NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami
Popularitas:33k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 25.

Arkana pulang hari itu dengan langkah berat setelah sidang kode etik selesai. Namun saat mobilnya berhenti di depan rumah, ia mengerutkan kening.

Beberapa kardus dan koper tergeletak di halaman rumah, dan itu adalah barang-barangnya. Arkana turun dari mobil dengan tergesa-gesa, di dalam rumah terlihat ada orang-orang asing sedang mengangkat barang dan memasukkannya ke dalam.

Arkana berjalan masuk ke dalam rumah.

“Siapa kalian?“

Seorang pria paruh baya menoleh. “Kami pemilik baru rumah ini.“

“Apa maksudmu?“ Arkana menatap orang itu tajam.

“Bu Leya sudah menjual rumah ini, katanya rumah ini harta gono-gini setelah perceraian kalian. Jadi... kami membelinya secara resmi. Silahkan hubungi mantan istri Anda, kalau ada yang ingin ditanyakan.“ Pembeli rumah itu menjawab dengan tenang, dia juga memperlihatkan surat-surat sah pembelian rumah.

Arkana mengeluarkan ponselnya, ia menelepon Leya tapi panggilan itu tidak tersambung. Ia mencoba sekali lagi, namun tetap sama. Nomornya telah di blokir. Arkana menurunkan ponselnya perlahan, tatapan matanya jatuh pada barang-barang di halaman.

Saat pergi, Leya tidak membawa banyak barang dari rumah mereka. Banyak diantara barang-barang di halaman adalah kenangan lama. Ada foto, buku-buku penerbangan dan juga beberapa benda kecil yang dulu ia beli bersama Leya.

Arkana berjalan keluar rumah, dia berjongkok di halaman di depan barang-barang itu. Ia mengambil satu bingkai foto dari dalam kardus, foto itu memperlihatkan dirinya, Leya dan Arsen. Mereka bertiga berdiri di taman hiburan, Arsen yang masih kecil duduk di bahunya. Sementara Leya tertawa di sampingnya.

Dalam foto itu mereka terlihat sangat bahagia, ia menatap foto itu sangat lama. Dada pria itu terasa sesak, dulu ia memiliki semuanya. Keluarga bahagia, rumah yang hangat, istri yang selalu menunggunya pulang dan juga anak yang memandangnya seperti seorang pahlawan.

Namun sekarang, semuanya sudah hilang. Hanya karena nafsu dunia yang membutakan hati dan akalnya. Ia malah mengabaikan anaknya, dan menghina istri yang sudah banyak berkorban untuk dirinya.

Arkana menunduk, tangannya menggenggam bingkai foto itu. “Leya... aku menyesal...“

Air mata berjatuhan di wajahnya, namun penyesalan datang terlalu terlambat. Seseorang yang pernah disia-siakan lalu memilih pergi... tidak akan pernah kembali lagi.

Kini Leya sudah jauh di atasnya, wanita itu sudah menjadi kapten pilot. Sementara dirinya terjebak dalam penyesalan dan keterpurukan.

Dulu ia mengira hidupnya akan selalu bahagia seperti itu, namun satu kesalahan cukup untuk menghancurkan semuanya. Arkana menghela nafas panjang, ia memasukkan bingkai foto itu ke dalam tas nya. Barang-barangnya tidak banyak yang tersisa di halaman, hanya koper dan beberapa kardus serta satu tas besar. Itu saja yang ia miliki sekarang. Tak ada rumah, tak ada keluarga di kota karena orang tuanya tinggal di kampung. Dan juga... tak ada kepastian karier.

Arkana menatap rumah itu untuk terakhir kali, lalu ia mengangkat satu koper dan memasukkan ke bagasi mobil. Satu persatu barangnya ia masukkan. Setelah semua selesai, ia berdiri di samping mobil sebentar kemudian masuk dan menyalakan mesin. Mobil itu perlahan meninggalkan rumah yang pernah ia tempati selama enam tahun bersama Leya.

*****

Malam itu... di rumah Leya, lampu di kamar meredup. Arsen tertidur pulas di kamar.

Leya duduk di sofa ruang tengah sambil memegang ponselnya, di layar terlihat pesan dari nomor tak dikenal. Ia tahu itu Arkana, namun ia tak membuka pesan dari pria itu dan kembali memblokirnya.

Ia menggenggam ponselnya, wajahnya terlihat damai. ia sudah terlalu lama terluka, dan kini ia sudah berhasil bangkit. Ia berjalan masuk ke kamar, anaknya tidur dengan tenang sambil memeluk boneka robot yang dibawa Kaisar.

Ia tersenyum kecil, menarik selimut Arsen sedikit lebih tinggi. “Bobo yang nyenyak, jagoan Mama.“

Leya pun mematikan lampu kamar untuk ikut berbaring, pikirannya sempat teringat pada masa lalu. Pada rumah yang dulu ia tinggali bersama Arkana, yang hari ini sudah dimiliki orang lain. Namun pikiran itu hanya sekilas, setelah itu ia menarik nafas panjang. Baginya... masa lalu sudah selesai.

Pagi itu, Arkana terbangun di hotel dengan kepala yang berat. Bayangan masa lalu bersama Leya dan anaknya terus terbayang sepanjang malam, membuatnya kesulitan tidur dengan nyenyak.

Ponselnya bergetar di atas meja nakas, ia mengambilnya. Nomor rumah sakit, ia langsung mengangkatnya.

“Halo...“

“Selamat pagi, Pak Arkana. Saya perawat yang menangani Nona Shanaz.“ Suara seorang perawat terdengar dari seberang.

“Ya, ada apa?“

Perawat itu terdengar ragu sejenak sebelum melanjutkan. “Kondisi pasien kembali tidak stabil, dia terus berteriak dan menolak pengobatan.“

Arkana mengusap wajahnya dengan kesal. “Kalian bisa menenangkannya tanpa saya, kan?!“

“Kami sudah mencoba, Pak. Tapi pasien terus memanggil nama Anda.“

Wajah Arkana terlihat frustasi, baginya Shanaz hanyalah kesalahan terbesarnya dan dia tak ingin bertemu wanita itu lagi. Tapi dia tahu, urusannya dengan wanita itu tak bisa selesai begitu saja.

“Sekarang, keadaannya bagaimana?“

“Dokter menyarankan Anda datang kesini, setidaknya untuk membantu menenangkan pasien.“

Arkana menghembuskan nafas panjang. “Baik, saya akan datang.“

Panggilan berakhir, Arkana duduk di tepi tempat tidur dengan wajah lelah.

Di rumah sakit cukup sepi ketika Arkana tiba, ia menuju lantai tempat Shanaz dirawat. Dari ujung lorong saja, suara teriakan wanita itu sudah terdengar nyaring.

“JANGAN PEGANG AKU! PERGI KALIAN!“

Arkana menggelengkan kepalanya, salah satu perawat berdiri di ambang pintu kamar dengan wajah kewalahan. Ia menoleh saat melihat Arkana datang.

“Pak Arkana, akhirnya Anda datang juga.“

“Bagaimana keadaannya?“

Perawat itu menggeleng pelan, “Sejak pagi, pasien seperti ini.“

Arkana menghela nafas, ia melangkah masuk ke dalam ruang rawat. Shanaz sontak menoleh, rambutnya berantakan. Mata wanita itu merah dan bengkak karena terus menangis.

Namun begitu melihat Arkana, wajahnya berubah. “Mas!"

Shanaz turun dari tempat tidur, dan berlari mendekat. Arkana hampir tak sempat bereaksi saat wanita itu memeluknya erat.

“Mas, kamu datang. Aku merindukanmu...“

Arkana berdiri kaku, ia bahkan tak membalas pelukan wanita itu. “Shanaz.“

Wanita itu menangis di bahu Arkana, “Aku takut... mereka bilang anakku tidak ada...“

Arkana menutup matanya, ia akhirnya menarik tubuh Shanaz sedikit menjauh. “Dengarkan aku... anak itu..."

Namun wanita itu menggeleng keras.

“Tidak! Kamu mau membohongiku! Dokter juga bohong!“ Shanaz mulai panik lagi, “Anakku ada dalam perutku! Aku bisa merasakannya!“

Arkana memegang bahu Shanaz dengan erat. “SHANAZ...!“

Wanita itu akhirnya berhenti meronta, air mata masih mengalir di wajahnya.

“Anak itu, tidak selamat.“ Arkana bicara dengan nada tegas.

Shanaz membeku, dan tak lama ia tertawa kecil. Tawa itu terdengar aneh, “Nggak mungkin... enggak...“

Tawanya kemudian menjadi tangisan, ia memukul dada Arkana dengan lemah.

“Semua salahmu! Seandainya saja kamu nggak meninggalkanku... kalau kamu tidak terus memikirkan Leya...“ tangisan Shanaz semakin keras, “Anakku nggak akan mati!“

Arkana menatap wajah Shanaz yang menyedihkan, di dalam hatinya ia tahu... bukan hanya satu kehidupan yang hancur karena kesalahannya.

*

*

*

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari cerita sejauh ini, kawan?😁😘

1
Shee_👚
dah g usah nyesel telat 😏
Muft Smoker
jgn bilang rafi juga mulai tertarik dg leya ,, 😒😒😒😒
biasa ny kn benci jd berubah jd cinta ,,
eeeits tp anda bukan tokoh utama dsni ,, mending kerja aj yg professional yx rafii ,, jgn menghancurkn apa yg sudh km miliki skrang ,, jgn kaya si arkana2 tu ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
udh slah tp Mah gx tau diri ,,
perlu berendam di kawah gunung merapi ni shanaz biar otak ny rileks🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Laporin saja masih mengganngu
sunaryati jarum
Rafi kenapa kamu harus iri,kamu tidak berkaca dari pengalaman.Sifat irimu menjadi benci membuat kegagalan.
nayla tsaqif
Sepertinya rafi jatuh cinta,, 🤣
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Tiara Bella
jangan sampe Rafi bikin ulah ya Thor.....
Miss Typo
kok makin deg²an bacanya, semogaa apapun yg direncanakan Rafi gatot dan mlh berbalik padanya
Miss Typo
gak sabar mereka berdua bersatu 😁
Miss Typo: nah ini baru bener 🫢🤣
total 2 replies
Ariany Sudjana
waspada terus yah Leya Dan kaisar, jangan sampai Rafi menjalankan rencana busuk untuk menjebak Leya
Miss Typo
belum sadar sadar juga tuh nanas 🙄
ρυтяσ✨
Rafi memang menyebalkan, entah apa yang sedang dia rencanakan😏😏syukur" nanti'y jadi bumerang buat diri sendiri
ρυтяσ✨
bahagia'y memiliki keluarga yang hangat🥰🥰🥰Waah Kikan bisa saja ya kalo menggoda abang'y😁😁
ρυтяσ✨
sueee... Shanaz bener" belum belajar dari kemalangan yang menimpah hidup'y, masih bisa dia menyindir Leya, kau tau Shanaz apa yang qita tanam itu lah yang akan qita tuai... sooo u sedang memetik buah yang kau tanam kan??
Les Tary
mati kutu loe sendiri Shanaz
Tiara Bella
udh ky gitu ge msh aja pnya muka ngadepin Leya....
merry
laporinn ajj pelakorr gk tau drii krjaann hilng ank gk Ada tp msh salhinn orggg,,,, dia Kira leya gk sakit Dan terluka x ats perbuatann ya sm arkan selingkuh smpai hamil,,, skrg gr gr aku bisa dptin Cwok kaya Raya mksh ap ya,,, dh bkin org gk percya namay Pernikhnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!