NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12: Pertarungan di Balik Debu

Suara langkah kaki di atas kepala Araya terdengar berat dan berirama, seperti lonceng kematian yang mendekat. Debu-debu berjatuhan dari sela-sela kayu langit-langit ruang bawah tanah setiap kali pria itu melangkah. Araya mematikan total ponselnya, memastikan tidak ada setitik cahaya pun yang mengkhianati posisinya.

​Di kegelapan total, indra pendengaran Araya menjadi berkali-kali lipat lebih tajam. Ia bisa mendengar suara gesekan kain mantel pria itu, dan yang paling mengerikan... suara logam yang ditarik dari sarungnya.

​Sreett...

​"Aku tahu kau di bawah sana, Cantik," suara serak itu kembali menggema, kini lebih dekat—tepat di depan pintu kayu ruang bawah tanah yang rapuh. "Jangan persulit keadaan. Berikan kotak itu, dan mungkin aku akan membiarkanmu pergi dengan utuh."

​Araya tidak menjawab. Ia merendahkan tubuhnya, memegang belati kecilnya dengan posisi terbalik—teknik bertarung jarak pendek yang ia pelajari dari seorang mantan tentara bayaran di dark web demi melindungi dirinya sendiri selama bertahun-tahun.

​Brakk!

​Pintu ruang bawah tanah ditendang hingga hancur. Cahaya senter yang sangat terang menyambar masuk, membelah kegelapan. Seorang pria bertubuh besar dengan penutup wajah dan bekas luka di tangan kanannya melangkah masuk. Di tangannya, ia memegang sebuah pisau komando yang mengkilap.

​"Kosong?" pria itu bergumam saat senternya menyisir ruangan yang tampak sepi.

​Tepat saat pria itu berbalik menuju sudut ruangan, Araya keluar dari balik lemari tua dengan kecepatan yang tak masuk akal. Ia tidak menyerang dada—pria itu terlalu kuat. Araya mengincar tendon di kaki pria itu.

​Slash!

​"Argh!" Pria itu mengerang saat ujung belati Araya merobek celana dan kulitnya.

​Pria itu mencoba mengayunkan pisaunya secara membabi buta, namun Araya sudah lebih dulu berguling di lantai yang kotor, menghindar dengan kelenturan tubuh seorang pesenam. Ia menggunakan momentum itu untuk menendang kaki pria yang terluka tadi, membuatnya kehilangan keseimbangan.

​"Siapa yang mengirimmu?!" desis Araya. Suaranya kini tidak lagi terdengar seperti gadis lemah dari Keluarga Lin. Suaranya dingin, datar, dan mematikan.

​Pria itu tertawa sinis sambil menahan sakit. "Kau pikir kau bisa lolos dari Aditama selamanya? 'Z' hanyalah tikus kecil yang masuk ke perangkap yang salah!"

​Mendengar nama Aditama, mata Araya berkilat marah. Ia hendak melayangkan serangan kedua, namun telinganya menangkap suara deru mobil yang berhenti di depan rumah tua itu. Bukan satu mobil, tapi dua.

​'Sial, bala bantuan?' batin Araya panik.

​Ia tidak punya waktu untuk menginterogasi pria ini. Araya melihat sebuah jendela ventilasi kecil di bagian atas dinding ruang bawah tanah yang terhubung ke gang sempit di samping rumah. Tanpa membuang waktu, ia memanjat rak besi tua dan melompat keluar dengan tangkas, tepat saat dua pria bersenjata lainnya menyerbu masuk ke dalam rumah.

​Araya berlari sekuat tenaga menyusuri gang-gang sempit Sektor Tua. Napasnya tersengal, namun otaknya tetap bekerja cepat. Ia harus segera kembali ke mansion sebelum jam tiga sore, atau rekaman loop CCTV yang ia buat akan berakhir dan Arkanza akan menyadari kehilangannya.

​Satu jam kemudian, dengan tubuh yang penuh debu dan sedikit goresan di lengan, Araya berhasil memanjat pagar belakang mansion Aditama. Ia menyelinap masuk melalui pintu servis, berlari menuju kamarnya, dan segera berganti pakaian kembali menjadi gaun rumahnya yang biasa.

​Ia baru saja duduk di tepi ranjang sambil menyembunyikan jaket hitamnya di bawah kasur, ketika tiba-tiba pintu kamarnya menjeblak terbuka.

​Arkanza berdiri di sana. Napas pria itu tampak sedikit tidak teratur, jasnya sudah dilepas, dan matanya memerah menahan amarah yang meledak-ledak.

​"T-Tuan Arkanza? Anda sudah pulang?" cicit Araya, kembali ke mode "gadis ketakutan".

​Arkanza melangkah mendekat dengan cepat. Tanpa peringatan, ia mencengkeram kedua bahu Araya dan mendorongnya hingga terdesak ke sandaran ranjang.

​"Berhenti berbohong, Araya!" bentak Arkanza. Ia menarik lengan baju Araya, memperlihatkan goresan luka yang masih mengeluarkan darah segar di sana. "Jelaskan padaku, bagaimana mungkin seorang gadis yang 'katanya' sedang membaca buku di taman belakang, bisa memiliki luka sayatan pisau profesional di lengannya?!"

​Araya membeku. Ia lupa bahwa Arkanza bukan hanya CEO dingin—pria ini adalah pemangsa yang memiliki insting tajam. Dan kali ini, aktingnya mungkin tidak akan cukup untuk menyelamatkannya.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!