Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DRAMA YANG TAK KUNJUNG SELESAI
Setelah melihat Hyejin di jendela ruangannya Da Eun kembali ke mejanya dan tersenyum sendiri sambil memainkan pena yang ada di jarinya.
Telpon pun berdering dari salah seorang polisi dari kantor kepolisian lainnya yang memberikan laporan bahwa sudah di temukan seorang mayat perempuan di puncak gunung gyejok. Dan polisi yang berpatroli tersebut meminta bantuan kepada kantor kepolisian Daejeon agar membantunya di sana. Mendengar permintaan tolong tersebut mereka disuruh berkumpul oleh kepala Kim Da Eun.
"Nah.. diam!Perhatian ! kepolisian lain sedang membutuhkan bantuan kita, mari kita berangkat kesana dan tetap waspada dan… jangan lupa untuk berhati-hati karena kita belum menemukan siapa pembunuhnya. Mengerti?" Ucap Da Eun dengan tegas.
"Ya… baiklah.." jawab semua orang.
"Dan kau… Lee Hyejin jangan bertingkah atau bertindak seenaknya! Apa kau mengerti?"Da Eun menunjuk muka Hyejin dengan jari telunjuknya.
"Yaaa.." ucap Hyejin dengan malas.
Wakil kepala Nam, petugas Choi, dan petugas Park saling melihat dan merasa bahwa mereka berdua memiliki hubungan sebelumnya.
Petugas Park dan petugas Choi saling menyikut lengan dan memberikan kode tersendiri bahwa sepertinya mereka memiliki cerita yang hanya mereka yang tahu.
Sesampai di puncak pegunungan gyejok,
"Wah yang benar saja tempat yang indah seperti ini dijadikan TKP pembunuhan. Wah tidak bisa ku percaya.." Hyejin menelengkan kepalanya tanda tidak percaya.
"Kya kau kira tempat pembunuhan harus terjadi di tempat yang sepi dan terasingkan begitu? Ckck kau tidak pernah belajar ha? Dari dulu sampai sekarang kau sama saja…"ucap Da Eun tanpa sadar membandingkan Hyejin yang dulu dan sekarang.
"Ha? Ah..saya… saya selalu sama dari dulu kok hahaha" Hyejin merasa canggung mendengar ucapan Da Eun yang tiba-tiba membahas masa lalu. Dan ia langsung melirik rekan-rekannya.
"Wah sulit dipercaya ternyata mereka beneran punya hubungan di masa lalu sepertinya dan bukan hanya sebagai junior dan senior."ucap petugas Choi sembari membisikkan pada petugas Park.
"Iya sepertinya begitu… sulit dipercaya wah…" petugas Park masih tidak percaya.
Melihat kedua rekannya yang dari tadi asik mengobrol sendiri, wakil kepala Nam, menegur mereka.
"Hei jangan bergosip di sini, nanti mereka dengar mau kalian di bentak oleh kepala Kim? Ha? Mending nanti aja kita lanjutkan di restoran naengmyeon di sana dan akan ku traktir , oke?" Ucap wakil kepala Nam.
"Wow wakil kepala Nam kau yang terbaik , benar bukan?" Petugas Choi mengacungkan jempol nya.
"Benar sekali aku setuju." Petugas Park ikut setuju.
Mereka terus berjalan untuk mencari bukti pembunuhan itu tetapi tidak menemukan apapun di sana. Tetapi,
"Oh… ini… bukankah ini jejak sepatu pendaki dan ada darahnya di jejaknya." Ucap Hyejin sembari terkejut menemukan jejak tersebut di dekat semak-semak yang mengarah ke arah mayat perempuan itu.
"Oh bener ini adalah jejak dengan beberapa cap darah." Ucap petugas Choi.
"Dimana?" Tanya Da Eun sambil menyingkirkan petugas Choi.
Mereka berdua menunjuknya dan kepala Kim Da Eun langsung memeriksanya dan benar itu adalah darah manusia. Ia meminta forensik untuk mengambil Sempel darah itu dan apakah cocok dengan darah wanita itu.
"Kami sudah selesai mengambil Sampel nya.." ucap petugas forensik.
"Ya.. terimakasih atas kerja keras kalian dan tolong hubungi kami bagaimana perkembangannya mengenai ini tadi." Ucap Da Eun pada tim forensik.
"Ah tidak.. kalian yang sudah bekerja keras.. kalau begitu kami permisi." Pamit tim forensik.
"Ya… semoga hari anda menyenangkan.." ucap semua orang.
"Pak kepala Kim Da Eun terimakasih telah membantu tim kamu untuk memecahkan kasus ini."ucap kepala tim Kang Myung Suk sembari menjabat tangan Kim Da Eun.
"Ah tidak… tidak perlu sungkan karena sudah seharusnya kami saling membantu." Ucap Kim Da Eun dengan tertawa kecil.
"Anda selalu saja merendah saya jadi merasa tidak enak." Tawa kepala tim Kang Myung Suk.
Mendengar ucapan kepala tim Kang Myung Suk Hyejin langsung sinis dan,
"Cih rendah diri? Ha… ya merendah untuk meroket lebih tepatnya." Ucap Hyejin tanpa sadar jika mereka bisa mendengarnya dengan jelas.
Semua terbelalak dan melihat ke Hyejin semuanya. wakil kepala Nam berusaha untuk memberikan isyarat kepada Hyejin untuk tidak mengatakan hal aneh di depan kepala tim Kang Myung Suk.
"Uhuk.. uhuk.. " terdengar suara batuk dari Da Eun untuk memberikan isyarat kepada Hyejin.
Hyejin yang sadar langsung meminta maaf.
"Ah mohon maaf semuanya.." Hyejin membungkuk 45 derajat.
Setelah semua petugas polisi turun dari puncak gunung gyejok, para petugas kepolisian Daejeon juga ikut turun tetapi di tengah Jalan kepala Kim Da Eun menghentikan mereka semua.
"Emm semuanya.. saya mengucapkan terima kasih pada kalian semua yang telah bekerja keras dari siang hingga malam hari jadi saya berniat untuk mentraktir kalian makan seokgabli dan juga Soju.. jadi apakah kalian setuju?" Tanya Kim Da Eun dengan agak canggung.
"Ya kami setuju…" ucap mereka semua kecuali Hyejin.
"Kenapa kau tak menjawab? Kau tidak ikut?" Lirik tajam kepala Kim Da Eun pada Hyejin.
"Ya.. saya tidak ikut karena saya ada janji dengan teman saya. Jadi sampai jumpa besok pagi semuanya, dan nikmati makanan kalian dengan tenang. Dan permisi." Belum saja Hyejin berjalan pergi rompi Hyejin langsung di tarik oleh kepala Kim Da Eun dengan paksa sehingga ia hampir terjatuh tetapi karena Da Eun cekatan, langsung menangkapnya agar tidak jatuh.
"Arghh.. kenapa? Kenapa? Apa maumu? Ha?" Kesal Hyejin.
"Arghh lepaskan… Kya ku bilang lepaskan… aishh kau tak mendengarkan nya?ingin mati ha?"Hyejin kesal hingga berbicara santai pada Kim Da Eun.
Semua rekannya terkejut mendengar Hyejin berbicara santai dan berani berbicara santai pada kepala Kim Da Eun yang juga Sunbae nya.
"Ha.. wah kau.. kau berani berbicara santai dengan ku?" Kim Da Eun tidak percaya dan akhirnya langsung melepaskan rompi Hyejin.
"Hei.. beraninya kau… ha?" Da Eun bertanya pada Hyejin.
"Ah maaf…bukannya saya berkata kasar pada anda tetapi… tetapi bukan berarti karena anda adalah senior saya di akademi kepolisian dan juga kepala di kepolisian Daejeon saya tidak bisa menolak ajakan anda, ya? Saya juga punya urusan tersendiri hari ini jadi biarkan saya pergi .. ya?ku mohon.. Sunbae?" Ucap Hyejin dengan senyum terpaksa.
"Tidak.. kau harus ikut apapun alasannya aku tak perduli.." kepala Kim Da Eun tidak perduli dengan Hyejin dan tetap memaksa nya.
"Dan juga perkataanmu tadi tidak kumasukkan ke hati jadi cepat masuk mobil sekalian acara ini untuk penyambutan kita berdua… apa kau mengerti? Jawabnya dengan tegas dan dingin.
Semua hanya terdiam melihat pertengkaran mereka berdua.
Hyejin yang terpaksa ikut, bejalan dengan lemas untuk memasuki mobilnya.
Karena mereka membawa dua mobil, wakil kepala Nam memutuskan untuk semobil dengan petugas Park dan petugas Choi.
"Ah saya.. saya akan semobil dengan mereka dan kalian berdua silahkan selesaikan masalah kalian… ya?" Ucap wakil kepala Nam dengan langsung menuju ke mobil petugas Choi dan petugas Park.
Sementara di dalam mobil kepala Kim Da Eun dan Lee Hyejin…
"Kenapa?kau marah padaku?" Da Eun yang menyetir terus melirik Hyejin.
"Tidak.. tidak apa-apa." Jawab Hyejin dengan muka datarnya.
"Sudahlah kau pasti marah." Ucap Da Eun untuk menggoda Hyejin
"Ya.. ya benar saya marah pada Sunbae karena Sunbae telah memaksa saya seenaknya dan juga telah bersikap aneh sejak kita bertemu kemarin." Jawabnya dengan meluapkan emosinya.
"Benar kau akan meluapkan emosi jika kau sedang berfikir jadi ku pancing kau untuk marah agar kau menemukan jawaban dari kasus pembunuhan ini." Ucap Da Eun sambil terus melihat jalan karena menyetir mobil.
"Ya? Anda membuat saya marah karena sunbae tahu aku sedang memikirkan kasus ini?" Tanya Hyejin karena ia masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh kepala Kim Da Eun.
"Ya aku tahu kau ingin memecahkan kasus ini bukan?" Ucap Da Eun dengan santai.
"Arghh ishh yang benar saja, dasar anda…" kesal Hyejin.
Kim Da Eun hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Hyejin.
"Tapi, Sunbae…" ucap Hyejin dengan nada penasaran.
"Heng kenapa?"tanya Da Eun.
"Kenapa kau dipindahkan kesini? Apakah kau mengacaukan semuanya?" Tanya Hyejin dengan penasaran.
"Aisshh kenapa kau membahas hal yang tidak penting? Jangan bahas itu aku sedang tidak ingin membahas hal itu.apa kau mengerti?" Da Eun merah pada Hyejin.
"Yaa.." Hyejin menjawab dengan malas.
Sementara di mobil wakil kepala Nam dan petugas Park dan Choi…
"Wahh sepertinya mereka pernah berkencan sebelumnya…" tebakan petugas Choi.
"Ah mana mungkin.. tetapi melihat tingkah mereka sepertinya begitu." Ucap wakil kepala Nam dengan menelengkan kepalanya tanda tidak habis pikir.
"Tapi jika mereka benar-benar berkencan wah perpaduan yang hebat antara sih pelanggar aturan dan si tegas serta taat pada aturan yang ada…" petugas Park memberikan gambaran yang bisa di bayangkan.
"Kau benar… mereka pasti menjadi pasangan yang selalu berlawanan dalam hal apapun hahaha" tawa wakil kepala Nam.
Semua yang di dalam mobil langsung tertawa bersamaan karena membayangkan ucapan petugas Choi.
Mereka akhirnya sampai di restoran, dan mereka langsung turun dari mobilnya.
"Huftt pasti enak jika kita capek begini langsung minum Soju…" ucap petugas Park.
"Benar sekali let's go.." ajakan wakil kepala Nam.
Melihat mereka senang membuat kepala Kim Da Eun juga senang.