Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia
Bab 2
Melihat sang suami sudah selesai bersih - bersih, ia tidak berani melihat suaminya…
“Bagaimana bisa kau lebih membela anak orang lain daripada anak mu sendiri, hah?! Mereka bukan anak bawaanku, tapi kamu yang melahirkan mereka semua, kau yang merasakan sakitnya, kau yang merasa repotnya menjaga anak.. tapi yang lucunya kau lebih membela keponakanmu dari pada anak yang kau lahirkan!!” Bentak Indra yang sudah tidak tahan dengan sikap istrinya
Sang istri tidak berani membantah karena apa yang di bilang oleh suaminya memang benar..
“Kita menikah bukan aku yang duda bawa anak, kita menikah karena memang sama - sama belum pernah menikah.. kamu hamil anak - anak, yang harusnya punya ikatan lebih kuat. Tapi kamu beda sendiri.” Ucap Indra lagi
“Aku merasa kasihan ke mereka ayah mereka tidak pernah memperhatikan anak dan istrinya. Makanya aku berusaha untuk memberikan kasih sayang juga ke mereka.” Ucap sang istri dengan takut - takut.
“Tapi tidak dengan lebih mempercayai mereka dari anak kamu sendiri, lihat saja karena kasihan kamu itu mereka menjadi anak - anak yang sangat manipulatif dengan memfitnah dan menghina anak - anak ku.. mulai sekarang tidak aku izinkan kamu untuk membantu mereka atau dekat lagi dengan mereka.. mereka tidak boleh menginjakkan kakinya di rumah ini.. jika kamu masih melakukan itu semua kamu akan kelihangan kami semua.” Ucap sang suami dengan tegas
Setelahnya Indra langsung keluar dari kamarnya dan ia tidak ingin kata - katanya melukai hati istrinya, akhirnya ia akan tidur di ruang kerjanya.. ia membagikan video CCTV itu ke group keluarga istrinya.. bukannya mendapat keadilan adik dan kakak istrinya malah membela pelaku dan tetap menyalahkan anaknya..
Akhirnya Indra memang melakukan apa yang dia harus lakukan, pada akhirnya dia mengirimkan video itu ke group keluarga besar yang ada keluarganya juga di dalam group itu, para pelaku juga ada di dalam group itu. Seketika kakak, adik dan mama dari Indra langsung murka kepada keluarga istrinya..
‘Kenapa ada video CCTV aku duluan yang menganggu Alice dan menghinanya? Dari mana CCTV itu? Gawat bisa - bisa tante tidak akan memberikan uang jajan lagi nih.’ Tanya Natalie dalam hati dan dia panik karena sumber keuangannya bakal hilang
‘Kan memang benar, kalau Alice itu orang yang harus di hina dan Jane juga sama.. mereka tidak boleh ada di atas ku harus selalu ada di bawah aku.’ Ucap Silvie di dalam hati setelah melihat postingan sang paman di group keluarga besar.
Dari situ mamaku tidak pernah berubah tetap selalu membela kedua keponakannya.. dan korban mereka kian bertambah anak adik mama, Nicole.. Nicole sama dengan Jane suka makan jadi badannya juga lebih berisi dan kulit nya agak gelap karena menurun dari warna kulit sang ayahnya Nicole berbeda dengan Kak Nathan, Kak Niko dan Mario yang ikut tante ku warna kulitnya putih tapi mereka sangat menyayangi adiknya dan mereka juga yang melidungi Nicole dari hinaan kedua perempuan toxic itu.
Nicole sedang ada di rumah kami, karena Nicole lebih senang di rumah karena dia bisa merasakan kehangatan sosok ayah, karena ayahnya sendiri kurang perhatian ke anaknya sendiri dan yang aku dengar adalah ayahnya punya anak perempuan dari wanita lain dan ayahnya lebih menyayangi anak perempuannya yang dari wanita lain itu.
Terkadang Nicole adalah tempat pelampiasan ibunya yang tidak senang kalau suaminya tidak pulang - pulang ke rumahnya.. makanya Nicole lebih senang di rumah kami ketimbang di rumah keluarga tante yang hanya bisa menghina dan caci orang lain tanpa memikirkan perasaan orang..
Karena memang mama tidak pernah mau berubah tetap membela kedua keponakannya walaupun sudah di perlihatkan bukti - buktinya.. papa membawa kami jika beliau ada urusan di luar kota.. jika papa di luar kota kami akan berada di rumah orang tua papa.. di sana kami lebih di sayang dan tidak ada yang menghina atau memfitnah aku ..
Nenek merasa marah sampai mendatangi tante ku dan memarahinya karena memfitnah ku tidak menjawab pertanyaannya.. padahal aku sudah menjawab pertanyaannya yang menanyakan mamaku ke mana, aku jawab sedang pergi dengan papa.. malah di sebarkan ke mana - mana aku tidak menjawab pertanyaan dan langsung masuk ke dalam rumah..
Untungnya abang becak yang sering nongkrong di depan rumah mengetahui ceritanya, akhirnya waktu mengantar aku dari pasar ke rumah nenek.. abang becaknya keceplosan ngomong waktu di ajak ngobrol sama kakek karena sudah dekat dengan abang becak.
“Tante anak - anak benar - benar tidak punya hati, dia bilang Alice tidak menjawab pertanyaannya dan langsung masuk ke dalam rumah padahal waktu itu Alice ada menjawab jika mama dan papanya sedang keluar.” Ucap abang becak sambil berdecak kesal.
Kakek yang mendengar itu langsung bertanya lagi dan merekam suara abang becak tersebut agar bisa di jadikan bukti..
Akhirnya Nenek dan Kakek datang ke rumah mama dan mencari tanteku..
“Apa maksud kamu bilang Alice tidak menjawab pertanyaan kamu, hah?!” Bentak Nenek Hilda ke tante Grace
“Memang benar kok, anak tidak tahu sopan santun begitu kok di bela.. dia tidak menjawab pertanyaan ku dan langsung masuk ke dalam rumah.” Ucap tante Grace nyolot..
Nenek Hilda langsung mengeluarkan handphonenya dan memutar rekaman suara..
“Iya bener tuan, aku sampai kasihan melihat Alice yang selalu menjadi korban fitnahan dari ibu dan anak itu.. anaknya fitnah Alice tidak suka dengannya dan mengusirnya tanpa alasan, ini ibunya malah fitnah Alice dengan tidak menjawab pertanyaannya padahal sudah di jawab oleh Alice kalau orang tuanya sedang pergi. Tapi tetap saja Alice di fitnah lagi.” Ketika rekaman suara itu berhenti Grace kelihatan sangat ketakutan dan tidak berani melihat ke arah nenek Hilda dan mama
“Jangan karena kamu dan anak kamu itu tidak mendapatkan perhatian dari suami atau ayahnya.. kalian bisa sesuka hati kalian menghancurkan kelaurga anak ku hanya anak ku menyayangi istri dan anaknya.. bukan karena salah mereka tapi salah kamu sendiri yang memilih suami seperti suami mu sekarang jadi sekali lagi kamu berusaha menghancurkan keluarga anak ku dengan perlahan dan memfitnah atau menghina cucu - cucu ku lagi. Kita akan bertemu di pengadilan dan aku pastikan kamu beserta anak mu itu di penjara.” Ucap Nenek Hilda dengan tegas.
Deg
Tante Grace tidak menyangka jika apa yang di katakan nenek Hilda tepat sasaran..
“Tolong Besan bertindak tegas ke anak dan cucu mu yang bermasalah itu, jangan pernah iri dengan kehidupan adiknya hanya karena dia yang salah memilih pasangannya jadi menyalahkan dan menghancurkan kehidupan adiknya beserta cucu - cucuku.” Ucap Nenek Hilda ke Nenek Rose sampai membuat nenek Rose merasa malu dengan tingkah anaknya.
Mama Rosaline sampai merasa kecewa dengan kakaknya, ia mengira kalau keponakannya bakal berubah ternyata semakin parah.
...****************...
Halo semua, mohon dukungannya ya buat cerita baru ini.. makasih sudah membaca ceritaku, mungkin ceritanya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian atau menguras emosi kalian.. tolong banget jika tidak terlalu menyukai cerita ini di skip aja ya..
Karena aku hanya menuang ide dari kepala ku saja hehehehe.. tolong beri kritik dan saran untuk buat ceritanya lebih baik lagi
Happy weekend guys dan selalu gaja kesehatan ya ♥️