NovelToon NovelToon
Purdeb

Purdeb

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Singkirkan tatapan menantangmu itu, Mahasiswa Baru. Kau terlalu sombong hanya karena dari Harvard," desis Amieyara Walker, matanya menghujam sedingin es di koridor sepi.

Maximilian Valerio hanya menyunggingkan seringai tipis yang sarat akan provokasi. "Dan kau? Merasa bisa mengaturku karena memegang gelar Asisten profesor, Nyonya Janda Satu Malam?"

"Jaga mulutmu, Valerio! Jangan menguji batas kesabaranku jika kau tidak ingin hancur di kampus ini!"

"Oh, silakan coba, Yara. Aku tidak takut dengan ancaman kosong dari wanita yang bahkan tidak bisa mempertahankan suaminya sendiri."

Dua jiwa angkuh yang sama-sama terluka, terjebak dalam lingkaran makian dan harga diri yang tinggi.

Tidak ada ruang untuk romansa lembut di antara mereka; yang ada hanyalah benturan ego, dendam, dan obrolan penuh permusuhan yang justru mengikat mereka dalam ketertarikan yang berbahaya dan mematikan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Langkah kaki Bella Moon yang tergesa-gesa perlahan menjauh, meninggalkan area taman belakang Fakultas Bisnis yang kembali sunyi.

Di tangannya, botol kaca kecil berisi cairan bening dosis tinggi itu tergenggam erat, seolah benda itu adalah kunci utama untuk merebut kembali takhta yang hilang dari genggaman Amieyara Walker.

Di tempatnya berdiri, Cinmocha Walker melipat kedua tangannya di depan dada. Sepasang matanya menatap punggung Bella yang kian mengecil di balik tikungan koridor, sebelum akhirnya sebuah senyuman sinis yang teramat sangat culas terukir di bibirnya yang dipoles lipstik merah muda.

Caca mengeluarkan dengusan remeh dari hidungnya. "Dasar wanita bodoh yang dibutakan oleh cinta," desis Caca, suaranya terdengar begitu dingin di bawah rimbunnya pohon akasia.

Di dalam kepalanya yang dipenuhi oleh intrik manipulatif, Caca tahu betul siapa kakak tirinya. "Aku yang lebih tahu tentang Yara. Kakakku itu bukan seorang jalang. Dia tidak pernah menjadi wanita panggilan, dan dia belum pernah disentuh oleh pria mana pun hingga hari ini. Akulah... akulah yang menjadikannya jalang di mata dunia."

Namun, rencana Caca jauh lebih besar dan mengerikan daripada sekadar konspirasi picik milik Bella Moon. Memberikan obat perangsang itu kepada Bella hanyalah sebuah umpan balik yang jenius.

Jika rencana di pesta ulang tahun kampus itu meledak, maka Bella Moon-lah yang akan berdiri di garis paling depan sebagai pelaku utama. Ketika dinasti Valerio yang murka mulai melacak siapa dalang di balik kekacauan tersebut, mereka hanya akan menemukan Bella sebagai tersangka tunggal.

Bella yang akan menanggung seluruh hukuman kejam dari keluarga Valerio, sementara Caca akan tetap bersih tanpa noda, bertingkah seolah-olah dia hanyalah adik tiri yang ikut prihatin atas kemalangan kakaknya.

Lebih dari itu, akal bulus Caca bergerak ke arah yang jauh lebih gelap. "Obat itu... tidak-tidak. Aku tidak akan membiarkan Yara meminumnya," batin Caca sembari menyilangkan kakinya, bersandar pada meja batu.

Permainan balas dendam ini akan selesai terlalu cepat jika Yara langsung dikonsumsi oleh banyak orang di gudang aula.

Yara saat ini masih berada di bawah ikatan kontrak tak kasat mata dengan keluarga besar David Joseph untuk urusan pembagian aset ilegal ayah mereka. Jika Yara hancur sebelum waktunya, skema bisnis yang sedang dirancang ibunya dan sang ayah bisa ikut berantakan.

Lalu, untuk siapa obat perangsang dosis tinggi yang dibawa Bella itu sebenarnya?

Sepasang mata Caca berkilat penuh kegilaan saat mengingat kembali bagaimana hinanya dia saat dipanggil dengan sebutan 'Mochi' oleh Emmeline Valerio di kafetaria Fakultas Kedokteran tadi siang.

Rasa trauma, dendam masa lalu saat menjadi pesuruh di high school, serta luka pada harga dirinya yang baru saja diiris oleh gadis Valerio itu mendadak bangkit, menciptakan gelombang amarah yang menuntut pelampiasan yang setimpal.

"Emmeline Valerio..." gumam Caca, jemarinya mencengkeram pinggiran meja batu hingga memutih. "Ini adalah saat yang paling tepat untuk menumbangkan kesombonganmu. Aku akan mengatur agar obat perangsang dari Bella itu masuk ke dalam gelas minumanmu, sanjungan tertinggi ratu bully kampus. Mari kita lihat bagaimana hancurnya martabat dinasti Valerio saat putri tunggal mereka merangkak di lantai pesta, memohon sentuhan dari pria-pria rendahan di depan ratusan pasang mata."

Caca tertawa tanpa suara, sebuah tawa kepuasan dari seorang ular yang berhasil memanfaatkan musuh untuk menghancurkan musuh yang lain.

Sementara itu, di sisi lain kota Los Angeles, sebuah mobil sport mewah berwarna hitam metalik milik Maximilian Valerio sedang membelah jalanan aspal dengan kecepatan sedang.

Atmosfer di dalam kabin mobil beraroma kulit premium itu terasa begitu kontras dengan ketegangan yang terjadi di kampus beberapa jam lalu.

Max duduk di balik kemudi, sepasang mata tajamnya sesekali melirik ke arah kaca spion tengah, memperhatikan interaksi dua wanita yang paling berharga di dalam hidupnya saat ini.

Di kursi penumpang bagian belakang, Emmeline Valerio sedang bergelayut manja pada lengan kiri Amieyara Walker.

Ratu perundung yang ditakuti seisi Fakultas Kedokteran itu kini menjelma menjadi sosok adik perempuan yang luar biasa cerewet, menunjukkan beberapa katalog butik desainer terkenal di layar ponselnya kepada Yara.

"Kak Yara, kita harus ke Beverly Hills sore ini! Aku tahu ada satu butik gaun malam yang baru saja mengeluarkan koleksi musim semi terbatas. Kakak harus mencobanya, struktur tulang selangkangmu yang indah itu akan terlihat sangat seksi jika dipadukan dengan gaun berpotongan off-shoulder!" celoteh Emme dengan mata berbinar-binar gembira.

Yara, yang duduk di samping Emme dengan kemeja sutra kerja yang masih melekat di tubuhnya, sejujurnya merasa sangat canggung.

Ini adalah kali pertama dalam hidupnya dia berada di dalam satu ruangan dengan seseorang yang begitu ekspresif dan penuh energi seperti Emmeline. Sejujurnya, saat di kantin tadi, Yara ingin sekali menolak ajakan berbelanja ini dengan alasan tugas memeriksa berkas mahasiswa yang menumpuk.

Namun, di balik dinding es pertahanannya, ada satu sudut di lubang hati Yara yang merasa tersentuh.

Sepanjang hidupnya yang dipenuhi oleh pengkhianatan keluarga dan kompetisi yang kaku, Yara tidak pernah benar-benar memiliki seorang teman dekat, apalagi seorang saudari perempuan yang tulus mendekatinya tanpa ada maksud terselubung.

Menatap binar mata Emme yang bersih tanpa ada riak kelicikan seperti yang biasa dia lihat di mata Caca, Yara membatin di dalam hatinya, Kenapa tidak? Tidak ada salahnya mencoba membuka diri. Gadis ini... meskipun dia memiliki reputasi yang mengerikan sebagai pembuli di sekolahnya dulu, ternyata dia memiliki sisi baik yang tulus. Dia mirip sekali dengan kakaknya, si Max mesum itu—menyebalkan di luar, namun memiliki kehangatan yang aneh di dalam.

Yara akhirnya mengangguk samar, sebuah senyuman tipis yang manis terukir di bibirnya.

"Baiklah, kita bisa pergi ke sana sebentar. Tapi aku tidak punya banyak waktu, Emme. Aku harus kembali ke apartemen sebelum jam tujuh malam."

"Yesss! Kak Max, dengar itu? Cepat pacu mobil sialan ini lebih cepat!" perintah Emme dari kursi belakang, memukul pundak kursi Max dengan gemas.

Max hanya tersenyum lebar menanggapi perintah adiknya. Ego kelelakian dan rasa bahagianya membumbung tinggi melihat bagaimana dua wanita yang dia sayangi bisa akur dalam waktu sesingkat itu.

Mobil melaju mulus, hingga akhirnya mereka tiba di pelataran parkir sebuah pusat perbelanjaan barang-bandang mewah di kawasan elit kota.

Suasana di dalam butik eksklusif itu tampak sepi karena Emme telah menggunakan kekuasaan namanya untuk menutup butik tersebut dari pengunjung umum selama satu jam.

Emme dengan tidak sabar langsung menarik Yara menuju deretan gaun malam, meninggalkan Max yang berjalan santai di belakang mereka sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kain hitamnya.

Saat Emme sedang sibuk berdebat dengan penjahit butik di dalam ruang ganti untuk memilihkan warna sutra yang cocok untuk Yara, Yara berdiri sendirian di depan sebuah cermin besar setinggi langit-langit, memperhatikan pantulan dirinya yang tampak sedikit lelah namun terlihat lebih hidup dari biasanya.

Sret.

Sebuah aroma maskulin yang sangat familier tiba-tiba menginvasi indra penciuman Yara. Sebelum wanita itu sempat berbalik, sepasang lengan kekar yang dipenuhi tato geometris telah melingkar dengan begitu posesif di sekeliling pinggang rampingnya dari arah belakang.

Tubuh tegap Maximilian merapat sempurna, menempel pada punggung Yara.

Yara tersentak kecil, matanya membelalak menatap pantulan mereka di cermin. "Max, lepaskan! Adikmu bisa keluar dari ruang ganti kapan saja, Brengsek!" bisik Yara dengan nada panik, wajahnya seketika merona merah padam.

Bukannya menjauh, Max justru menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher Yara, menghirup dalam-dalam aroma vanilla yang menjadi candu barunya. Seringai nakal muncul di bibir pemuda dua puluh tahun itu.

CUP.

Dengan tingkat keberanian yang luar biasa tinggi, Max menggeser posisinya sedikit dan mencuri sebuah ciuman yang teramat sangat dalam di atas pipi kanan Yara yang lembut, menyisakan kecupan basah yang hangat yang membuat seluruh tubuh Yara seketika meremang hebat.

"Max...!" Yara membalikkan badannya dengan cepat begitu cengkeraman tangan Max mengendur, memukul dada bidang pemuda itu dengan tas tangannya, wajahnya sudah memerah sempurna laksana kepiting rebus karena salah tingkah yang luar biasa gila.

Max terkekeh rendah, sebuah tawa bariton yang teramat seksi yang menggema halus di sudut butik yang sunyi. Dia merapikan helai rambut hitamnya yang sedikit acuh tak acuh, menatap Yara dengan pandangan mata yang sarat akan kepuasan batin.

"Kau terlihat luar biasa cantik saat sedang panik seperti ini, Baby," ucap Max, suaranya bergetar rendah di dalam rongga dadanya.

Dia mencondongkan tubuhnya, berbisik tepat di samping telinga Yara yang kini sudah menjalar merah hingga ke leher. "Bagaimana menurutmu tentang saudariku, hm? Emmeline tidak seburuk yang diceritakan orang-orang di kampus, kan?"

Yara menarik napas panjang, mencoba meredakan debaran jantungnya yang berantakan akibat ciuman curian tadi. Dia menatap ke arah tirai ruang ganti tempat Emme berada, sebelum akhirnya binar matanya melembut.

"Dia... dia anak yang baik, Max," jawab Yara jujur, suaranya melunak, kehilangan seluruh ketegasan hukumnya. "Cara dia memperlakukanku... itu membuatku sadar bagaimana rasanya memiliki hubungan keluarga yang sesungguhnya. Berbeda dengan apa yang harus kualami di mansion Walker selama bertahun-tahun ini."

Max terdiam, tatapan matanya berubah menjadi begitu dalam dan protektif saat mendengar gurat luka yang samar dari kalimat Yara.

Dia mengulurkan tangan kanannya, ibu jarinya mengusap lembut bekas kecupannya di pipi Yara tadi siang. "Mulai hari ini, kau tidak perlu lagi mencari kehangatan itu di tempat lain, Yara. Karena seluruh keluarga Valerio—termasuk adikku—telah resmi menjadi rumah barumu. Dan aku akan memastikan tidak ada satu pun orang yang bisa merusak rumah itu dari hidupmu."

Kata-kata penuh komitmen dari sang Valerio itu mengunci keheningan di antara mereka, mengaburkan fakta bahwa di luar sana, dalam waktu tiga hari lagi, sebuah badai perang dingin yang dirancang oleh Caca dan Bella siap meledakkan singgasana yang baru saja mereka bangun bersama.

1
sitanggang
kukira Valeri kuat ternyata oncom belaka, masa sama 2 cewek bego bisa kalah🤣🤣 parah jalan ceritanya hadeuhh🫣
Ros 🍂: hehhe ceritanya nyambung sama Cerita yang sebelah Ya kak, judulnya "Fi A Ti"
ada Ceritanya sendiri 🫶🥰
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
ceritanya menegangkan dsn selalu membuat penasaran,semoga masih ada lanjutannya Thor 😁
Ros 🍂: Ma'aciww Sudah mampir kak🥰
jangan lupa baca Cerita ku yang lain kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Satu kantin kena prank emmie🤣🤣,,
Ros 🍂: Hahah 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes Amieyara Walker-nya cie udah diklaim mutlak nie ceritanya bang😍😍😍😍
Ros 🍂: Nggak klaim Malu Soalnya kak🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
absen dulu kak othor😍😍😍
Ros 🍂: Fanbase Setia 🫶😁🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max tembak langsung😍😍😍biar GK jomblo dan dibilang gamonin si kulanak🤣🤣tumben kak cuma satu
Ros 🍂: tumben satu apa kak?🤭
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
duo kuntilanak yg kegatelan🤭
Ros 🍂: Ketemu mereka kak🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
gasken bang max buat selidikin asdos cantik
Ros 🍂: hehe iya kak🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pengen dengerin kekehan sexi bang max juga aku thor sesexi apa sich jadi penasaran?🤭
Ros 🍂: kak 🤭 nanti tak suruh max kekeh sampe nembus layar yaa🤣🫶
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
dih si kuntilanak sok Sokan yg paling tersakiti padahal dirinya sendiri jalang,ayo bang max tunjukan pesona kegendengan klan Valerio🤣🤣
Ros 🍂: hihihi kak basmi kuntilanak 🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waoooh Bella mengerikan jauhkan babang max dari kuntilanak thorr🤭GK rela daku MBK asdos tolong kekepin bang max jauhin dari si kuntilanak🤭🤣🤣🤣
Ros 🍂: Bell Kuntilanak🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
duh,,,bawa pulang aja bang max kasian banget😭😭😭😭
Ros 🍂: huhuhu bantu angkut kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max jangan galak gitulah entar kecintaan gimana coba🤭
Ros 🍂: Aaa🫶🫶🫶 Ma'aciww kak 🥰
Terharu 🤩
total 5 replies
Zahra Alifia Hidayat
yaah,,,,, kak kok Caca sich itu nama panggilan aku tega banget kaaaak😭😭😭😭😭😭 padahal aku anaknya baik,rajin belajar dan suka menabung🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Kak 😭 sorry ... 🤣🤣🤣🙏🏻
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
waooh,,,,,pertemuan pertama yg sangaatt- sangaattt😍😍😍
Ros 🍂: Hihihi meresahkan ya kak ? 🤣🤣🙏🏻
total 2 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bang max i am coming di tunggu kegendengannya🤭🤣🤣
Ros 🍂: Hahaha Max tunggu kak 🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
fanbase nomer satu absen dulu,,,,😍😍😍😍😍
Ros 🍂: Hallo kak 🫶🥰 Happy Reading ❤️
total 1 replies
winpar
ceritanya keren💪
Ros 🍂: Ma'aciww jejaknya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!