NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:604.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Di rumah, suasana jauh lebih hangat. Azalea duduk di halaman belakang bersama Elora. Tanah gembur di bawah pohon mangga menjadi “dapur” mereka hari itu. Elora mengenakan topi kecil, tangannya penuh tanah, wajahnya berseri-seri.

“Mommy, ini kuenya sudah jadi!” Elora menyodorkan gumpalan tanah yang dibentuk bulat.

Azalea tertawa kecil. “Wah, kue cokelat spesial.”

“Aku jual seratus ribu aja,” kata Elora serius.

“Apa harganya tidak kemahalan? Seratus ribu,” tanya Azalea menahan tawa.

“Hmmm, kalau begitu harganya sepuluh ribu,” balas Elora setelah berpikir lama. Itu harga dia beli es krim ukuran kecil.

Azalea pura-pura membuka dompet imajiner. “Murah sekali. Mommy beli dua.”

Keduanya tertawa bersama. Tawa yang ringan dan lepas. Menghapus sisa ketegangan malam sebelumnya.

Azalea menepuk-nepuk tangan Elora pelan. “Nanti habis ini kita cuci tangan, ya.”

“Oke, Mommy!” jawab Elora patuh.

Kebahagiaan kecil itu tak pernah luput dari pandangan dingin. Wanita paruh baya itu berdiri dengan ekspresi wajah kesal.

“Apa-apaan ini?!” suara Mami Elsa terdengar tajam dari teras belakang.

Azalea menoleh. “Ada apa, Nyonya?”

Mami Elsa melangkah mendekat, wajahnya penuh ketidaksenangan. “Lihat tangan Elora! Kotor semua!”

Elora refleks menyembunyikan tangannya ke belakang, matanya membulat ketakutan.

“Kamu mengajarkan hal jorok pada anak!” bentak Mami Elsa. “Main tanah? Kamu tahu berapa banyak kuman dan bakteri di sana? Anak kecil bisa sakit!”

Azalea bangkit berdiri perlahan, lalu berjongkok di hadapan Elora. Ia meraih tangan kecil itu dengan lembut.

“Tidak apa-apa, Sayang,” ucapnya menenangkan. “Tanahnya tidak masuk mulut, kan?”

Elora menggeleng.

Azalea lalu menoleh ke Mami Elsa. Wajahnya tetap tenang, suaranya rendah, namun tegas. “Bermain tanah bukan hal yang salah, Nyonya.”

Mami Elsa mendengus. “Kamu ini selalu saja membantah ucapan ku. Anak-anak harus bersih. Steril!”

Azalea tersenyum kecil. “Anak-anak perlu bersih, iya. Tapi mereka juga perlu bermain.”

Wanita berjilbab itu berhenti sejenak, memastikan Elora mendengarkan dengan tenang. “Tidak semua yang kotor itu berbahaya,” lanjut Azalea.

“Dan tidak semua yang bersih itu menyehatkan.”

Mami Elsa terdiam, tetapi tatapnya tajam dan rahangnya mengeras.

“Selama kita mengajarkan cuci tangan setelah bermain, menjaga kebersihan, dan tidak memasukkan tanah ke mulut,” sambung Azalea lembut, “bermain seperti ini justru melatih imajinasi, keberanian, dan kebahagiaan anak.”

Azalea menggenggam tangan Elora lebih erat. “Dan anak yang bahagia biasanya lebih jarang sakit.”

Mami Elsa membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Tak ada kata yang langsung bisa ia sanggah tanpa terlihat berlebihan.

Azalea menunduk ke Elora. “Sekarang kita cuci tangan, ya.”

Elora mengangguk, lalu tersenyum kecil.

Saat mereka berjalan menuju keran, Mami Elsa berdiri terpaku di tempatnya. Wanita paruh baya itu kehabisan kata-kata.

Di halaman belakang itu, di bawah langit cerah dan tanah yang sederhana, Azalea kembali membuktikan satu hal, bahwa mendidik anak bukan tentang melarang segalanya demi ketakutan, melainkan mengajarkan cara hidup dengan seimbang, aman, dan penuh cinta.

Tanpa disadari siapa pun, di kantor dan di rumah, Enzo dan Azalea sedang berjalan di jalur yang sama. Belajar menahan amarah. Belajar memahami. Belajar menjadi orang tua dengan hati.

***

Pintu depan terbuka, dan Enzo melangkah masuk dengan beberapa kantong di tangannya. Wajahnya masih menyimpan sisa kelelahan sehabis pulang kerja, tetapi sorot matanya lembut, tidak dingin dan kaku.

“Daddy pulang,” ucap Enzo pelan.

Erza dan Elora yang sedang duduk di karpet langsung menoleh. Elora refleks berdiri, tapi langkahnya terhenti sejenak, masih ada sisa takut dari kejadian semalam.

“Harusnya mengucapkan assalamualaikum, Daddy,” ucap Erza mengingatkan.

“Assalammualaikum," ucap Enzo tersenyum malu.

Azalea yang duduk tidak jauh dari kedua anak itu pun ikut menoleh.

Enzo berjongkok, meletakkan kantong-kantong itu di lantai. Ia mengeluarkan sebuah boneka beruang kecil berwarna cokelat, lalu dua buku cerita anak dengan sampul cerah. Terakhir, ia mengangkat satu kantong plastik dingin.

“Ini buat kalian,” kata Enzo lirih.

Mata Elora membulat. “Boneka beruang,” bisiknya.

“Dan buku cerita,” sambung Enzo, lalu tersenyum kecil. “Sama es krim.”

“Asyik!” Erza bersorak kecil, tapi Elora masih ragu. Ia melirik Azalea, mencari isyarat aman.

Azalea mengangguk pelan, tersenyum lembut. Elora melangkah maju perlahan. Enzo membuka kedua tangannya.

“Papa minta maaf,” ucap Enzo dengan suara yang jujur dan rendah. “Semalam Daddy marah berlebihan. Daddy salah.”

Elora menunduk. Jemarinya memainkan ujung bajunya. “Aku … aku juga minta maaf, Daddy” katanya pelan, hampir tak terdengar. “Aku enggak akan pegang barang Daddy lagi. Kalau Daddy kerja.”

Enzo menutup mata sejenak. Lalu ia menarik Elora ke dalam pelukannya. “Terima kasih,” bisiknya. “Daddy janji… Daddy akan lebih sabar.”

Erza ikut mendekat dan memeluk mereka berdua.

Pemandangan itu membuat dada Azalea menghangat. Matanya berkaca-kaca. Ia menahan napas, tidak ingin mengganggu momen itu. “Inilah yang seharusnya kalian lakukan,” batinnya. Bukan teriakan yang membuat rasa takut, tetapi pelukan hangat yang menenangkan.

Beberapa menit kemudian, mereka duduk bersama di ruang keluarga. Es krim dibagikan. Elora memegang sendok kecil, matanya berbinar.

“Mommy dulu,” katanya sambil menyuapi Azalea.

Azalea terkejut, tapi tersenyum dan menerima suapan itu. “Terima kasih.”

“Sekarang Daddy,” lanjut Elora, menyodorkan sendok yang sama ke Enzo.

Gerakan kecil itu membuat udara di antara orang dewasa mendadak canggung. Azalea dan Enzo saling berpandangan sepersekian detik. Bagi orang dewasa, itu terasa seperti batas yang samar, cium tidak langsung, sesuatu yang terlalu intim untuk dipikirkan.

Namun, Elora tersenyum polos, menunggu.

Enzo mengalah. Ia menunduk dan menerima suapan itu. “Enak,” katanya singkat.

Elora tertawa senang. “Ternyata Daddy suka es krim juga!”

Azalea menahan senyum, menepis rasa kikuk. Ia tahu jika ditolak, Elora bisa sedih. Dan malam ini, mereka semua sedang belajar tentang kehangatan, bukan batasan yang kaku.

Tak lama kemudian, Erza berdiri. “Mommy, aku mau sosis bakar.”

“Sekarang?” Azalea tertawa kecil.

“Iya. Sedikit aja.”

“Baik,” jawab Azalea sambil bangkit. “Mommy ambil alat bakarnya dulu.”

Azalea melangkah ke tempat penyimpanan barang di sudut ruang dekat dapur. Rak besi tinggi berisi panci, wajan, dan peralatan lama. Azalea berjinjit, meraih alat pembakar yang terselip di rak atas.

Pada saat yang sama, Enzo berjalan ke arah dapur.

“Azalea—”

1
Susma Wati
untuk kali ini enzo tidak terjebak akan permainan karmila, enzo mendapatkan kebenaran akan apa yang terjadi pada jasmine adalah permainan karmila dan dia teramat menyesal, tapi dengan apa yang menimpa azelea yang di fitnah terkuak sudah kejahatan karmila yang tidak dapat di maafkan oleh enzo dan mama elsa, tapi bagaimana dengan azelea jika tahu kakaknya meninggal karena fitnah karmila dan ketidak percaya an enzo terhadap jasmine yang membuat dia bersedih dan meninggal?
Ita rahmawati
huh dasar Enzo 😏
gimana kalo azalea tau ceritanya,,tp gpp sih azalea kan bijaksana pasti gpp sambil tersenyum menyejukkan 😂
SasSya
💔💔💔💔💔💔😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sakit hati rasanya
remuk redam
Jasmine 🫂🫂🫂🫂
entahlah!!!
Enzo pantas menyesali semua
tapi ingat!!!
jangan berlarut2 meratapi masa lalu!!!!!
jangan mengulang!
kasih kabar istri di rumah!!!
Azalea khawatir itu
ah!!!!
entahlah!!!!
zo Enzo!!!
tragis sekali nasib Jasmine 🫂🫂🫂🫂😭😭
Ita rahmawati
lah berarti Enzo blm tau kalo itu permainan karmilot tp kok dia slalu minta maaf kalo inget Jasmine apa ada hal lain 🤔
Yuliana Tunru
fitnah mmg kejam dan harapan q.karma karmila lbh kejam dr kematian 😡
SasSya
sebenarnya ini yg ku tunggu....
pembersihan nama Jasmine
akhirnya semua terbuka dengan sejelas-jelasnya
mama
noh kan bner,enzo baru tau soal jasmine yg difitnah.,brrti km ooon pak enzoo🤣sekian lama bertahun tahun baru tau km🤭
Gadis misterius
Akhirnya kau menyesal kan enzo mknya jngn main tuduh selidiki dan pahami dngn pikiran hati yg tenang apa lagi dirimu orang yg pnya kuasa tp sdhlah smua sdh masa lalu sekrang jngn ulangi lagi
Ida Sriwidodo
Huft!
Bodo klp Enzo mengulanginya ke Azalea meski dengan dalih penyesalan!
Tapi.. gimana reaksi Azalea jika tau apa yang terjadi sama kk nya sebelum akhirnya meninggoy? 🤔🤔
Rahma Inayah
dan pada. akhirnya Enzo hidup dlm penyesalan dan menghukum drnya sendri dlm kesunyian dan kegelapan dlm hidupnya hingga terang kmbli stlh bertmu dgn lea yg menerangi hidup nya dan juga ank2 nya
Kar Genjreng
makanya dirimu tidak bisa mengendalikan Emosi nya coba meranty jadi TKW dan di nikahin olehmu wanita baik ,,,setelah pergi baru menyesal dan datang terlambat penyesalan mue,,, Jasmine ahirnya mati sia sia di karena kan ulah si pELaKoR dan si bodoh Enzo percaya ya sudah cuco,,,
Kar Genjreng
dan sekarang apa akan kamu ulang kejadian beberapa tahun lalu,,, kenapa ga jawab telf Azalea apa mau terjadi lagi terhadap istri mu Enzo,,,, sekarang sudah jelas kan bukan perbuatan Istri mu,,,jangan sampai terulang lagi Istri mu sedang gelisah saat ini cepat lah pulang,,,Enzo kalau tidak mau terulang kembali,,,
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kalau sudah tiada baru terasa
bahwa kehadirannya sungguh berharga
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Tragis sekali nasib Jasmine,difitnah sampai meninggal😥😥😥
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Kasihan Jasmine jadi korban si Karmila😥😥
Ida Sriwidodo
Wahh.. jan sampe rasa bersalah Enzo ke Jasmine bikin sikap Enzo ke Azalea berubah karena penyesalan karena rasa bersalah apalagi ketika orangnya udah ngga ada akan dibawa seumur hidup
Jan sampe karena penyesalan Enzo jadi mengabaikan Azalea 😱😱🤔🤔😬😬
Mundri Astuti
berarti dulu Enzo masih oon yak...
Gadis misterius
jngn disesali iya enzo smuanya sdh terjadi dan sdh berlalu yg pnting drimu tau klu jasmine prempuan baik2 sekrang waktunya mnjga azelea dan bahagiakan dia krn klu azelea bahagia insya Allah jamine juga ikut bahagia
Yuliana Tunru
makin lah marah dan murka enzo saat tau kamila yg fitnah jasmine dukunhingga meragukan kesetiaan jasmine hingga akhir hayat x beri hukuman ug indah enzo
Sugiharti Rusli
entah diimingi apa yah si Rendi selama ini dari si Karmila, apa dia hanya disuruh jadi mata" nya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!