NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Sah atau Tidak?

Meja makan itu mendadak menjadi sunyi. Seroja dan Bu Dhe saling pandang, seolah bicara lewat mata. Sedangkan Jordi mengunyah pisang gorengnya pelan, tapi jelas mengikuti percakapan ini.

Bu Dhe akhirnya menatap Ryu. "Nak, Ryu. Kamu tahu sendiri, nenek baru saja meninggal. Rasanya kurang..." Bu Dhe terdiam sejenak seolah sedang memilih kata yang pas.

"Saya mengerti, Bu Dhe," ucap Ryu akhirnya. "Seroja pasti masih mau mengadakan tahlilan untuk nenek. Tapi mohon maaf sebesar-besarnya. Hari ini saya harus pulang membawa Seroja. Karena nenek berpesan, saya tidak boleh pulang tanpa Seroja."

Jordi mengangkat alisnya samar. "Oh, jadi ini alasannya," gumamnya dalam hati.

Akhirnya ia menemukan jawaban kenapa Ryu yang sangat mencintai Clara tetap mau menjemput Seroja.

"Pantas saja, bos datang ke sini setengah hati, ternyata dipaksa nyonya besar."

Bu Dhe menggenggam tangan Seroja yang masih diam menatap mangkuknya yang telah kosong. Bukan sedang melamun, tapi sedang mempertimbangkan apa yang akan ia lakukan.

Ryu berdehem kecil. "Bukannya saya tidak menghormati almarhum nenek, tapi saya tidak bisa mengabaikan tanggung jawab saya di perusahaan," ujar Ryu tenang dengan suara terkontrol.

"Banyak karyawan yang menggantungkan hidup pada perusahaan," lanjut Ryu sambil menautkan kedua tangan di atas meja. "Jika saya terlalu lama meninggalkan pekerjaan, itu akan merugikan banyak orang."

Jordi menyeruput kopinya santai, menunggu apa yang akan diputuskan dalam pembicaraan ini.

Bu Dhe terdiam menimbang, lalu mengusap punggung tangan Seroja. "Nak, nenek sudah meninggal. Doa bisa dikirimkan dari mana saja," tutur katanya lembut penuh pengertian. "Jangan menghambat urusan orang yang masih hidup karena urusan orang yang sudah meninggal."

Seroja akhirnya menarik napas dalam, lalu mengangkat wajahnya menatap Ryu. Meski ada kesedihan dalam sorot matanya, pembawaannya tetap tenang.

"Baik," katanya akhirnya. "Aku akan ikut kamu," ucapnya tanpa keraguan.

"Itu keputusan yang bijak," sahut Ryu singkat. Lalu dengan gerakan terukur, ia menyesap kopinya.

Seroja membalas genggaman tangan Bu Dhe. "Maaf jika aku merepotkan Bu Dhe untuk mengurus tahlilan nenek."

Bu Dhe menggeleng cepat. "Mana ada? Nenekmu adalah ibunya Bu Dhe. Sudah tanggung jawab Bu Dhe mengadakan tahlilan. Suamimu sudah menjemput, jangan biarkan dia pulang tanpa kamu."

"Terima kasih, Bu Dhe," ucap Seroja tulus.

"Kalau begitu, Bu Dhe bantu mengepak barang-barangmu," ujar Bu Dhe seraya beranjak dari duduknya.

Seroja ikut berdiri. Namun saat ia baru saja hendak melangkah--

"Seroja," panggil Ryu untuk pertama kalinya.

Seroja menoleh, menunggu apa yang ingin dikatakan pria yang ternyata adalah suami dari masa kecilnya itu.

Sedangkan Jordi memalingkan wajahnya menyembunyikan senyumnya.

"Kaku sekali," gumamnya lirih, hampir tak terdengar.

"Bawa barang yang penting-penting saja," lanjut Ryu. "Saat tiba di kota, aku akan menyiapkan semua keperluanmu. Kamu tinggal bilang kalau ada yang kurang."

Seroja terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk kecil.

"Hm," sahut Seroja, lalu berbalik menuju kamarnya bersama Bu Dhe.

Ryu menghela napas lega karena tak perlu banyak drama, apalagi harus berdebat untuk mengajak Seroja pulang.

"Bos," panggil Jordi. "Istri masa kecil Bos ini kayaknya orangnya enak deh. Cantik, dewasa, dan pengertian. Tapi yang paling penting gak pakai drama. Keluarganya juga bijak," papar Jordi.

"Kenapa, kamu suka?" tanya Ryu dengan nada sinis. Rahangnya menegang samar.

"Eh, eh... ekspresi macam apa ini? Bau-baunya kenapa kayak ada yang kebakar?" seloroh Jordi seraya memutar tubuhnya menghadap Ryu. Lalu satu sudut bibirnya terangkat tipis. "Jangan-jangan... Bos cemburu nih," goda Jordi.

Sorot mata Ryu bergeser samar, seolah baru menyadari sesuatu.

"Jangan overthinking," tukas Ryu. "Kemasi barang-barang sana!" titahnya tegas.

Jordi malah bersandar santai. "Apa yang mau dikemas, Bos? Emang kita ke sini bawa apa? Bos 'kan jemput istri dengan tangan kosong. Di mana wibawa Bos sebagai suami dan CEO?" celetuk Jordi tanpa dosa, menyesap kopinya perlahan.

JLEB!!

Seketika jantung Ryu bagai dihantam batu besar. Apa yang dikatakan Jordi seratus persen benar. Ia datang menjemput istrinya tanpa membawa apa pun.

Meski sebelumnya ia tidak ingat kalau Seroja adalah istrinya, tapi ia tahu pasti kalau dirinya diminta menjemput wanita yang dijodohkan dengannya. Seharusnya ada cendera mata yang dibawa, bukan?

Ryu menumpukan kedua sikunya di meja, lalu menutup wajahnya. Ini adalah hal paling memalukan dalam sejarah hidupnya.

Dan Jordi?

"Hm... kopi buatan kampung memang beda," gumamnya setelah menghirup kopinya dengan mata setengah terpejam, seolah barusan tidak mengatakan apa pun yang menghantam telak harga diri Ryu.

PLAK!

"Aduh!"

Jordi spontan mengusap kepalanya yang baru saja dipukul Ryu.

"Bos!" protesnya. "Kenapa kepalaku digeplak? Ini aset paling berharga dan krusial, tahu," gerundel Jordi.

"Ini salahmu," tukas Ryu.

"Hah?!" Jordi melongo. "Kok aku sih, Bos? Salahku apa? Di mana? Halaman berapa?" tanyanya bingung.

Pemuda itu mencoba membuka lembar demi lembar memori otaknya, tapi tak menemukan letak salahnya.

"Kamu nggak ngingetin aku bawa oleh-oleh," jelas Ryu kesal.

"Lah... mana diriku tahu kalau Bos mau menjemput nyonya? Emang Bos ngasih tahu aku?" bela Jordi.

"Bahkan aku udah nanya berulang kali, mau apa kita ke sini. Tapi Bos gak mau bilang juga. Malah aku dibilang berisik, cerewet, dan ujung-ujungnya disuruh diem," balas Jordi tak mau disalahkan.

Ryu mendengus frustrasi. "Nggak usah banyak bacot," sergah Ryu. "Mending cariin solusi."

"Nah 'kan." Jordi memutar bola matanya malas. "Endingnya aku juga yang repot. Makanya jangan suka main rahasia-rahasiaan, Bos,"

Jordi bersungut-sungut. "Kalau sudah begini, 'kan kita berdua yang ribet. Dan yang paling banyak ya aku."

Ryu menatapnya tajam. Bahu Jordi langsung merosot.

"Iya... iya. Aku diem," ucap Jordi pasrah.

 

Di kamar Seroja, gadis itu mulai mengepak barang-barangnya dibantu Bu Dhe.

Seroja berhenti melipat pakaian. Matanya tertuju pada wanita yang setia mengenakan pakaian adat Jawa itu. Ia sudah menganggap Bu Dhe seperti ibu kandungnya sendiri. Sejak dulu, bahkan sebelum orang tuanya meninggal, Bu Dhe selalu memperlakukannya seperti putrinya sendiri.

"Bu Dhe," panggilnya pelan.

Bu Dhe mengangkat wajahnya. "Ya?"

Seroja membasahi bibirnya sebelum akhirnya bicara. "Aku dan dia...Kami menikah waktu masih kecil. Aku bahkan tidak mengingatnya."

Seroja menundukkan wajah, jemarinya meremas ujung bajunya sendiri.

"Apa kami masih sah sebagai suami istri?" tanyanya diselimuti ragu.

 

...🔸🔸🔸...

..."Kadang takdir datang bukan lewat cinta yang diingat, melainkan lewat janji lama yang tak pernah benar-benar hilang."...

..."Mereka menikah saat terlalu kecil untuk memahami arti bersama, tapi takdir tetap mempertemukan mereka saat dewasa."...

..."Yang paling membingungkan bukanlah menikah dengan orang asing, melainkan mengetahui bahwa orang asing itu ternyata suamimu sendiri."...

..."Doa untuk yang telah pergi bisa dikirim dari mana saja, tapi hati yang ditakdirkan bersama pada akhirnya akan saling menemukan."...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Fadillah Ahmad
Masih! Aku masih di sini! 😁😁😁
Sugiharti Rusli
wah akhirnya nama Toni kesebut sama Seroja, siapa yah dia itu sebenarnya yang sudah membuat Ryu curiga dan cemburu pada Seroja,,,
Sugiharti Rusli
wah ternyata Seroja bisa mengendarai motor sport juga dia, karena lebih nyaman kalo saat macet daripada pakai mobil,,,
Sugiharti Rusli
yah begitu deh pada akhirnya si Ryu harus menenangkan aset masa depannya setelah bersentuhan secara ga sadar dari Seroja yah🤭🤭🤭
Sugiharti Rusli
meski Seroja bilang ga masalah, tapi pada akhirnya dia malah menyentuh tubuh si Ryu yang bertelanjang dada karena ga sadar😁
Sugiharti Rusli
wah akhirnya mereka tidur dalam ranjang yang sama yah, meski ada kecanggungan sih karena Ryu terbiasa ga pakai baju saat tidur
Fadillah Ahmad
Makanya, cari dong ke jelasannya Ryu! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Aku juga nggk tau Ryu! mending, kamu menyuruh orang deh, untuk menyelidiki latar belakang istrimu itu! termasul siapa saja Pria yang menyukai istrimu itu! 😁😁😁

Perasaan, Cuma Rayyan Nugroho saja deh yang punya inisiatif menyuruh Anak buahnya untuk menyelidiki Seseorang! Kamu kenspa nggk punya insuatif itu Ryu? Kenspa? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Dia juga termasuk saingan kamu juga tuh Ryu! hati-hati loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Potong saja Gajinya Ryu! potong saja gajinya 50% biar kapok dia! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah... Nggk bisa di biarkan ini! Si Evan itu. harus cepat di singkirkan! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Jawab saja lah Jordi! jangan sampsi kamu di hukum lembur loh, kayak Rayyan menghukum Andi, karena Ke ceplosan mulu! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah-wah... Sudah mulai Cemburu nih, bau-baunya? 😁😁😁🙏 hati-hati loh Ryu! enrar jadi bucin akut loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Sepertinya, Kak Nana Sengaja nih ya? bikin pembaca kesal? Kok kakak gitu sih? Kakak twga sama kami, para Pembaca? 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kau itu menggangu saja sih, Tony! apa sih maumu 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Ah! kamu sij! kelamaan! 🤬🤬🤬 banyak kali pertimbangannya sih! 🤬🤬🤬 Kan. jadi mati tu telepon kan! dan Seroja sudah keluar dari Kamar mandi tuh! 🤬🤬🤬 kelamaab sih! 🤬🤬🤬
abimasta
waahh keren Seroja,makin cinta dah si ryu
Fadillah Ahmad
Ryu bimbang, ingin menjawabnya atsu tidsk! 😁😁😁 Dan dia sedang berperang dalam pikirannya sendiri! apakah dia akan mengikuti kata Setan di kepalanya? atau, mengikuti kata malaikat di kepalanya? 🤔🤔🤔 mari kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini? apakah Setan yang akan menang? arau ksh malaikat yamg akan menamg? 🤔🤔🤔 entahlah! 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Yaaa Wajarpah! wajar sekali! justru aneh, kalau kamu nggk cemburu melihat ada seorang pria yang menghubungi istrimu, sangat aneh aku melihatbya Ryu! masa Suaminya sendiri nggk ada rasa cemburu sama sekali sih sama istrinya sendiri! 😁😁😁
Anitha Ramto
wow kereeen Seroja selain pinter dalam ilmu kedokteran dan Dukun Beranank ia juga jago naik Motor Sport,dan yang paling mengejutkan saat Ryuh bertanya siapa yang ngakarin kamu naik motor Sport?
Tony!...
langsung mandidih tuh Ryuh denger nama Tony, wkwkwkwk kamu cemburu Ryuh...
jangan salah paham dulu ya Ryuh,nanti denger penjelasan dulu dari Istrimu😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!