NovelToon NovelToon
Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan tentang kisah kehidupan dari seorang pemuda biasa yang hidupnya lurus-lurus saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang perempuan cantik yang sekonyong-konyong mengigit lehernya kemudian mengaku sebagai vampir.
Sejak pertemuan pertama itu si pemuda menjadi terlibat dalam kehidupan si perempuan yang mana si perempuan ini memiliki penyakit yang membuat nya suka ngehalu.
Dapatkah si pemuda bertahan dari omong kosong di Perempuan yang tidak masuk akal itu?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari jurit malam

Tenda pun langsung kami dirikan dengan cepat... Berhubung terlalu cepat jadi ada banyak sekali kesalahan.

Tapi untungnya tenda itu bisa berdiri cukup kokoh.

Tapi aku tidak yakin kalau angin berhembus terlalu kencang tenda ini akan bisa bertahan.

Lanjut kami menyalakan api unggun yang mana kayu-kayu telah di siapkan oleh para senior.

Punya hati juga mereka ini.

Singkat cerita Adzan Maghrib pun berkumandang dan sebagian orang yang ada di sini menunaikan ibadah sholat Maghrib.

Ya... Meksipun aku bilang sebagian tapi sebenarnya itu hanya segelintir orang saja yang melakukannya sedangkan sisanya tidak melakukan apa-apa.

Padahal mayoritas muslim di tempat ini sangat banyak sekali.

Setelah selesai sholat kami lanjut makan bersama yang mana... Kali ini aku yang paling bekerja keras.

"Kenapa kalian semua malah diam dan

menatapku memasak?!" Mereka benar-benar diam dan hanya menontonku memasak.

"Um... Seumur-umur kami tidak pernah melakukan hal yang namanya memasak jadi tugas ini di serahkan saja pada yang punya kemampuan daripada nanti berakhir buruk kalau kami paksakan!"

Aku kesal.

Serius pada saat ini aku benar-benar sangat kesal pada anak-anak orang kaya yang manja ini karena membebaniku dengan tugas memasak untuk semua orang.

Tak mau sendirian bekerja aku langsung menyuruh mereka bantu-bantu seperti memotong-motong bahan atau menyiapkan alat-alat makan.

Jadi aku hanya perlu untuk memberi bumbu dan memasak saja.

Singkat cerita malam pun semakin larut.

Dari sore hingga tengah malam itu kami benar-benar tidak di biarkan istirahat oleh para senior.

Hingga akhirnya acara yang jadi pusat semua ini pun di mulai.

Kami dari beberapa sekolah di kumpulkan dan di kelompokkan menjadi beberapa kelompok dari masing-masing sekolah.

Setiap kelompok terdiri dari lima sampai sepuluh orang dan mata kami semua di tutupi setelah para senior memberikan instruksi pada kami.

Tak lama setiap kelompok pun mulai berjalan.

Jalan yang akan kami telusuri masih mudah karena cukup bagus juga jalan setapaknya.

Namun setiap langkahnya terasa sangat lambat karena mata kami semua di tutup oleh kain.

Apalagi di sini sangat gelap karena pencahayaan yang sangat minim.

Beberapa saat kemudian kami tiba di pos pertama dan dari sini kami di haruskan memilih satu antara tiga jalan.

"Silahkan pilih satu dari tiga jalur yang ada di sini!" Ucap si senior yang sok serius.

Aku sebagai ketua langsung di tatap oleh semua anggota yang mana mereka memintaku memilih sendiri jalan yang mana yang akan kamu lalui.

'Kalau aku salah jangan salahkan aku. Itu karena kalian gak mau berdiskusi.'

Secara acak aku memilih salah satu jalan dan setelah itu mata kami pun di tutup lagi.

Jalan yang kami lalui kali ini agak tidak enak sekali ketika di injak karena ada banyak akar-akar yang menonjol keluar dari tanah.

Karena itu lah langkah kami menjadi sangat lambat bahkan meksipun hanya mau jalan sepuluh meter saja rasanya sangat lambat.

"Bro! Apa ini jalan di jalan yang benar? Kok udah beberapa menit kita gak sampai-sampai ya!?" Tanya seseorang sambil mengintip.

Aku yang juga penasaran ikut mengintip juga dan... "Lah!?..." Setelah itu semua orang membuka penutup matanya.

"Ini kita dimana?!" Ketika aku melihat di hadapan kami ada saung tuanya sudah sangat lapuk.

Ketika aku lihat sekeliling di sini ada banyak sekali pohon pisang jadi bisa di pastikan kalau ini adalah kebun pisang.

Namun masalahnya di sini benar-benar gak ada penerangan sama sekali seakan kami telah salah mengambil jalan tadi.

Dan lagi tidak ada yang mengawasi kami juga jadi tingkat keyakinan kalau kami telah tersesat sangat tinggi.

"Apa kita tersesat!?" Tanya si Ketua Kelas padaku.

"Kemungkinan iya!..." Setelah itu semua orang panik dan menggerutu dan itu sangat berisik sekali.

Dan tak lama seseorang berteriak. "Hey! Lihat itu!" Seketika tatapan semua orang tertuju pada apa yang di tunjuk orang yang berteriak tadi.

Di sana kami melihat ada putih-putih dan lonjong yang berdiri di antara pohon-pohon pisang. "Ahh! Pocong!!" semua orang langsung lari ketakutan.

Kecuali aku dan si Ketua Kelas.

"Kamu gak takut sama itu Dimas!?" Aku langsung menggelengkan kepala. "Untuk apa takut pada yang begituan? Dia gak akan bisa nyakitin kita juga!"

"Dan lagi guru ngajiku bilang kalau derajat kita manusia masih lebih tinggi makanya jangan takut!" Ngomong-ngomong aku tebak itu cuma salah satu senior yang mau menakut-nakuti kita saja

"... Ngomong-ngomong kamu sendiri apa gak takut!?" Aku balik bertanya dan langsung di jawab oleh ketua kelas.

"Aku kan vampir, mana mungkin aku takut yang begitu!?" Gak tau lagi aku harus bereaksi seperti apa di sini.

Dia gak takut sama setan itu bagus tapi alasannya gak takut itu membuatku ingin tertawa.

"Ya udah, kita pergi aja yuk. Kemungkinan pocong itu adalah ulah dari para senior jadi kita pasti ada di jalan yang benar!" Lanjut kami berjalan.

Tapi hanya berdua saja karena semua orang yang ada di kelompok kami berhamburan kabur.

Aku biarkan saja merea semua karena toh akan di urus oleh para senior yang bersembunyi di antara kebun pisang ini.

Sekitar sepuluh menit kemudian kami pun tiba di sebuah bangunan yang sangat tua tapi cukup bagus...

Bagus yang aku maksud adalah bagus untuk di gunakan sebagai latar syuting film horor.

"Ini rumah peninggalan Belanda kah?!" Aku bergumam sambil melihat ke arah rumah tua yang tampak menyeramkan itu.

"Kayaknya begitu... Hey, lihat itu!" Aku terkejut dan segera melihat apa yang Ketua Kelas tunjuk yang mana di sana ada...

Banyak sekali kelelawar...

"Pasti tempat ini telah di tinggali oleh vampir karena tempat ini sudah lama terbengkalai!" Otak suka ngehalunya kambuh lagi.

"Karena ujung jalan ini menuju ke rumah ini jadi tidak ada pilihan lain selain masuk. Mana tahu kita akan menemukan petunjuk jalan di dalam!" hanya berdua saja kami masuk.

Tepat di depan pintu aku melihat ada sebuah lentera yang menyala di atas meja.

"Mungkin ini telah di siapkan oleh para senior!..." Aku melihat sekeliling untuk mencari sesuatu.

Mana tahu aku melihat ada yang bersembunyi di sekitar sini tapi tidak menemukan apa-apa.

'Mereka pandai bersembunyi. Ketika para senior ini masih kecil aku yakin mereka sangat jago main petak umpet hingga tidak pernah di temukan...'

'Karena mereka bersembunyi di rumah mereka sendiri alias pulang.'

Kami berdua pun masuk ke dalam dimana di sana sangat gelap dan berantakan.

Debu dimana-mana dan jaring laba-laba memenuhi hampir keseluruhan tempat ini.

"Hm, ini sangat gelap dan berdebu. Ini sangat cocok sekali jika mereka menggunakan tempat ini untuk jadi pusatnya untuk menunjukkan semua kostum hantu yang para senior buat!"

Si Ketua Kelas berkata dengan wajah yang sangat serius. "Tidak... Aku pikir tempat ini akan sangat cocok sekali jadi tempat tinggal vampir!"

Aku tak setuju dengan perkataannya yang satu ini. "Tapi bukannya vampir itu tinggal di kastil kalau aku lihat di film-film?!"

"Dan lagi kastilnya itu kebanyakan bagus-bagus dan rapih-rapih tapi di sini sangat berantakan!"

"Kamu tahu apa? Kamu itu bukan vampir jadi gak tau!" Ekspresinya menunjukkan kalau di tahu benar apa yang di sukai oleh vampir.

"Oh ya? Kalau begitu kenapa vampir akan suka tempat ini!?"

"Karena di sini ada banyak kelelawar. Kalau ada banyak kelelawar yang suka tempat ini maka vampir juga akan suka!" Kami mendongak ke atas dan melihat ada banyak sekali vampir yang tergantung di atas.

"... Pantes bau sekali di sini, ternyata ini penyebabnya!" Kemudian kami mulai menelusuri tempat ini.

Tidak ada banyak hal yang terjadi kecuali ada bayangan-bayangan putih yang lewat di jendela dan ada juga sosok putih dan lonjong yang berdiri di luar.

Aku tahu itu para senior jadi aku tidak abaikan.

Di sisi lain para senior yang merasa kalau semua trik yang mereka mainkan tidak berhasil mulai bertanya-tanya.

"Mereka berdua ini mentalnya kuat sekali. Dengan suasana seperti ini dan hantu-hantu yang kita buat mereka dama sekali tidak takut!" Gumam seorang senior yang mengenakan kostum pocong.

"Iya, aku juga heran... Apa dandanan kita kurang menyeramkan ya makanya mereka gak takut?!" Kali ini mereka mulai mempertanyakan kemampuan mereka sendiri.

Setelah tak menemukan sesuatu yang menyeramkan di bawah kami pun naik ke atas dan kali ini ada lebih banyak hal yang membuat terkejut tapi kami tidak terkejut.

Contohnya seperti ada kaki yang nongol dari langit-langit, ada tangan yang keluar dari dinding dan melambai atau ada juga bayangan yang menyeramkan.

Dan bukanya takut kami malah bosan di sini.

Tapi kemudian ada sesuatu yang membuat Ketua Kelas terdiam dan terkejut.

Yaitu...

"Dimas! Lihat ada vampir!" Aku pun terkejut dan segera melihat ke arah si Ketua Kelas menunjuk.

Ternyata di sana ada bayangan sesosok manusia yang pakai jubah yang sangat mirip seperti bayangan vampir di film horor tema vampir.

"Sudah aku bilang kalau tempat ini akan sangat di sukai oleh vampir. Sekarang kamu lihat kan kalau di sini benar-benar ada vampir!" Ia malah terlihat bahagia karena berpikir akan bertemu dengan sesamanya.

Ia langsung berlari ke arah tersebut untuk mengejar vampir itu dan larinya juga cukup cepat.

"Lah! Kok dia bisa tiba-tiba lari secepat itu padahal kalau siang dia letoy sekali!?..."

"Apa karena dia berpikir kalau dia vampir makanan itu mempengaruhi tubuhnya juga seakan dia akan lemah kalau siang dan akan kuat saat malam?"

"Yah, otak adalah yang mengendalikan tubuh jadi kalau otaknya bermasalah maka tidak heran kalau tubuhnya juga ada masalah!"

1
Naruto Uzumaki
Terima kasih telah menulis cerita yang menghibur, author.
Di Persingkat Saja DPS
Sabar ya, masih di periksa ulang
PetrolBomb – Họ sẽ tiễn bạn dưới ngọn lửa.
Loh kok belom update? Lanjutin dong thor, gak sabar nungguin kelanjutannya 😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!