NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:61.5k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Novel ini misi dari editor, jika ada kesamaan dengan author lain, berarti kita sedang sama-sama mengerjakan tugas misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Dunia Kemuning seakan berhenti, dalam satu detik yang terasa sangat panjang. Matanya membelalak, menatap kosong ke arah dokter, tetapi seolah tidak benar-benar melihat apa pun. Napasnya tercekat di tenggorokan, berat, seperti ada sesuatu yang menahan dari dalam. Dia tenggelam dalam keheningan yang menyesakkan. Satu kalimat yang terus berputar di kepalanya, berulang-ulang tanpa henti, seperti gema yang menghantam dinding hatinya dengan keras, penyebab Anda belum hamil.

Tangan Kemuning perlahan mencengkeram seprai, jemarinya menegang hingga buku-bukunya memutih. Tubuhnya mulai gemetar, bukan karena dingin, tetapi karena sesuatu yang jauh lebih dalam, rasa yang tidak bisa ia jelaskan. 

“Ti-tidak mungkin,” bisiknya pelan, suaranya nyaris tidak terdengar, pecah di tengah jalan. Air mata mulai menggenang di sudut matanya, menggantung sebelum akhirnya jatuh satu per satu. 

Selama ini semua hinaan yang ia terima, semua tuduhan yang diarahkan padanya, semua rasa bersalah yang ia telan sendirian setiap hari, ternyata bukan karena dirinya? Pikiran itu terasa terlalu berat untuk diterima.

“Lalu, hasil pemeriksaan saya yang dulu itu bagaimana, Dok?” Suara Kemuning bergetar, rapuh, seperti benang yang hampir putus. Dia menatap dokter dengan mata penuh harap sekaligus takut, seolah berharap semua ini hanya kesalahan. Namun, harapan itu runtuh seketika saat dokter membuka berkas lain, wajahnya berubah serius. 

“Kami juga menemukan kejanggalan pada laporan pemeriksaan sebelumnya. Ada indikasi pemalsuan data.”

Deg!

Jantung Kemuning seperti jatuh ke dasar yang dalam. Dadanya terasa kosong sekaligus sesak dalam waktu yang bersamaan. Pikirannya langsung berputar liar, menyusun kepingan-kepingan yang selama ini tidak pernah ia curigai. 

Aditya, nama itu muncul begitu saja di benaknya. Semua laporan hasil pemeriksaan itu selalu dipegang oleh suaminya. Semua hasil selalu dia yang menjelaskan dengan nada meyakinkan.

Tidak pernah sekalipun Kemuning melihat langsung dengan matanya sendiri tanpa perantara. Tangannya mulai gemetar hebat. Air matanya jatuh semakin deras, membasahi pipinya tanpa bisa dia hentikan. 

Siang hari Aditya dan Bu Ratih datang ke rumah sakit setelah tahu Kemuning tertabrak. Aditya masuk dengan wajah yang terlihat cemas. Langkahnya cepat menghampiri tempat tidur.

“Kemuning, kamu sudah sadar?” tanya Aditya dengan nada khawatir.

Kemuning menoleh pelan. Menatap suaminya. Pria yang selama ini dia cintai dengan perasaan yang kini berbeda. Wajahnya tidak lagi menunjukkan apa-apa, justru rasa marah mulai menyusup di dalam hatinya. Namun, dia tidak boleh menunjukkan perasaannnya itu.

“Mas, aku takut. Aku sempat berpikir kalau aku tidak akan selamat,” ucap Kemuning lirih, pura-pura lemah tak berdaya.

Aditya langsung duduk di sampingnya. Tangannya meraih tangan Kemuning. “Sudah, jangan pikirkan macam-macam. Kamu cuma kecelakaan, nanti juga sembuh,” katanya cepat, seolah ingin mengalihkan.

Kemuning menggenggam tangan itu, walau hati kecilnya enggan.

“Kamu itu dasar ceroboh, ya! Nyebrang jalan tidak lihat-lihat,” bentak Bu Ratih dengan muka judes. 

Bukan kecemasan yang terlihat dari ekspresi wajah wanita paruh baya itu, justru malah rasa kesal dan marah. Seharian kemarin dia menunggu kedatangan Kemuning karena ingin makan rujak. Namun, sampai malam sang menantu enggak juga pulang.

“Kenapa sih kamu masuk ke rumah sakit swasta ini? Di sini kan mahal!” celetuk Aditya yang kesal, menutupi sesuatu yang lain.

“Tenang saja, Mas. Biaya pengobatan sudah ditanggung oleh keluarga yang menabrak aku,” balas Kemuning dan Aditya pun memalingkan wajahnya.

Arkatama masuk ke dalam ruang rawat membawa makanan untuk Kemuning. Di waktu yang bersamaan Aditya dan Bu Ratih menoleh. 

“Siapa kamu?” tanya Bu Ratih dengan tatapan sinis.

“Kenalkan, Bu, saya Arkatama,” jawab pria yang berpakaian kemeja berwarna biru itu dengan sopan.

“Apa kamu yang sudah menabrak istriku?” tanya Aditya menatap tajam.

Arkatama terdiam sejenak. “Aku orang yang harus bertanggung jawab atas hal yang menimpa Mbak Kemuning saat ini,” jawabnya.

Aditya melihat jam tangan yang dipakai oleh Arkatama. Dia yakin itu jam yang mahal. 

“Aku harap kamu tidak hanya membayar biaya pengobatan saja, tetapi harus ganti materi lainnya,” ucap Aditya, dari pancaran matanya jelas tersimpan rencana licik.

“Mas ...!” Kemuning menggoyangkan tangan Aditya, tidak setuju dengan ucapan suaminya.

“Benar,“ lanjut Bu Ratih tegas, mendukung putranya. “Kamu juga harus kasih kita uang dua puluh lima juta.”

“Bu—” Kemuning tidak suka suami dan ibu mertuanya memanfaatkan keadaannya saat ini.

“Baiklah,” ucap Arkatama di waktu yang bersamaan. Baginya uang segitu tidak masalah.

Bu Ratih dan Aditya saling melirik. Lalu, keduanya tersenyum tipis.

“Kita tunggu transferannya, ya!” kata Bu Ratih penuh semangat.

Sungguh, Kemuning kesal dan marah akan sikap ibu dan anak yang menurutnya tidak tahu malu.

Malam itu, kamar rawat Kemuning terasa sunyi. Lampu redup menyala di sudut ruangan, menciptakan bayangan panjang di dinding putih yang dingin. Suara detak alat medis terdengar pelan, berulang, seperti mengingatkan bahwa ia masih hidup, meski hatinya terasa mati perlahan.

Kemuning terbaring dengan mata terbuka. Dia tidak tidur dan tidak juga bergerak. Hanya menatap langit-langit tanpa fokus. Air matanya sudah berhenti mengalir sejak beberapa waktu lalu. Bukan karena rasa sakitnya hilang, justru karena sudah terlalu penuh dan sesak, sampai tidak ada lagi yang bisa keluar.

Namun, di balik wajahnya yang terlihat lemah, pikiran Kemuning mulai bekerja.Satu per satu potongan ingatan bermunculan, seperti serpihan kaca yang tajam.

Kemuning mengingat bagaimana Aditya selalu bersikeras ikut setiap kali ia periksa ke dokter. Tidak pernah memberi kesempatan padanya untuk mendengar penjelasan langsung sendirian. Semua hasil selalu ia yang pegang. Semua kesimpulan selalu dia yang sampaikan.

“Dokternya bilang kamu sehat, cuma butuh waktu.”

Kalimat sama itu, selalu diucapkan oleh Aditya dan terdengar meyakinkan.

Kemuning selalu percaya. Ia juga teringat “vitamin” yang harus dia minum setiap hari. Aditya yang selalu mengingatkan dengan nada tegas jika dia lupa. Bahkan terkadang memarahinya jika dia menolak.

“Ini buat kebaikan kamu, agar rahim kamu subur dan siap punya anak.”

Dulu, kalimat itu terasa hangat. Sekarang, terasa seperti racun.

Napas Kemuning tersengal. Dadanya terasa seperti diremas kuat oleh sesuatu yang tidak terlihat, sakit dan perih. Lebih sakit dari luka mana pun yang ada di tubuhnya saat ini. 

“Ja-jadi se-lama ini aku selalu di-bohongi ...,” ucap Kemuning patah-patah, hilang di tengah isak tangis yang mulai tak tertahan. Ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Kata-kata itu terasa terlalu berat untuk diucapkan, terlalu menyakitkan untuk diakui.

Air matanya mengalir tanpa henti. Dunia di sekitarnya kembali terasa kabur, tetapi kali ini bukan karena benturan, melainkan karena hatinya yang benar-benar hancur. 

Napas Kemuning tertahan sejenak. Tangannya mengepal di atas selimut.

Di tengah semua rasa sakit itu, satu hal perlahan menjadi jelas di dalam dirinya dan tak terbantahkan. Semua ini bukan kebetulan. Kemungkinan selama ini, dia tidak pernah benar-benar sakit. Ia telah dikhianati.

“Aditya ...,” bisiknya lirih, suaranya hampir tak terdengar. Untuk pertama kalinya sejak ia menikah, nama itu tidak lagi terasa hangat di hatinya. “Aku tidak akan membiarkan kamu ...!”

1
mimief
WKWKWK..lu ninggalin istri Soleha lu buat pel4cvr kaya dia🤣🤣
Ita rahmawati
apa aja gpp fit asal halal dn kmu berubah
Aidil Kenzie Zie
dari jalang berkedok pelakor akhirnya kembali ke jalang 🤣🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lah si lavanya
Nanik Arifin
tuh kan akhirnya jd rendah pekerjaan & hidupnya, dlu suka ngeremehin & menganggap rendah orang sih... makanya hormati orang lain, biar pekerjaan & hidup kita berharga bagi orang lain
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ummee
benar dugaan ku, memang lavanya...
hhmmm lavanya, skrg kamu makin terjerumus
Yuningsih Nining
sukuri penting halal jg paling nggak masih bs nghidupi km sendiri, mngkn masih bnyk orang² keliling nyari kerjaan
Lianty Itha Olivia
akhirnya hidupnya LV malah dijlnan kotor yg penuh dg abu2
ken darsihk
Woouuw pasti Aditya terkejut sangat terkejut , tak di sangka mereka bertemu lagi
ken darsihk
Aq kira Kemuning berhijab
ken darsihk
Hukum tabur tuai ada nyata nya Aditya , dan saat ini lo sedang mengalami
Sugiharti Rusli
entah apa yang akan terjadi saat si Lavanya bertemu kembali sama si Aditya, mantan bos nya yang dia porotin saat kaya dan ditinggal saat jatuh miskin,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya si Aditya memang akan bertemu si Lavanya yah, soalnya profesi apa lagi yang harus dilakukan selain modal tubuhnya buat bekerja di kota,,,
Sugiharti Rusli
memang dasar kamunya saja yang lupa diri saat itu terhadap Kemuning, sekarang pekerjaan yang tidak pernah kamu bayang kan harus kamu lakukan demi bertahan hidup,,,
Sugiharti Rusli
yah seperti itu yang namanya roda berputar Dit bagi kamu yang dulu berfoya-foya di atas penderitaan seorang istri yang setia dan bahkan memberikan modal usaha kamu,,,
Sugiharti Rusli
bukannya kalo di ibukota sekarang tranportasi umum seperti bus sudah mulai tertata yah, meski penuh tapi sekarang bagus lha pegangannya🤔🤔🤔
Ma Em
Wah Lavanya jadi pemandu lagu di tempat karaoke atau jadi pemandu lelaki yg haus akan belaian juga mungkin .
Sugiharti Rusli
entah dengan kondisi kamu sekarang bisa merubah sifat kamu apa masih sama saja meski sudah hidup seadanya sekarang
Sugiharti Rusli
kamu memang harus menerima konsekuensi dari perbuatan kamu dulu Dit, masih untung kamu akhirnya ga di sel lebih lama akibat perbuatan kamu,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!