Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.
Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.
Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.
Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.
Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi
penjahat keji.
Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.
Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Penolong Misterius
<<
Sebuah ledakan membuat semua kuda yang ada di sana meringkik ketakutan oleh suara ledakan dari energi golok. Sedangkan Ren Pa terlempar ke belakang hingga menabrak kuda Lianzi. Menyebabkan Lianzi hampir terjatuh. Namun Renpa terbatuk mengeluarkan darah, beruntung ia sudah mengaktifkan Berkah nama jikalau tidak ia pasti terluka lebih parah.
Sementara itu saat energi kepala naga berhasil menghancurkan energi golok dan debu berhamburan, bocah yang usia-nya terpaut jauh dari orang-orang klan Huang cukup pintar untuk langsung melompat ke kuda milik Ren Pa dan bergegas pergi ke arah hutan.
"Cepat kejar dia!" perintah Tianzi pada tiga orang lainnya. Segera tiga junior itu memacu kuda melakukan pengejaran.
"Kakak izinkan aku naik ke kudamu" pinta Ren Pa yang berusaha berdiri dan mencoba menggapai pelana di kuda Tianzi.
"Dasar tak berguna bahkan dengan berkah nama pun kau kalah dari bocah itu, sepertinya dia benar saat mengatakan kau lebih dari sampah"
Tianzi menendang dada Ren Pa hingga terjatuh dan segera menyusul dua orang junior yang mengejar buruannya.
"Kakaaak" Ren Pa berteriak mengulurkan tangannya walau ia tahu itu tak berguna.
"Bangsaaat akan ku bunuh kau bocahhhhh!!! Ia berteriak meluapkan emosi penuh kebencian karena setiap
Kali melawan bocah buangan itu dia selalu kalah.
Aksi kejar-kejaran terus terjadi hingga ke dalam hutan di kaki gunung "syukurlah aku sudah pernah di ajari paman menunggang kuda, kalau tidak aku pasti sudah tamat." batin bocah itu sambil terus memaksa kudanya berlari di antara pepohonan.
Namun karena teknik berkudanya tidak terlalu baik empat orang dibelakang mulai berhasil menyusulnya. Tianzi yang berada sedikit jauh dari belakang terlihat mengambil busur tanpa benang pelontar, sepertinya itu sebuah senjata spiritual.
Tanpa memegang tali kekang Tianzi menarik tali dari energi spiritual dan menciptakan anak panah energi berwarna biru, menandakan kalau ia memiliki dasar elemen air.
Saat anak kecil dalam pelarian itu menoleh ke belakang sebuah panah energi melesat ke arah depan kudanya.
Ledakan dari energi panah itu membuat kuda dan penunggang-nya terlempar dan terhempas di tanah.
Penunggang kudanya malahan terlempar cukup jauh dan berguling-guling di tanah hingga punggung-nya menghempas batu.
Ahkk... erangan anak itu saat mencoba berdiri.
"Untunglah aku menggunakan pakaian pemberian ibu, kalau tidak tulang-tulang ku pasti sudah remuk".
Batin bocah itu menahan sakit yang tentu saja jauh berkurang disebabkan pakaian dari kulit ular mistik pelangi.
Empat orang itu kembali
Mengepung bocah yang mencoba berdiri dan terlihat baik-baik saja. Tianzi mengerutkan kening nya saat melihat buruannya tidak terluka.
"Kakak, sekarang aku mengerti kenapa tetua Dong menginginkan pakaian bocah ini." Junior Tianzi sepertinya juga merasa aneh dengan kondisi bocah buangan itu. “Kakak bagaimana kalau pakaian itu untukmu saja, kita bisa mengorbankan Ren Pa untuk itu" Junior Tianzi tersenyum memberi saran yang tentu saja ada sesuatu yang dia harapkan.
"Hahahaha, Huang Zhou kau sungguh pintar. Tak perlu kau katakan tentu saja tetua Dong tak akan kuberikan barang sebagus ini." Selama kalian menjaga rahasia tidak akan terjadi apa-apa pada kita. Sebaliknya kalian tentu saja akan kuberi beberapa sumber daya melebihi yang dijanjikan tetua Dong."
Tiga orang junior Tianzi tentu merasa puas dengan janji kakaknya. Tianzi termasuk salah satu yang berbakat di klan, tentu saja mendapat manfaat lebih dari yang lain. Mereka berempat turun dari kuda bersiap membunuh 'mangsanya.
"Bocah bau, awalnya aku berniat membiarkanmu hidup. Tapi melihat bakat mu saat melawan Ren Pa kau harus mati disini."
Tianzi bersiap memanah kepala bocah buangan itu sebelum ia menarik panah energi, sebuah suara mengejutkan mereka.
"Pemuda-pemuda Huang ternyata sangat tercela, tidak hanya mengeroyok orang yang lebih lemah tapi juga seorang anak kecil. Kalian lebih terlihat seperti bandit perampok bagiku." Suara seorang pria memakai masker dan jubah yang
Dengan penutup kepala berdiri di sebuah cabang pohon yang besar di belakang mereka.
Empat pemuda itu langsung berbalik "Siapa kau?! Sebaiknya jangan ikut campur dengan urusan klan Huang.
Kami pastinya tidak pernah mengusik urusanmu" Huang Tianzi berbicara sambil menunjuk orang misterius diatas pohon.
Huang Zhou dan dua rekan-nya yang lain segera menyiapkan senjata, masing-masing membawa senjata tombak.
Hahaha
"Beberapa orang tercela mengeroyok seorang anak kecil tentu saja mengusik rasa keadilanku.
Tinggalkan bocah itu dan pergilah, aku akan melupakan masalah ini."
Cuih...
"Kau lah yang harus pergi dari sini!
Atau kuhancurkan tubuhmu tanpa sisa."
Lianzi memberi ancaman.
"Bocah, saat kalian menggertak orang lain pastikan kalian memiliki kekuatan."
Selesai berbicara pria diatas pohon itu langsung melompat ke tanah di dekat empat pemuda Huang.
<
Saat pria itu mendarat di tanah, tekanan dari hempasan pria misterius itu membuat tidak hanya pemuda-pemuda Huang tapi juga seorang anak kecil disana terangkat dari permukaan tanah membuat keseimbangan mereka goyah.
Pria itu dengan sangat cepat menendang dada Tianzi yang masih mengambang di udara. Sedangkan Huang Zhou dengan cepat merespon
Dengan menusuk dada si pria namun dengan mudah dapat dihindari olehnya.
"Tidak buruk, ternyata anak-anak Huang benar-benar terlatih dan sangat cekatan." puji pria itu pada Huang Zhou.
Tianzi terpental cukup jauh hingga menabrak sebatang pohon dan tidak bergerak lagi, namun ia masih terlihat masih bernapas.
"Kurang ajar!!! bentak Huang Zhou sambil mengarahkan tombak yang sudah berisi energi spiritual dan kedua rekannya juga melakukan hal yang sama.
Namun pria itu dengan santainya menangkap tombak itu dan menangkis dua tombak lainnya dengan tombak yang masih di pegang Huang Zhou hingga pemuda itu ikut terangkat. Dalam sekejap iya melempar tubuh pemuda itu ke arah dua rekannya hingga mereka semua terjatuh.
Pria itu mengarahkan mata tombak yang sudah memiliki energi yang sangat kuat pada tiga pemuda. Melihat energi yang begitu besar membuat tiga pemuda itu ketakutan, sudah jelas kalau pria di depan mereka tingkatannya sangat jauh diatas mereka.
Bocah buangan yang melihat pertarungan itu hanya bisa terbelalak takjub melihat kekuatan dan kecepatan orang yang sedang menolongnya.
"Bawa senior kalian pergi dari sini sekarang, membuat ku menunggu lebih lama silahkan ucapkan perpisahan pada nyawa kalian!." Ancaman yang berhasil membuat tiga pemuda itu ketakutan dan bergegas menghampiri Tianzi yang sedang pingsan.
Pria itu menoleh pada bocah yang telah ia selamatkan, "bocah ini sangat pintar membaca situasi walau dia masih
"BOCAH SAMPAH! ini tidak akan berakhir seperti ini saja, cepat atau lambat kami pasti membunuhmu" teriak Huang Zhou setelah sedikit jauh dari pria kuat itu.