NovelToon NovelToon
Long Wait

Long Wait

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Davina Auroraaa

LONG WAIT

Sabiru, mahasiswi IT polos, terpaksa bertransformasi menjadi hacker jenius demi menyelamatkan Allbiru, kakak angkat yang ia cintai namun diculik oleh Rio Pratama, musuh lama yang mendendam selama 22 tahun.

Di tengah pelarian dan perang siber melawan konspirasi "Proyek Genesis", Sabiru mengguncang dunia ketika menemukan fakta mengejutkan: "Bibi Malia" yang mengasuhnya ternyata adalah ibu kandungnya sendiri! Statusnya sebagai anak angkat keluarga Sky hanyalah kebohongan suci untuk melindunginya dari masa lalu kelam.

Kini, dengan identitas asli terungkap dan waktu yang menipis, Sabiru harus memilih: tetap menjadi korban atau memimpin serangan balik untuk membebaskan ibunya, menyelamatkan Allbiru, dan mengakhiri dendam masa lalu selamanya.

Cinta terlarang yang ternyata halal. Penantian panjang yang berakhir dengan perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Davina Auroraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Davina Auroraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Kode Nama "Sabiru"

Hujan di luar gubuk hutan itu belum juga reda, seolah langit turut menangis mendengar kebenaran yang baru saja runtuh di atas kepala Sabiru.

Api unggun di sudut ruangan berkeretak pelan, membelah keheningan yang mencekam. Malia—atau seharusnya, Ibu—duduk terpaku di kursi kayu reyot itu. Tangannya gemetar memegang cangkir teh yang sudah dingin. Matanya bengkak, menatap Sabiru dengan campuran rasa bersalah, cinta, dan ketakutan yang tak terhingga.

Sabiru tidak menangis. Anehnya, air matanya sudah kering sejak Aldo menyelesaikan ceritanya sepuluh menit lalu. Yang ada di dadanya bukan lagi kesedihan, melainkan sebuah ledakan dingin. Seperti prosesor komputer yang kepanasan lalu tiba-tiba didinginkan secara paksa hingga membeku.

"Jadi..." Suara Sabiru terdengar serak, namun tajam. "Selama dua puluh dua tahun... aku memanggilmu 'Bibi', padahal darahmu mengalir di tubuhku?"

Malia menunduk. "Ayahmu... Arisendra... dia memintaku menyembunyikannya. Rio mengancam akan membunuhmu jika tahu kau adalah putri satu-satunya dari pria yang ia benci setengah mati. Satu-satunya cara melindungimu adalah membuat dunia percaya kau hanya anak yatim piatu yang diadopsi Aldo."

"Aldo Sky tahu?" tanya Sabiru, menoleh pada kakak angkatnya yang berdiri diam di ambang pintu, menjaga lookout.

"Aldo tahu segalanya," jawab Aldo lembut tanpa menoleh. "Dan aku rela disebut 'kakak' seumur hidupku, asalkan kau tetap bernapas, Sabiru."

Sabiru menarik napas panjang. Udara dingin malam masuk ke paru-parunya, membawa serta kejernihan yang menakutkan.

Selama ini, dia berlari karena takut.

Dia meretas karena terpaksa.

Dia bertahan hidup karena orang lain melindunginya.

Tapi malam ini? Malam ini semuanya berubah.

Rio Pratama tidak hanya menculik Allbiru. Dia tidak hanya membunuh ayah kandungnya. Dia telah mencuri dua puluh dua tahun kehidupan normal Sabiru. Dia memaksa seorang ibu hidup dalam bayang-bayang ketakutan, membiarkan anaknya tumbuh dengan identitas palsu.

Dendam ini bukan lagi milik Arisendra, batin Sabiru. Ini milikku.

Sabiru bangkit dari duduknya. Kakinya masih sedikit goyah, tapi tatapannya kini setajam silet. Dia berjalan menuju meja kayu tempat laptop warisan ayahnya terbuka. Layarnya masih menyala, menampilkan barisan kode hijau yang berkedip-kedip menunggu perintah.

"Sabiru?" panggil Malia khawatir. "Kau mau kemana? Kita harus pindah sebelum anak buah Rio menemukan jejak panas kita."

"Aku tidak akan lari lagi, Bu," kata Sabiru. Kata 'Bu' terasa asing di lidahnya, tapi tepat di hatinya. "Kita sudah terlalu lama bersembunyi. Bersembunyi tidak membuat kita aman. Bersembunyi hanya membuat mereka semakin berani."

Sabiru duduk di depan laptop. Jari-jarinya menari di atas keyboard dengan kecepatan yang membuat Aldo ternganga. Bukan lagi ketikan ragu-ragu seperti saat pertama kali dia mencoba meretas server kampus. Ini adalah ketikan seorang maestro yang sedang menyusun simfoni kehancuran.

"Apa yang kau lakukan, Nak?" tanya Aldo, mendekat.

"Mencari Allbiru," jawab Sabiru singkat. "Rio pikir dia bisa menyembunyikan sandera di tempat aman. Dia lupa satu hal: Tidak ada tempat yang benar-benar aman di dunia digital. Dan aku... aku punya kunci master dari pencipta sistem keamanan milik keluarganya sendiri."

Layar laptop berubah merah. Sebuah jendela command prompt muncul.

ACCESSING PROJECT RAMBUTAN SERVER...

BYPASSING FIREWALL LEVEL 5...

LOCATION TRACE: INITIATED.

"Rio menggunakan protokol keamanan 'Naga Hitam' yang dirancang ayahku dulu," gumam Sabiru, matanya menyipit fokus. "Tapi ayahku selalu meninggalkan backdoor. Sebuah celah kecil yang hanya diketahui oleh darah dagingnya. Atau dalam kasus ini... oleh orang yang dia ajari segala-galanya sebelum dia meninggal."

Tiba-tiba, peta digital muncul di layar. Sebuah titik merah berkedip di wilayah industri terlantar di sebelah utara kota, sekitar 40 kilometer dari posisi mereka sekarang.

TARGET LOCATED: WAREHOUSE 8B, ZONA INDUSTRI UTARA.

STATUS: HIGH SECURITY. ARMED GUARDS DETECTED.

"Dia ada di sana," bisik Sabiru. Jantungnya berdegup kencang, tapi tangannya stabil. "Allbiru ada di Gudang 8B."

Aldo menggeram, tinjunya mengepal. "Aku akan tim keamanan Sky Group. Kita serbu malam ini juga."

"Tidak," potong Sabiru tegas. Suaranya begitu berwibawa sampai Aldo terdiam. "Kalau kita serbu frontal, Rio akan tahu kita datang. Dia punya Allbiru sebagai perisai. Satu gerakan salah, Allbiru mati. Kita butuh strategi halus."

Sabiru menatap layar, senyum tipis yang dingin terukir di bibirnya. Senyum yang belum pernah dilihat oleh Malia maupun Aldo sebelumnya.

"Aku tidak akan mengirim pasukan untuk menyelamatkan Allbiru," kata Sabiru pelan. "Aku akan membuat Rio menyerahkan Allbiru kepadaku. Tanpa dia sadar."

"Cara apa?" tanya Malia cemas.

Sabiru mengetik satu baris kode terakhir.

EXECUTING PROTOCOL: GHOST_HAND.

MESSAGE SENT TO RIO_PRATAMA_PRIVATE_CHANNEL.

Di layar, terlihat pesan terkirim ke akun pribadi Rio Pratama yang sangat terenkripsi. Isinya hanya tiga kata:

"Aku tahu siapa aku. Dan aku datang untuk Ayah."

"itu... itu sangat berbahaya, Sabiru!" seru Malia panik. "Kau justru memancing dia!"

"Bukan memancing, Bu," koreksi Sabiru sambil menutup laptopnya dengan bunyi klik yang final. Dia berdiri, menatap ibunya dan Aldo bergantian. "Itu deklarasi perang. Rio ingin bermain api? Baiklah. Aku akan membakar seluruh kerajaan bisnisnya sampai tidak tersisa abu, sampai dia tidak punya pilihan selain melepaskan Allbiru dan menghadapiku."

Sabiru mengambil jaket hitam yang tergantung di dinding, mengenakannya dengan gerakan cepat. Sosok gadis polos dengan kacamata tebal dan sweater rajut itu seolah lenyap digantikan oleh sosok wanita misterius dengan aura mematikan.

"Aldo, siapkan mobil. Kita tidak akan menyerang gudangnya malam ini. Kita akan pergi ke markas utama Sky Group. Aku butuh akses ke satelit dan server pusat."

"Untuk apa?" tanya Aldo.

Sabiru menoleh, matanya berkilat di bawah cahaya lampu minyak yang remang.

"Untuk menghapus nama Rio Pratama dari daftar orang kaya di negara ini sebelum matahari terbit besok. Dan setelah itu... kita jemput kakak kita pulang."

Malia memandang putrinya dengan bangga sekaligus ngeri. Anak kecil yang dulu ia gendong, yang ia lindungi dengan segala cara, kini telah tumbuh menjadi badai.

"Jangan lupa satu hal, Sabiru," ucap Malia tiba-tiba, menahan lengan putrinya.

"Apa itu, Bu?"

"Jangan biarkan dendam memakan hatimu sampai kau lupa kenapa kau melakukannya. Kau melakukan ini untuk cinta. Untuk Allbiru. Untuk kita. Jangan jadi seperti Rio."

Sabiru terdiam sejenak. Lalu, dia tersenyum lembut, senyum asli yang hangat, meski hanya sebentar.

"Aku tahu, Bu. Tapi kadang, untuk melindungi cinta... kita harus menjadi monster bagi musuh-musuhnya."

Sabiru melepaskan pelukan ibunya, lalu melangkah keluar gubuk menuju hujan deras yang masih mengguyur. Petir menyambar di kejauhan, menerangi siluet tubuhnya yang tegap.

Permainan kucing-kucingan telah usai.

Fase perburuan telah dimulai.

Dan kali ini, Sabiru bukan lagi tikus yang lari.

Dia adalah Pemburu Handal.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
adududuuuhhhh benih cinta terlarang itu mau dibawa kemana nantinya
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
namanya mirip banget...
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
Thor agak panjang untuk jadi bab, jadiin dua bab thor. Seseorang pernah berkata padaku, biar enak dibaca pembaca dan lebih terlihat estetikanya, bab novel itu jangan terlalu panjang. kalau sudah dua kalimat atau lebih jadikan bab baru.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
belum pernah ke rumah orang kaya raya nampaknya dia, sampai melongo begitu
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pribadi seseorang bisa tergambar dari cara seseorang memandang dan melihat yah
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
cerita yang menarik thor
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hai Thor aku dah mampir, jangan lupa follback ya aku dah follow
Davina Aurora: sudah aku follback ya ka🥰
total 1 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
ini juga bagusss, saya suka👍
Davina Aurora: makasii ka☺️
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
ya ampun nangis bacanya, jiwa emak2nya keluar
Davina Aurora: makasii ka udah mampirr🤭
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
terharu 🥲🫠
Davina Aurora: makasii ka😊🩷
total 1 replies
T28J
mantap... panjang ini👍
T28J
hadiir 🙏
Davina Aurora: okee ka makasih ya ka😊
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!