seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
Aira yang sebelumnya merasa terganggu dengan Bima pun mencuba menjauh dan
Tak memperhatikan Bima,namun Bima meminta bantuan kepada teman sekelas Aira untuk bisa mendapatkan nomor Aira, lantas teman Aira yang tak lain adalah bagus pun mengatakan bahwa ada kakak kelas yang meminta nomor nya,
"Aira tunggu sebentar"ucap bagus saat melihat Aira hendak pulang,Aira pun menoleh dan melihat bagus
"Ada apa"tanya Aira
"Hemm begini, langsung saja ya ada kakak kelas yang meminta nomor mu dan dia juga meminta ku untuk mengatakan nya pada mu,boleh tidak ia memiliki nomor mu "ucap bagus yang langsung terus terang
"Oh,siapa"ucap Aira.
"Ck, kau ini bisa tidak berbicara jangan urut sekali"ucap bagus
"Tidak"ucap Aira
"Hah,sudahlah intinya boleh tidak ia meminta nomor mu "tanga bagus
Aira pun berfikir sejenak ,tidak ada salahnya jika mamang ingin memiliki nomor nya,toh ia juga bisa menambah teman atau bisa juga ia jadikan sebagai maninan nya nanti.
"Hei aku tanya pada mu,malah melamun"ucap bagus yang melihat Aira hanya terdiam,lali kemudian aira pun membuka suara
"Boleh,berikan saja"ucap Aira
"Yasudah berikan nomor mu,aku kan juga tidak memiliki nomor mu"ucap bagus
"Ck"Aira pun menulis nomor nya di sebuah kertas lalu memberikan nya kepada bagus
"Ya sudah , terimakasih tapi sepertinya sebentar lagi ia akan mengatakan perasaannya pada mu"ucap bagus setelah itu berlari karena melihat tatapan tak bersahabat dari Aira
Setelah itu Aira pun berlalu dan pulang,tak berselang lama setelah ia sampai di rumah dan berganti pakaian hp nya pun berdering ia melihat ada nomor baru tak di dikenal mengirim pesan pada nya,Aira pun melihat dan ternyata itu adalah Bima ,Aira yang melihat itupun tersenyum miring ia senang karena ia memiliki mainan baru,atau ia akan melampiaskan kecewa nya pada Dika dengan menggunakan Bima,Aira tau bahwa ibu salah namun ia segera menepis pemikiran itu ia pun langsung mengatakan pada diri nya sendiri bahwa semua laki-laki itu sama.
(Hai Aira,ini aku Bima salam kenal ya)
(Iya,baiklah)
(Oh ya ,jangan lupa simpan nomor ku ya)
(Hemm)
(Em,Aira kau tau aku kan em maksudku kau menganl aku kan)
(Entahlah,tapi sepertinya kau laki-laki yang diam-diam terus melihat ku di ruangan kan)
(Hehe iya ,maafkan aku ya)
(Tidak masalah)
(Kau sedang apa Aira)
(Main ponsel)
(Sudah makan)
(Sudah)
Seperti itulah Aira dan Bima saking bertukar pesan hingga beberapa hari setelah mendapat kan nomor Aira dan bertukar pesan,kini di sekolah di adakan pertandingan antar kelas,jadi tidak ada jadwal pelajaran sama sekali . Bima yang melihat bahwa di kelas Aira sepi pun mencoba menghampiri Aira yang saat itu tengah bergabung dengan teman-teman nya di depan kelas sambil melihat pertandingannya bola volley di lapangan,semua teman-teman Aira sudah mengambil tas di Kelas karena ini tidak ada jam pelajaran jadi semua murid membawa tas namun tida dengan isi nya ,hanya sebagai hiasa saja namun juga ada yang mengisi nya dengan hp ataupun menaruh uang saku di tas,karena takut hilang jadilah mereka membawa tas masing-masing namun tidak dengan Aira yang membiarkan tas nya berada di kelas .
Tanpa Aira ketahui bahwa di kelas nya kini sudah ada Bima yang duduk tepat di bangku nya sambil memegang tas Aira. Bagus yang melihat itupun mengatakan kepada Aira bahwa ada Bima di kelas dan sedang menunggu nya,Aira yang mendengar itupun terkejut ia tak tahu bahwa laki-laki itu nekat menemui nya di kelas bahkan juga memegang tas nya Aira.
Saking terkejutnya Aira ia sampai diam mematung,namun ia juga gugup sampai tangan nya mengeluarkan keringat dingin. Tanpa sadar Aira menggenggam tangan teman di samping nya dengan erat.
"Aira kau kenapa,apa kau takut degan nya"tanya fidia
"Ah tidak,aku hanya gugup saja untuk apa Bima kekelas kita apalagi menunggu ku untuk apa"ucap aira
"Entahlah,tapi kau tidak usah takut ya kita akan menemani mu ke kelas dan mengambil tas mu, ayo "ucap fidia
"Benar Aira ayo kita temani"ucap teman Aira yang lain
"Tidak tidak,aku sangat gugup "ucap Aira
"Sudah ayo nanti kita juga ikut masuk ke kelas"ucap fidia
Dengan langkah pelan Aira pun menuju kelas dengan sambil memegang tangan teman nya ,saat ia sampai di depan pintu ia bisa melihat jelas bahwa Bima tengah duduk di bangku nya dan tas nya berada di meja tepat di depan Bima,Aira pun melangkah masuk ke kelas untuk me gambil tas nya namun saat Aira sudah masuk kedalam kelas tanpa Aira ketahui di belakang nya sudah ada bagus yang sudah menutup pintu nya,jadi di dalam kelas kini hanya ada Bima dan Aira.aira yang mendengar bahwa pintu nya tertutup pun mencoba membuka pintu namun gagal ia pun menikahi kearah jendela berniat akan melompat saja namun tangan nya di cegah oleh Bima, Aira yang merasa ada yang memegang tangan nya pun melihat Bima
"Kenapa"tanya Aira
"Bisa kita bicara sebentar"ucap Bima
"Aku ingin keluar ,bisa tolong untuk meminta bagus membuka pintu nya"ucap Aira
"Nanti aku akan mengatakan kapada bagus,tapi sekarang aku ingin berbicara dengan mu "ucap Bima
"Memang mau bicara apa"tanya Aira
"Bisa kita duduk dulu"ucap Aira
"Tidak,cepat katakan aku ingin keluar bagaimana jika ada guru yang tau "ucap Aira
"Tidak akan,kau kuat sendiri kan semua guru sedang sibuk"ucap bima
"Ayo kita duduk dulu "ucap bima sambil mengambil kursi untuk di duduki Aira namun Aira memilih untuk duduk di kursi lain
"Kau mau bicara apa,cepat katakan "ucap Aira memandang arah lain,ia tahu bahwa sebenar nya sedari tadi Bima terus saja memandang nya
"Kenapa kau duduk begitu jauh"ucap Bima yang berusaha duduk di dekat Aira
"Sudahlah,kau bilang mau mengatakan sesuatu kan mau mengatakan apa"ucap Aira
"Jika kau tidak cepat mengatakan nya aku akan pergi dan keluar lewat jendela saja"ucap Aira ,karena sudah menunggu selama lima menit namun Bima tak mengatakan hal apapun Aira pun bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri jendela belakang kelas ia naik ke kursi dan akan melompat ke jendela yang kebetulan tidak terlalu tinggi dan juga langsung mengarah ke parkirka. namun lagi-lagi tangan Aira di pegang oleh Bima Aira pun berusaha melepaskan tangan nya dari Bima.
"Sudah duduk saja di sini dengan ku ya sebentar saja"ucap Bima sambil memegangi tas Aira agar Aira tidak kabur
"Kau ini jadi bicara tidak sih"ucap Aira kesal
Aira pun memandang keluar jendela yang kebetulan saat itu siska tengah lewat parkiran,ia pun memanggil Siska untuk membantu nya keluar dari kelas
"Siska sini,bantu aku keluar "ucap Aira
"Cieee Aira,sedang apa kau di dalam bersama kakak kelas lagi jangan-jangan "goda Siska
"Sudahlah,cepat bantu aku keluar dari sini"ucap Aira
"Kenapa tidak lewat pintu saja"tanya Siska
"Kau tidak lihat bahwa pintunya terkunci"ucap Aira kesal
"Lalu kau mau lewat mana"tanya Siska
"Ya lewat jendela lewat mana lagi"ucap Aira
"Baiklah ayo aku bantu"ucap siska
"Tidak tidak,Aira nanti kau bisa jatuh di sini saja ya tidak usah naik jendela"ucap Bima
"Kau ini apa sih,memang nya kau siapa mengatur ku lebih baik kau lepaskan tas ku dan biarkan aku keluar"ucap Aira sambil mencoba melepaskan tas nya dari Bima,setelah berusaha Aira pun berhasil dan ia segera naik kursi dan ingin keluar dari jendela namun lagi-lagi usahanya gagal .Karena lelah Aira pun Duduk di depan dekat dengan meja guru Bima pun mengikuti Aira kemana pun ia melangkah
"Kau ini mau nya apa , kenapa mengikuti ku terus "ucap Aira
"Aku hanya ingin melihatmu dari dekat"ucap Bima
"Hah sudahlah tidak ada gunanya bicara dengan mu"ucap Aira
Aira pun hanya diam,namun tiba-tiba Bima mendekat ke arah nya Aira seketika gugup dan takut .
"Kau untuk apa dekat-dekat sana jauh-jauh saja"ucap Aira sambil melangkah ke arah pintu
"Heiii tolong buka pintu nya"ucap Aira
"Aira aku ingin bicara dengan mu"ucap Bima
"Kau pikir dari tadi kau hanya diam saja apa"ucap Aira
"Baiklah-baiklah aku akan mengatakan nya sekarang,aku janji setelah mengatakan nya aku akan menyuruh yang di luar untuk membuka pintu nya"ucap Bima sambil meyakinkan Aira
"Yasudah cepat katakan"ucap Aira
"Aira,pertama kali melihat mu entah mengapa aku merasa aku tertarik dengan mu,aku juga selalu memandangi mu diam-diam,tapi sekarang saat aku melihatmu dengan dekat hatiku berdebar kencang,,aku a-aku menyukai mu Aira,kau mau jadi pacar ku"ucap Bima
Sedangkan Aira yang mendengar ucapan Bima pun hanya terdiam ,ia tak tahu bahwa Bima akan mengungkapkan perasaan nya dengan cepat.
"Bagaimana Aira apa kau mau"tanya Bima
"Entahlah,berikan aku waktu 3 hari aku akan menjawab nya ,jadi sekarang biarkan aku keluar oke dan minta pada bagus untuk membuka pintu nya"ucap Aira.
"Hufff,baiklah aku akan menunggu jawaban dari mu,aku harap aku tak akan kecewa dengan keputusan mu"ucap Bima sambil melangkah ke pintu ,setelah mendengar suara dari luar bagus pun membuat pintu dengan dengan senyum nya yang lebar ia tidak merasa bersalah sedikit pun ia hanya menampilkan senyum polos nya,Aira yang melihat itu hanya memberika tatapan tajam nya lalu melangkah keluar mengampiri teman-teman nya.
"Aira bagaimana tadi ,apa kau kenapa-kenapa"tanya Rita
"Tidak aku tidak apa-apa "ucap Aira
"Benarkah,lalu kenapa kau tadi sangat lama"tanya fidia
Aira pun lantas menceritakan semua nya yang terjadi di dalam,laku teman-teman Aira hanya memandang satu sama lain sambil tersenyum.
"Kenapa kalian tersenyum begitu"ucap Aira
"Tidak apa-apa,ternyata kau ini begitu cantik sehingga banyak sekali yang mengagumi mu"ucak fidia
"Sudah tidak usah begitu,aku tidak cantik aku biasa saja seperti kalian bahkan ada yang lebih cantik dari ku jadi tidak usah memuji begitu"ucap Aira
"Baiklah,tapi aku rasa sebentar lagi akan ada yang jadian tapi kalau sudah jadian jangan lupa PJ nya ya"goda fidia
"Sudahlah kalian ini bicara apa"ucap Aira kemudian melihat pertandingan di lapangan
"Bagus tolong buka pintunya aku sudah selesai bicara dengan Aira"ucap bima