NovelToon NovelToon
Sketsa Rasa Yang Belum Usai

Sketsa Rasa Yang Belum Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:740
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Hubungan yang berawal dari reuni kecil itu tumbuh begitu cepat, seolah waktu ingin mengejar ketertinggalan mereka selama di SMA. Arman adalah sosok kekasih yang penuh perhatian. Dia tahu kapan Kanaya sedang lelah hanya dari nada suaranya, dan dia selalu punya cara untuk membuat Kanaya merasa dihargai.

​Bagi Kanaya, Arman adalah pelabuhan yang aman. Begitu pula bagi Arman, ketulusan dan kemandirian Kanaya adalah hal yang tidak bisa ia temukan pada perempuan lain."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

takdir yang mempermainkan dua hati

Waktu bergulir membawa pergi sisa-sisa tragedi sore itu, namun tidak dengan ingatan yang tertanam di dalamnya. Sejak hari itu, Arman dan Kanaya tidak pernah lagi saling menghubungi. Hubungan yang semula hangat kini mendadak senyap, menyisakan jarak yang terbentang teramat luas di antara mereka.

​Meskipun demikian, Arman tidak benar-benar menyerah. Rasa bersalah yang teramat besar dan rindu yang menyiksa membuatnya sering mengirim pesan kepada Kanaya. Kadang hanya sekadar ucapan selamat pagi, pertanyaan apakah Kanaya sudah makan, hingga untaian kata maaf yang berulang-ulang ia ketik saban malam. Namun, semua pesan itu hanya berakhir di ruang hampa. Kanaya sudah menutup rapat pintu hatinya, mengunci setiap celah yang bisa membawa Arman kembali masuk ke dalam hidupnya.

​Kanaya memilih bangkit dan memulai lembaran kehidupan yang sepenuhnya baru. Di kampus, ia menenggelamkan diri dalam kesibukan kuliah yang kini sudah menginjak semester 4. Langkah kakinya di koridor kampus terasa lebih ringan tanpa bayang-bayang masa lalu, meskipun rambut sebahu yang kini sering ia biarkan terurai itu kerap kali mengingatkannya pada titik balik terbesar dalam hidupnya. Kanaya bertekad, air mata yang tumpah di kamar kos dulu adalah air mata terakhir yang ia jatuhkan untuk seorang pengecut.

​Keadaan itu kian diperparah karena mereka berdua menempuh pendidikan di kampus yang sama namun fakultas yabg berbeda yang berbeda. Perbedaan lingkungan dan jarak geografis ini membuat Arman semakin terseok-seok dan kesulitan untuk sekadar mencari kabar tentang Kanaya. Di antara riuhnya tugas kuliah dan tuntutan di fakultas sendiri, Arman kini hanya bisa menatap layar ponselnya yang sepi, menyadari bahwa wanita yang pernah memeluknya dengan tulus itu kini telah melangkah teramat jauh, meninggalkan dirinya yang masih terjebak dalam penyesalan yang tak berujung.

Waktu terus berjalan tanpa permisi, hingga tak terasa tiga semester telah berlalu. Memasuki semester 7, Kanaya disibukkan dengan persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN)—sebuah kewajiban akademis yang sekaligus ia jadikan sarana untuk benar-benar mengasingkan diri dari penatnya masa lalu. Berdasarkan pembagian dari pihak panitia pusat, Kanaya ditempatkan di salah satu Sekolah Dasar yang lokasinya lumayan jauh dari tempat tinggalnya, sebuah desa terpencil yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk ditempuh.

​Hari yang ditentukan pun tiba. Hari di mana seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan dan universitas yang terlibat dalam kerja sama program ini berkumpul di satu titik lokasi pelepasan.

​Suasana di titik kumpul sangat ramai. Ratusan mahasiswa dengan almamater mereka tampak sibuk mencari kelompok masing-masing, mengurus barang bawaan, dan mengobrol riuh. Kanaya berdiri di dekat bus jurusan desanya, menyandang ransel besar sambil memegang selembar kertas berisi daftar nama anggota kelompoknya. Selama ini, ia sengaja tidak terlalu mencari tahu siapa saja rekan satu timnya, memilih untuk bersikap pasrah.

​Namun, saat matanya menyusuri kerumunan untuk mencari nomor kelompok yang sama, langkah kaki Kanaya mendadak terkunci. Jantungnya serasa berhenti berdetak selama beberapa detik.

​Di ujung barisan, berdiri seorang laki-laki yang sangat familiar. Laki-laki dengan postur tubuh yang dulu sangat ia hafal, kini sedang sibuk membantu menaikkan kardus logistik ke atas bagasi bus. Begitu laki-laki itu berbalik dan menyeka keringat di dahinya, tatapan mereka tidak sengaja bertemu di antara hiruk-pikuk manusia.

​Itu Arman.

​Ternyata, takdir sedang mempermainkan mereka dengan sangat kejam. Kanaya satu tempat KKN dengan Arman. Setelah hampir dua tahun saling asing, mengubur komunikasi, dan berpura-pura tidak pernah saling kenal, mereka kini justru dipertemukan kembali dalam satu atap pengabdian yang sama.

1
Himna Mohamad
lanjut kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!