NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Kembali ke POV Author.

Setelah selesai memberikan penyambutan dan juga penjelasan perihal kenapa semua sanak saudara sekarang ini diajak berkumpul di kediaman Ivan.

Kedua orang tua Ivan pun mulai membagikan uang ganti rugi sawah dari PT KAI setelah dipotong uang bayar hutang untuk Renata, sebesar 1% kepada setiap kepala keluarga saudaranya, yang sekarang ini berkumpul di rumah anaknya.

Jadi uang 1 milyar yang di berikan oleh PT KAI, sebagai ganti rugi untuk sebidang tanah yang dibangun untuk rel kereta api di potong 300 juta untuk bayar hutang pada menantunya.

Sisa 700 juta di potong untuk diberikan kepada Ivan dan juga Renata 100 juta, jadinya sisa 600 juta di kali 1%, setiap satu kepala keluarga menerima 6 juta rupiah, dengan tujuan agar bisa digunakan untuk modal usaha.

Mata Ivan terus memicing kala melihat istrinya itu yang terlelap dalam tidurnya di atas sofa dengan memangku anaknya.

Bapaknya Ivan sendiri, Jatmiko sekarang ini sedang sibuk memberikan uang pada masing masing kepala keluarga yang berjumlah 10 orang itu.

Dengan wajah sumringah dan juga tidak sabar, Ivan sendiri sedang menunggu gilirannya untuk menerima uang dengan jumlah 400 juta itu, yang sekarang ini sedang di pegang oleh ibunya.

Tiba tiba mata Ivan membulat sempurna, kala melihat ibunya itu berjalan ke arah istrinya. Ivan buru buru mengejar langkah kakinya ibunya itu. Lalu mengekor berjalan di belakang ibunya.

"Ibu, tunggu!" panggil Ivan sembari memegang bahu ibunya.

Karena ibunya itu tidak berhenti melangkahkan kakinya, saat dirinya panggil.

"Ada apa Van?" tanya Sriyani dengan wajah bingung. Sembari menatap lekat wajah putranya yang terlihat gugup.

"Eee ... begini Bu, memangnya ibu itu mau kemana?" Ivan malah berbalik bertanya pada ibunya dengan suara yang sangat pelan.

"Ibu mau mengambil cucu ibu, kelihatannya Renata itu kecapean. Dia sampai ketiduran di sofa," jawab Sriyani masih memandang putranya dengan bingung. "Memangnya kenapa?" Tanya Sriyani bingung.

"Terus uangnya gimana Bu?" Ucapan putranya benar benar mengejutkan Sriyani. Tapi dia masih berusaha untuk bersikap biasa saja pada anaknya.

"Ini, maksud mu?" ucap Sriyani sembari menunjukkan sebuah tas yang berisi uang 400 juta itu.

Ivan hanya menjawab ucapan ibunya itu dengan mengangguk kan kepalanya.

"Mau kamu ambil punyamu yang 50 juta?" Tanya Sriyani lagi.

"Loh kok cuman 50 juta, harusnya kan 400 juta Bu," tutur Ivan dengan raut wajah tidak enak.

"Astaga, yang 350 juta itu bukan uangmu. Itu uang istrimu, dia itu anak yatim piatu Van, apa kamu gak kasihan sama dia? Dengan mau mengambil apa yang menjadi hak nya," tutur Sriyani dengan suara yang terdengar begitu ketus.

"Ya Allah Buk .. Buk, Renata itu kan juga istriku. Apa yang menjadi miliknya juga milikku, kan dia lagi tidur. Ee ... maksudnya itu begini, dari pada ibu bangunin dia yang lagi tertidur pulas. Mendingan titipkan aku dulu. Ibu kenapa sih? Kok tiba tiba tidak percaya padaku, aku itu anak kandung ibu loh!

Kok ibu malah curiga, sampai bahas Renata anak yatim piatu, sampai harus berkata uang Renata itu 350 juta, dan uangku 50 juta. Kenapa uangnya harus di pisah pisah begitu? Gajiku itu semua yang pegang Renata kok!" Ivan menjelaskan dengan nada yang terdengar begitu serius, padahal ucapannya itu hanya berisi sebuah kebohongan belaka.

"Van, feeling seorang ibu itu nyata. Jujur, ibu merasa ada yang tidak beres dengan anak perempuan ibu dan juga ada yang tidak beres dengan mu. Kenapa ibu merasa, kamu tidak membuat anak ibu itu bahagia? Lihat tubuhnya Van, baru sebulan lalu ibu gak datang kesini. Karena mengurus penjualan tanah di desa sama PT KAI. Tubuh istrimu hanya tinggal tulang belulang, terus mata ibu juga belum rabun. Ibu tahu di lengan menantu ibu itu banyak sekali luka lebam, jangan jangan selama ini kamu menganiaya nya lagi!" hardik Sriyani dengan tatapan tajam mengarah ke anaknya.

Saat Ivan ingin menyela ucapan ibunya, Sriyani lebih dulu meneruskan ucapannya.

"Kamu ingat Van, Renata itu sudah seperti anak kandung ibu sendiri. Ibu sudah janji kepada almarhum mendiang ke dua orang tuanya akan menjaganya dengan baik. Biarlah uang ini yang memang miliknya, Renata lah yang pegang. Dan satu lagi, wanita itu harus mempunyai simpanan uang, jadi suatu saat jika di campakan oleh suaminya, dia itu punya simpanan uang yang bisa di gunakan untuk modal," jelas Sriyani dengan nada yang terdengar menusuk tajam, seperti lirikannya yang sekarang ini sedang memandang putranya itu dengan sangat lekat.

Sriyani lalu melanjutkan langkahnya untuk berjalan ke arah menantunya. Meninggalkan anaknya yang sekarang ini malah diam mematung.

Ivan sedang berpikir dengan keras, bagaimana pun dia harus mengambil uang istrinya itu. Dia takut Esther akan marah dan malah meminta putus.

Ivan pun buru buru melangkahkan kakinya saat ibunya akan membangunkan Renata. Sriyani berniat membangunkan Renata untuk makan bersama.

Apalagi gerobak tukang bakso yang di pesan oleh bapak nya sekarang ini sudah datang.

Setelah menjelaskan dan membagi yang modal, Jatmiko mengakhir acara kumpul keluarga besar ini dengan makan bersama dan juga saling ngobrol.

"Bu, ayolah Renata itu kecapean lihat! Dia tidur sampai ngiler itu loh Bu! Biarkan dia melanjutkan tidurnya dulu. Nanti baru di bangunkan," ujar Ivan dengan wajah terlihat sendu.

Sriyani tampak berpikir, tapi dia memilih untuk mengambil cucunya yang tidak tidur dari pangkuan ibunya.

Kadang Sriyani heran melihat cucunya, yang begitu sayang dan pengertian kepada ibunya.

"Ya udah, kalau begitu ambil kan Renata selimut. Tutupi tubuh nya sepetinya dia kedinginan, karena ibu lihat dari tadi tubuhnya itu mengigil!"

Sriyani terlihat membalikkan tubuhnya untuk berjalan kembali ke keluarga besarnya yang sedang berkumpul dan duduk di karpet.

"Bu!"

Ivan terlihat memanggil ibunya itu lagi dan juga lagi.

Ibunya menoleh dan memasang wajah penuh tanda tanya.

"Uangnya mau Ivan belikan Renata apartemen Bu? Dan Ivan sudah terlanjur DP. Hari ini harus pelunasan, kalau tidak DP bakalan hangus." Ivan dengan berbagai alasan.

"Beneran? Kamu gak bohong kan." Sriyani menatap putranya itu dengan penuh selidik, sesekali Sriyani juga terlihat menggoda cucunya, agar cucunya itu terlalu tersenyum.

"Ee beneran Bu! Apakah selama ini Ivan pernah bohong. Lagian beberapa bulan lagi juga ulang tahun Renata, Ivan pengen buat kejutan untuk Renata dengan hadiah apartemen itu!" Ivan masih dengan sejuta kebohongannya.

"Tapi kado itu uang Renata sendiri, harusnya kado dari kamu, ya uang dari kamu. Apa Renata setuju? Jika uangnya itu kamu belikan apartemen." Karena seingat Sriyani, Renata masih menginginkan rumah lamanya. Karena rumahnya itu akan tubuh, terlihat di jual lagi dengan separuh harga.

"Renata kemarin bilang sama Ivan Bu, dia kadang bosan di rumah. Pengen berduaan pacaran ma Ivan di apartemen."

Ucapan Ivan semakin membuat Sriyani curiga, "gimana Bu, ayo lah! Ivan ini sudah di telpon terus sama pihak apartemen. Untuk kado Renata," pinta Ivan dengan wajah panik.

Bukan pihak apartemen lah yang menelpon Ivan saat ini. Tapi Esther.

1
Uthie
Biar kena karma yg lebih menyakitkan tuhhhh buat wanita super jahat dan berhati keji macam si Esther itu Thor👍👍👍😡😡😡
Uthie
Gak sabar terus mantau kelanjutan cerita yg penuh nguras emosi ini 👍👍😆
Uthie
dasar laki Lucknut 😡
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
Uthie
Nahhh lohhhhh.... 🤨
Uthie
Ada udang di balik batu kah itu 😏😏
Uthie
Ini masih POV ke belakang kan ya???
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
Uthie
Yaaa ampun.... miris banget dan ikut sakit bacanya Thor 👍😭
Uthie
dasarnya wanita jahat 😡😤
Uthie
hmmmm... lucknut banget emangnya si Ivan😡😤
Uthie
makaya jangan jadi wanita bodoh dan malah menyakiti diri sendiri 😤
Uthie
istrinya terlalu pasrah dan lemah!
Uthie
suami lucknut 😡
Uthie
Duhhhh... terlalu lemah sihhhh tokoh utamanya 😤😤
Uthie
suami lucknut 😡😡😡😡
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍
Uthie
Ada baiknya hati melihat kebaikan orang lain....
Uthie
Jangan terlalu percaya orang yg tidak pantas di percayai 👍😡
Uthie
Baru baca aja udah nyesek😭
dasar suami lucknut 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!