Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 009 —Pesta Malam
"Harus berapa kali lagi petir itu muncul?"gumam Shi Jian khawatir sambil bergegas berlari kencang kearah hutan, jantung nya berdegup begitu cepat. Dari ledakan dan gelombang suara yang ia dengar, petir itu berasal dari rumah nya, membuat ia tidak punya waktu untuk menunda kesibukannya ini.
Tanpa memperdulikan apapun, bahkan hewan buas yang mungkin bersembunyi dibalik semak-semak. Ia terus berlari didalam hutan itu, sampai beberapa menit kemudian. Ia berhasil keluar dari hutan rimba itu, pemandangan gunung terlihat di mata nya. Itu begitu dekat dan curam.
Namun, karena sudah tinggal di daerah ini lumayan lama. Ia memutar arah, mengikuti jalur yang biasa ia lewati. Lembah kecil yang dihimpit oleh dua gunung besar ini, suasana lembab dan dingin ia hiraukan. Lorong lembah itu cukup dilewati oleh satu orang, jadi ia tidak perlu takut akan terhimpit.
Deg... Deg... Deg...
Masih tidak berhenti, detak jantung nya semakin kencang seiring ia berlari. Ia mengkhawatirkan zabarin yang berada didaerah ledakan petir itu, saat ini. Entah kondisi macam apa yang zabarin rasakan. Jikapun tidak mengenai Sambaran, dampak dari petir itu kurang lebih sama seperti yang pertama. Dan zabarin tentu tidak dapat menahan dampak itu dalam kondisi lemah seperti itu.
Beberapa menit berlari, ia akhirnya sampai diperbatasan sungai rumah nya. Melompat ke sebrang sungai dan tiba dihalaman rumah nya yang masih baik, bahkan tidak berubah sama sekali.
Mengedar kan pandangan ke sekelilingnya, ia mencari sosok zabarin."Zabarin!. Kau ada dimana?!" Teriak nya sekuat tenaga sambil masuk kembali kedalam hutan, tempat biasanya zabarin berlatih.
Suara angin menambah keheningan yang terasa, daun bergerak bergesekan menciptakan ilusi yang membuat ia khawatir."Kalau sampai terjadi apa-apa padamu, aku akan membunuhmu zabarin!. Kau berlatih bersamaku, akan mengecewakan kalau kau tidak bisa bertahan terkena angin topan seperti itu!" Gumam Shi Jian tidak jelas, ia mengkhawatirkan zabarin.
Bukan tanpa alasan, selain menjadi teman dan rekan nya. Pemuda itu menjadi satu-satunya harapan untuk nya dan semua orang yang tertindas di dunia ini, kalau sampai sesuatu terjadi pada harapan yang ia bawa. Cahaya harapan miliknya pun akan pudar, ia tidak bisa menciptakan cahaya harapan baru tanpa bantuan zabarin!.
"SHI JIAN!"
Namun, saat pikiran-pikiran buruk itu menghantui nya, suara teriakan zabarin menggema dari dalam hutan. Memanggil dirinya yang sedang berlari kearah suara itu."hah!" Shi Jian menarik nafas panjang, teriakan itu membawa kembali harapan nya.
Beberapa saat setelah teriakan itu, dari jauh. Ia melihat sosok zabarin berlari dengan kencang kearah nya dengan wajah yang tampak begitu bahagia."Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Shi Jian saat zabarin mulai mendekat kearah nya. Namun, karena terbawa suasana. Zabarin menubruk tubuh Shi Jian sampai terjatuh.
Brukk! "Oi, liat baik-baik apa yang ada didepan mu!"keluh Shi Jian sambil menyingkirkan pemuda itu ke samping, punggung nya terasa nyeri akibat tertimpa tubuh zabarin.
"Tabrakan kecil itu tidak membuat mu luka!, jangan manja... Ada yang lebih penting yang mau ku beritahukan padamu!" Balas zabarin cepat, tampak kebahagiaan tak terbendung akan tumpah begitu zabarin mengungkapkan nya.
"Hah? A-Apa ada musuh yang datang dari petir itu? Seperti kemunculan mu?. Dimana dia sekarang?!"tanya Shi Jian lekas berdiri, ia masih mengira petir itu adalah pertanda dari musuh yang sama dari kemunculan zabarin.
"Bukan seperti itu! Tidak ada musuh yang datang!"balas zabarin jengkel, karena pemuda itu tidak ingin mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
"Hah?! Lalu... Petir apa itu?"tanya Shi Jian bingung, dan kemudian memilih diam sambil memandang lekat kearah zabarin. Mencoba mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
Zabarin diam sesaat, seolah sedang memilih kata yang tepat untuk ia keluarkan"A-Aku berhasil!"teriak nya saat beberapa saat terdiam, dua kata itu. Bagaikan Sambaran petir sekali lagi dikepala Shi Jian.
"A-Apa maksudmu?"tanya Shi Jian mencoba memancing zabarin berbicara lebih banyak, namun zabarin hanya diam sambil memandang tangan nya berbinar. Ia kemudian bangkit dari tanah dan berdiri didepan pemuda itu, menyuruh nya untuk memperhatikan.
Swuushhh! Setelah mengulurkan tangan kanan nya, beberapa saat kemudian angin berhembus dan secercah Aura berwarna hitam berkobar seperti api diatas telapak tangan zabarin. Membuat area itu seperti terkena panas matahari, perasaan gerah langsung terasa saat zabarin mengeluarkan kekuatan itu.
Tap! "Ti-tidak mungkin!. Ka-kau berhasil?!"seru Shi Jian sambil menggenggam pergelangan tangan zabarin, dan memperhatikan aura hitam itu secara seksama, walaupun perasaan gerah langsung menyelimuti tubuh nya. Itu tidak membuat nya mundur, kekuatan yang sedikit ini, sudah menjadi titik harapan baru untuk mereka.
"Zabarin! Kau benar-benar hebat!. Aku tidak menyangka kau bisa menciptakan kekuatan baru dalam waktu empat bulan!"seru Shi Jian lagi, merasakan kebahagiaan yang mendalam seperti yang zabarin rasakan.
"Aku juga tidak menyangka ini bisa terjadi. Aku hanya terinspirasi dari seekor ular, lalu mencoba cara itu. Tidak terduga metode asal seperti itu bisa membuahkan hasil yang segar!"balas zabarin masih dalam kegembiraan yang tidak tertahankan, semenjak ia dihidupkan kembali. Baru kali ini ia merasakan sebuah emosi yang disebut bahagia.
Shi Jian mengangguk, tidak peduli cara apa yang dipakai zabarin. Asal itu berhasil dan tidak ada efek samping yang merugikan. Ia sudah sangat bangga sekaligus bahagia dengan pencapaian itu.
"Untuk merayakan kemenangan ini, aku akan membuat masakan spesial malam ini!. Kita harus berpesta merayakan nya, walaupun hanya berdua. Itu tidak membuat keberhasilan ini tidak dirayakan!"balas Shi Jian kemudian, dan bergegas menarik tangan zabarin untuk kembali pulang.
"Benarkah?"tanya zabarin berbinar, masakan yang dibuat shi Jian selalu menjadi favoritnya. Apalagi ini masakan spesial, bayangkan seenak apa itu?. Membayangkan nya saja sudah membuat zabarin lapar, apalgi jika hidangan itu sudah ada didepan mata?.
"Tentu saja! Kebetulan aku menangkap buruan besar kali ini!"balas Shi Jian, mendengar itu semangat zabarin pun kembali naik ketingkat Yang lebih tinggi. Dan bergegas kembali, bersama Shi Jian. Melewati pepohonan yang sudah bengkok akibat terpaan angin super kuat itu.
Hari ini, mereka berdua merasakan apa itu keberhasilan. Walaupun terbilang sebentar untuk waktu empat bulan, tapi tetap saja ini sebuah keberhasilan dibalik keberuntungan.
Belum ada sejarahnya seseorang bisa menciptakan kekuatan baru, apalagi dalam waktu sesingkat itu. Namun, dibalik senyuman riang Shi Jian. Ada banyak kekhawatiran dalam benak nya, tentang jalan yang akan mereka lewati kedepan nya. Mungkin akan menjadi semakin sulit dan berbahaya, apalagi. Ia hanya mempunyai waktu setengah tahun saja untuk melatih zabarin.
"Waktu yang tersisa adalah dua bulan lagi sebelum aku kembali, dalam waktu segitu, setidaknya aku harus bisa melatih zabarin teknik bertarung!"gumam nya dalam hati, tanpa sadar waktu nya bersama pemuda itu semakin sedikit. Walaupun ia akan melindungi zabarin dari apapun saat ia dalam rase berkembang. Ia tidak bisa sepenuhnya berfokus pada zabarin saja, ada sebuah tanggung jawab besar diatas pundak nya. Yang bahkan tidak zabarin ketahui.
\*\*\*\*\*\*
"Selamat makan!"seru Zabarin sambil memasukan potongan daging kedalam mulut nya, "Makan lah dengan puas, zabarin! Malam ini kita bersenang-senang!"balas Shi Jian dan memasukkan potongan daging kedalam mulut nya.
Api unggun ditengah halaman itu menjadi cahaya besar yang menyinari halaman rumah, yang biasanya gelap dengan sedikit remang cahaya. Seekor beruang hutan, yang sudah menjadi potongan daging dipanggang diatas api unggun. Menciptakan aroma yang menggugah selera hingga terbawa angin.
Beberapa menit kemudian, sebagian besar daging diatas api unggun itu sudah hilang. Hanya menyisakan beberapa bagian yang masih cukup untuk sarapan besok.
"Haha, masakan mu memang selalu luar biasa Jian!"seru zabarin dan menjatuhkan tubuh nya diatas rumput kering di taman itu. Shi Jian menatap kearah zabarin dengan senang.
"Sudah berapa kali kau mengatakan itu?"tanya Shi Jian ikut berbaring, memberikan waktu perut mereka untuk mengolah makanan yang masuk.
"Aku juga tidak tau, yah... Mungkin karena masakan mu begitu lezat, aku sampai tidak sadar sudah mengucapkan kata itu berapa kali!"balas zabarin menutup mata, masih membayangkan rasa itu dimulut nya.
Shi Jian tidak membalas lagi, ia juga tidak mengerti kenapa masak nya begitu lezat bahkan untuk dirinya. Ia hanya belajar masak dari sebuah buku, seharusnya masakan itu standar seperti keterangan nya.
Mereka berdua sama-sama diam sambil berbaring, menatap kelangit dimana awan tidak lagi menutupi bintang-bintang yang bersinar terang. Hingga bulan yang menyinari bumi dengan sedikit remang cahaya itu, menunjukkan pesona yang tidak dapat ditandingi.
"Zabarin!"panggil Shi Jian, zabarin kemudian menoleh kepada nya sambil mengatakan"ada apa?"balas nya.
"Aku masih belum paham tentang kekuatan yang kau dapatkan, maksud dari terinsipirasi dari ular itu bagaimana? Kurasa ular tidak bisa memberikan ilmu setinggi itu, atau simbol kekuatan baru!"seru Shi Jian.
Zabarin paham arah pembicaraan ini, ia kemudian kembali menatap langit dan menjelaskan"Ular yang ku lihat tadi siang, dia ada dalam fase ganti kulit... Kau tau kan? Energi alam tidak bisa masuk kedalam aliran darah ditubuh ku, karena sesuatu yang belum kita tau?"balas zabarin, dan kemudian Shi Jian mengangguk. Tidak ingin untuk menyela, karena ia benar-benar penasaran bagaimana zabarin bisa terinspirasi dari seekor ular.
"Nah, maka dari itulah... Bayangkan tubuh ular itu adalah dinding aliran darah, dan mulut nya merupakan saluran darah sampai ke ekor nya. Dan juga, bayangkan kulit lama ular itu sebagai energi alam, untuk mengeluarkan kulit itu, ia tidak bisa melewati dalam tubuh nya... Ya, itu umum di ketahui. Namun, kulit itu terus keluar dari kepala sampai ekor seperti berjalan sendiri... Seperti sebuah cincin yang dimasukan kedalam ranting dari atas, maka akan jatuh kebagian bawah... Jadi aku memadatkan energi alam menjadi bentuk cincin, agar bisa masuk ke dantian tanpa melewati bagian dalam aliran darah... Dan cuma melewati bagian luar, yah, walaupun itu sedikit menyakitkan... Tapi sepadan lah dengan apa yang kudapat!"jawab zabarin panjang lebar, namun. Sangat detail dan kompleks... Hanya dari penjelasan itu saja, Shi Jian pun mengerti garis besar nya.
"Jadi seperti itu... Aku masih tidak menyangka, metode seperti itu belum pernah dipikirkan sebelumnya. Aku tidak menyangka kau bisa memikirkan metode semacam itu dalam waktu singkat!"seru Shi Jian kagum. Cara zabarin berpikir sudah sangat jauh, ia tidak hanya memandang sesuatu dari luar nya saja. Melainkan dari kedalaman lebih jauh nya.
"Haha... Tentu, aku memang hebat dari dulu!"jawab zabarin tertawa sombong.
"Sialan, baru dipuji begitu kau sudah sangat sombong!"balas Shi Jian kesal, ya emang faktanya seperti itu. Tapi, cara zabarin menyampaikan nya membuat nya merasa kecil dan serasa tertinggal walaupun kekuatan nya lebih kuat dari milik zabarin yang baru ditahap awal.
judul : Professor & Student: Love Through Time.
ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.