Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bu Waketu
" Kamu enggak bekerja di SM tech saja sayang, bagaimana pun itu sudah jadi milik kita."
Aurel berharap Arsa mau bekerja di perusahaan yang kini sudah menjadi milik Aurel.
" Itu perusahaan mu sayang, bukan milik kita, aku tak akan mengakui harta milik mu sebagai milik ku, namun sebalik nya semua milikku itu milikmu, lagian SM tech bukannya sudah di kelola oleh Kak Raden, sepertinya dia bisa di percaya" jelas Arsa.
Aurel mengangguk angguk menyetujui, " Lalu, kamu akan menghidupi ku dari perusahaan Daddy Dika?" Aurel seperti memancing sesuatu dalam pertanyaan nya.
" Enggak dong sayang, aku hanya membantu Daddy di perusahaan itu," jelas Arsa,
" Lalu untuk menghidupi mu dan anak anak kita kelak aku sudah menyiapkan hal lain, kamu tau OP Technologi?"
" Perusahan IT dan Game itu?" Tanya Aurel.
" Iya, kamu pernah mendengar nya?" Tanya Arsa penasaran.
" Itu bukan nya perusahan yang Orchi yang di bangun 3 tahun lalu?" Jawab Aurel.
" Kamu tau kalau kita punya perusahaan sayang? kenapa kamu enggak bilang?" Arsa merasa diri nya seperti menyembunyikan sesuatu pada istri nya.
" Aku ingin kamu yang cerita sendiri sama aku." Jawaban Aurel membuat rasa bersalah Arsa bertambah.
" Sayang, bukannya aku enggak cerita dari awal, hanya saja ..." Arsa menggantung ucapan nya karena Aurel lebih dulu menyela.
" Aku tau sayang, kamu enggak perlu merasa bersalah seperti itu."
" Oke baiklah, sejenak aku lupa kalau kamu punya kemampuan istimewa, menurut mu apa aku menyimpan rahasia lain?" Tanya Arsa
Aurel mengangguk, " Kamu masih punya beberapa usaha cafe dan bengkel motor."
Jawab Aurel.
" Kamu kecewa ya sama aku, karena enggak pernah menceritakan itu pada mu?" Ucap Arsa kecewa pada diri nya sendiri.
" Enggak kok sayang, aku enggak pernah mempermasalahkan itu, aku tau kamu belun sempat bercerita." Jelas Aurel, sekarang memang tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi tentang Arsa, namun ada banyak hal baik dan buruk yang akan terjadi kedepan nya, baik yang Aurel tau atau pun yang tidak Aurel tau.
Dan mulai sekarang perjuangan mereka akan di mulai bersama sama.
Arsa merasa bersyukur karena memiliki Aurel, lelaki itu tak berkedip memandang wajah istri nya sambil menggenggam kedua tangannya.
" Sudah selesai belum sarapannya, setelah ini kita mau kemana?" Tanyanya memecah keheningan.
" Sudah, ayo kita ke pantai kuta dulu, lalu kulineran, aku pengan makan seafood, terus sorenya aku mau lihat Sunset di tanah lot." Aurel terlihat sangat bersemangat.
" Oke baiklah tuan putri, ayo kita pergi." Arsa menjulurkan tangan nya untuk di raih oleh aurel, dengan senang hati Aurel menerima uluran tangan Arsa.
****
" Anak mu mulai bertingkah lagi?" Ucap Seorang pria yang sedang menyesap kopinya dengan santai.
" Kau bicara, seakan akan dia hanya anak ku?" Jawab wanita yang baru saja meletakkan handphonenya.
" Sedang dimana dia sekarang?" Tanya pria paruh baya itu.
" Bersama teman teman nya di bali?" Jawab sang istri.
" Apa dia masih berhubungan dengan anak Wirayuda?" Tanya Pria paruh baya yang tak lain adalah ayah dari Simon, Doni Sitomurong
" Mereka sudah berteman sejak kecil, mana mungkin tak ada hubungan." Jawab Sang istri bernama Soraya.
" Dan kamu tau bagaimana hubunganku dengan Wirayuda sejak dulu, bilang pada anak mu jangan lagi berhubungan dengan keluarga itu." Doni meletakkan cangkir nya dengan kasar.
" Ternyata sampai sekarang kau belum melupakan wanita itu." Ucap Soraya menatap suami nya sedih, padahal mereka sudah menikah 18 tahun lama nya, namun suami nya belum bisa sepenuh nya mencintai nya, hubungan mereka memang di dasari oleh bisnis sehingga sampai saat ini pun kedua nya hanya sibuk bekerja dan tak menyadari ada seorang anak yang terlantar akan keegoisan orang tuanya.
" Sudahlah, selalu seperti ini jika kita membahas Monti, pastikan saja anak itu harus kembali besok." Doni kemudian meninggalkan istri nya yang masih duduk di depan meja makan dengan pikiran yang berkecamuk.
***
" Belum kenyang?" Arsa bertanya istrinya yang begitu lahap memakan seafood yang di pesannya.
Aurel menggeleng, ia masih terus menikmati hidangan makanan laut yang terkenal di daerah itu.
" Pelan pelan makannya sayang, enggak akan ada yang merebut nya dari mu." Ucap Arsa sambil mengupaskan cangkang udang untuk istri nya.
" Kamu enggak makan sayang? ini banyak banget loh." Aurel sengaja memesan banyak untuk di makan berdua dengan Arsa.
" Aku sudah kenyang dengan liat kamu makan sayang." Jawab Arsa
" Ishh, kesan nya kaya aku ini doyan makan aja." Aurel cemberut.
" Loh emang enggak?" Arsa terkekeh
Aurel menambah mengerucutkan bibir nya, wajah nya tambah lucu karena sekarang pipi nya juga kembung oleh makanan yang sedang di kunyah nya.
" Sudah ayo habiskan, bukan nya kita harus ke tanah lot, ini sudah hampir jam 4, perjalanan sekitar satu jam, biar pas sampai sana kita bisa menikmati Sunset" Jelas Arsa.
Aurel mengangguk dan kemudian memakan makanan nya lagi.
" Teman teman yang lain kemana?" Tanya Arsa
" Mereka memilih restaurant lain, katanya kita nanti ketemu di tanah lot saja." Jawab Aurel.
Arsa mengangguk dan memainkan ponsel nya sambil menunggu Aurel selesai makan.
Sementara itu, rombongan Agra sudah selesai makan siang, lebih tepat nya makan sore karena siang tadi mereka keasyikan bermain di tempat lain.
" Habis ini kita langsung ke tanah lot?" Tanya Agra memastikan.
" Iya, kata Aurel kita ketemu di sana aja." Jawab Arum.
" Oke baiklah." Agra kembali melajukan mobil sewaan nya membelah jalanan bali.
Monti membuka kembali ponsel nya, ada pesan dari mamah nya kalau dia harus kembali malam ini juga.
" Hufffttt." Monti menghembuskan nafasnya kasar.
" Kenapa?" Tanya Amel yang melihat Monti menghembuskan nafas nya setelah melihat handphonenya.
" Sayang, kayanya malam ini aku harus balik ke jakarta, habis dari tanah lot aku langsung ke bandara, karena penerbangan terakhir ke jakarta jam 9 nanti, boleh?" Tanya Monti pada Amel.
" Ada masalah di rumah?" Tanya Amel
Monti menggeleng, " Tidak ada, hanya saja mamah dan papah baru pulang dari luar negeri, mereka ingin aku cepat menemui mereka, karena mereka tak bisa lama di indonesia." Jelas Monti tak sepenuhnya bohong.
" Ya udah kalau begitu, kamu harus cepat cepat pulang, toh besok pagi pagi kita juga pulang kok, senin kan kita harus urus urus untuk pendaftaran kuliah." Jawab Amel.
" Maaf ya sayang." Monti mengecup kening Amel sayang, lalu ia menangkup wajah Amel, "i love you, lain kali aku kenalkan kamu ke orang tuaku ya."
Amel mengangguk angguk dengan wajah nya masih di tangkup oleh Monti.
" Berisik deh kalian, bentar lagi kita sampai kan." Timpal Arum menengahi.
" Siap bu waketu." Ucap Sam menundukkan kepalanya pada Arum.
" Apaan tuh?" Tanya ian.
" Ibu wakil ketua." Jelas Sam
Ohhhhh, seisi mobil langsung ber oh ria.
" Oh ya temen temen, habis ini gue langsung ke bandara ya, minta tolong urus barang gue di hotel ya." Ucap Monti.
" Lo mau kemana?" Tanya ian
" Ortu gue baru balik, dan mereka enggak lama di indo, jadi gue harus cepet cepet balik lagi." Jawab Monti Dan di balas anggukan oleh yang lainnya.
Tak terasa kini mereka sudah sampai di tanah Lot, baru saja mereka keluar dari mobil, motor Arsa dan Aurel juga sampai.
Semangat 💪💪