NovelToon NovelToon
Pura-Pura Jadi Cewek

Pura-Pura Jadi Cewek

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Asmara / Orisinil / Komedi / Slice of Life
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Willy Tjokro anak dari owner TV swasta nekad berubah wujud jadi perempuan. Targetnya mendekati Summer Lidya, gadis incaran sejak masa SMA yang menolaknya mentah-mentah karena phobia laki-laki.

Definisi jodoh nggak kemana, mereka ditakdirkan berkuliah di satu kampus dan jurusan yang sama. Hal yang menjadi celah bagi Willy mendekati Summer lagi.

Namun, kali ini berbeda, bukan sebagai pria, tapi bestie cewek jadi-jadian yang mengerti isi hati Summer.

Akankah penyamaran Willy berhasil?

Story by Instragram & Tiktok @penulis_rain

Cover Ilustrasi by ig @iyaa_laa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Bersamaan dengan Willy yang tengah bicara serius dengan Gio, Summer tiba di kampus dengan raut wajah seperti biasanya. Tidak banyak senyum, atau bahkan menyapa siapapun terlebih mahasiswa yang kadang mencoba menyapanya.

Summer melangkah pelan menyusuri jalan menuju gedung fakultasnya. Tas tersampir di satu bahu, rambutnya masih sedikit lembap. Wajahnya tenang, seperti hari-hari sebelumnya.

Tapi jika diperhatikan lebih dekat, ada satu hal yang berbeda. Sudut bibirnya beberapa kali terangkat tipis, samar lalu menghilang lagi. Summer menghela napas pelan, mencoba menahan sesuatu yang terus muncul di kepalanya.

“Kenapa jadi kayak gini,” batin Summer.

Wajahnya memang tenang, langkahnya juga stabil, tapi pikirannya berisik dan kadang seperti mengajaknya untuk tertawa lepas seperti kemarin.

“Ya ampun…” gumamnya pelan.

Bayangan kemarin kembali muncul begitu saja.

Willa yang heboh karena kesiangan, kaosnya yang terbalik dengan gambar bebek kuning yang mencolok.

Kaos kaki beda warna.

Dan ekspresi panik yang… jujur saja, sulit dilupakan.

Summer menunduk sedikit, menekan bibirnya agar tidak tersenyum lagi.

“Kenapa sih dia bisa sekacau itu… padahal waktu pertama kenal, dia itu lumayan tenang. Tapi, kenapa sekarang?” gumamnya pelan penuh tanya, saat memikirkan keadaan Willa yang berbeda dari sejak pertama kenal.

Kemarin Willa benar-benar lucu dan bahkan berbeda dari kebiasaan sebelumnya. Namun alih-alih merasa aneh atau risih, justru ada perasaan lain yang muncul. Perasaan hangat yang dulu sudah hilang karena banyaknya rasa takut, perasan ringan karena sekarang sudah jauh lebih tenang, dan perasaan lebih hidup.

“Dia kemarin konyol banget,  tapi emang lucu banget sih kalau dia lagi dalam keadaan chaos,” lanjutnya tanpa sadar disertai kekehan kecil.

Ia masih ingat jelas bagaimana Willa mati-matian berusaha terlihat normal, padahal kondisinya jauh dari kata itu. Cara dia ngomel, cara dia panik. Cara dia tetap ngotot meski jelas-jelas salah.

Dan yang paling diingat Summer adalah reaksi Willa saat sadar semuanya.

Summer sampai harus menahan tawa berkali-kali. Bahkan saat akhirnya ia tidak bisa menahan lagi, rasanya seperti ada sesuatu yang lepas begitu saja.

Sudah lama ia tidak tertawa sebebas itu di depan orang lain.

“Dia aneh… tapi gak nyebelin,” gumamnya lagi. Tanpa sadar, senyum tipis kembali muncul di wajahnya.

Namun pikirannya terpotong saat sebuah suara memanggilnya dari samping.

“Summer.”

Summer menoleh pelan saat suara itu memanggilnya. Seorang mahasiswi berdiri tidak jauh darinya. Wajahnya cukup familiar, gadis itu satu fakultas dengannya bahkan satu kelas. Mereka pernah beberapa kali berpapasan. Bahkan sempat satu meja di kantin, walau tidak lama dan tidak begitu banyak mengobrol.

“Oh, hai,” balas Summer singkat.

“Pagi,” sahut gadis itu. Ia tersenyum kecil, lalu melirik wajah Summer dengan tatapan penasaran.

“Pagi juga.”

“Baru datang ya?”

“Iya.”

“Tumben lo keliatan… beda,” lanjutnya hati-hati.

Summer mengernyit. “Beda gimana?”

“Kayak… lebih santai,” jawabnya. “Tadi gue liat lo senyum-senyum sendiri. Ada apaan tuh?” Summer terdiam sepersekian detik. Refleks, ia mengalihkan pandangan.

“Gak juga,” jawabnya singkat.

“Yakin? Kaya yang lagi inget apaan gitu.”

“Gak ada kok, gue biasa aja dari tadi.”

Gadis itu tidak langsung percaya, tapi ia tidak memaksa summer untuk cerita. Ia hanya mengangguk pelan, lalu mengubah topik.

“Eh, by the way,” ucapnya, “gue mau nanya sesuatu.”

Summer kembali menoleh. “Apa?”

“Di sekitar kost lo… masih ada kamar kosong gak? Kalau gak salah denger, Lo juga ngekost kan ya?”

Pertanyaan itu membuat Summer sedikit terdiam. Ia mencoba mengingat, apakah ada yang kosong atau tidak. Ia juga mencoba mencari jawaban sendiri dari gadis didepannya, yang mungkin saja tidak serius.

“Kenapa gitu?” tanyanya balik.

Gadis yang bernama Giana itu tampak menghela napas kecil.

“Gue lagi nyari kost baru. Yang sekarang… agak jauh dari kampus. Capek bolak-balik. Kalau pertama sih iya aman-aman aja, lagian uang jajan juga aman dari ortu. Tapi sekarang, rasanya sayang banget ah kalau duitnya gue pake buat bayar angkot atau sekedar ongkos. Mending ditabung buat praktik atau ada hal lain gak sih.”

Summer mengangguk pelan, mencerna setiap ucapan Giana.

“Eh sorry, gue malah curhat soal gak penting ya sama lo.”

“Nggak kok, aman aja,” jawab Summer sambil ia ingat sesuatu.

“Tadi gue cuma nginget-nginget aja, ko Lo tanya kost yang deket sama gue. Dan gue baru inget, lo yang rumahnya di luar kota itu kan?”

Gadis itu terlihat sedikit kaget. “hehe, lo masih inget ternyata.”

“Tadi sih lupa, cuma keburu inget lagi sekarang,” jawab Summer disertai senyuman canggung, tapi berusaha terlihat santai. “Lagian kan, belum lama juga lo cerita pas perkenalan di kantin waktu itu?”

“Ah iya, iya,” Giana itu mengangguk cepat.

“Gue kira lo gak inget.”

“Sempet lupa sih,” kekeh Summer.

“Nah terus gimana? Ada gak yang gue tanyain tadi?”

Summer tidak langsung menanggapi. Ia justru kembali berpikir. Beberapa detik ia diam dan mencoba mengingat kondisi sekitar kostnya.

Ada beberapa kost di sana. Tapi yang satu area dengan dirinya… tidak banyak yang sering kosong.

“Hmm…” gumamnya pelan.

“Gimana? Ada?” tanya gadis itu, berharap.

“Gue gak yakin sih,” jawab Summer jujur. “Tapi… kayaknya kalau gak salah, ada satu deh. Kamarnya paling ujung banget.”

“Serius?”

Summer mengangguk kecil. “Dulu sih kosong ya di situ. Tapi gue gak tau sekarang udah keisi atau belum, soalnya kan letaknya di ujung banget.”

“Dimana posisinya? Maksud gue di ujung mana, masih satu lingkungan sama lo kan?” tanya gadis itu cepat.

“Masih satu lingkungan kok. Dan kalau gak salah, kamarnya yang kosong itu di lantai dua. Barisan kamar gue, tapi dia letaknya di ujung banget,” jawab Summer.

Ia berhenti sebentar, lalu menambahkan,

“Nomornya… kalau gak salah 213.”

Giana itu langsung mengangguk-angguk.

“Kira-kira, sekarang masih kosong gak ya?” gumamnya sendiri, namun bisa didengar jelas oleh Summer.

Summer mengangkat bahu. “Gue gak ngecek, tapi kalau Lo mau… tar gue tanyain. Kalau gak, biar Willa aja yang tanya.”

“Willa? Siapa dia?”

“Temen satu kost gue,” jawab Summer santai.

Giana terlihat berpikir cepat. Lalu matanya kembali ke Summer.

“Nanti gue ikut ke kost lo boleh? Buat liat-liat kamar kost yang lo bilang,” ucapnya hati-hati.

Summer terdiam sebentar. Ia bukan tipe yang gampang ngajak orang ke area pribadinya. Bahkan sekadar kenalan pun, ia jarang membuka ruang.

Tapi kali ini…

“Ya udah,” jawabnya akhirnya. “Nanti aja habis kelas.”

Wajah gadis itu langsung cerah. “Serius? Makasih banget, Summer.”

“Iya.”

“Gue bener-bener lagi butuh sih,” lanjutnya. “Kalau dapet yang deket kampus, enak banget.”

Summer hanya mengangguk kecil.

Percakapan itu berhenti sampai di situ. Gadis itu pamit lebih dulu. Namun saat melewati taman yang bersebrangan dengan fakultasnya, ia melihat dua orang pria duduk di bangku taman. Tiba-tiba, Summer merasakan ada sesuatu yang aneh tapi familiar.

“Tunggu, kenapa rasanya ada yang aneh?”

1
SANG
Lucu, lucu habis💪👍
hyungnimsoo
udahh Mer jgn jutek2 lg🤭
Fitri Pujianti
Ini mba Summer ga ada kpikiran balas dendam sma bapak kah tor
Yerim Naira
Duh mana bapaknya! udah bkin anak gadisnya trauma😒
Nurani Putri
😒 Untung ngga tinggal lg sma bapaknya
Sandriyanah
😒😒 bokapnya ngeselin bgt
SuryaNingsih
Hmm sedih bgt pasti jd summer, wajar aja dy jd tkt sma laki
Rosalina Ayyaee
Kayanya sumber ketakutan Summer dy anak broken home ya
Rain: Iyapp
total 1 replies
Wulandarry
alasan dia trauma krn bokapnya toh yg kdrt😒
ainnuriyati
Ya ampun galak bgt bapaknya Summer😒 ngeselin pantes aj mbak summernya trauma ama laki
Hardy Greez
Dia itu ada trauma krn ortunya
Hardy Greez
bisa ktawa lepas cuma dgn si willy eh willa
hyungnimsoo
iya Summer trbukq nya sma Willa ya🤣
Fitri Pujianti
hmm berkaitan sma,apa ya😒 kluarga?
Yerim Naira
Haduhh smg cpt ilang traumanya summer ya
Nurani Putri
Kasian ya hidupnya mba summer ini prnuh cobaan bgt udh ma tmen nya jadi2an
SuryaNingsih
Ini pasti si Summer tu ada trauma gitu brkaitan dgn masalalu
Rosalina Ayyaee
setakut kah itu, ksian jdnya liat summer ini
Wulandarry
Ini Summer tu cuma pendiem tp krn muka nya jutek jd pada salah arti ya?🤣
ainnuriyati
knapa ya😒 apa dy prnah di pukul wktu petir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!