NovelToon NovelToon
Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Presdir Tampan Milik Gadis Mungil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: khotimah04

hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.

yuk mulai baca biar gak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09. diakan kesayangan ku

" tolong usir mereka sayang mas ingin muntah melihat mereka " ucap Alvaro manja kepada delisa yang masih dalam pelukannya,

" kak Alvaro kok gitu sih aku kesini untuk bantu delisa pilih gaun aja " ucap Melisa manja yang dibuat buat.

" iya nak varo,tolong hargai kami yang berniat membantu" ucap paman delisa dengan wajah angkuhnya,

Delisa menatap mereka tajam ia amat tau kalau saat ini tujuan pamannya bukan membantu tapi menjebak Alvaro ke publik agar para wartawan maupun orang-orang yang mengenal mereka salah paham.

" tidak perlu paman, saya dan CALON SUAMI saya bisa memilih sendiri" ucap delisa tegas,

Delisa melirik keluar butik dimana ada mata mata yang mengintai mereka dan dibuat sengaja mengambil foto Alvaro dan Melisa,

" sudah dengarkan jadi, segeralah pergi dari sini " ucap Alvaro dingin ia benar benar muak dengan kedua manusia yang tidak tau diri itu,

Paman dan Melisa merasa dirinya dihina dan di pemalu lalu Melisa segera berganti pakainya dan pergi dari butik bersama papanya.

" huhh akhirnya" ucap Alvaro lega dia benar-benar muak dengan Dua manusia yang tidak tau diri itu,

" delisa kamu sudah datang " ucap Tante Diana mama bunga dan juga sahabat baik mama Alvaro,

Delisa yang mendengar sapaan itu segera melepaskan diri dari pelukan Alvaro,

" iya Tante, ohh iya bisa kita mulai pilih gaun nya aku juga sedang buru-buru " ucap delisa tersenyum ramah tapi tidak dengan Alvaro,

" iya boleh ayo Tante tujukan beberapa model gaun yang sengaja Tante rancang untuk kamu coba " ucap Tante Diana menggiring delisa ke ruang ganti, Alvaro duduk kembali di sofa yang Memang disediakan untuk menunggu.

Tak lama delisa keluar dengan gaun yang pertama

" gaun itu terlihat biasa " ucap Alvaro

" yang ini terlalu terbuka,ganti " ucap Alvaro melihat gaun kedua

" yang ini bagus tapi lengannya kurang panjang " Alvaro lagi delisa menatap dirinya di cermin menurutnya gaun ketiga ini bagus,

" cantik " ucap Alvaro melihat gaun yang ke empat

" yang terakhir itu saja sayang kamu tampak lebih cantik" ucap Alvaro,delisa menatap pantulan dirinya memang benar dia terlihat anggun dan terkesan sederhana tapi mewah

" baik aku nurut saja " ucap delisa,

" pilihan yang terbaik nak varo, ohh iya ada gaun pengantin kamu mau coba delisa " ucap Tante Diana tersenyum hangat,

" boleh Tante " bukan delisa tapi Alvaro yang mengiyakan delisa hanya diam saja walau sudah lelah sebenarnya.

" ayo kita ganti " ucap Tante Diana segera masuk mengganti gaun tunangan menjadi gaun pengantin.

" hmm ini bagus tapi terlalu berlebihan dan juga sedikit terbuka" ucap Alvaro memandang gaun pengantin yang pertama,

" aku rasa ini yang paling pas, benar-benar sangat cantik " ucap Alvaro memuji delisa lagi dan lagi.

" om selera mu tidak main-main, ini benar-benar bagus aku menyukainya " ucap delisa tersenyum senang melihat pantulan gaun pengantinnya

" nah sekarang giliran nak varo silahkan,didalam sudah di siapkan oleh asisten saya kamu tinggal memakainya" ucap tante Diana, sedang kan delisa sudah berganti pakaian seragam nya kembali, Alvaro masuk di ruang ganti.

"astaga tampan banget " ucap delisa melihat penampilan Alvaro yang tampak gagah mengunakan jas warna cream yang tampak sama seperti gaunnya tadi

" bagaimana kamu suka " ucap Alvaro tersenyum manis kearah delisa

" suka om, yang itu aja udah cocok " ucap delisa tersenyum senang

" oke, Sekarang untuk yang kedua jas pengantin kalau kamu kurang suka bilang oke " ucap Alvaro dan delisa mengangguk saja.

" ini mah gak usah milih udah bagus semua " ucap delisa tersenyum kecil kearah Alvaro dengan pakaian yang kedua seperti nya apapun yang dipakai Alvaro akan tetap cocok-cocok saja.

" Tante udah yang ini saja delisa suka " ucap delisa benar benar senang dan Alvaro pun juga ikut senang

"baik lah delisa Tante akan, menyimpannya untuk kamu gunakan nanti" ucap diana.

Setelah selesai mengurus gaun pengantin dan tunangan sekarang mereka menuju toko cincin yang berada di dalam mall, delisa sendiri sudah Menganti seragamnya dengan membeli beberapa baju celana dan tentunya sweater rajut,

" om kita ke tempat cincin yang mana " ucap delisa menggandeng lengan Alvaro mesra,

" itu saja " ucap Alvaro menunjuk kearah toko emas yang terbesar di mall tersebut,mereka melangkah masuk dan duduk diarea cincin.

" selamat datang nona tuan mau beli cincin yang mana " ucap sang pelayan dengan ramah.

" maaf mbak bisa perlihatkan cincin tunangan yang terlihat mewah tapi kecil dengan taburan berlian " ucap Alvaro,dengan delisa yang masih melihat cincin yang berada didepannya,

" baik tuan kami punya beberapa silahkan memilih nya " ucap pelayan itu lagi menjejerkan beberapa koleksi cincin yang dimaksud Alvaro.

" sayang kamu suka yang mana " ucap Alvaro kepada delisa, dan delisa mengamati setiap cincin tunangan itu seksama sampai pandangannya jatuh pada cincin yang amat indah dan tentunya tidak terlalu mencolok

" yang itu om bagus, tidak terlalu lebay dan kelihatan indah " ucap delisa tersenyum kecil kearah Alvaro,

" hmm, seleramu bagus sayang "ucap Alvaro melihat cincin yang di tunjuk delisa

" baik mbak tolong bungkus ini " ucap Alvaro serta menyerahkan black cart milik Alvaro,

Pelayan itu menerima kertu tersebut dan segera melakukan pembayaran sesuai prosedur,

" baik tuan harganya 350 jt, ini cincinya dan ini kartunya terimakasih sudah belanja di toko kami " ucap pelayan itu menyerahkan perp bek serta kartu black cart,

Alvaro menerimanya setelah itu mengajak delisa pergi.

" mau makan dulu " ucap Alvaro pada delisa yang berjalan disampingnya dengan bergandengan tangan,

" boleh aku juga sudah lapar " ucap delisa tersenyum kecil mendongak ke arah Alvaro yang tersenyum hangat,

" baiklah sayang mau makan apa ?? " ucap Alvaro lagi,

" ramen boleh ?? " tanya delisa pada Alvaro

" tapi aku gak suka mie sayang " ucap Alvaro pada gadisnya ia sadar tunangan nya masih remaja jadi makanan seperti ramen amatlah rumprah bagi kalangan remaja seperti delisa.

" om kan bisa pilih makanan lain gak harus ramen " ucap delisa manja,

" baiklah sayang, karena kamu kesayangan ku jadi apapun itu asal tidak berlebih mas perbolehkan, nanti pesennya jangan terlalu pedas oke " ucap Alvaro disambut binar mata delisa yang bahagia,mereka masuk kedalam salah satu cafe yang menyediakan makanan seperti halnya ramen dan berbagai hidangan Korea lainya.

" ehh itu delisa bukan " ucap Ririn yang seperti nya melihat delisa,

" mana Rin " ucap Revan dan Darren bersama,

Ternyata teman-teman sekolah delisa juga sedang berada di mall tersebut termasuk bayu,

" itu postur tubuhnya sih sama banget sama delisa tapi kok dia sama cowok kayak udah dewasa gitu " ucap Ririn lagi,

" gak usah ngaco sodara gue lagi sibuk sama om dan Tante, mungkin itu orang lain yang penampilan nya sama kayak delisa,udah sekarang kita ke lantai tiga katanya tadi mau nonton " ucap Bayu mengalihkan perhatian mereka semua,

" iya juga,udah yuk pergi keburu mulai film nya " ucap bunga melirik ke arah Bayu.

1
Khotimah04
💪💪💪
Khotimah04
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!