NovelToon NovelToon
Pagar Gaib Pak Boss

Pagar Gaib Pak Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romansa Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Azell

Menikah dengan Aris (28 tahun), seorang bos pertambangan yang wajahnya setampan aktor film tapi sedingin es di kutub utara, seharusnya membuat hidup Maya (24 tahun) tenang. Namun, pindah ke rumah mewah di pinggiran kota justru menjadi awal dari kegilaan hidupnya.
​Aris itu aneh. Dia posesifnya bukan main, tapi bukan ke sesama manusia. Dia melarang Maya keluar rumah lewat magrib bukan karena cemburu, tapi karena takut Maya "disapa" oleh penghuni pohon kamboja depan rumah. Dia memasang CCTV di setiap sudut, bukan untuk maling, tapi untuk memantau pergerakan bayangan putih yang hobi duduk di ruang tamu mereka.
​Maya yang aslinya penakut tapi hobi ngelawak dan hobi menebar gombalan "maut" ke suaminya yang kaku itu, mulai merasa ada yang tidak beres. Apalagi para tetangga—Geng Gibah Bu RT—mulai nyinyir. Mereka bilang Maya itu tumbal pesugihan Aris karena Aris kaya raya tapi istrinya seperti dikurung di istana berhantu.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

penjaga yang terluka

Malam itu, suasana rumah benar-benar mencekam. Suara hujan deras di luar tidak mampu meredam suara detak jantung Maya yang berpacu.

Di depannya, Mas Aris terduduk lemas di lantai ruang tamu. Kemeja birunya yang mahal sudah hancur, robek di bagian bahu hingga dada, menyingkap luka panjang yang tampak seperti bekas cambukan api.

"Mas... tahan ya, pelan-pelan," bisik Maya dengan suara parau.

Maya membawa baskom berisi air hangat dan kain bersih. Dengan tangan gemetar, ia mulai membersihkan darah yang sudah mengering di kulit suaminya. Setiap kali kain itu menyentuh luka, rahang Mas Aris mengeras, urat-urat di lehernya menonjol menahan perih yang luar biasa.

"Kenapa Mas nekat banget sih keluar tadi? Kalau terjadi apa-apa sama Mas, aku gimana?" Maya mulai terisak. Air matanya jatuh menetes, bercampur dengan air di baskom.

Mas Aris perlahan membuka matanya. Tatapannya yang biasanya dingin dan tajam, kini tampak sayu dan penuh luka. Ia meraih tangan Maya yang sedang memegang kain, menghentikan gerakannya sejenak.

"Kalau Mas nggak keluar... dia bakal masuk ke sini, Maya. Pagar di depan gerbang sudah hampir jebol karena ulah orang-orang itu," suara Mas Aris terdengar berat dan serak.

"Maksud Mas... Bu RT?"

Mas Aris mengangguk lemah. "Mereka nggak sadar... kebencian dan gosip mereka itu seperti undangan bagi 'penghuni' lama rumah ini. Semalam, Bu RT naruh sesuatu di depan pagar kita. Itu yang bikin pagar Mas lumpuh."

Maya terdiam, hatinya terasa sesak. Ia tidak menyangka nyinyiran tetangga bisa berdampak sefatal ini secara gaib. Ia kembali fokus mengobati luka Mas Aris.

Dengan sangat hati-hati, ia mengusapkan salep tradisional yang baunya sangat menyengat campuran minyak kayu putih, tumbukan sirih, dan sedikit garam doa yang tadi ia siapkan.

"Mas, ini pasti perih banget. Mas boleh remas tanganku kalau sakit," ucap Maya.

Mas Aris tidak meremas tangan Maya. Ia justru menarik Maya ke dalam pelukannya menggunakan tangan yang tidak terluka. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Maya, menghirup aroma rambut istrinya yang menenangkan.

Posesifnya Mas Aris kali ini terasa sangat rapuh, seolah ia takut jika ia melepaskan pelukannya, Maya akan hilang ditelan bayangan.

"Mas nggak akan biarkan mereka ambil kamu, May. Mau itu manusia, atau jin penunggu rumah ini sekalipun. Kamu milik Mas," bisik Mas Aris tepat di telinga Maya.

Tiba-tiba, suhu di ruangan itu turun drastis. Lampu di ruang tamu meredup, menyisakan cahaya remang-remang. Dari arah dapur, terdengar suara piring pecah yang sangat keras.

PRANG!

Maya tersentak, hendak berdiri untuk mengecek, tapi Mas Aris menahan pinggangnya dengan kuat. "Jangan. Jangan menoleh ke belakang."

Dari sudut matanya, Maya melihat bayangan hitam besar merayap di dinding marmer putih mereka. Bayangan itu berbentuk seperti tangan manusia dengan jari-jari yang sangat panjang, perlahan mendekat ke arah mereka.

"Mas... ada sesuatu di tembok..." Maya berbisik ketakutan, wajahnya ia sembunyikan di leher Mas Aris.

Mas Aris merogoh saku celananya dengan gerakan cepat, mengeluarkan sebuah paku kecil berwarna hitam—paku yang sudah dirajah khusus. Tanpa melepaskan pelukannya pada Maya, ia menancapkan paku itu ke sela-sela ubin marmer di bawah mereka.

Ssssttt!

Suara desisan seperti air yang disiram ke api terdengar. Bayangan di tembok itu meliuk-liuk kesakitan sebelum akhirnya memudar dan menghilang ke arah plafon. Suasana kembali sunyi, hanya menyisakan suara napas Mas Aris yang memburu.

"Mas... Mas nggak apa-apa?" Maya mendongak, menatap wajah suaminya yang penuh keringat dingin.

Mas Aris menatap Maya dalam-dalam. Ada kilat posesif yang sangat kuat di matanya. Ia tidak menjawab, tapi justru mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Maya dengan intens sebuah ciuman yang terasa seperti ungkapan ketakutan sekaligus janji perlindungan.

"Selama Mas masih napas, rumah ini adalah tempat paling aman buat kamu," ucap Mas Aris setelah melepaskan tautan mereka. Ia mengelus perut Maya yang mulai membuncit.

"Tidurlah. Mas jagain di sini. Mas nggak akan tidur malam ini."

Maya menggeleng. Ia tidak mau meninggalkan suaminya dalam kondisi terluka. "Aku temenin Mas di sini. Kita duduk di karpet aja, aku mau obatin punggung Mas juga."

Malam itu, di tengah rumah mewah yang penuh teror, mereka berdua duduk berdempetan di atas karpet ruang tamu. Maya terus mengusap punggung suaminya dengan ramuan, sementara Mas Aris terus menggenggam tangan Maya, tidak membiarkannya lepas satu senti pun.

Di luar, suara tawa wanita dari pohon kamboja masih terdengar samar, namun kali ini Mas Aris sudah menyiapkan "pagar" yang lebih kuat: pagar yang dibuat dari tekadnya untuk tetap hidup demi istri dan anaknya.

1
kagome
ya ampun dan kepala tu dan🤣🤣🤣🤣
kurang keras bantingnya, butuh parutan gk? ni aq ada
mayan buat marut kuyang🤣🤣🤣🤣
kagome
uda jato ketiban pot nyungsep lagi diselokan sama sekali gak keren🤣🤣🤣
D_wiwied
lanjut thor makin penasaran ni pdhl aku aslinya penakut bgt 😆
Rima Rose
lanjuut😍😍
Dila Dilabeladila
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
kocak Maya ini ... 😂
Aditya hp/ bunda Lia
Masih nyimak penasaran dengan judulnya ... lanjut
D_wiwied
lanjut
Ebott11: Danu itu siapa minm
total 1 replies
D_wiwied
lanjut
D_wiwied
ternyata ibu dan sodara tirinya sendiri biang keroknya
D_wiwied
nah ini poin utamanya, kenapa ga dr kemarin-kemarin to Ris,, cari dalangnya habisi kalo perlu
D_wiwied
sereeemmmm 😱😱😱
D_wiwied
kalo aku sdh lgs auto pindah rumah
D_wiwied
kenapa ada bu rt disini, apa peran dia, ada dendam apa dia sm aris
D_wiwied
masih penasaran awal mulanya bagaimana koq bs ada teror semacam ini, apakah dr sblm pindah rumah sdh ada ancaman dan ketambahan sekarang di rumah baru, lbh spooky kyknya ya 😆😆
D_wiwied
percaya ga percaya sih masalah perhantuan ky gini
D_wiwied
hadir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!