NovelToon NovelToon
Satu Nama, Selamanya

Satu Nama, Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rea Sayne

Aku Andrea Sayne memiliki Satu kakak laki laki bernama Hazel, kakak ku Memiliki banyak teman Salah satu nya Panggil saja Luq, Luq bukan sekadar teman baik Hazel. Bagiku, dia adalah "bintang" yang selalu mampir ke ruang tamu kami, membawa tawa yang sama, namun dengan efek yang berbeda di hatiku.
Sejak kecil, aku sudah terbiasa melihat punggung Luq saat dia berjalan masuk ke rumah, atau mendengar candaannya dengan Kak Hazel dari balik pintu kamar. Aku tumbuh dengan mengaguminya dalam diam, membiarkan perasaan itu menetap, bahkan ketika aku mulai beranjak remaja dan menyadari bahwa perasaanku tidak lagi sesederhana saat kami masih bermain Mobile Legends Bersama Di ruang tamu.
Dulu, aku hanya "adik kecil yang menyebalkan". Sekarang, saat aku beranjak dewasa, jarak antara aku dan Luq terasa semakin membingungkan. Apakah mungkin dia melihatku lebih dari sekadar "adiknya Hazel"? Atau, apakah perasaanku hanya akan menjadi rahasia yang terkunci rapat di balik pintu ruang tamu kami?..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rea Sayne, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 : Manusia Dapat berubah.

Lobi hotel berbintang di Hangzhou itu terasa seperti dunia yang berbeda dari kehidupan mahasiswaku yang sederhana. Di sini, di sela-sela denting gelas kristal dan suara diskusi tentang algoritma masa depan, aku berdiri kaku. Aku adalah Andrea, mahasiswi tahun kedua Zhejiang University, namun pikiranku tertinggal di Jakarta, di sebuah bengkel yang berbau oli dan besi tua.

Pria itu berdiri di tengah kerumunan. Jas navy Italia yang membalut tubuhnya terlihat begitu mahal, begitu sempurna. Rambutnya disisir ke belakang dengan presisi yang tajam. Dia tidak tampak seperti Luq. Tidak ada sisa-sisa pemuda yang sering memakai kaos lusuh, tidak ada aroma minyak mesin yang menempel di jemarinya. Dia adalah manifestasi dari kesuksesan yang dingin.

"Andrea," panggil salah satu staf panitia. "Itu Tuan Lukas Arkan. Dia pembicara utama dari Arkan Tech Solutions. Tolong pastikan dia nyaman dengan jadwalnya."

Lukas Arkan. Nama itu terasa asing di lidahku. Aku mendekatinya, mencoba mencari celah, mencari sesuatu yang membuktikan bahwa ini adalah Luq.

"Tuan Arkan," sapaku dengan suara yang aku usahakan terdengar profesional.

Dia berbalik. Tatapannya menembusku. Tidak ada kilatan memori, tidak ada keraguan, tidak ada hangatnya persahabatan masa kecil. Matanya adalah dua kelereng kaca yang indah namun kosong.

"Ya?" suaranya rendah, berwibawa, dan sedikit aksen yang terdengar sangat internasional.

"Saya Andrea, pendamping Anda selama acara ini."

"Bagus. Pastikan presentasi saya berjalan lancar tanpa interupsi," ucapnya singkat, lalu berbalik kembali berbicara dengan seorang investor asing dalam bahasa Inggris yang fasih.

Aku berdiri di sana, tertegun. Sepanjang hari, aku mengamatinya. Saat dia berbicara, gestur tangannya masih sama. Saat dia berpikir, dia akan mengetuk jarinya tiga kali di meja. Itu kebiasaan Luq. Hanya Luq yang melakukan itu. Tapi ketika aku mencoba menyebutkan sesuatu tentang BengkelLog, tentang memori masa lalu, dia menatapku seolah aku hanyalah debu yang mengganggu.

"Anda sepertinya sangat ahli dalam sistem AI berbasis troubleshooting mekanik," kataku saat kami berada di ruang VIP, mencoba memancingnya. "Apakah Anda pernah belajar tentang itu secara otodidak?"

Dia berhenti meminum kopinya, menatapku dengan seringai tipis yang tidak mencapai matanya. "Saya belajar dari kebutuhan. Masa lalu saya tidak relevan dengan apa yang saya bangun sekarang, Nona Andrea. Saya tidak suka menoleh ke belakang. Itu membuang waktu."

Dia benar-benar telah menghapus semuanya. Nama Luqman, kenangan tentang ayah dan ibunya yang meninggal, tentang perjuangannya sebagai mekanik, tentang aku. Semuanya telah diformat ulang, seperti sistem operasi yang dihapus total dari hard disk.

Aku tidak bisa tidur malam itu. Bayangan pria bernama Lukas Arkan menghantuiku. Dia telah membunuh Luq, menghapus setiap jejak eksistensi pemuda yang dulu berjanji padaku untuk sukses bersama. Aku merasa dikhianati oleh kenyataan.

Besoknya, saat acara berakhir, aku mencegatnya di area parkir pribadi hotel. Dia hendak masuk ke dalam mobil mewah.

"Luq!" teriakku.

Dia berhenti, tapi tidak menoleh. Bahunya menegang sebentar, sebelum dia kembali rileks.

"Nama saya Lukas Arkan," ucapnya tanpa berbalik.

"Kamu pikir kamu bisa membohongi aku?" Aku berlari mendekatinya, air mataku mulai menggenang. "Kak Luq, aku tahu itu kamu! Aku kenal cara kamu memegang gelas, aku kenal cara kamu menatap, aku kenal logika kodingan yang kamu presentasikan tadi! Itu logika yang kita bangun di bengkel Pak Edi!"

Dia akhirnya berbalik. Di bawah lampu temaram parkiran, wajahnya tidak lagi tampak seperti pengusaha sukses yang dingin. Ada sesuatu yang retak di sana.

"Luq sudah mati," suaranya parau, bukan suara Lukas yang angkuh. "Luq adalah anak yang miskin, anak yang ibunya meninggal karena tidak mampu beli obat, anak yang harus bekerja di dua tempat hanya untuk makan. Luq adalah kegagalan."

"Itu bukan kegagalan!" teriakku. "Itu adalah perjuangan! Itu adalah siapa kamu sebenarnya!"

Dia mendekat, mencengkeram bahuku dengan kuat. "Tidak, Andrea! Itu adalah luka. Dan saya tidak ingin hidup dengan luka itu lagi. Saya menghapus semuanya. Saya membuang nama itu, saya membuang masa lalu itu. Saya membangun Lukas Arkan dari nol, dari abu yang tidak punya sejarah apa pun. Kamu tidak tahu apa yang saya lalui setelah lulus sekolah."

"Katakan padaku," bisikku, air mataku jatuh.

Dia melepaskan cengkeramannya, menatap langit malam China dengan tatapan yang penuh keputusasaan yang disembunyikan. "Setelah Ibu meninggal, dunia seolah menertawakan saya. Saya sadar, dunia tidak menghargai orang baik atau orang yang berjuang keras. Dunia hanya menghargai orang yang punya kekuatan, orang yang punya nama besar. Jadi, saya menghilang. Saya bekerja di tempat-tempat gelap, saya belajar coding tingkat tinggi dengan cara yang... tidak bisa saya ceritakan, sampai saya punya modal untuk membuat Arkan Tech."

"Jadi kamu melupakan kami? Melupakan Kak Hazel? Melupakan aku?"

"Saya tidak melupakan," suaranya pecah. "Saya membunuh bagian dari diri saya yang mencintai kalian, agar saya bisa bertahan hidup. Menjadi Luq terlalu menyakitkan. Setiap kali saya melihat wajah saya di cermin, saya melihat bayangan Ibu yang meninggal di rumah sakit karena saya tidak punya uang. Saya tidak bisa hidup dengan itu, Andrea."

Aku terdiam. Dadaku sesak. Dia bukan menjadi jahat karena dia ingin; dia menjadi dingin karena dia hancur. Dia menggunakan ambisi sebagai perisai.

"Kamu tidak harus melakukannya sendirian, Kak Luq," kataku lembut, mencoba menyentuh tangannya, tapi dia menghindar.

"Lukas," koreksinya dingin, kembali memakai topengnya. "Lukas Arkan. Jangan pernah panggil saya dengan nama itu lagi. Jika kamu masih ingin menjadi bagian dari masa depan saya, lupakan masa lalu. Tapi jika kamu terus mencari Luq, lebih baik kamu pergi sekarang."

Dia masuk ke mobilnya, meninggalkan aku berdiri di tengah kesunyian parkiran.

Aku menatap mobil itu menjauh. Dia telah membangun benteng yang sangat tinggi di sekeliling hatinya. Dia bukan lagi Luq yang bisa kupeluk saat dia sedih. Dia adalah monster yang dia ciptakan sendiri untuk bertahan hidup.

Malam itu, aku tahu satu hal: misi kedua ku di China bukanlah tentang beasiswa, bukan tentang kuliah. Misi pertamaku adalah menyelamatkan Luq dari dirinya sendiri. Aku harus membuktikan padanya bahwa menjadi Luq tidak memalukan, dan bahwa dia tidak perlu menjadi Lukas Arkan yang dingin untuk menjadi berharga.

1
Andrea Zye
Lucu banget Luq
Andrea Zye
nooo Dia Berubah.
Andrea Zye
LUQ APAKAH ITU KAMUU? :(
Andrea Zye
Duh Mau jadi Reaaa
Andrea Zye
Kasian banget... luq nya
Andrea Zye
semangatt Kak luq yang gantengg
Andrea Zye
Keren kakk, Aku sukaaa
Andrea Zye
seruu banget alurnyaa
Rea
cerita remaja menginspirasi, semangat othor
Andrea Zye: Terimakasih authorr sudah Membuat novel Ini, Saya sangat sukak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!