NovelToon NovelToon
Di Kira Mandul Ternyata ...

Di Kira Mandul Ternyata ...

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:951
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Menerima laki-laki yang di kenalkan oleh sosok yang bernama Ayah itu seperti membuka pintu derita bagi Maura. Apakah Maura menderita karena perlakuan sang laki-laki atau perasaan bersalah pada keluarganya....
Yuk lanjut episode baru cerita aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebanggaan

Kehidupan tetap terus berjalan. Maura tetap bekerja seperti biasa. Maura pun telah menceritakan semuanya pada sahabatnya Tasya. Tasya bersyukur Maura bisa terlepas dari kepalsuan pernikahannya. Liburan akhir tahun mereka berdua berencana pergi ke suatu tempat untuk merayakan kebebasan Maura.

"Pokoknya kali ini kita hepi-hepi." Tasya..

"Lu fikir kemarin-kemarin kita ngga hepi." Maura.

"Hepi dong,,, tapi kali ini lebih hepi lagi." Tasya.

Mereka berdua pun kembali bekerja setelah menikmati makan siang dan berbincang mengenai liburan nanti. Keduanya sudah memutuskan akan pergi kemana dan sudah memesan tiket pulang pergi dan juga booking hotel untuk mereka berdua menginap.

Mereka hanya tinggal menyelesaikan pekerjaan dalam beberapa hari lagi sebelum liburan akhir tahun. Walaupun hanya beberapa hari saja tapi cukup untuk mereka berdua nikmati.

Sesampainya di rumah Maura menyampaikan rencananya untuk pergi berlibur. Ayah ibu dan adiknya setuju karena mereka melihat Maura sedikit tidak baik-baik saja setelah perceraiannya dengan Aska.

Pak Budi memutuskan untuk berjualan Bakmi di depan rumah mereka. Memanfaatkan halaman depan yang cukup luas. Pak Budi pun merelakan mobilnya untuk modal usahanya. Bu Tias, Maura dan Maulida setuju dan mereka pun tak segan membantu Ayah dan Ibu nya. Pak Budi menggunakan resep turun temurun keluarganya dalam membuat Bakmi.

Nenek kakek Pak Budi memang penjual Bakmi terkenal di daerahnya. Hanya saja orang tua Pak Budi tidak melanjutkan karna bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar. Dan kini Pak Budi akan melanjutkan cerita Bakmi leluhurnya.

"Mas, Mas yakin akan berjualan?" Ibu Tias.

"Iya Dek. Apa kamu keberatan?" Pak Budi.

"Tentu ngga Mas. Aku malah senang, dengan begitu Mas akan selalu ada di deket Aku. Tapi aku khawatir Mas kelelahan nanti." Ibu Tias.

"Lelah itu sudah pasti Dek. Tapi, selama ada kamu dan anak-anak Mas akan terus bersemangat. Kamu ngga malu kan suami kan ini jadi tukang Bakmi?" Pak Budi.

"Aku bangga Mas. Mas akan selalu menjadi kebanggaan aku dan anak-anak." Ibu Tias.

Seperti itulah Pak Budi dan Bu Tias yang masih selalu terlihat romantis dan saling menghargai. Bukan Bu Tias tak bisa membantu Pak Budi berjualan hanya saja cita rasa yang di hasilkan akan sangat berbeda. Jadi, Pak Budi tak membiarkan Bu Tias membantunya membuat Bakmi.

"Kak, kakak jadi liburan sama Kak Tasya?" Tanya Maulida saat melihat Maura berjalan ke arah nya yang tengah asik menonton televisi.

"Jadi dong. Adek mau ikut ngga?" Ajak Maura.

"Ngga ah. Adek mau persiapan sidang proposal." Maulida.

"Eh, udah mau sidang aja. Jadi wisuda bulan Maret?" Maura.

"Mudah-mudahan bisa bulan April Kak." Maulida.

"Aamiin... Adek kakak yang pinter ini pasti bisa dong." Maura.

"Kak, jangan lupa ya oleh-olehnya. Nanti adek list deh apa aja hehehe.." Maulida.

"Itu mah bukan oleh-oleh namanya jastip." Maura.

"Kakak Adek... Kalian belum makan?" Tanya Bu Tias.

"Udah kok Bu. Kakak nih yang belum." Tunjuk Maulida.

"Eh, iya Bu. Ini mau makan kok. Ibu sama Ayah memang udah makan?" Maura.

"Ayah sama Ibu makan di tempat Tante Hana tadi. Kok Adek ngga barengan sama Kakak makannya?" Tanya Bu Tias.

"Kakak lama Bu mandinya adek udah kelaparan." Maulida.

"Dasar kamu. Ya udah ayo Kakak makan. Jangan di biasain telat makan loh." Bu Tias.

"Iya Ibu ku sayang. Ayah mana Bu?" Tanya Maura lagi.

"Ke tempat Pak Galuh itu mau minta di buatin warung di depan itu." Bu Tias.

"Ayah jadi jualan Bu?" Maura.

"Jadi. Kalian ngga keberatan kan?" Bu Tias.

"Ngga dong."

"Ngga Bu."

Lanjut ini lanjut...

1
fenita
ingat doa orang yg di zalimi bakal kena azab .aska tunggu aja kehancuran usaha lu
disney
omongan tasya bisa jadi nyata hehehe
disney
aska tolol jgn menyesal suatu saat nanti
disney
pasti perbuatan aska nih
disney
adiknya maura pernah melihat aska dgn ceweknya..hufft
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!