NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:93.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Informasi

"Callie, kamu tuh sebenarnya bisa apa saja? Tembak dor dor dor terus mematikan dan menyalakan akses CCTV. Apa lagi?" tanya Arthur pada adiknya dengan raut wajah seriusnya.

"Bisa makan, jajan, shopping, ali..."

Hmph...

Mendengar jawaban Callie, Arthur langsung menutup bibir adiknya itu dengan telapak tangan. Padahal dia sudah sangat serius untuk bertanya, tapi Callie malah menjawabnya dengan celotehan bercanda. Jika dilihat dari tingkah dan jawaban Callie seperti ini memang kelihatan bahwa adiknya itu bak anak kecil biasa. Namun saat kondisi tertentu, Arthur melihat sosok Callie itu sangat berbeda. Bukan Callie yang manis dan menggemaskan.

Arthur melepaskan bekapannya dari bibir Callie saat adiknya itu mendelikkan mata. Callie meraup udara sebanyak-banyaknya untuk melegakan nafasnya. Tak lupa dengan Callie yang sudah bersiap memarahinya karena membuat nafasnya sesak. Keduanya ditinggal pergi Rachel dan Lucky pergi ke perusahaan Ronand. Alhasil Arthur menggunakan kesempatan itu untuk berbicara dengan Callie. Arthur ingin mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang kemampuan Callie.

"Jangan bekap mulutnya Callie. Sudah tahu ini hidung Callie itu pesek, jadi ndak bisa nafas kalau mulutnya ditutup." seru Callie setelah berhasil menetralkan nafasnya.

"Besok minta Mama Achel tarik aja itu hidungnya biar mancung," ceplos Arthur membuat Callie mengerucutkan bibirnya sebal.

"Cepat buruan kasih tahu Kak Arthur. Kamu sudah bisa apa aja? Kakak pernah lihat lho kamu mematikan akses CCTV rumah lewat laptopnya Papa," lanjutnya dengan raut wajah penasaran.

"Kan sudah Callie bilang. Callie bisa semuanya," seru Callie yang kesal karena terus dipaksa.

"Semuanya itu apa aja, Callie? Astaga..."

Arthur kesal dengan adiknya itu kemudian menatap menyelidik ke arah Callie. Dia mengambil ponselnya kemudian menyerahkannya pada Callie. Bocah cilik itu pun membuka ponsel Arthur. Callie mengerutkan dahinya pelan saat melihat apa yang dilihatnya pada layar ponsel Arthur. Tampak pada layar ponsel Arthur, Lucky sedang kebingungan karena diomeli oleh Ronand. Ini semua karena kecerdasan Callie yang terus menerus menjahili keluarganya.

"Papa tuh dimarahi sama Uncle Onand terus lho. Kamu yang ambil cairan langka dan robot milik Uncle Onand. Sebenarnya mau buat apa barang-barang itu, Callie? Kamu kan tahu kalau itu untuk Uncle Onand bekerja. Terus mematikan akses CCTV, kasihan lho. Nanti kalau ada orang jahat masuk, nggak ketahuan." omel Arthur saat melihat Callie kebingungan. Ternyata itu adalah video Ronand yang sedang memarahi Lucky karena kejahilan Callie.

"Meleka sudah tahu?" tanya Callie dengan tatapan polosnya.

"Sudah lah. Dengan kamu bisa memperbaiki akses CCTV waktu itu saja, Papa sudah tahu kalau kamu yang mengambil barang punya Uncle Onand. Sengaja kan? Biar nggak ketahuan kalau CCTV-nya mati," omel Arthur membuat Callie menghela nafasnya pelan.

"Gimana ya, Kak avtul?" tanya Callie membuat Arthur bingung.

"Gimana apanya, Callie? Astaga... Ngomong jangan setengah-setengah dong," Arthur sangat geregetan mendengar pertanyaan Callie yang tidak jelas.

"Callie tuh bingung. Kenapa Callie tuh cantik, menggemaskan, pintal, dan celdas begini? Olanglain jadi insinyul kan?"

Arthur meluruhkan bahunya lesu. Tak pernah ada jawaban jelas tentang mengapa Callie mengambil semua barang itu. Malah sekarang Callie memuji dirinya sendiri dan bilang bahwa oranglain insecure karena melihat kepintarannya. Arthur sampai frustasi sendiri untuk bertanya pada Callie. Padahal Arthur berpikir jika hanya mereka berdua, Callie mau terbuka dengannya. Namun ternyata Callie sama sekali tak bisa diajak bekerjasama.

"Pusing kepala Kakak, Callie. Ngomong sama kamu tuh kaya bicara sama empusmu itu. Nggak ada jawaban pastinya, ora mudeng." gerutu Arthur yang kemudian memilih pergi dari hadapan Callie.

"Nenak saja mau tanya alat dan cailan itu untuk apa. Lahasia dong, kan itu senjatanya Callie untuk menumpas kejahatan." gumam Callie yang tampak kesal dengan orang-orang di sekitarnya. Padahal dia menggunakan alat, robot, atau hasil eksperimennya untuk kebaikan tapi mereka seperti orang ketakutan.

"Belajal bial pintal buat senjata balu. Bukan mau minta lahasianya," lanjutnya.

***

Seorang pemuda dengan wajah lelahnya pulang ke rumah. Di rumah hanya ada Mamanya, Chiara. Dia adalah Arvan yang merupakan adik dari Ronand dan Rachel. Arvan merebahkan kepalanya pada pangkuan Chiara yang sedang duduk di ruang keluarga. Chiara mengelus kepala anak bungsunya yang masih betah melajang itu. Padahal usianya sudah cukup matang untuk menikah. Namun Chiara dan Julian tidak mau memaksa Arvan untuk menikah muda.

Arvan sekarang menjadi pebisnis sukses. Namun bukan mengelola perusahaan keluarga Roberto. Arvan mengelola beberapa bisnis tempat gym dan cafenya sendiri. Pasalnya Arvan tidak suka terlalu serius dalam bekerja. Sehingga dunia gym dan cafe ini yang membuat dia merasa bahwa pekerjaannya tidak berat. Bahkan embel-embel nama besar keluarga Roberto tak pernah dirinya jadikan sebagai tameng ketika bisnisnya bermasalah. Dia tidak pernah memanfaatkan dan hampir banyak orang tak tahu mengenai dia yang berasal dari keluarga Roberto.

"Kenapa dua hari kemarin tidak pulang? Bukannya cafe dan usahamu yang lainnya sedang tidak ada masalah?" tanya Chiara yang akan selalu mendukung anaknya.

"Mau pembukaan cabang baru cafe yang di puncak. Ada kendala perijinan bangunan yang sedikit susah," ucap Arvan mengatakan kesulitannya.

"Sudah pakai nama keluarga?" tanya Chiara yang tahu kalau mengenai perijinan ini memang biasanya akan lebih mudah jika memakai jalur orang dalam. Beberapa kali Chiara mendengar anak dan suaminya yang ingin membangun sebuah kantor tapi terkendala ijin. Alhasil mereka menggunakan koneksi dan nama keluarga Roberto. Prosesnya tidak terlalu lama dan tak dipersulit.

"Enggak, Ma. Arvan kan nggak mau pakai nama keluarga untuk kepentingan ini. Arvan mau usaha sendiri," Arvan menggelengkan kepalanya pertanda dia takkan menggunakan nama keluarganya. Jika memang tidak bisa membangun di sana, ya sudah. Nanti lahan itu bisa dirinya jadikan usaha lain. Apalagi daerah sana memang sudah sangat banyak usaha kuliner.

Chiara tersenyum mendengar ucapan Arvan. Di antara Rachel dan Ronand, Arvan ini yang paling jarang mau berkumpul dengan keluarga besar. Chiara sudah mencoba mengorek informasi dari Arvan tentang apa yang terjadi pada anak bungsunya itu. Namun Arvan selalu bilang bahwa semua baik-baik saja. Bahkan teman-temannya di sekolah pun tak pernah tahu Arvan ini adalah keturunan dari keluarga Roberto. Arvan terlalu tertutup untuk kehidupan pribadinya.

"Mama akan mendo'akan yang terbaik untuk anak-anak Mama. Jika ada kesulitan, beritahu Mama ya. Mama jadi ngerasa nggak berguna sebagai orangtua kalau anaknya kesusahan tapi malah tidak tahu," ucap Chiara sambil tersenyum ke arah Arvan yang menatapnya.

"Arvan eng.."

Baaaa...

Uncle Panpan lagi patah hati ya? Masa wowok dali kelualga lobelto ditolak sama wewek,

Heh...

Callie, sejak kapan kamu berada di rumah Oma?

Sejak tadi lho. Callie kasih tahu banyak lahasia Uncle Panpan mau ndak, Oma?

Callie...

Aaaaa...

1
Adinda
si callie gk bisa pisah dari reska🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Lah kpn Reska masuk sekolah klo hrs jd asisten si Callie 😁
Ita Xiaomi
Opa makin tak jelas🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 tak bs cakaplah
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Ros ama Vita berasa jd pengasuh
🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ampun dech
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat
Atik Kiswati
ulah si callie tuh....🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Novita Sari
callie dilawan... keturunan Roberto..
tia
konyol Callie ,,baru tk paud udah punya asten 😁😁😁
Novita Sari
cayo uncle panpan,tentang perizinan tenang ada callie oma.m
Sani Srimulyani
ayo Callie kasih tau onty aja siapa tau bisa masuk kriteria.....🤭🫣
Rai Gojess
Callie datang uncle panpan
Rai Gojess
Callie datang uncle Arvan, mungkin hanya om nya Arvan kali yang dapat cungkil rahsia Callie atau Arvan sekali di jahili oleh Callie, ikut saya om mu itu ke cafe dan gym nya Callie, supaya makan dan senaman terus🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Callie si Serba Tau😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 tengah malam dr mana coba. Ayam aja udah pergi bertualang.
Ita Xiaomi
Aku jg suka halaman yg luas.
Ita Xiaomi
Sengkuni tokoh antagonis di cerita Mahabharata😁.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!