "Kamu butuh tenaga, Ze. Kamu butuh energi untuk mencari Arka," bujuknya.

"Bagaimana aku bisa makan Mbak, saat kabar anakku saja aku tidak tahu. Bagaimana jika saat ini anakku sedang kelaparan di luar sana, kedinginan, ketakutan," Zea makin sesenggukan, membayangkan hal-hal buruk menimpa Arka.

Nisa menyeka air matanya, sebagai seorang ibu, ia bisa merasakan apa yang dirasakan Zea.

"Andi dan Mas Gufron sudah menyebarkan foto Arka di media sosial. Semoga saja dengan cara itu, Arka bisa segera ketemu. Media sosial jangkauannya luas, semoga ada yang mengenalinya dan menghubungi kita. Makan dulu Ze, setelah itu kita sholat, minta bantuan pada yang Maha segalanya. Jika kamu tak bisa berharap banyak pada polisi atau media sosial, berharaplah pada Sang Maha Pencipta."

Zara menurut, ia bangun untuk mengisi perut meski hanya 3 sendok, itu pun sambil menangis, memikirkan apa Arka sudah makan atau belum.

...----------------...

"Om, kenapa lama sekali tak sampai-sampai. Apa Jakarta itu sangat jauh?" tanya Arka yang mulai gelisah, mulai takut karena hari sudah sangat gelap, sementara mobil yang membawanya tak kunjung tiba di tempat tujuan.

"Jauh Ka, sekitar 10 jam perjalanan. Kamu tidur aja, nanti kalau sudah sampai, Om bangunin."

Arka menggeleng cepat, "Aku mau ketemu Ibu dulu. Om, tolong teleponin Ibu lagi, aku ingin bicara dengannya."

"Baik, Om telepon dulu," membuka ponsel yang ia pengang, menghubungi seseorang atas nama Zara. Ia dan Arka duduk di bangku belakang, sementara di depan ada seorang supir. "Gak dijawab, Ka," menunjukkan layar ponselnya pada Arka. "Kayaknya Ibu kamu masih sibuk mempersiapkan es teh. Maklum, orderan sangat banyak untuk acaranya, sampai 1000 cup."

"Acara malam kok minum es teh, apa gak masuk angin?"

"Jakarta itu panas, tengah malam pun, banyak yang minum es teh."

"Oh... " Arka manggut-manggut. Ia kembali menatap jalanan dari jendela mobil. Gelisah, takut, semua rasa itu bercampur aduk.

"Lapar gak? Kalau lapar, kita mampir makan dulu?"

Arka menggeleng, "Aku gak lapar, Om."

"Kita terakhir makan siang tadi. Yakin gak lapar?"

"Enggak, Om."

1
Ari Atik
bodo amat...
biar mati sekalian...
mom's Abyan
meski udah bau tanah, tp masih jahat si peri
sikepang
gmn mau disayang anak² y bapak y z ga pernah ngerti in anak y, hidup anak² y semua bapak very yg atur
Chalimah Kuchiki
azab itu.. kalo jadi ayah jahat masa tuanya sengsara, anaknya pada ga peduli
Hani Ekawati
Sukurin puas si Anam babak belur dan tuan very udah engap engap, itu tidak seberapa jika dibandingkan rasa sakit hati Zea.
Hani Ekawati
Udah dikasih sekarat aja masih jahat nih orang
Hani Ekawati
Kalian berdua kudu menderita dulu
Hani Ekawati
Rasa sakitmu tidak seberapa Anam, rasakan itu pantas untukmu 🙄
Hani Ekawati
Jadi selama 8 tahun wajah Zea jadi fantasi si anam 🙄
Rahmawati
pak anam cabul jg, pasti videonya sering diputer sama dia
Sugiharti Rusli
bahkan di saat sekarang sedang kambuh sakitnya, tetap saja dia akan menghukum si Zea dan kamu berharap Naka mau mengikuti saran kamu buat melihat ayahnya🙄🙄🙄
Sugiharti Rusli
kamu kan tahu Nam perlakuan tuan Very terhadap anak" nya dan kamu masih berharap belas kasihan mereka agar mendampingi sang ayah yang sedang sakit
Sugiharti Rusli
yah sekarang dia lha yang jadi samsak kemarahan Naka jadinya, mana dia tetap juga lagi mau mencari keberadaan si Zea
Sugiharti Rusli
meski itu semua atas perintah ayah Naka sendiri sih, tapi karena si Anam terlalu membabi buta pembelaannya kepada tuan Very,,,
Sugiharti Rusli
wah si Naka sadis juga yah kalo dia merasa marah pada asisten ayahnya yang dia anggap kurang ajar padanya dengan menyimpan video syur Naka dan Zea
Shee_👚
bodo amat malah bagus mati sekalian 😏
Shee_👚
itu kurma atas perbuatan dia sendiri. anak di jualin demi bisnis😏😏
Shee_👚
hapus ka, terus cari lagi jangan-jangan ada salinannya di flashdisk
lyani
dalih sayang padahal hanya utk mengkayakan diri sendiri
lyani
kau jangan hanya panen aja Maunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!