NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

“Selama ini tidak ada yang berani menyinggung keluarga Long!” bentak Josep dingin. “Dari mana asalmu, bocah? Hanya seorang mahasiswi tanpa latar belakang jelas sudah berani melawan kami?”

Colly menatapnya tanpa gentar.

“Aku tidak perlu tunduk pada keluarga Long,” jawabnya tenang. “Dan aku juga tidak perlu tahu siapa kalian. Adikmu menindas temanku. Aku hanya membalas perbuatannya.”

Tatapannya menjadi tajam.

“Kau… seorang pria, datang menindas gadis sepertiku?” sindirnya. “Apa kau tidak tahu malu?”

Bisik-bisik mulai terdengar di sekitar.

Mahasiswa yang lewat berhenti, membentuk lingkaran.

Tannia dan Roby berlari menghampiri.

“Colly! Kau tidak apa-apa?” tanya Roby panik.

Colly tidak menoleh.

“Kau mau menculikku?” ucapnya santai. “Coba saja kalau berani.”

Josep menyipitkan mata.

“Mari kita pindah ke tempat lain.”

Colly langsung tersenyum sinis.

“Kau mau pakai cara licik? Menjebakku?”

Ia melepas tasnya dan melemparkannya ke arah Roby.

“Aku Colly Shen. Walau lebih muda darimu… semua bahaya sudah pernah aku lalui. Sementara kau…” ia menatap Josep dari atas ke bawah,“bukan siapa-siapa di mataku.”

Suasana langsung memanas.

Colly melangkah maju satu langkah.“Mari kita bertarung di sini saja,” ucapnya lantang. “Biar semua orang jadi saksi.”

Ia mengangkat dagunya.

“Kalau aku kalah… aku akan mengaku salah.”

“Tapi kalau kau kalah… kau harus berlutut dan minta maaf padaku.”

Kerumunan langsung heboh.

“Gila… dia sangat berlebihan…”

“Itu keluarga Long…”

“Dia cari mati…”

“Bocah sialan! Kau yang mulai ... jangan salahkan aku!” bentak Josep.

Ia langsung melepas jasnya dan melemparkannya ke samping.

Aura dinginnya berubah menjadi tekanan yang menyesakkan.

Sementara itu, bisik-bisik semakin ramai.

“Mana mungkin Colly menang… mereka lebih banyak.”

“Lawan dia laki-laki… pasti kalah.”

“Bukannya dia pernah berkelahi dengan preman juga?”

“Iya, sampai dipanggil dosen karena dilaporkan ke polisi…”

Josep melangkah lebih dulu.

Gerakannya cepat dan penuh tenaga. Tinju lurus mengarah ke wajah Colly tanpa ragu.

Colly menggeser tubuhnya sedikit.

Swish!

Tinju itu hanya mengenai angin.

Belum sempat Josep menarik tangannya kembali, Colly sudah berputar.

Brak!

Tendangan menyapu ke arah kaki Josep.

Josep meloncat mundur, berhasil menghindar, lalu langsung membalas dengan serangan beruntun. Tinju, siku, dan tendangan datang bertubi-tubi.

Colly menahan, menghindar, bergerak lincah seperti bayangan.

Setiap serangan Josep kuat dan mematikan. Tanah di bawah kaki mereka berderak setiap kali pijakan berubah.

Kerumunan menahan napas.

“Cepat sekali…”

“Gerakan mereka tidak kelihatan jelas…”

Josep mulai meningkatkan kekuatannya. Ia melangkah maju dengan tekanan lebih besar, mengunci ruang gerak Colly.

Satu pukulan berhasil menyentuh bahu Colly.

Dug!

Tubuh Colly terdorong sedikit ke belakang.

Tannia menutup mulutnya.

“Colly…!”

Colly mengangkat wajahnya perlahan.

Matanya berubah.

Dingin. Tajam.

Ia melangkah maju.

Sekali gerakan—hilang.

Tubuhnya seperti menghilang dari pandangan.

Josep terkejut sesaat.

Di mana—

BRAK!

Sebuah tendangan menghantam sisi wajahnya.

Kepala Josep terhempas ke samping.

Belum selesai.

Bruk!

Tendangan kedua menghantam perutnya.

Napasnya terhenti seketika.

Colly mendarat dengan ringan.

Tanpa jeda, ia berputar lagi.

BUK!

Tendangan ketiga tepat mengenai dada Josep.

Tubuh pria itu terdorong mundur beberapa langkah, hampir jatuh.

Kerumunan langsung gempar.

“Itu… teknik apa…?”

“Dia bahkan tidak terlihat bergerak…”

Josep menyeka darah di sudut bibirnya. Tatapannya berubah tajam. Ia menyerang lagi, lebih brutal dari sebelumnya.

Colly menyambutnya.

Benturan demi benturan terjadi.

Dug! Brak! Buk!

Serangan mereka saling beradu tanpa ampun.

Tanah bergetar ringan, napas keduanya mulai berat.

Colly memutar tubuhnya sekali lagi.

Kakinya terangkat tinggi.

BRAK!

Tendangan keras menghantam wajah Josep.

Tubuhnya terpental dan jatuh berlutut di tanah.

Sunyi.

Semua orang terpaku.

Bekas sepatu Colly terlihat jelas di wajah Josep.

Colly berdiri tegak di depannya.

Tatapannya dingin.

“Masih ingin lanjut?” ucapnya pelan.

“Serang dia!” perintah Josep dengan suara tertahan sakit.

Beberapa pria yang sejak tadi berdiri di belakangnya langsung bergerak.

Langkah mereka serempak.

Aura mereka jelas—bukan orang biasa.

Tannia langsung panik.

“Colly, hati-hati!”

Roby menegang.

“Ini tidak adil…!”

Colly tetap berdiri di tempatnya.

Tenang.

Matanya menyapu satu per satu. “Baru mulai,” gumamnya pelan.

Dalam sekejap—

Mereka menyerbu bersamaan.

Wush!

Satu pria menyerang dari depan dengan pukulan lurus.

Colly memiringkan tubuhnya.

Swish!

Serangan itu meleset.

Ia langsung membalas.

Buk!

Pukulan keras menghantam rahang pria itu hingga terjatuh.

Belum sempat menarik napas—

Serangan datang dari belakang.

Colly berputar cepat.

Brak!

Tendangannya menghantam wajah pria kedua.

Tubuhnya terlempar dan jatuh menghantam tanah.

Tiga orang lainnya langsung mengurungnya.

Serangan datang dari segala arah.

Tinju. Tendangan. Siku.

Tanpa celah.

Kerumunan menjerit.

“Dia akan kalah!”

“Tidak mungkin sendirian lawan banyak orang!”

Colly melangkah mundur setengah langkah.

Lalu—

Ia maju.

Cepat.

Gerakannya berubah.

Lebih tajam. Lebih mematikan.

Dug! Buk! Brak!

Satu per satu serangan dihentikan.

Tangan Colly menangkis, lalu membalas dalam satu alur.

Siku menghantam leher.

Lutut menghantam perut.

Tendangan menyapu kaki.

Satu pria jatuh. Yang lain mundur.

Satu lagi mencoba menyerang dari samping—

Colly menunduk.

Kakinya terangkat.

BRAK!

Tendangan menghantam wajahnya.

Tubuhnya terputar dan jatuh keras.

Debu beterbangan.

Hanya dalam hitungan detik—

Semua anak buah Josep terkapar di tanah.

Mengaduh kesakitan.

Sunyi.

Mahasiswa yang menonton tidak bisa berkata-kata.

Colly berdiri di tengah mereka.

Napasnya stabil.

Tatapannya masih sama—dingin dan tenang.

Ia melangkah perlahan menuju Josep.

Ia berhenti tepat di depan pria itu. “Kau masih ingin melanjutkan?” ucapnya pelan.

Tiba-tiba—

Wiuu… wiuu… wiuu…

Suara sirene mobil polisi memecah suasana.

Semua orang langsung menoleh.

Beberapa mahasiswa panik.

“Polisi datang!”

“Ada yang lapor!”

Beberapa anak buah Josep yang masih bisa bergerak langsung berusaha bangkit, wajah mereka pucat.

Josep mengangkat wajahnya, menatap ke arah jalan dengan rahang mengeras.

Beberapa mobil polisi berhenti di depan gerbang kampus.

Pintu terbuka.

Beberapa petugas turun dengan cepat.

“Semua berhenti! Jangan ada yang bergerak!” teriak salah satu polisi dengan suara tegas.

Suasana langsung berubah.

Tegang… dan penuh tekanan.

Colly tetap berdiri di tempatnya. Tidak bergerak sedikit pun.Tatapannya tenang, seolah situasi ini bukan masalah besar baginya.

Langkah polisi semakin mendekat.

Salah satu dari mereka menatap keadaan di sekitar—orang-orang terkapar, wajah penuh luka, dan pusatnya…

Colly Shen.

“Kalian semua ikut kami ke kantor!” perintah polisi itu.

Kapten mereka menghampiri Colly dengan tatapan tajam.

"Kau pelakunya?"

"Iya," jawab Colly dengan santai.

Kapten tersebut langsung menarik telinga Colly tanpa ampun melangkah menuju ke mobilnya.

"Colly!" seru Tannia dan Roby.

"Sakit!" jerit Colly.

"Selalu saja kau yang menimbulkan masalah, kalau kau tidak patuh aku akan menghubungi ayahmu!" kecam kapten.

"Aku berjanji akan patuh, jangan menghubunginya," ujar Colly.

"Kenapa aku malah merasa hubungan mereka seperti ayah dan anak?" tanya Roby.

"Bukan pertama kali Colly ditahan, dalam setahun kali ini adalah ke tujuh kali Colly ditahan. Bahkan polisi sudah mengenalnya," jawab Tannia.

***

Di sisi lain, Roland Mu menerima kabar bahwa Josep dan anak buahnya ditahan oleh polisi. Wajahnya langsung mengeras, jelas tidak menyukai situasi ini.

Di ruangan yang sama, Micheal duduk santai di sofa sambil fokus pada laptopnya, seolah semua itu bukan masalah besar baginya.

“Bahkan Josep bisa dikalahkan oleh gadis itu? Sungguh tidak bisa dipercaya,” kata Roland dengan nada dingin.

Micheal tetap menatap layar, jarinya berhenti sejenak sebelum menjawab, “Mereka terlalu meremehkan lawan. Hanya karena dia seorang mahasiswi, bukan berarti dia tidak tangguh.”

Roland menoleh tajam ke arah Micheal. “Bagaimanapun, Amy adalah calon menantu keluarga Mu. Kau harus turun tangan dan mengalahkan gadis itu. Kau lebih unggul dari Josep. Aku yakin kau bisa melakukannya.”

Suasana menjadi hening sejenak. Micheal akhirnya menutup laptopnya perlahan, lalu mengangkat pandangannya. Tatapannya dingin dan sulit ditebak.

1
Maria Mariati
kaya nyaaaa colly mank jodoh nya Michelle, bukan wilbert, mungkin wilbert harus ngalah demi colly
Tiara Bella
Colly dilawan....
Kinara Widya
hebat kolli
Maria Mariati
kapok sudahlah 👍👍👍
Dame Manalu
mantaf colly
Tiara Bella
hemmm cuma pura-pura ternyata....
Fortu
wkwkwk lucu🤣🤣🤣 pura pura mati ntar almarhum benaran kamu Jason
Fortu
😂😂😂😂😂
Fortu
hahhahaa🤣🤣🤣
Kinara Widya
aduh ternyata pura2 mati...di kabulkan kan sama Colly pak jasson...😂😂😂
Fortu
ah pura pura meninggal s Jason
mau gunakan cara licik
Fortu
Michael telepon sama Little Tiger😃😃
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
Tiara Bella
wah siapa tuh yg tlpnan sm Michael....
Fortu
Diposisi ini saya cuma mau komentar kalau sebenarnya colly agak sombong juga sih.
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄
Maria Mariati
kaka nya kemana katanya kalo ada apa2 sama colly dia selalu tahu
Tiara Bella
ceritanya bagus...keren pkoknya
Tiara Bella
gk ada yg bantuin Colly apa ya....lehernya udh kegores pisau...
Kustri
☕ngopi sik thor... semangat UP💪
Kustri
yg terakhir, kemeja putih koq ky densu🤭yaa
Tiara Bella
wow visualnya ganteng² semua...😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!