NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Mempersulit Kami

Ketiga pria itu melangkah maju dan memperkecil jarak hingga Rachel terpojok ke dinding gedung yang penuh coretan, aura intimidasi yang mereka pancarkan membuat orang-orang lokal yang lewat memilih untuk menunduk dan mempercepat langkah.

​"Kami diperintahkan oleh Nyonya Viona untuk menjemput Anda, Nona. Pesawat pribadi sudah menunggu di Ho Chi Minh, Nyonya ingin anda segera pulang dan menyelesaikan urusan pernikahan dengan Tuan Julian," ucap pria itu dengan nada dingin.

​"Aku tidak mau pulang! Beritahu Mommy, aku tidak akan pernah kembali!" teriak Rachel, suaranya pecah oleh amarah yang bercampur ketakutan.

​"Kami tidak menerima penolakan, Nona. Nyonya Viona berpesan, jika anda tidak mau ikut secara sukarela, maka kami terpaksa menggunakan cara... sedikit kasar," ancam pria itu dengan senyum tipis yang mematikan.

​Darah Rachel mendidih sekaligus mendingin, Ibunya benar-benar tahu cara menekannya. Ia tahu jika ia melawan, Ayahnya yang akan menanggung akibatnya.

​"Kalian tidak bisa melakukan ini...," ucap Rachel dan air matanya mulai mengalir.

​"Mari, Nona. Jangan mempersulit kami," ucap pria itu sambil mengulurkan tangan untuk mencengkeram lengan Rachel.

Belum sempat pria itu memegang tangan Rachel, Rachel sudah berlari meninggalkan ketiga pria itu. Rachel berlari sekuat tenaga dan mengabaikan rasa perih di telapak kakinya yang mulai melepuh, suara derap langkah sepatu pantofel yang menghantam aspal di belakangnya terdengar seperti detak lonceng kematian.

Rachel tidak berani menoleh, saat ini pikirannya buntu, ia hanya tahu satu ha, ia tidak boleh tertangkap dan kembali menjadi boneka ibunya. Rachel belok ke sebuah gang yang lebih sempit lalu belok lagi, hingga tanpa sadar ia telah meninggalkan jalan utama.

Rachel masuk ke sebuah kawasan yang membuat nyalinya menciut, bangunan-bangunan tidak lagi terbuat dari beton, melainkan susunan kayu lapuk dan seng berkarat yang seolah saling bersandar agar tidak roboh. Bau air payau yang membusuk menyengat hidung dan tidak ada lagi hiruk-pikuk pedagang, hanya ada keheningan yang mencekam.

​Napas Rachel tersengal-sengal, dadanya terasa sesak, ia berhenti di balik sebuah tumpukan ban bekas yang menjulang tinggi dan mencoba mengatur napasnya yang menderu.

​"Di mana dia? Cari ke arah gudang!" suara pria berjas itu terdengar sangat dekat, hanya terhalang oleh tumpukan ban.

​Rachel membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangannya, air mata ketakutan mengalir deras. Rachel melihat ke sekeliling dan mencari jalan keluar, namun ia sadar ia telah terjebak di jalan buntu yang berakhir di sebuah dermaga tua yang sudah tidak terpakai.

​"Nona Rachel, jangan seperti anak kecil. Tempat ini sangat tidak aman untuk wanita seperti Anda!" suara itu terdengar tenang namun mengancam dan langkah kaki mereka perlahan mendekat.

Rachel melihat sebuah celah sempit di antara tumpukan ban bekas dan dinding seng yang berlubang. Dengan nekat, ia merangkak melewati celah tersebut, besi tua yang tajam sempat menggores bahunya, namun ketakutannya menghapus rasa sakit itu seketika.

Rachel mendarat di sisi lain yang merupakan area pembuangan kayu, Rachel berlari zig-zag di antara bayang-bayang gudang dan mencoba meminimalkan suara langkah kakinya.

Setiap kali lampu senter dari para pria berjas itu menyapu area, Rachel merapatkan tubuhnya ke dinding kayu yang lembap dan menahan napas hingga paru-parunya serasa ingin meledak.

​Saat langkah kaki para pengejarnya terdengar menjauh ke arah dermaga, Rachel segera berbalik arah dan berlari masuk lebih dalam ke kawasan gudang tua yang suram.

Di gudang itu, hanya ada cahaya matahari sore yang tersisa hampir tidak mampu menembus rapatnya bangunan-bangunan raksasa yang sudah ditinggalkan. Suasananya begitu mencekam, hanya ada suara gesekan ranting pohon liar dan derit pintu besi yang tertiup angin.

Lutut Rachel terasa lemas, ia hampir terjatuh saat melihat sebuah pintu besi besar yang setengah terbuka di sebuah gudang paling ujung. Tanpa pikir panjang, ia menyelinap masuk ke dalam kegelapan gedung tersebut dan berharap bayang-bayang di dalamnya akan melindunginya.

Gudang itu tidak sesunyi yang Rachel bayangkan. Bau oli, asap rokok dan keringat menyengat indra penciumannya. Dari kejauhan, ia mendengar suara sorak-sorai yang tertahan dan terdengar pukulan serta suara wasit yang menghitung dalam bahasa lokal.

​Rachel berjalan mengendap-endap di balik barisan peti kemas tua yang ditumpuk di dalam gudang. Semakin ia masuk ke tengah, ia melihat sebuah arena yang hanya dibatasi oleh tambal baja dan diterangi oleh beberapa lampu sorot yang tergantung di atap gedung yang bocor.

Di sana, kerumunan pria berpakaian kumal sedang bertaruh, mata mereka terpaku pada dua pria yang sedang bertarung dengan tangan kosong di tengah lingkaran. ​Mata Rachel membelalak saat mengenali salah satu petarung itu, dia adalah Daniel.

​Daniel tidak mengenakan hoodie hitamnya, ia bertarung tanpa atasan dan memperlihatkan otot-punggungnya yang dipenuhi guratan bekas luka dan keringat yang mengkilap di bawah lampu sorot.

Gerakannya begitu cepat dan brutal, seolah-olah ia bukan manusia, melainkan mesin tempur. Namun, lawannya adalah pria bertubuh dua kali lipat darinya yang terus-menerus memberikan pukulan telak ke wajah Daniel.

​Satu pukulan mendarat di rahang Daniel, membuatnya terhuyung. Rachel hampir saja memekik, namun ia segera menutup mulutnya dan menyadari bahwa wajah lebam Daniel selama ini bukan karena perkelahian jalanan biasa, melainkan dari sini, dari arena maut ini.

Tiba-tiba, Rachel melihat ketiga pria yang tadi mengejarnya sudah sampai di depan pintu utama dan tanpa pikir panjang, Rachel masuk ke kerumunan para penonton perempuan agar mereka tidak mengenalinya.

Ketiga pria berjas hitam itu melangkah masuk dengan aura yang sangat tidak cocok dengan atmosfer gudang yang pengap dan penuh jelaga. Mereka bergerak cepat, menyebar ke tiga arah berbeda.

Tatapan mereka tajam dan menyisir setiap barisan penonton. Mereka tahu Rachel ada di dalam sini, aroma parfum mahal yang tertinggal di lorong tadi adalah jejak yang tidak bisa disembunyikan.

​Rachel merapatkan tubuhnya di antara dua wanita lokal yang sedang asyik berteriak menyemangati petarung, ia menarik sedikit tudung jaket usang yang tergantung di salah satu pilar untuk menutupi rambutnya yang mencolok dan jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia takut suaranya akan menarik perhatian para pengejarnya.

​Di tengah arena, situasi semakin memanas. Daniel meludah d*r*h, ia menyeka sudut bibirnya yang kembali robek dan matanya yang tajam tanpa sengaja menyapu kerumunan penonton saat ia menghindari sebuah upper cut dari lawannya.

Saat itulah, Daniel melihat seseorang yang seharusnya tidak ada di tempat ini, ia melihat Rachel dan ia juga melihat pria-pria berjas hitam yang bergerak seperti hiu mencari mangsa.

Fokus Daniel pecah selama sepersekian detik, namun insting petarungnya jauh lebih cepat. Daniel tahu jika ia tidak segera menyelesaikan ini, Rachel akan tertangkap sebelum ia sempat turun dari ring.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
apa sekarang mau kabur lagi Rachel 🤔🤔🤔
Djuniati 123
kpn mak ny dpt karma
dome🌬️🌀🌀🌀
sumpah muak banget dengan tingkah laku emaknya Rachel, kenapa ga diracun aja sih. toh Rachel juga yg akan mewarisi harta kekayaan emaknya. itung2 mempercepat keberangkatan nya ke neraka🤭🤭🤭🤭
yaaa kaaannnnn
lia juliati
setiap anak orng kaya walau d atur hidup yang pasti slalu ada cela ntk berbuat apapun karna mrk kaya n punya kuasa
Eva Tigan
aku juga yakin seperti Ana
bahwa suatu saat Rachel akan kembali kepada Cintanya yg tinggal di Vietnam
dome🌬️🌀🌀🌀
crazyyyyy up nya ditunggu yaaaa thorrrr🤗🤗🤗🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
kecewa karena penolakan dan dia merasa bahwa dia hanya menjadi beban bagi semua orng yg berusaha melindungi nya. heeemmmm

akankah Daniel mengejar Rachel ke Indonesia
dome🌬️🌀🌀🌀
mungkin yg membuat sosok Daniel tak mau mengingat sosok ibu, bisa jadi ibunya pergi jauh tanpa membawa dirinya. bentuk kekecewaan yg dipendam hingga kini mungkin.
dome🌬️🌀🌀🌀
cemunguuuuutyt eeeaaaaa thor🤭🤭😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
Daniel lebih ke bukti buka omon omon apalagi janji janji busuk🤣🤣🤣
like lah Daddy Bryan sudak lampu ijo😁😁🤗
Eva Tigan
Pasti Daniel menyesal setelah tau Rachel pergi..entah kapan mereka bisa bertemu kembali
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjutkan thorrr. up yg banyakkk... banyaakkk.... yaa😁🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
sudah kuduga ini cerita bakalan bagus bangettt... aku tahan sampe nunggu babnya agak banyakan.. tapi cepet banget habis nya tiap bab😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaaa... ampun... kalau uang sudah bertindak yaaa.. apa saja bisa dilakukan.
ini emaknya Rachel bener2 kebangetan deh, nyari anak kayak nyari tahanan yg kabur. gila sih udah kayak psikopat aja emaknya.😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
nahhhh,,,, akhirnya yg ditanya kan Rachel udah bener2 kisal kelam yg ditutup rapat rapat dan perlahan mulai dibongkar
hemmmm bakal ngamuk nih nanti si daniel
Aidil Kenzie Zie
yah si Rachel nyerah
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor ceritamu bagus banget.. ga salah aku baca. keren alurnya bener2 berimajinasi seperti sedang menonton serial drama bagus banget 🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
Rachel adalah bidadari yg LG nyasar jatoh ke sarang serigala 😄😄😄
dan sang alpha yg menjaga 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ini yg namanya cinta mulai berkembang 🤭🤭🤭
dr interaksi kecil, sentuhan ringan, obrolan yg menjurus keranah pribadi. akhirnya nyaman😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
teganggggg.... sumpah, berasa lagi nonton drama asia 🤣🤣🤣🤣

lanjut thorrr😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!