Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.
Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.
Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.
Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.
Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
Kehidupan di penthouse Los Angeles itu berjalan dengan ritme yang lambat dan manis, sebuah kontras yang tajam dari masa lalu Kingsley yang penuh dengan desing peluru dan adrenalin.
Bagi Faelynn, setiap pagi terasa seperti sebuah anugerah baru. Ia sering terbangun lebih dulu, hanya untuk menemukan Kingsley sedang menatapnya dengan binar mata yang begitu lembut, seolah pria itu sedang memandang harta karun paling berharga yang pernah ia temukan dalam seluruh misi penyamarannya.
Pagi itu, sinar matahari musim semi yang hangat menyapu lantai kayu ek di kamar mereka. Kingsley tidak lagi mengenakan setelan taktis hitam atau kemeja yang kaku. Ia hanya mengenakan celana kain santai, membiarkan punggungnya yang kokoh terpapar cahaya. Ia sedang berada di dapur terbuka, meracik kopi dengan ketelitian yang biasanya ia gunakan untuk merakit senjata.
Faelynn melangkah mendekat, aroma kopi yang kuat bercampur dengan wangi roti panggang buatan sendiri memenuhi ruangan. Tanpa kata, Kingsley berbalik, senyum miring yang kini selalu tampak hangat tersungging di bibirnya. Ia menarik pinggang Faelynn, membawanya masuk ke dalam dekapan posesifnya, lalu mengecup keningnya lama.
"Selamat pagi, Penulis kesayanganku," bisik Kingsley. Suaranya yang berat di pagi hari selalu berhasil membuat lutut Faelynn sedikit lemas.
"Selamat pagi, Tuan Analis yang sangat romantis," goda Faelynn, menyandarkan dagunya di dada bidang Kingsley. "Kau bangun lebih awal lagi hari ini."
"Aku tidak ingin melewatkan satu detik pun melihatmu tertidur. Itu adalah pemandangan paling damai yang pernah ada di dunia ini," balas Kingsley sambil menyelipkan seuntai rambut Faelynn ke belakang telinga.
Kingsley kemudian membawa Faelynn menuju meja makan yang terletak tepat di depan jendela besar. Ia telah menyiapkan sarapan sederhana namun elegan—buah beri segar, yogurt, dan roti gandum dengan selai buatan tangan ibunya, Eleanor. Kingsley menarik kursi untuk Faelynn, memperlakukannya seolah-olah istrinya adalah seorang ratu.
Sifat romantis Kingsley bukanlah sesuatu yang dibuat-buat; itu adalah luapan dari rasa syukur yang selama ini terpendam. Ia sering memberikan kejutan kecil—setangkai bunga langka dari Petals & Prose yang tiba-tiba ada di samping laptop Faelynn, atau catatan kecil bertuliskan "Aku mencintaimu" yang terselip di dalam buku yang sedang Faelynn baca.
Setelah sarapan, mereka duduk bersantai di sofa besar yang menghadap ke arah cakrawala kota. Kingsley membiarkan Faelynn bersandar di pangkuannya sementara pria itu mengusap lembut perut Faelynn, sebuah gerakan refleks yang belakangan ini sering ia lakukan.
Suasana menjadi sunyi yang nyaman, hanya terdengar suara napas mereka yang beradu. Kingsley menatap ke arah luar jendela, seolah sedang memproyeksikan sesuatu di masa depan yang jauh.
"Lyn," panggilnya pelan.
"Ya, Ay?"
"Tadi malam aku bermimpi," Kingsley menjeda sejenak, jarinya menelusuri garis tangan Faelynn. "Aku melihat seorang anak kecil berlari di taman belakang mansion Daddy. Dia memiliki mata cokelat sepertimu, tapi postur tubuhnya... entahlah, dia tampak sangat lincah."
Wajah Faelynn seketika menghangat. Topik tentang masa depan selalu menjadi hal yang paling sensitif sekaligus paling indah baginya.
Kingsley menunduk, menatap dalam ke mata istrinya yang kini mulai bersemu merah. Ia tersenyum nakal, sebuah binar jenaka muncul di matanya. "Kira-kira, apa anak kita nanti akan tumbuh tinggi sepertiku, Sayang? Aku tidak ingin dia kesulitan mengambil buku di rak perpustakaan pribadimu nanti."
Faelynn langsung membuang muka, mencoba menyembunyikan rona merah yang kini menjalar hingga ke telinganya. Ia memukul pelan lengan Kingsley. "King! Kenapa bicaramu sudah sejauh itu? Kita bahkan baru seminggu pindah ke sini."
Kingsley tertawa rendah, suara tawanya terdengar sangat bahagia. Ia menarik dagu Faelynn agar kembali menatapnya. "Aku hanya sedang melakukan analisis taktis untuk masa depan, Mrs. Emerson. Jika dia laki-laki dan setinggi aku, dia akan menjadi pelindungmu saat aku sedang bekerja di kantor. Dan jika dia perempuan..." Kingsley mengecup hidung Faelynn. "Dia akan menjadi gadis tercantik di Los Angeles yang akan membuatku harus memasang sistem keamanan tingkat tinggi di rumah ini."
"Berhenti membahasnya, King... aku malu," cicit Faelynn, ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kingsley.
"Kenapa harus malu?" Kingsley mengeratkan pelukannya. "Membayangkan ada versi kecil dari dirimu yang berlarian di apartemen ini adalah satu-satunya misi yang sangat ingin aku selesaikan sekarang. Aku ingin tahu, apakah dia akan mewarisi bakat menulis mu atau ketegasanku."
Faelynn menarik napas dalam, mencoba menetralkan detak jantungnya yang berpacu. Meskipun malu, dalam hatinya ia merasakan kebahagiaan yang meluap. Membayangkan Kingsley menjadi seorang ayah—pria yang tadinya hidup di antara bayang-bayang kematian kini berbicara tentang pertumbuhan seorang anak—adalah bukti nyata betapa besarnya cinta pria itu padanya.
"Aku harap... dia memiliki hatimu yang baik," bisik Faelynn akhirnya, suaranya hampir tak terdengar.
Kingsley terdiam, terenyuh oleh jawaban itu. Ia mengangkat tubuh Faelynn ke dalam pangkuannya secara penuh, memeluknya seolah-olah ingin menyatukan jiwa mereka. "Dia akan memiliki segalanya dari kita, Lyn. Dan aku berjanji, dia tidak akan pernah mengenal dunia gelap yang pernah aku lalui. Dia hanya akan mengenal cinta, buku, dan wangi bunga."
Sore itu, di bawah langit Los Angeles yang mulai berubah warna menjadi oranye keemasan, mereka tidak lagi membicarakan misi atau bahaya. Mereka hanya berbicara tentang nama-nama, tentang warna cat untuk kamar bayi di masa depan, dan tentang bagaimana Kingsley akan belajar mengganti popok dengan presisi seorang agen rahasia.
Faelynn menyadari bahwa ciuman romantis, apartemen mewah, dan perlindungan Kingsley adalah hal yang luar biasa. Namun, janji Kingsley tentang masa depan dan keluarga kecil mereka adalah puncak dari segala cerita yang pernah ia tulis. Bagi Faelynn, Kingsley Emerson bukan lagi sekadar karakter utama dalam hidupnya; pria itu adalah seluruh plot, konflik, dan akhir bahagia yang selalu ia cari.
Dan setiap kali Kingsley bertanya tentang tinggi badan anak mereka, Faelynn tahu bahwa rona merah di pipinya adalah tanda bahwa ia siap menulis bab baru yang paling indah bersama suaminya: bab tentang menjadi orang tua di bawah perlindungan cinta yang abadi.