Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Paginya semua orang sedang sibuk dirumah besar keluarga Narendra. Walau acara akad tertutup dan hanya di hadari keluarga inti. Tapi rumah itu tetap di hias dan di tata dengan rapi. Makanan dan kursi ruang tengah dan ruang tamu semua sudah siap. Begitu juga dengan meja prasmanan. Makanan dan minuman yang sudah di siapkan pihak katering dari subuh. Karna acara akad akan di mulai jam 9 pagi.
Syara yang sudah di bangun mami Dian sedari pagi. Hanya bisa terpaku duduk diam saat penata rias masuk kamarnya. Apalagi wajahnya sudah mulai di poles. Pikiran Syara mendadak kacau dan gamang. Setelah mami Dian keluar. Syara langsung menarik Tia yang duduk menemaninya sedari tadi.
" Mba rias ini juga Tia ya?" kata Syara yang belum memakai kebaya pengantin. Karna tadi malam, Tia sudah berjanji akan menggantikan Syara hari ini
" Ya non, tapi nyonya bilang nona harus lebih dulu di make up," kata perias itu tersenyum.
" Hmm ...aku mau pipis dulu ke belakang mba, Tia kamu duduk sini," kata Syara yang ingin menjalankan rencana sembari melirik Tia memberi kode.
" Ya sana pipis dulu, tapi jangan lama ya non," kata perias itu. Sedangkan Tia sudah tahu Syara berencana kabur hari ini lewat pintu belakang.
" Hmm ..." kata Syara cepat keluar dari kamar. Sedangkan wajahnya masih polos karna baru di oles dengan bedak dasar.
Setelah keluar kamar Syara pun berjalan cepat kebelakang dengan ditutupi jaket dan menutupi kepalanya dengan tudung jaket. Syara menghilang di balik pintu menuju pintu belakang yang biasa dipakai oleh para pelayan untuk keluar masuk lewat pintu samping.
Sedangkan di depan rumah mobil Ken baru saja masuk ke halaman rumah. Ken datang lebih awal satu jam untuk bertemu tuan David. sebelum akad nikah di mulai.
Dret....dret . ..ponsel Ken pun bergetar saat ia turun dari mobil dan cepat mengangkat ponselnya sambil berjalan menuju taman samping.
" Ya bun," kata Ken sembari mengangkat. telpon. Namun matanya tak sengaja melihat Syara dari kejauhan yang mengenakan jaket hitam keluar dari pintu belakang.
" Ya bun....," kata Ken cepat menutup ponselnya. Setalah bundanya selesai bicara Ken pun cepat menyusul Syara yang pergi keluar dari pintu samping . Syara terlihat sedang menghentikan Taxi di pinggir jalan
" Syara ......" panggil Ken berlari mengejar Syara. Namun terlambat Syara sudah masuk ke dalam Taxi. Lalu Taxi pun pergi begitu saja menjauh meninggalkan rumah keluarga Narendra.
" Anak itu....!! " kata Ken sambil melihat jam di tangannya yang sudah hampir setengah 9.
Sedangkan di dalam kamar Syara. Mami terkejut ketika Syara sudah tidak ada. Dan yang di rias hanya Tia
" Anak itu ....bagaimana bisa dia pergi ti, kita bisa malu jika keluarga Kusuma tahu ini," kata mami Dian panik.
" Ada apa mi?" kata Farah yang ingin masuk kamar Syara. Sebab mami Dian terlihat sangat panik saat keluar dari kamar adiknya.
" Syara kabur kak" kata mami yang ingin memberitahu papinya. Bersamaan papi datang menghampiri keduanya
" Pi....Syara kabur ," kata mami sedikit bingung saat suaminya itu sudah berdiri di depan mami
" Apa....anak itu !! astaga bagaimana bisa, padahal akad sudah mau di mulai," kata tuan David ikut panik
" Ada apa pi?" tanya Ken yang tiba tiba muncul
" Ken ...Syara ....." kata mami Dian sedikit tergagap.
" Maaf. Ken ..Syara kabur, dia tidak mau menikah dengan mu nak. Memang dia sudah menolak perjodohan ini dari awal. Agar Farah yang menikah lebih dulu," kata papi terlihat kecewa.
" Tapi apa kau bersedia jika Farah menggantikan Syara Ken?" tanya papi David menatap Ken serius
Ken pun terdiam sesaat. Lalu menatap papi dan mami Dian.
" Lalu bagaimana dengan akadnya ?" kata mami Dian menatap Ken dengan perasaan bersalah. Ketika tahu Syara nekad kabur meninggalkan akad.
" Papi dan Mami tenang saja," kata Ken tersenyum.
" Tapi Ken, bagaimana dengan ayah dan bundamu nak?" kata papi David lagi.
" Papi tenang saja, Ken bisa mengurus Syara. Selama dia masih di kota ini. Ken masih bisa. mencarinya pi. Jadi kita selesaikan dulu saja akad nikahnya. Masalah Syara itu urusan nanti," kata Ken terlihat santai. Karna ia tahu di mana Syara tinggal.
" Huh...baiklah," kata papi lega. Karna mengira calon menantunya itu akan kecewa dan marah. Namun sebaliknya. Ken terlihat begitu tenang. Seolah olah tidak terjadi apapun.
Begitu juga dengan mami yang langsung merangkul Farah." Ya sudah mami dan Farah bersiap dulu. Papi temani Ken dulu ya," kata mami yang bersyukur akad nikah Syara tetap berjalan.
" Pasti Syara akan kaget nantinya mi" kata Farah saat keduanya masuk ke kamar mami.
". Ya....tapi Ken terlihat serius dengan adik mu rah. Mami tak bisa berbuat apa apa," kata mami Dian menatap Farah. Tahu putri tertuanya itu memang menyukai Ken. Namun entah mengapa Ken lebih memilih Syara dari pada Farah. Dan mami tahu pasti Ken punya alasan sendiri untuk itu.
" Ya mau apalagi, mungkin Ken memang jodohnya Syara mi. Farah hanya bisa memberi selamat untuknya," kata Farah sambil memeluk maminya
" Ya begitulah, mami akan berdoa. Suatu hari nanti, kakak juga pasti akan menemui orang yang tepat," kata mami mendoakan Farah bisa menemukan Ken yang lain pada pria lain.
" Ya mi doakan saja yang terbaik," kata Farah tersenyum. Walau ada sedikit rasa sakit di hatinya. Ketika Ken menolak tegas memilih dirinya.
**************
Di kamar kost mini. Syara menelungkup kan wajahnya ke bantal sambil terisak. Membuat Mini keheranan dengan tingkah temannya itu.
" Kalo sudah begini, ngapain di tangisi sih Sya
Kan sudah jelas. semua akan dibatalkan," kata Mini duduk sembari mengelus elus punggung Syara yang terguncang
" Tapi aku takut papi akan murka Min, dan pastinya mami akan merasa malu sekali pada keluarga besan. Aku berharap kak Farah atau Tia bisa jadi pengantin nya," kata Syara merasa sangat bersalah. Namun ia tidak bisa berbuat apa apa lagi. Karna memang itu pilihannya.
" Ya sudah....sekarang berhenti menangisnya Ngak usah pake drama. Lagi pula keinginan mu sudah terwujud kan. Tidak jadi menikah sama tuan muda Ken," kata Mini
" Ya tapi......" kata Syara masih terisak
" Aish kau ini, katanya ngak mau tapi saat sudah kabur kok di tangisi. Apa kau menyesal, jika tuh calon pak suami di embat kakak sendiri," kata Mini menyenggol Syara
" Bukan itu min, aku hanya .....," kata Syara masih bingung sendiri.
" Sudah ....sekarang duduk dan tarik nafas dalam dalam. Tenangkan diri mu, anggap ini sudah berlalu. Dan pikirkan saja cara untuk meminta maaf kepada orang tua mu saat kau pulang," kata Mini menepuk bahu Syara. .
Membuat Syara pun bangun dan duduk. Namun tiba tiba ponselnya berdering
Kring ....kring....kring
Syara pun langsung mengambil ponselnya dari saku jaketnya. Dan melihat nama yang tertera pada ponselnya.
" Pak Angga ....!! " kata Syara kaget melihat nama itu sepagi ini sudah menghubunginya.
" Nah lho ...kenapa sepagi ini. Pak Angga bisa menghubungimu, bukan nya kau bilang belum siap untuk bimbingan," kata Mini heran
" Entah lah, aku angkat ngak ya?" kata Syara menatap Mini
" Terserah....." kata Mini yang hanya mengangkat kedua tangganya.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?