NovelToon NovelToon
Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Dokter / Menikah Karena Anak
Popularitas:79.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Saga Mahendra percaya satu hal, pengkhianatan tidak pernah memiliki alasan. Itulah yang ia yakini sejak hari ia melihat Sahira, wanita yang ia cintai, berpelukan dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Saga memilih pergi. Meninggalkan cinta, mimpi, dan masa lalu yang terlalu menyakitkan.

Lima tahun kemudian, ia kembali. Bukan lagi remaja yang rapuh, tapi seorang dokter dengan hati yang telah membeku. Namun, takdir mempermainkannya. Sahira muncul kembali bersama seorang anak berusia empat tahun.

Waktu tidak pernah berbohong. Lalu, siapa ayah dari anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Prang!

Sebuah vas bunga di atas meja apartemen jatuh dan pecah berantakan di lantai. Aldi berdiri di tengah kamar dengan napas memburu. Rambutnya acak-acakan, sementara kedua tangannya mengepal kuat penuh frustrasi.

“Brengsek!” Suara teriakannya menggema di dalam apartemen yang sunyi.

Pria itu menendang kursi di dekat meja hingga bergeser kasar. Pikirannya kacau sejak telepon Clara tadi. Aldi mengacak rambutnya kasar lalu berjalan mondar-mandir tidak tenang.

“Astaga…” Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Dirinya tahu Clara sudah benar-benar kehilangan akal. Tetapi masalahnya Aldi tidak bisa begitu saja menolak permintaan wanita itu.

Napasnya tertahan, bayangan masa lalu yang selama ini ia kubur rapat kembali muncul di kepalanya.

Sebuah kesalahan besar. Kejahatan yang ia lakukan bertahun-tahun lalu. Rahasia kelam yang bahkan keluarganya sendiri tidak tahu. Dan Clara wanita itu mengetahui semuanya.

“Apa lo sengaja nyimpen itu buat ngancurin gue suatu hari nanti…” Suara Aldi terdengar lirih penuh frustrasi.

Tangannya bergetar saat mengambil ponsel di atas meja. Pesan terakhir Clara masih terpampang jelas di layar.

[Lo harus bantu Gue!]

Aldi langsung melempar ponselnya ke sofa dengan kasar. Pria itu terduduk lemas sambil menatap lantai kosong. Ia merasa benar-benar terjebak kalau dia membantu Clara, berarti dirinya kembali menghancurkan hidup Saga dan Sahira. Tetapi kalau dia menolak masa lalunya akan terbongkar dan yang paling membuatnya takut Dokter Mario kemungkinan besar tidak akan membelanya.

Aldi tertawa pahit sambil menundukkan kepala.

“Papa pasti bakal benci gue…” Suara pria itu mulai melemah.

Ia tahu betul bagaimana prinsip ayahnya. Dokter Mario mungkin keras, tetapi sangat membenci kebohongan dan kejahatan. Apalagi jika menyangkut nyawa dan kehidupan orang lain.

Sementara dirinya, sudah terlalu jauh ikut terseret dalam permainan Clara. Aldi memejamkan matanya kuat-kuat. Di kepalanya kini hanya ada dua pilihan, menghancurkan hidup orang lain lagi atau menghancurkan dirinya sendiri.

Di tengah kekacauan pikirannya sendiri, Aldi bahkan tidak sadar sudah berapa lama ia duduk diam di lantai apartemen. Pecahan vas masih berserakan di dekat meja. Lampu ruang tamu menyala redup, membuat suasana terasa semakin sesak dan berantakan.

Aldi mengusap wajahnya kasar, kepalanya terasa. Ia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa sekarang.

Namun di saat itulah, suara ketukan pintu mendadak terdengar. Aldi mengernyit pelan.

"Siapa malam-malam begini?"

Ketukan itu terdengar lagi. Kali ini lebih keras. Dengan napas berat, Aldi akhirnya bangkit lalu berjalan menuju pintu apartemen.

Begitu pintu dibuka tubuhnya langsung membeku. Saga berdiri di depan sana.

Pria itu masih memakai pakaian yang sama sejak dari bandara. Wajahnya terlihat lelah, tetapi sorot matanya begitu tajam. Tatapan Saga langsung menangkap kondisi apartemen yang berantakan.

Pecahan kaca, kursi yang bergeser dan wajah Aldi yang kacau.

“Ada apa?” tanya Saga pelan namun dingin.

Aldi langsung gugup. “Nggak ada…”

Saga justru melangkah masuk tanpa menunggu izin. Aldi refleks menelan ludah. Entah kenapa perasaannya mendadak semakin tidak tenang.

Saga berdiri di tengah ruang tamu lalu perlahan menoleh menatap Aldi.

“Aku habis dari rumah sakit.” Suara pria itu rendah.

“Aku juga baru ngobrol sama Papa kamu,”

Jantung Aldi langsung berdetak lebih cepat. Tatapan Saga perlahan berubah semakin tajam.

“Aldi…” Suasana mendadak terasa menekan.

“Kamu mau jujur sendiri … atau aku yang paksa kamu ngomong?”

Napas Aldi langsung tercekat.

“Aku … aku nggak tahu harus ngomong apa…” Suara Aldi terdengar lemah dan kacau.

Pria itu menundukkan wajah sambil meremas rambutnya frustrasi.

Di satu sisi dia ingin menyelamatkan dirinya sendiri. Tetapi di sisi lain dia tahu dirinya tidak mungkin terus berbohong pada Saga. Karena cepat atau lambat, semua akan terbongkar. Dan saat itu terjadi Saga mungkin benar-benar akan membencinya seumur hidup.

Ruangan apartemen terasa begitu menyesakkan.

Sementara Saga masih berdiri di tengah ruang tamu dengan tatapan tajam yang belum pernah Aldi lihat sebelumnya.

Lalu pria itu kembali bicara.

“Kamu kenapa bersikeras nyegah aku pergi ke Bali?” Nada suara Saga mulai meninggi.

“Apa alasan kamu nyusul aku sampai bandara malam itu?!”

Aldi langsung menegang. Tetapi, Saga terus melangkah mendekat.

“Siapa yang nyuruh Kamu?”

Tatapannya memerah dipenuhi emosi. “Kau tahu Sahira dan Sahir bagian hidupku!” Bentakan Saga menggema keras di dalam apartemen.

“Kau tahu itu!”

Aldi langsung menunduk semakin dalam. Rasa bersalah menghantam dadanya semakin keras.

“Aku minta maaf…” Suara pria itu mulai bergetar.

Aldi jatuh berlutut di depan Saga. Hal itu membuat Saga sedikit terkejut.

“Aku bukan sengaja pengen nyakitin kamu…” ucap Aldi lirih penuh penyesalan. “Aku cuma…”

Pria itu memejamkan mata frustrasi.

“aku pikir itu demi kebaikan kamu.”

Tatapan Saga langsung berubah dingin.

“Kebaikan?”

Aldi buru-buru melanjutkan dengan suara kacau, “Aku cuma takut kamu terlalu berharap sama masa lalu…”

Saga terdiam menatap sepupunya. Sementara Aldi berkata pelan,

“Lima tahun itu waktu yang lama, Saga…” Tangannya mengepal di atas lantai.

“Nggak semua yang kamu anggap masih sama … bakal tetap sama.”

“Apa maksud kamu?” suara Saga mulai berubah tajam. Aldi menelan ludah sebelum akhirnya berkata nekat,

“Sahira sekarang belum tentu masih perempuan yang sama kayak dulu.”

Detik berikutnya Saga langsung menarik kerah baju Aldi kasar hingga pria itu hampir terseret dari lantai.

“Apa maksud ucapan kamu?!” Tatapan Saga benar-benar dipenuhi amarah sekarang.

Rahangnya mengeras kuat.

“Apa kamu mau bilang Sahira berubah?!”

Aldi langsung panik. “Saga, aku cuma—”

“Jangan ngomong sembarangan tentang dia!” Bentakan Saga menggema keras.

Pria itu benar-benar tersulut emosi, lima tahun kehilangan Sahira. Lima tahun merasa dihancurkan dan sekarang saat akhirnya ia menemukan kembali perempuan dan anaknya orang-orang justru terus mencoba membuatnya ragu.

“Aku kenal Sahira lebih dari siapa pun!” Suara Saga mulai bergetar oleh emosi.

“Dia nggak pernah ninggalin aku karena berhenti cinta!”

Aldi langsung membeku. Tatapan Saga memerah penuh luka.

“Dan sekarang…” suara pria itu melemah namun jauh lebih menyeramkan, “aku mulai sadar siapa yang sebenarnya ngancurin hidup aku dari awal.”

Napas Aldi langsung tercekat.

Sementara Saga menatapnya tajam penuh kecurigaan. Aldi benar-benar takut pada sepupunya sendiri.

1
Dew666
👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
mending jujur Al pada akhirnya akan ketahuan juga
Aidil Kenzie Zie
nyesal kan Al lu kamu sih buru-buru kasih tau jalang kalo Sahir anaknya Saga nggak mikir kedepannya akan bagaimana
Aidil Kenzie Zie
Clara kayaknya nggak baca koran sobek dech🤭🤭🤭 wong mamanya nyesal lakuin itu sama Sahira dan papanya malah marah sama mamanya Saga Clara Clara usaha yang sia-sia
zh4insu
Tinggal tunggu reaksi Dokter Mario saat tau anaknya Aldi ikut andil dengan masalah itu, bahkan yang memberikan obat perangsang ke Saga.
Aidil Kenzie Zie
nyahokkan kamu nyonya menir🤣🤣🤣🤣
Lilik24
begitu dong masak dong gampang di begoin orang
Aidil Kenzie Zie
ya terlambat Sahira udah minggat
Isabela Devi
anaknya om Mario mungkin suka sama clara makanya langsung tlp Clara itu
Aidil Kenzie Zie
kapan selesainya kesalahpahaman antara mereka kalo nggak ada yang mau jujur
Isabela Devi
pasti om Mario ngomongin anaknya Sahira ke papanya saga
Aidil Kenzie Zie
laporin aja ibu tirinya sama anaknya gangguin orang aja mau hidup enak ya kerja
Isabela Devi
bicara jujur aja sama saga biar dia tau Revano dari pada kamu yang di salahkan
Nar Sih
saga jgn percya lgi sama aldi ,dan aldi jgn tmbh bnyk dosa mu lebih baik kmu jujur biar kmu tensng dan jgn bantu clara lgi klau ingin hidup mu aman
Isabela Devi
doktel tampan itu ayahmu sahir
Aidil Kenzie Zie
Saga lihat Sahir sadar apa nggak kaget y kemungkinan dia anaknya
Aysah Meta
Sekali jadi manusia pecundang,emang selamanya bakal jadi pecundang..contohnya ya kamu itu aldi.
Sudah tahu salah,bukannya mengakui dan meminta maaf untuk kesalahan mu..Malah dengan gobloknya mau di manfaatkan manusia sikopet macam Laura..Bodoh memang kau,otak udang memang.
Ita rahmawati
si Aldi ini pengen di palu kepalanya kyknya ya 😏🙄
Ani Basiati
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
lebih baik kamu jujur ajah ke Saga soal si Clara rencana si Clara bikin tes DNA palsu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!