NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Kebohongan Rena Mulai Terkuak

  Pagi itu udara terasa lebih dingin dari biasanya Zahra duduk di tepi ranjang, kedua kakinya menapak lantai dingin, punggungnya tegak namun bahunya sedikit menegang..

    Ponselnya tergeletak di atas kasur, layar gelap, seolah ikut menahan napas.

   Sejak subuh, ia belum menyentuhnya lagi, namun suara itu masih bergaung jelas di kepalanya, seolah dibisikkan berulang-ulang tanpa ampun.

   "Aku hamil"

   Kalimat itu seperti vonis, membungkam, menyudutkan.

   Zahra mengusap wajahnya perlahan, tidak ada air mata pagi itu..

   Tangisnya sudah tumpah semalam, dan kini yang tersisa hanya rasa nyeri yang lebih dalam, nyeri yang dingin, sunyi, dan menusuk hingga ke tulang.

   Namun di balik rasa sakit yang menyesakkan dada, ada sesuatu yang tak mau diam di benaknya bukan cemburu, bukan pula rasa kalah.

   Melainkan sebuah pertanyaan kecil yang terus berdetak, menolak ditelan oleh emosi.

  "Benarkah?"

   Zahra bukan perempuan yang naif, ia sudah terlalu lama hidup dalam tekanan, terlalu sering menelan tuduhan tanpa bukti...

   Ia masih ingat betul bagaimana kata mandul itu disematkan begitu saja kepadanya, seolah rahim adalah alat yang bisa dinilai hanya dari kesabaran seorang suami..

   Padahal pemeriksaan medis belum pernah benar-benar selesai..

   Setiap kali Zahra meminta Genta ikut tes lanjutan, selalu ada alasan..

    Sibuk, nanti saja, tidak perlu dibesar-besarkan.

   Dan sekarang, tiba-tiba Rena hamil terlalu cepat, terlalu rapi dan terlalu tepat waktunya.

   Zahra bangkit dari duduknya, ia melangkah ke kamar mandi, mengambil wudu dengan gerakan perlahan, seolah setiap tetes air adalah upaya menenangkan pikirannya yang riuh...

   Setelah itu ia salat dua rakaat, tidak lama dan tidak bertele-tele.

   Doanya singkat, tapi penuh keyakinan.

    "Ya Allah,” bisik nya dalam sujud,

    “jika ada dusta di balik kehamilan Rena ini, maka tunjukkanlah, aku tidak minta balasan yang zalim, aku hanya minta kebenaran.”

   Usai salat, Zahra duduk sejenak di sajadah, ia menarik napas panjang, lalu mengambil ponselnya...

  Jemarinya sempat ragu sebelum akhirnya mengetik sebuah nama yang sudah lama tersimpan, nama yang dulu memberi ku harapan, tapi juga menjadi saksi awal tuduhan-tuduhan pahit.

   **Dr. Ridwan**

   Nada sambung terdengar, lalu suara di seberang menjawab dengan hangat..

    ("Zahra? Lama tidak ada kabar, sekarang apa kabar?”) sapa Dr Ridwan dari sebrang sana

   (“Alhamdulillah saya baik, Dok,”) jawab ku berusaha terdengar tenang..

  (“Saya mau tanya sesuatu, secara medis.”) ucap ku

   ("Tentu.... Silakan.”) jawab dokter itu

   Aku menarik napas..

 “Seberapa cepat seseorang bisa yakin dirinya hamil dok?” tanya ku

   Ada jeda sejenak, Dr. Ridwan tidak langsung menjawab..

   ("Kalau hanya berdasarkan telat haid dan perasaan, itu belum bisa dipastikan, banyak faktor lain, stres, hormon, pola hidup, tanpa tes laboratorium atau USG, itu baru dugaan.” ucap nya kemudian menjelaskan

   Jantung ku berdegup lebih cepat...

"Kalau seseorang mengaku hamil tapi belum ada bukti medis sama sekali, itu bagaimana dok?”

   "Secara medis, itu belum bisa disebut kehamilan, bisa saja tidak benar.” jawab Dr Ridwan tegas

   Zahra menutup matanya, ada sesuatu yang bergerak pelan di dadanya, bukan harapan yang meledak-ledak, melainkan kewaspadaan yang semakin tajam.

   "Terima kasih, Dok,” ucapnya lirih sebelum menutup telepon.

    Aku tidak ingin berharap palsu, aku tidak ingin bergantung pada kemungkinan yang belum pasti..

   Tapi satu hal kini jelas bagi ku, aku tidak akan tunduk pada klaim tanpa bukti.

   Siang itu, Wulan datang ke rumah orang tua Zahra, karena atas suruhannya

   Sahabatnya itu membawa sebuah map cokelat, wajahnya serius, langkahnya cepat.

   "Aku cek lagi transaksi, dan aku nemu sesuatu yang janggal.” ucap Wulan begitu duduk

   Aku langsung menegakkan tubuh ku!

“Apa?”

   Wulan membuka map, menunjukkan beberapa lembar cetakan..

   “Rena menerima transfer besar dua bulan lalu, jumlahnya cukup signifikan.” ucap Wulan hati-hati

    Aku mengernyit.

“Lalu?”

   “Setelah itu, ada transaksi ke klinik kecantikan, facial intensif, treatment laser, dan pembelian obat.” lanjut Wulan

   Aku menelan ludah..

 “Obat kehamilan?”

   Wulan menggeleng pelan...

“Bukan, lebih ke obat pelangsing dan pengatur hormon.”

   Aku memejamkan mata, dada ku terasa sesak, bukan karena sedih semata, tapi karena potongan-potongan itu mulai membentuk gambaran yang tidak aku sukai namun sudah aku duga.

   "Kamu yakin?” tanya ku lirih.

   Wulan mengangguk mantap..

 “Kalau dia benar-benar hamil, pola pengeluarannya aneh.”

   Aku menghela napas panjang. “Berarti aku tidak salah curiga.”

  “Kamu mau lakukan apa?” tanya Wulan

   Zahra menatap lurus ke depan..

 “Aku tidak akan menuduh, aku tidak akan berteriak, aku akan menunggu, kebenaran selalu punya cara untuk mempermalukan kebohongan.”

 "Ya kamu benar sekali Ra, aku berharap secepatnya masalah mu bisa terselesaikan dan kamu bisa mengambil keputusan yang terbaik" ucap Wulan

  "Ya Lan! Aamiin dan terima kasih atas bantuan mu" ucap Zahra

***

   Sore itu, pesan dari Genta masuk.

   ("Rena hamil, Mak minta kamu datang, kita harus bicara serius")

   Aku membaca pesan itu lama, jemari ku menggenggam ponsel hingga terasa dingin.

    Aku tahu, ini adalah titik balik, entah untuk menghancurkan ku atau justru membebaskan ku sepenuhnya.

   Aku membalas singkat.

("Aku akan datang, tapi aku minta satu hal: bicara dengan kepala dingin dan jujur")

   Malam harinya, aku datang ke rumah mertua ku.

  Lampu ruang tamu terang, suasana terasa kaku bahkan sebelum satu kata pun terucap.

   Bu Ratna duduk dengan punggung tegak dan wajah penuh kemenangan..

   Sedangkan Dini duduk di sampingnya, bibirnya melengkung tipis..

   Mas Genta duduk agak menjauh, gelisah, kedua tangannya saling bertaut.

   Rena tidak ada.

“Kamu sudah tahu kabarnya, sekarang kamu harus sadar diri.” ucap Bu Ratna tanpa basa-basi

   Aku duduk dengan tenang.

"Saya tahu klaimnya.”

   Bu Ratna mengernyit.

“Klaim?”

   "Sudah ada hasil medis? USG? Tes darah?” tanya ku lembut tapi menusuk

   Ruangan mendadak sunyi, Mas Genta menoleh ke ibunya...

  “Rena bilang sudah telat.” ucap ibu mertuaku

   "Telat bukan bukti, maaf, Mak, saya hanya ingin kebenaran.” jawab ku pelan

   Dini mendengus.

 “Kamu gak percaya?”

   “Saya percaya pada bukti,” sahut ku tanpa emosi.

  Bu Ratna berdiri dengan wajah memerah. “Kamu meragukan calon ibu anak cucu saya?!”

   Aku berdiri juga, tatapan ku lurus, tidak goyah..

“Saya meragukan kebohongan.”

   Suasana memanas, Mas Genta mengangkat tangan, mencoba menenangkan..

   “Zahra, ini bukan waktunya debat, ibu sudah memutuskan.”

  “Keputusan tanpa kebenaran bukan keadilan,” balas ku tegas.

   Tiba-tiba pintu depan terbuka, langkah kaki terdengar mantap...

   Seorang pria paruh baya masuk dengan wajah tenang dan sorot mata tajam.

   "Belum tentu, keputusan tidak bisa diambil tanpa fakta.” ucap nya lantang

   Semua menoleh.

   "Pak Hasan?” Bu Ratna terperanjat.

    Pak Hasan menatap Zahra sejenak, lalu mengangguk kecil...

   "Aku di sini karena Zahra memintaku dan aku setuju dengannya.” ucap Pak Hasan

   Sebelum pergi kerumah mertua nya, Zahra memang menelpon pak Hasan untuk menemaninya kerumah Bu Ratna

   Ruangan kembali sunyi, kali ini lebih berat.

“Kalau memang ada kehamilan, buktikan secara medis, kalau tidak, jangan paksa Zahra menanggung fitnah.” lanjut Pak Hasan

   Zahra menunduk hormat, di dadanya, ada kelegaan kecil, ia tidak sendirian karena ada Pak Hasan yang mendukung nya juga kedua orang tua nya...

   "Kamu suami, tugasmu melindungi, bukan menekan.” ucap pak Hasan sambil melirik Genta dengan tajam, Genta hanya menunduk, tak mampu menjawab.

  Malam nya Zahra pulang dengan langkah lebih ringan, meski jalannya masih panjang..

   Ia berdiri di bawah langit malam, menghirup udara dalam-dalam.

    "Bismillah, aku tidak melawan takdir, aku hanya menolak kebohongan.” ucapnya pelan

   Dan di kejauhan, kebohongan itu mulai goyah, retak, dan menunggu runtuh..

__Bersambung__

  Jangan lupa tekan love dan tinggal kan komentarnya ya besty..!! 🙏

1
Aether
calon calon anak haram itu awokwok
Anonymous
cuih
Anonymous
kayak bahasa AI
Queen_Fisya08: apanya kak ?

tolong di cerna lagi ya kak setiap tulisan saya di novel dan bedakan bahasa Ai atau karangan sendiri!
total 1 replies
Anonymous
dengan siapapun, kok oleh siapapun
Queen_Fisya08: kalau mau tulis pada siapapun! dengan siapapun dan oleh siapapun tergantung bahasa penulis nya ya kak.... maaf loh 🙏
total 1 replies
Anonymous
sebaiknya cepat dimasukkan ke rumah sakit hewan
Anonymous
akhirnya sidang yang berlarut larut berakhir juga
Anonymous
dan ternyata ego+cemburu mu menutup mata mu dan kembali ke ketek emak ya genta..
Anonymous
segera berakhir ya sidang nya
Queen_Fisya08: ya kak gak lama lagi dan Bu Ratna pun akan kena batunya 🙏
total 1 replies
Umi Asijah
lanjut
rian Away
SEMUA NYA AKAN BERHENTI KETIKA KAU MENGHILANG TUA BANGKA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!