NovelToon NovelToon
Sebait Doa, Sekeping Asa

Sebait Doa, Sekeping Asa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:850
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

"Tuhan!, tidak banyak yang ku pinta, hanya kuatkan hati ku, bimbing langkahku, agar aku selalu sabar dan ikhlas dengan semua kehendak dan ketentuan mu ini".

Kisah perjuangan hidup seorang anak manusia, seorang remaja miskin, putra dari seorang penderita odgj bernama Kaenan.

Hinaan, caci maki, fitnah dan perundungan bahkan kekerasan fisik, sudah menjadi lauk makan sehari hari.

Meskipun hidup dalam kemiskinan dan tak punya siapa siapa, satu hal yang masih di yakini Kaenan, dia masih punya Allah dan doa doa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Apakah saya pantas memiliki benda itu kak?, saya hanya anak sampah, putra seorang penderita odgj, benda itu akan mendatangkan masalah baru bagi saya kak, tetapi jika kakak anggap saya pantas memiliki nya, saya akan menerima nya kak" ujar Kaenan.

"Tidak pantas apa nya?, adik juga perlu handphone, agar kejadian tadi tidak terulang lagi, jika ada masalah, adik bisa langsung memberitahukan kepada kakak, agar tidak membuat kakak gelisah" ujar Aisyah.

"Baiklah kak, jika itu kakak anggap baik untuk saya, akan saya terima" ....

Mendengar itu, rona wajah Aisyah kini berseri seri kembali, dia menyerahkan handphone ditangan nya untuk Kaenan.

Saat Kaenan menghidupkan layar handphone itu, terlihat wallpaper depan nya photo wajah Aisyah yang cantik jelita.

"Maaf wallpaper nya photo kakak, jika Kaenan tidak berkenan, bisa diganti photo siapa saja di situ, oh ya!, kartu sama kuota internet nya sudah ada, yang barusan tadi kau beli" ujar Aisyah.

"Tidak usah kak, ini kan benda kenangan dari kakak, jadi pas dengan photo kakak di situ, lagi pula Kae suka melihat photo kakak, sangat cantik, terimakasih ya kak" ....

Aisyah tersipu malu mendengar pujian dari Kaenan tadi. Entah mengapa, jantung nya berdetak kencang saat anak muda ini memuji kecantikan nya, rasa hati nya seperti terbang melayang keangkasa, bermain dengan Mega dan awan putih.

Mungkin karena kebersamaan yang panjang selama sembilan tahun, membuat ikatan batin itu terjalin dengan sendiri nya, sedikit demi sedikit, seiring waktu yang berlalu, menjadi sebuah simpul hati yang sangat kuat.

Kiai Nuruddin dan istrinya ummi Nazeha bukan nya tidak tahu perasaan putri nya, namun selama keduanya tidak melanggar norma norma agama, bagi mereka tidak mengapa, lagi pula akhlak Kaenan sangat baik, Kiai Nuruddin dan istrinya sangat menyukai anak muda ini.

Selama liburan, Kaenan membantu pak Bondan, mendirikan bangunan baru, sebuah perkantoran pondok pesantren Al Ilmi.

Sebagai asisten tukang, Kaenan digaji seratus ribu rupiah per hari nya.

Jadi selama dua Minggu liburan, Kaenan berhasil mengumpulkan uang satu juta dua ratus ribu rupiah, yang sebagian dia pergunakan untuk membeli pakaian ibu nya.

Kini tahun ajaran semester genap dimulai, anak anak mulai turun sekolah seperti biasa nya.

Pagi ini pak Adnan, sang kepala sekolah memanggil pak Arbain wakepsek, pak Asep, pak Bayu, pak Bambang, Bu Hani dan Bu Maya ke ruang kepala sekolah.

"Selamat pagi semua nya, selamat bertemu di tahun ajaran semester genap, hari ini kita hanya bincang bincang ringan, sambil ada sesuatu hal yang akan saya ajukan dan mohon saran dan pemikiran dari kalian semua, sebagai mana kita ketahui, dari semesta pertama, hingga sekarang memasuki semester ke empat, nilai anak kita Kaenan sangat luar biasa, dia selalu mendapat nilai yang sangat sempurna, belajar dari sejarah SD dan SMP nya, menimbang dan memikirkan kehidupan nya, saya menyarankan anak kita Kaenan tahun ini kita ikutkan ujian kelulusan sekolah, nah bagai mana pendapat dan pertimbangan kalian semua, ini baru sekedar usul hasil pemikiran saya saja, jadi masih belum final" ujar kepala sekolah mengemukakan usulan nya.

"Saya sepemikiran dengan pak Adnan, menurut hemat saya, Kaenan sudah mampu mengikuti ujian akhir sekolah!" sahut pak Arbain selaku wakepsek.

"Saya setuju sekali, lagi pula, semakin lama dia disekolah ini, saya ragu dengan keselamatan mental nya, perundungan sangat sulit kita hindari" sahut pak Bayu.

"Bagai mana ibu ibu?" tanya pak Adnan.

"saya sangat setuju sekali pak, saya pribadi selaku guru matematika, bersedia memberikan les khusus mata pelajaran matematika kelas dua belas kepada Kaenan!" sahut Bu Maya, guru matematika.

"Saya pun bersedia memberikan les IPA tambahan kepada nya!" sahut pak Bayu lagi.

"Terimakasih atas kesediaan kalian semua, saya rasa cukup, dua mata pelajaran utama sudah tidak ada masalah lagi, selebih nya biar Kaenan membaca sendiri, kita hanya menyediakan buku pelajaran nya saja, jadi mulai sekarang, dia kita persiapkan untuk mengikuti ujian kelulusan sekolah tahun ini" ujar kepala sekolah mengakhiri rapat terbatas hari itu.

Namun tanpa mereka sadari, seorang gadis cantik berada di balik pintu, mendengarkan rapat terbatas itu dengan seksama hingga selesai.

Setelah rapat terbatas itu selesai, gadis itu buru buru pergi menemui cs an an nya di dalam ruang kelas.

"Syaf!, Syaf!, Syafea!, ada berita heboh Syaf!" teriak gadis itu saat bertemu dengan ketua geng Macan (manis cantik) nya itu.

"Plak!" ....

"Ada apa sih Joane?, Syaf!, Syaf!, kaga jelas sama sekali ah, apa!?" tanya Syafea memasang wajah marah.

"Tadi aku mau kekantor kepala sekolah, eh tidak tahu nya beliau lagi rapat dengan guru guru yang lain" ujar gadis bernama Joane itu.

"Lalu?, apa hubungan nya dengan ku?" tanya Syafea lagi.

"Aku mendengar anak sampah itu mau di ikutkan ujian kelulusan sekolah kelas dua belas tahun ini, jika jadi, berarti dia kembali jamping kelas tahun ini Syaf!, ini benar benar rekor baru jauh diatas mu!" ujar Joane memanas manasi Syafea.

"Kau serius Jo?" tanya Syafea lagi.

"Lha iya lah non, kupingku sendiri yang mendengar nya, aku tidak berdusta!" ....

Untuk beberapa saat, Syafea terdiam, jiwa nya benar benar terusik, rasa marah, disertai ori dan dengki mulai menguasai hati nya.

Namun sekarang, paman nya Arifin, sebagai pemilik Yayasan, lagi dalam mode murka kepada nya dan papah nya karena peristiwa fitnah dan pemukulan yang dilakukan oleh papah nya kepada Kaenan beberapa waktu yang lalu. Bahkan kakek nya sendiri sudah mengultimatum, jika Syafea kembali membuat masalah dengan Kaenan, seluruh warisan yang akan jatuh kepada papah nya akan dicabut dan papah nya di keluarkan dari keluarga penerima warisan. Itu artinya mereka bakalan menjadi masyarakat kelas dua di Kota ini.

"Untuk sementara waktu, masalah ini kita diamkan saja dahulu, kau tahu aku dan papah ku baru saja bermasalah dengan paman Arif, jadi biarkan saja dahulu, sambil kita mencari jalan lain nya" ujar Syafea.

Setelah beberapa hari, Kaenan pun dipanggil ke kantor kepala sekolah.

Hari itu, pak Adnan menjelaskan semua khalayak yang sudah diputuskan oleh beberapa orang guru.

Kaenan yang merasa keberadaan nya di sekolah sudah mulai tidak kondusif lagi, segera menyetujui usulan kepala sekolah untuk mencoba jamping kelas, dengan mempertaruhkan resiko, jika berhasil, dia bisa langsung lulus tahun ini, namun jika gagal, dia harus mengikuti ujian paket C saja.

Ini adalah satu satu nya kesempatan untuk segera meninggalkan bangku sekolah yang banyak menghadirkan kenangan pahit dalam kehidupan nya itu.

Keluar dari ruang kepala sekolah, Kaenan membawa setumpuk buku pelajaran kelas dua belas semester lima dan enam.

Hari hari dilalui Kaenan dengan belajar dan belajar siang dan malam, mengejar ketertinggalan nya di kelas dua belas.

Pada dasarnya Kaenan memiliki otak jenius, ditambah dengan daya ingat nya yang luar biasa, hanya dengan membaca, dia bisa memahami semua pelajaran sekolah.

Bahkan dia menamatkan semua pelajaran kelas dua belas semester lima dan enam hanya dalam waktu satu bulan saja.

Akhirnya memasuki waktu persiapan ujian sekolah pun dimulai, Kaenan bergabung dengan kelas dua belas melakukan persiapan ujian sekolah.

Siang itu, Syafea sedang berbicara dengan Jhonatan di belakang sekolah, di sebuah bekas WC sekolah yang sudah lama tidak terpakai lagi.

"Kau bisa melakukan nya Nathan?" tanya Syafea menatap kearah anak muda itu.

Jhonatan atau di panggil Nathan ini sejak kelas tiga SMP, sudah mengincar Syafea, namun gadis itu seperti seekor merpati, dikejar dia lari, tak dikejar dia berhenti.

"Akan ku pikirkan Syafea, ini bukanlah hal yang ringan, menyingkirkan anak itu beresiko tinggi, bisa bisa aku yang masuk penjara" ujar Jhonatan ragu ragu.

"Kau takut?, jika kau masuk penjara, papah ku yang akan membatu mu, percayalah, lagi pula, jika kau berhasil, apapun kehendak mu, akan aku turuti" bujuk Syafea.

"Akan aku pikirkan cara nya Syafea, tapi aku tidak berani berjanji, tapi percayalah, aku akan melakukan nya untuk mu" ....

"Lakukan dengan halus, jangan kasar, kau kan punya teman teman anak berandalan, kau bisa mempergunakan tangan mereka, tapi ingat, jangan sekalipun melibatkan nama keluarga ku, jika itu terjadi, maka kau yang akan ku habisi, aku bisa saja menyuruh orang lain, tapi aku masih ngin menguji mu dan membuat challenge untuk mu, kau mampu apa tidak!" tegas Syafea lagi.

Setelah berpikir sejenak, anak muda itu mengangkat wajah nya, tersenyum kearah gadis cantik itu sambil mengulurkan tangannya, "oke dil, tapi kau harus menepati janji mu" ....

"Oke!, aku tahu itu!" ....

Saat persiapan untuk menghadapi ujian kelulusan sekolah, Kaenan tidak lagi belajar di kelas sebelas, tapi bergabung dengan kelas dua belas, duduk berdekatan dengan seorang anak muda dari kalangan masyarakat sederhana, yang masuk ke SMA Mahatama dari jalur beasiswa prestasi juga, sama seperti Kaenan.

Dari semua murid, hanya anak muda bernama Syarif itulah yang mau berteman dengan nya.

Anak muda yatim-piatu itu baru saja di tinggal nenek yang mengasuh nya selama ini, setelah ayah dan ibunya meninggal Dunia karena kecelakaan Bus masuk jurang beberapa tahun silam.

Mungkin karena merasa ada kesamaan nasib, Syarif dan Kaenan jadi mudah berteman akrab, meskipun usia mereka beda empat tahun, Syarif delapan belas, sedangkan Kaenan empat belas.

Hari hari mereka isi dengan belajar bersama, baik di rumah Syarif, maupun di rumah Kiai Nuruddin.

Dengan Syarif berteman dengan Kaenan, ejekan dan hinaan semakin menjadi jadi, bahkan Syafea terang terangan mengatakan kedua anak muda ini sebagai geng sampah, itu karena Kaenan memiliki pondok di pinggir TPS (Tempat pembuangan sampah).

Dan akhirnya ujian kelulusan sekolah pun dilaksanakan juga, murid murid kelas sepuluh dan sebelas diliburkan selama satu Minggu.

Tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti, Syarif dan Kaenan pun menyelesaikan soal ujian nya.

Kini setelah seminggu diuji dengan berbagai macam soal, akhirnya Kaenan bisa bernafas lega, meskipun deg degan menanti hasil akhirnya.

Malam itu, seperti biasanya, Kaenan pulang ke pondok nya di pinggiran TPS setelah sholat isya selesai.

Tidak seperti biasa nya, jika dia pulang ke pondok, ibu nya sudah tidur dengan pakaian lusuh nya. Tapi malam ini, wanita ini nampak bersih, sudah mandi, dengan rambut di sisir rapi serta mengenakan pakaian yang di belikan Kaenan dulu.

...****************...

1
Was pray
langkahmu masih panjang kae ! tapi semua harus dirajut sejak dini, sepotong baju butuh beberapa proses untuk mewujudkannya, mulai dari seirat dipintal menjadi benang, benang ditenun menjadi kain baru kain dijahit menjadi baju, jadi semua butuh ikhtiar untuk mewujudkannya, berdoa tanpa usaha berarti pemalas, berusaha tanpa doa berarti sombong, jadi ikhtiar dan doa harus berjalan beriringan, benang tak akan jadi baju jika hanya diam tanpa mau dirajut demikian juga cinta dan cita2 kae
Hentri Gunawan
bagus dan buat pelajaran
Was pray
kapan kaenan mau hidup damai? waktu miskin diinjak injak oleh ortunya sendiri, setelah diketahui kae anak orang kaya bukan makin tenang hidup kae malah tambah runyam, diperalat oleh keluarga ortunya demi harta
Was pray
harta adalah fitnah yg mempirak porandakan segalanya, harta bisa menjadi barokah tapi juga gak laknat jika ditangan yg serakah
Was pray
memaafkan belum tentu harus menerima kehadirannya kyai! takdir anak dan orangtua kandung memang tidak bisa diubah kyai, mengakui tidak harus menerima, durhaka itu jika si anak gak mau mengakui kalau dia orangtuanya kemudian berbuat dholim kepadanya , tidak berbakti terhadap kedua orangtuanya yg Sholeh/Sholehah, juga jika kamu diposisi kaenan apakah yg kau katakan sanggup kau lakukan kyai Nurudin? ceramah itu mudah melaksanakan apa yg diceramahkan itu yg belum tentu bisa
Was pray
kelurga pak Irfan yg waras akal budinya cuma Bu shanty, pak Irfan hanya kebetulan darahnya mengalir di tubuh kaenan, syafea bukan kakak kaenan hanya takdir yg membuat keduanya terpaksa lahir dari ibu dan bapak yg sama, orang2 seperti gak pantas dapat gelar ayah dan kakak kandung, luka hati dan penderitaan yg disebabkan oleh sosok orang yg terpasang berkedudukan jadi ayah dan kakak kandung lebih dalam lukanya dan tak kan hilang selamanya , pak Irfan syafea lebih rendah dari binang babi yg najis dan haram
Was pray
nasib tragis tahfid. Al-Qur'an , hilang dari orangtuanya sampai2 ortunya gak nyadar, biasanya ortu akan ada ikatan batin dengan anak kandungnya sendiri,ini ortu apaan sih pak Irfan itu?disiksa ortu dan kakak kandung sendiri. cek cek cerita tragis bagi umat muslim yg taat beibadah
Was pray
yah MC nya lemah .. apagunya IQ tinggi tapi gak ada nyali untuk membela diri, umat Islam memang diajarkan untuk selalu welas asih terhadap sesama, mengalah demi kebaikan tapi ya jangan keterlaluan dengan pasrah menerima nasib ketika dilecehkan dan direndahkan oleh orang tanpa sedikitpun membela diri, lama2 mati konyol tuh kaenan, miskin harta gak apa2 tapi Islam tetap mengajarkan umatnya untuk membela diri jika itu sudah melati batas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!