NovelToon NovelToon
Monokrom

Monokrom

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Sci-Fi / Anak Genius
Popularitas:569
Nilai: 5
Nama Author: aytysz_

Bertahan atau melangkah pergi?

Memberi pertolongan atau malah menyudutkan?

Banyak hal yang harus di mengerti dengan meluaskan pendengaran ataupun penglihatan. Agar mempercayai tidak mendapat balasan dari seorang penghianatan-- yang tersembunyi di balik kesalahannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aytysz_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

00^23

Tapi hal itu akan memudahkannya untuk mendapatkan apa yang baru-baru ini ia incar. Jika pun langkahnya benar-benar curang.

Diam sejenak, melihat seorang wanita yang baru saja keluar dari dalam ruangannya dengan senyum menawan untuk membalas sapaan dari beberapa murid yang melewati wanita itu.

"Apa yang kau lakukan?" Ayo keruang belajar. Aku tidak ingin menjadi mata-mata ibumu." Cetus seorang pemuda begitu saja. Berjalan lebih dulu.

"Tapi kau tetap melakukannya." Seru Austyn sebagai balasan. Sebelum berlari kecil untuk menjajarkan langkah kakinya dengan pemuda itu.

"Karena dia tidak ingin kau merundung gadis itu lagi." Rendah Yuna yang entah datang dari mana. Ampuh membuat dua insan itu sedikit tersentak akan kehadiran Yuna yang benar-benar seperti jalangkung. Walaupun hal itu bukan kali pertamanya.

"Aku hanya memberinya peringatan agar dia tidak bermain-main denganku." Balas Austyn sangat santai tanpa adanya beban yang memenuhi jiwanya.

"Seharusnya kau malu melakukan hal itu padanya, karena itu sama saja kau melihatkan betapa rendahnya dirimu." Sangat tajam melebihi pisau yang berada di rumahnya, Yuna begitu berani melontarkan perkataannya untuk Austyn.

Spontan menghentikan langkah kakinya, mendengus kesal akan kalimat dari Yuna yang lebih dulu masuk ke dalam ruangan.

"Aku akan mengalahkan mu di ujian minggu depan." Sungut Austyn yang memang harus melakukan niat buruknya itu.

"Semoga perkataan mu itu menjadi nyata. Agar aku tidak lagi berpikir, jika Yuna lawan yang sangat sulit untuk di singkirkan." Harap sang pemuda yang tak lain Aldi. Tapi pemuda itu juga tidak bisa berharap lebih, karena sangat nyata, jika Yuna lawan yang sulit untuk dikalahkan. Apalagi jika itu menyangkut nilai.

"Bagaimana jika kita singkirkan gadis itu bersama?" Tawar Austyn yang hanya main-main.

"Kau ingin mati di tangannya?" Sekilas alis tidak begitu tebal milik Aldi naik ke atas.

"Aku hanya bercanda. Kenapa kau selalu menanggapinya dengan serius." Kesal Austyn yang di abaikan oleh Aldi. Ampuh membuat sang empu tersenyum kecil, melihat kepergian Aldi.

Saat itu juga kepala Austyn refleks miring sekilas, akan sosok gadis yang baru saja melewatinya begitu saja untuk masuk ke dalam ruang belajar. "Apa yang dia lakukan di sini?"

"Masuklah, kau sudah absen beberapa hari dari jam tambahan." Cetus Anrey melewati Austyn begitu saja.

"Bagaimana dengan mu sendiri? Bukankah kau juga melakukan hal yang sama seperti ku." Oceh Austyn gang berjalan mengikuti Anrey dari belakang.

Dan kening Austyn seketika menabrak punggung milik Anrey yang entah kenapa menghentikan langkah kakinya tanpa memberitahu gadis itu.

"Kenapa kau menghentikan langkah mu?" Seru Austyn yang mengusap pelan keningnya. Sebelum memiringkan sedikit kepalanya untuk melihat apa yang membuat Anrey berdiri seperti patung.

"Apa yang terjadi?" Gumam Austyn untuk dirinya. Merubah posisi berdirinya yang kini berada di sisi kanan Anrey.

Beralih menatap Yuna, entah sejak kapan duduk di salah satu kursi yang mengelilingi satu meja bundar itu. "Dia terlihat tenang sekali."

"Itu yang menarik perhatian." Cetus Anrey dengan senyumannya, tapi malah membuat sebelah bibir atas Austyn sekilas terangkat.

"Sore semua." Guru wanita penuh keangkuhan mulai membuka suara saat tiba di dalam ruangan yang sudah di penuhi oleh murid-muridnya. Menatap dirinya dengan sorot mata berbeda.

"Sepertinya kepala sekolah belum memberitahu kalian." Tambah Sang wanita dengan kepala mengangguk kecil. Paham akan raut wajah para muridnya yang terselip penuh kebingungan.

"Ada beberapa peraturan di rubah untuk jam tambahan bagi kalian. Dan, kalian harus mengikutinya tanpa adanya protes. Jika, kalian tidak setuju, ajukan keluhan kalian pada kepala sekolah. Karena hanya dia yang bisa mengubahnya." Sangat tegas guru itu melontarkan satu persatu kalimat dari mulutnya, dengan pandangan melihat para muridnya saat ini.

Diam sejenak menelan ludahnya, sebelum kembali melanjutkan apa yang ia katakan. Sang guru sangat bersyukur karena tidak ada satupun murid yang menyela perkataannya. Sebentar melihat ke arah Yuna, perlahan membuat kening guru itu mengerut samar. Karena tidak seperti biasanya Yuna diam seperti itu. Tapi sang guru tak mempedulikannya labih dulu.

"Buatlah kelompok terdiri 5 orang, kalian bebas menentukan siapa yang menjadi rekan belajar kalian." Tuntas sang guru.

Tidak ada yang protes ataupun mengeluh, hal itu akan sia-sia bagi mereka. Kecuali, jika aduan mereka terhadap orang tua. Karena kepala sekolah tidak bisa jika hanya diam tidak menurutu keinginan wali murid. Apalagi jika wali murid itu dengan senang hati memberikan dana tambahan untuk sekolah.

Dan, yang menjadi pertanyaan di sini, sebenarnya buat apa dana itu? Padahal tidak ada yang berubah sama sekali tempat mereka menuntut ilmu.

"Satu lagi," saat itu juga semua mata kembali terfokus pada sang guru. "Ada beberapa murid tambahan yang akan bergabung dengan kalian."

Perhatian Yuna beralih pada sosok familiar yang berdiri tidak jauh dari duduknya. Pandangan itu berubah penuh makna, sebelum tersentak akan Aldi yang duduk di sebelah kanannya.

"Berhentilah menatapnya itu akan membuatnya tidak nyaman." Pinta Aldi sembari membuang napas pelan, dan melepas tas punggungnya.

"Kenapa dia ada disini?" Rendah Yuna, kembali menatap sosok itu. Aldi.

"Kau tidak mendengar apa yang guru itu katakan? Ada beberapa murid tambahan yang akan bergabung, jadi tahan dirimu untuk tidak mengintimidasi mereka." Balas Aldi.

Dengan sangat peka, tangan Aldi menggeser sedikit kursi di sampingnya yang kini di duduki oleh Austyn. Sedangkan Anrey, pemuda itu dengan santai tanpa ijin duduk di samping kiri Yuna.

"Aku akan bergabung dengan kalian, karena nilai ku juga tidak kalah bagusnya dengan milik kalian." Ucap Anrey yang hanya dilihat oleh Aldi maupun Austyn.

"Apa itu sikapnya saat ada Yuna di sekitarnya?" Tanya Austyn yang sedikit berbisik kepada Aldi.

Sedangkan Aldi sendiri hanya menaikan sebentar kedua pundaknya, karena tidak tahu sikap Anrey yang sesungguhnya.

"Kau tidak ingin duduk?" Lontarnya yang di tunjukkan pada Aldi.

"Oh," gumamnya dengan spontan. Melihat Yuna lebih dulu, karena Anna juga tidak ingin berada di dalam kelompok yang menerimanya secara terpaksa.

Dan sedangkan Yuna yang merasa di tatap, dengan cepat membalas kedua netra sendu milik Anna spontan menelan ludah getirnya.

"Untuk apa kau menatapku seperti itu? Apa kau tidak dengar apa yang baru saja dia katakan?" Ketus Yuna begitu saja.

"Duduklah." Pinta Anrey dengan sangat tenang. Ampuh membuat Anna mengangguk kecil dan duduk di samping Anrey.

Hal itu membuat Austyn tersenyum masam melihat tingkah Anna yang benar-benar terlihat seperti gadis munafik pada umumnya.

"Seharusnya kau itu tahu diri, sadar diri, tidak seharusnya kau mengikuti apa yang dia katakan. Karena itu akan terlihat jelas, jika kau menginginkannya." Rendah Austyn untuk Anna.

"Berhentilah memojokkannya, karena dia menjadi rekan belajarmu mulai saat ini." Menjadi seorang penengah saat adu argumen itu berlangsung, tidak membuat Aldi kewalahan. Karena pemuda itu sangat menyukai perannya saat ini.

Sedangkan Austyn yang mendengar, gadis itu menyandarkan kali punggungnya dengan bibir menipis. "Jika pun dia rekan belajar mu saat ini, bukan berarti aku menyukainya."

"Jika kau tidak banyak bicara, kau sanggup mengalahkannya. Berhentilah merendahkannya jika dirimu jauh lebih rendah darinya." Final Yuna, yang ampuh membungkam mulut tipis Austyn.

1
Ros 🍂
hallo mampir ya Thor 💪🏻
M ipan
halo🌹 salam kenal
aytysz: haii, salam kenal jugaa🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!