NovelToon NovelToon
DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi
Popularitas:548
Nilai: 5
Nama Author: WA_19019

Dunia ini gila? Mungkin benar. Tapi kalau sudah begini, aku mending ikutan gila saja daripada pusing sendiri. Ikuti kisah konyol Bima dan kawan-kawan yang hidupnya selalu diisi kejadian tak terduga dan kelakuan yang bikin ketawa terus!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WA_19019, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAU BERESKAN GUDANG,MALAH NEMU BARANG AJAIB

Keesokan harinya suasana kantor kembali normal. Pak Harun sudah datang dari luar kota, duduk di mejanya sambil memeriksa catatan. Begitu melihat kami semua masuk, dia langsung memanggil satu per satu.

“Kemarin saya dengar kabar rame banget di sini, sampai ada yang joget dangdut segala?” tanyanya sambil menyembunyikan senyum, seolah sudah tahu semuanya.

Kami langsung saling pandang, malu-malu menjawab. “Iya Pak… soalnya sepi banget, takut ngantuk berat,” jawab Ojak pelan.

Pak Harun cuma tertawa pelan. “Gak apa-apa, namanya juga cari hiburan. Tapi hari ini ada tugas yang harus dikerjakan,bereskan gudang belakang. Sudah bertahun-tahun gak dibersihkan, penuh debu, kotak-kotak lama, dan barang-barang yang gak terpakai. Kalau sudah selesai, baru boleh pulang.”

Mendengar tugas itu, wajah kami langsung berubah. Bereskan gudang? Itu pekerjaan paling membosankan sepanjang masa!

“Tenang saja, nanti Pak Joko juga bantu,” tambah Pak Harun seolah tahu isi hati kami.

Sepuluh menit kemudian, kami sudah berkumpul di depan pintu gudang. Debu tercium bahkan dari luar saja, dan begitu pintunya dibuka, asap debu langsung mengepul keluar bikin kami batuk-batuk.

“Waduh… ini gudang atau sarang laba-laba raksasa sih?” keluh Kak Dedi sambil melambaikan tangan mengusir debu.

“Siap-siap saja, kalau ketemu ular atau tikus besar, lari duluan ya!” goda Ojak sambil memakai topi bekas dan kain penutup hidung.

Kami masuk satu per satu. Di dalamnya gelap, penuh tumpukan kotak, kursi rusak, alat tulis lawas, dan barang-barang yang sudah lupa pemiliknya. Pak Joko membawa lampu senter, menyinari sudut-sudut yang gelap.

“bagi tugas saja ya. Bima dan Ojak angkat kotak berat, Nina bereskan kertas-kertas, Kak Dedi sapu lantai, saya yang buka-buka barangnya,” perintah Pak Joko dengan gaya pengawas yang santai.

Awalnya berjalan lambat dan membosankan. Hanya suara sapuan, gesekan kardus, dan batuk-batuk saja yang terdengar. Sampai tiba-tiba Pak Joko berhenti, menyinari lampu ke sudut paling belakang yang tertutup tumpukan tikar.

“Eh, ini ada kotak kayu yang terkunci. Bentuknya antik juga, kayaknya sudah ada sejak kantor ini pertama kali berdiri,” katanya sambil menarik kotak itu keluar.

Kotaknya agak besar, kayunya sudah mengelupas, tapi kuncinya masih tergantung di gemboknya. Dengan hati-hati Pak Joko membukanya, dan begitu tutupnya terbuka… kami semua melongo.

Isinya bukan barang berharga, tapi benda-benda aneh dan lawas: ada topi lebar yang bentuknya aneh, kacamata dengan lensa tebal sekali, terompet dari daun kelapa, dan sebuah kompas tua yang penunjuknya kelihatan berkarat.

Ojak langsung mengambil kompas itu, memegangnya dengan gaya serius. “Wah, ini pasti kompas penunjuk jalan paling jaman dulu. Mungkin bisa bantu kita gak salah alamat lagi!” katanya bangga.

Tapi begitu dia memutarnya sedikit, jarumnya malah berputar liar kencang, berputar-putar tanpa henti, dan malah menunjuk ke segala arah yang gak jelas.

“Lho? Ini kompas atau gasing berputar sih?” tanyaku sambil menahan tawa.

“Mungkin rusak, atau malah ini kompas penunjuk jalan yang salah arah,” celetuk Nina sambil ketawa melihat wajah bingung Ojak.

Selanjutnya, Kak Dedi mengambil kacamata tebal itu, lalu memakainya. Begitu dia membuka matanya, dia langsung melangkah mundur dan berteriak kaget.

“Aduh! Dunia jadi melar semua! Kalian kelihatan raksasa, dan dinding gudang jadi jauh banget!” serunya sambil mengucek matanya.

Dia berjalan melangkah ke kiri dan kanan, tapi kakinya terasa berat dan pandangannya kacau. Sampai akhirnya dia tersandung tumpukan kain dan nyaris jatuh kalau saja tidak ditahan Pak Joko.

“Wah, kacamata ini bukan bantu melihat jelas, tapi malah bikin pusing kepala!” kata Kak Dedi sambil segera melepasnya dan mengusap dahi yang mulai berkeringat.

Nina yang awalnya sibuk melipat kertas, penasaran melihat topi lebar yang bentuknya aneh itu. Dia memakainya sebentar, tapi begitu terpasang, topinya langsung turun menutupi seluruh wajahnya sampai matanya tidak kelihatan. Dia berjalan maju mencari jalan, tapi malah menabrak tumpukan kursi kosong sampai berderak berisik.

“Ya ampun! Ini topi atau kerudung penutup muka?” keluhnya sambil berusaha melepaskannya, tapi malah makin terjepit di kepalanya. Kami harus membantu menariknya keluar sampai rambutnya jadi berantakan semua.

Yang paling lucu adalah saat Ojak mengambil terompet dari daun kelapa itu. Dia menyemburnya sekuat tenaga, berharap keluar suara yang nyaring. Tapi yang keluar bukan bunyi terompet, melainkan suara mengik pelan kayak kambing yang sedang lapar!

“Mbeeeek… ngiikk!”

Suaranya aneh dan cempreng, bikin kami semua langsung terbahak-bahak sampai perut terasa sakit.

“Wah, terompet ini sudah berubah jadi peniru suara hewan rupanya!” kata Pak Joko sambil menepuk-nepuk punggungnya sendiri karena tertawa.

“Pantas saja disimpan di gudang, fungsinya sudah gak sesuai lagi!”

Setelah puas melihat dan mencoba barang-barang aneh itu, kami akhirnya melanjutkan pekerjaan dengan semangat baru. Tugas yang tadinya membosankan jadi terasa seru saja karena selalu ada hal lucu yang ditemukan.

Kurang lebih dua jam kemudian, gudang sudah rapi kembali. Debu sudah hilang, barang-barang yang masih bisa dipakai disusun rapi, dan yang rusak dibuang ke tempat sampah. Hanya kotak kayu beserta isinya yang kami simpan kembali, dengan catatan: barang penambah hiburan, bukan untuk dipakai sungguhan.

Begitu keluar dari gudang, wajah kami semua kotor kena debu, baju penuh noda hitam, tapi senyumnya gak hilang sedikit pun. Kami langsung cuci muka dan tangan di keran belakang, sambil terus mengingat kejadian lucu tadi.

Pak Harun datang memeriksa hasilnya, lalu mengangguk puas. “Bagus sekali, lebih bersih dari yang saya bayangkan. Tapi kok kalian pada ketawa terus? Ada apa di dalam gudang?”

Kami pun menceritakan semuanya mulai dari kompas yang berputar liar, kacamata yang bikin pandangan kacau, topi yang menutupi wajah, sampai terompet yang suaranya kayak kambing.

Mendengar cerita itu, Pak Harun juga tertawa terbahak-bahak sampai matanya berkaca-kaca. “Wah, jadi ternyata gudang itu menyimpan harta hiburan ya, bukan harta berharga. Tapi setidaknya hari ini kalian dapat dua hal,gudang jadi bersih, dan dapat cerita baru yang gak terlupakan!”

Sore harinya, saat kami berjalan pulang bersama, kebetulan lewat depan rumah Bima dan ketemu Sari serta Rara yang sedang duduk di teras. Begitu melihat penampilan kami yang masih ada bekas debu, mereka langsung bertanya penasaran.

“Wah, habis ngapain aja kok wajah dan baju kotor semua? Jangan-jangan habis gali tanah kuburan harta karun?” goda Rara sambil tersenyum.

Kami langsung berhenti dan bercerita panjang lebar soal kejadian di gudang tadi. Mendengarnya, Sari dan Rara sampai terguling-guling di kursi karena ketawa.

“Wah, ini rekor baru lagi! Bereskan gudang malah ketemu barang-barang ajaib yang gak berguna tapi bikin ketawa!” kata Sari sambil mengusap air matanya.

Aku hanya mengangguk sambil duduk bersandar santai, dalam hati berpikir:

Siapa sangka pekerjaan yang paling membosankan justru bisa jadi hari yang paling seru? Barang-barang tua itu mungkin sudah rusak dan gak bisa dipakai lagi, tapi dia berhasil mengubah kejenuhan jadi hiburan.

Ternyata dalam hal apa pun, kalau kita melihatnya dengan pandangan yang santai dan gampang tertawa, hal yang terlihat sepele sekalipun bisa jadi cerita yang paling menyenangkan buat dikenang.

1
Ananda Anggit
bagus ceritanya 👍
Wulandari Ayuningtyas: makasih😁
total 1 replies
tazayaa
semangat kakk💪💪
Wulandari Ayuningtyas: kakak juga semangat y
total 1 replies
tazayaa
bima udah pesimis aja ni doanya ga dikabulkan🤣🤣
Wulandari Ayuningtyas: wkwk karna pasti ada aja kejadian konyol kak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!