NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Wanita Bersuami Dua

Reinkarnasi Ke Tubuh Wanita Bersuami Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandri Ratuloly

Kecelakaan pesawat mengakhiri hidup Aruna Maheswari— perempuan independent yang menolak akan adanya cinta dan pernikahan di hidupnya. Namun, saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh Sekar Calista Pranawijaya, seorang istri yang dibenci… dan memiliki dua suami.

Sekar dikenal sebagai perempuan temperamental yang membuat rumah tangganya berubah menjadi neraka. Dua pria yang seharusnya menjadi pelindungnya justru menunggu saat ia pergi dari hidup mereka.

Namun kini, wanita yang sama memilih diam.

Tidak marah. Tidak menuntut. Tidak meminta cinta.
Perubahan itu membuat segalanya terasa salah.

Karena di rumah penuh kebencian itu, bukan cinta yang paling berbahaya— melainkan rahasia di balik kematian Sekar, dan fakta bahwa istri yang mereka benci… telah berganti jiwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandri Ratuloly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

******

Melihat tubuh Atharva di seret keluar. Calista menghembuskan napas panjang lalu berbalik menuju ruang makan, ia melirik pada kepala pelayan yang memang sedari tadi mengikutinya dari belakang.

“Siapkan roti panggang isi blueberry. Lima potong. Menghadapi pria bajingan tadi membuat perutku tiba-tiba berbunyi minta diisi,” ucap Calista datar, seolah yang baru saja terjadi hanyalah gangguan kecil di pagi hari.

“Baik, Nona Muda.” Kepala pelayan mengangguk hormat, lalu bergegas menuju dapur. Ia sempat melirik dan memberi kode pada beberapa pelayan lain yang tadi diam-diam menyaksikan keributan di depan pintu utama mansion.

Calista beralih melirik pada Damar dan Arkana yang mengikutinya. "Kalian berdua tidak berangkat kerja? " tanyanya.

"Kami cuti kerja hari ini. " jawab Damar santai di angguki setuju Arkana di sampingnya.

"Nona Calista. "

Langkahnya kembali terhenti ketika sebuah suara lirih namun berani terdengar dari arah depan. Elina berdiri menghadang, kedua tangannya bertaut di depan tubuh, tetapi tatapannya menyiratkan sesuatu yang lebih dari sekadar kepatuhan seorang pelayan.

"Mau apa kamu?" Calista tidak bisa menyembunyikan raut tak suka dan nada ketusnya.

Ada perasaan begitu kesal saat melihat wajah pelayan didepannya ini.

Masih teringat jelas diingatan mimpinya saat ia koma, Elina begitu angkuh saat berucap pada Sekar dulu seakan ialah Nona muda di mansion ini.

"Kenapa anda bisa tega hati memperlakukan Tuan Atharva seperti tadi? Apalagi dengan kata kata anda yang begitu menyakitkan, apa salahnya Nona Calista membantu Tuan Atharva yang tengah kesusahan sekarang, anda tidak kasihan kepada Tuan Atharva? "

Calista menaikan sebelah alisnya melihat wajah sedih Elina yang sedikit menundukkan kepalanya seperti habis di bully habis habisan.

"Kamu mengasiani kekasih saudaramu itu? Ya sana kamu saja yang membantunya, kalau aku sih tidak. Buat apa membantu manusia brengsek yang pernah membuang ku dulu seperti sampah dan lebih memilih pelayan rendahan yang tidak ada apa apa- nya di bandingkan aku yang Nona kaya raya di negara ini. " setelah mengatakan kalimat begitu tajam dan kejam. Calista melanjutkan langkahnya, tidak lupa ia menyenggol sisi bahu Elina membuat perempuan itu oleng.

‘aku membalas perbuatan mu. ’ batin Calista saat menyenggol Elina, ia teringat pelayan rendahan itu pernah melakukannya pada Sekar.

Sementara Elina yang di tinggalkan mengepalkan kedua tangannya dengan erat di sisi pakaian pelayan di kenakannya, ia menatap penuh benci pada punggung belakang Calista.

Dan semua itu di lihat oleh Tuan Hendra, dari raut benci Elina menatap Calista dari belakang.

"Kamu lihat pelayan rendahan itu? Kamu habisi dia dan buang mayatnya ke hutan milik keluarga Pranawijaya, biarkan peliharaan harimau ku di sana yang menghabisi tubuh hinanya itu. " perintah Tuan Hendra pada pelayan pribadinya yang ia jadikan sebagai mata mata di mansion ini bila ada saja orang berkhianat di wilayahnya.

"Aku tidak ingin putri kesayangan ku di celakai oleh manusia menjijikkan tak tau diri. "

******

Saat langit sudah menampakkan matahari terik menyinari dunia dan jam dinding yang menunjukkan waktu satu siang hari.

Di kediaman mansion Pranawijaya kembali kedatangan tamu tak di undang, siapa lagi kalau bukan mertua Calista— papa dan mama Arkana.

Calista sudah menebak ini, saat Atharva tidak berhasil mendapatkan dukungan untuk membangkitkan perusahaan mereka yang sudah di ambang kebangkrutan. Kedua orang berusia lanjut itu akan datang untuk kembali meminta sesuatu yang belum mereka dapatkan.

Calista menunggu akan hal itu, ia bahkan kini tengah menyeduh teh dinginnya dengan santai di ruang tamu. Di sisi kiri kanannya ada Damar dan Arkana yang siap melayaninya seperti ratu— menyuapinya sekeping tiap keping cemilan cookies ke mulutnya atau memijat kaki dan tangannya.

"Nak Sekar, menantuku.... " suara mama Arkana— mama mertuanya datang menghampirinya dengan kepala pelayan yang mempersilahkan mereka masuk ke dalam mansion.

Di sebelah wanita baya itu ada papa Arkana, wajah laki-laki baya itu terlihat begitu datar sekali.

Karena sudah memprediksi kan ini akan terjadi. Calista memang sudah menyuruh kepala pelayan berjaga di depan untuk menyambut kedatangan kedua mertuanya itu.

"Ah, mama dan papa mertua. Tumben sekali kalian datang mampir ke mansion sederhana ini. " Calista langsung menegakkan tubuhnya, ada sedikit sindiran dari kata katanya barusan.

Entah kedua orang yang duduk di kursi sofa di depannya ini sadar apa tidak.

Sedangkan Arkana melihat kedatangan kedua orangtuanya membuang wajahnya ke samping dengan acuh. Ia tidak peduli, sekarang ia tidak terpengaruh lagi dengan ancaman ancaman yang pernah kedua orangtuanya katakan padanya dulu.

Kini ia sudah benar-benar di pegang oleh Calista, oleh kekuasaan keluarga Pranawijaya.

“Kami hanya ingin berbicara baik-baik,” ujar Papa Arkana, suaranya berat namun ada nada tertekan di dalamnya. “Soal perusahaan keluarga kami sekarang.”

Ah. Langsung ke inti.

Calista melirik Arkana sekilas, lalu kembali menatap kedua mertuanya. “Perusahaan keluarga kalian yang sekarang tengah di ambang kebangkrutan itu?”

Ucapan itu seperti tamparan.

Mama Arkana tampak tersinggung, tetapi ia tetap memaksakan senyum. “Nak, ini bukan waktunya saling menyindir. Kita keluarga.”

"Keluarga apa maksudnya? Bahkan dulu saat aku menikah dengan Arkana kalian tidak menghadiri sebagai perwakilan keluarga, jadi keluarga apa yang kalian maksud? " Calista kembali menyindir.

Arkana disebelahnya bahkan langsung menundukkan kepalanya, ada rasa sakit di hatinya saat mengingat bahwa kedua orangtua kandungnya sendiri tidak pernah hadir sedikitpun pada acara sakral pernikahannya dulu.

Ia hanya datang sendiri, hanya seorang diri tanpa di dampingi keluarga yang menyemangati nya saat ia tengah gugup setengah mati dulu saat akan mengucapkan janji pernikahan untuk mengikat Calista di hidupnya.

"Arkana! " merasakan Calista tak dapat membantu apapun, papa Arkana berbalik menatap Arkana dengan tajam.

"Arkana untuk sekarang atau bahkan seterusnya tidak ada hak untuk membantu perusahaan kalian. " ujar Calista, ia menyadari perasaan gugu Arkana sekarang.

"Apa maksudnya ini?! Arkana adalah anak saya, anak kandung saya. Sudah seharusnya ia membantu keluarga yang tengah kesusahan sekarang! " geram papa Arkana, jika bukan karena latar belakang Calista— ia tidak akan segan menampar wajah menyebalkan wanita itu.

"Ah iyakah? Arkana suamiku ini adalah anak kandung kalian? Ku pikir tidak, melihat bagaimana perlakuan kalian pada Arkana selama ini yang tidak pernah menganggap kehadiran Arkana sebagai anak kalian, bahkan kalian lebih menyayangi Atharva yang jelas jelas hanya anak menyusahkan dan manja, mengurus perusahaan kecil saja malah di ambang kebangkrutan sekarang. " sindir Calista dengan wajah pongahnya, ia menatap wajah kedua orangtua Arkana dengan penuh menantang.

"Kau.... " wajah papa Arkana mengeras karena amarah yang memuncak, dia menatap Calista dengan tajam.

"Arkana hanya akan membantu perusahaan Pranawijaya selamanya. Bukankah keluarga Pranawijaya yang lebih berjasa dalam menyuntikkan dana ke perusahaan yang Arkana usaha sendiri dengan keringatnya? Ia juga mendapatkan keuntungan banyak, dari pada membantu kalian yang jelas jelas tidak mendapatkan apapun. Bahkan perusahaan itu pun di atas namakan Atharva bukan Arkana padahal Arkana yang sudah bekerja keras selama ini, bahkan sebagian dari perusahaan itu kalian tidak memberikan kepada Arkana. " Calista menampilkan wajah sedihnya yang mana terlihat begitu menyebalkan di mata mama dan papa Arkana.

"Ah kasihan sekali suamiku ini, malangnya nasibnya. "

Damar menunduk dalam kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang tengah menahan senyum lebar melihat tingkah menggemaskan Calista, apalagi dengan bibir cemberut itu.

Ingin rasanya Damar mengecup brutal bibir pink alami itu.

"Kita pulang sekarang! Manusia manusia ini benar-benar tidak punya hati. " kesal papa Arkana, ia bangkit dari duduknya seraya menarik tangan istrinya.

"Yasudah kami juga tidak akan menahannya, kalian masih ingat pintu keluar nya, kan? " ujar Calista santai dan itu mematik kemarahan dari mama Arkana.

"Kau! Dasar wanita gila, wanita yang memiliki dua suami adalah wanita murahan dan haus akan belaian. Setelah Atharva mencampakkan mu kamu malah menggaet Arkana pada kegilaanmu! Aku bersyukur Atharva akhirnya tidak bersama dengan wanita seperti mu. " murka mama Arkana mengatai Calista.

"Aku juga sangat bersyukur tidak bersama dengan Atharva, mungkin saja aku tertular penyakit darinya karena terlalu sering bermain banyak wanita di luar sana. Ah, syukurnya aku akhirnya menikahi Arkana dan Damar yang merupakan pria murni dan sejati, mereka bahkan masih suci tanpa menyentuh banyak wanita seperti Atharva anak kesayangan mu yang manja dan jelek itu! " Calista melemparkan balik perkataan mama Arkana, ia mana mau kalah.

Cuih, apa istimewanya Atharva anak kesayangannya yang beban dan penggila wanita itu.

Sekar saja yang tidak waras masih mencintai laki-laki playboy itu. Untung saja kini Sekar sudah digantikan dengannya.

Mama Arkana kembali ingin membalas namun sebelum itu, pada bodyguard yang dipanggil kepala pelayan akhirnya datang dan menyeret keluar kedua manusia menyebalkan itu.

"Istriku sekarang terlihat begitu galak dan berani, namun itu semakin membuat ku jatuh cinta dan ingin sekali menerkam mu. " ujar Damar blak-blakan, ia tidak bisa menahan lagi.

Pesona Calista sekarang begitu menarik, ia ingin sekali mengurung Calista didalam kamar menerkamnya.

"Kamu ingin menerkam ku? Silahkan, aku tidak menolak. Gejolak ku sekarang terasa begitu berkobar-kobar setelah semua yang terjadi hari ini. " ujar Calista dengan tersenyum miring, ia menaik turunkan alisnya menggoda kedua suaminya.

Selamat menikmati santapan ternikmat untuk Tuan Damar dan Tuan Arkana.

Hahahaha.

******

1
CaH KangKung,
hukum Arkan ma damar....jgn biarkan mereka cepet ktemu ma Calista,biar mereka yg ngerasain ngidam...pokoknya jgn lngsung ketemu dan d maafin....
Muft Smoker
kelimpungan kn anda berdua ,, biarin aj dlu mereka gx bertemu calista ,, biar tau rasa ,,
😒😒😒😒


lanjuut kak ,,
Nurhayati Nurhayati
pas tau hamil Aruna nya, keguguran biar pada nyesel
Muft Smoker
sad ending gpp kak ,, buat suami calista merasa bersalah ,,
sad tu bukan berarti calista meninggal ,, buat dy menghilang aj ,,
Aruna di tubuh calista
kucing kawai
buat arkan dan damar menyesal thor 🤧
kucing kawai: thorrr apdet yang banyak donggg thorrr
total 1 replies
Susilowati Jais
nasibnya Aruna, g pernah buka hati sekalinya buka hati lngsung hncur. Up lg thor...
Muft Smoker
waaaah ad apa niih sama damar???
apa kah arkana juga terlibat???

krn waktu damar kerjaa di kmr mereka arkana pun melihat apa yg di kerjakan damar ,,
ad sesuatu niih ,,
aaaaa kak author jgn di gantung dooonk ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
E H Mukti
Lanjut thorrr🥰👌
Muft Smoker
dtggu kelanjutan ny kak,,
makin seruuu niiih ,,
ad rahasia yg Blum terungkap niii ,, ap yg lgi di kerjakan damar😁😁😁🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dasar bayiii gedeee ,,
Muft Smoker
lanjuuuut kak
Muft Smoker
waah apa niiih yg lgi di lakuin damar ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
next kak ,,

terkadang kesalahan org tua justru ank yg jd pelampiasan ,,
semangat trus arkana ,,
bukti ny skrang km sukses ,,
Muft Smoker
duuh damar lgi ngerencanain ap niich🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,,
jgn yg aneh2 yx damar ,, 👍👍👍
Titah Ibrahim
semangat thor 💪
Muft Smoker
mantap arkana ,, biar tau rasa tu mokondo Atharva 😒😒😒😒😒 ,,

next kak
Muft Smoker
waaaah Elina hany tinggal nama ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx kak bnr ,, cerita ny seruuu ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
total 2 replies
Muft Smoker
dtggu kelanjutan ny yx kak ,,
waaaah Atharva km slah org ,,
dy buukan. sekar yg cengeng dn manjaaa ,,
dy arunaaa si ratu bisnis ,,
jgn maen maen ,, jgn maen maen ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
kak ni revisi yx???
Muft Smoker
kak knp bab baru ny jdi 1 lgi ?
gx lanjuut 21 ,, 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!