Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.
Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.
Lalu.. tanpa di sangka..
"Oke.."
Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..
"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."
Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.
"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."
Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.
Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?
"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Hari Sabtu pun tiba.
Karena memang sedang senggang, Yurika mengikuti permintaan kakaknya dan berdandan dengan cukup serius.
Ia mengenakan gaun hitam sederhana dengan potongan elegan. Rambut panjangnya ditata ala French style dengan sedikit gelombang lembut di sisi pipi. Di belakang kepalanya terikat pita hitam kecil yang membuatnya terlihat anggun sekaligus manis.
Sementara itu, kondisi Yutaka justru tampak buruk.
Semalam ada keributan di bar miliknya sehingga ia baru pulang menjelang pagi setelah mengurus semuanya. Sebelum keluar hari ini, ia bahkan sempat makan permen mint hanya untuk menyegarkan diri.
Meski wajah mereka tidak terlalu mirip, siapa pun tetap bisa melihat bahwa gen keluarga mereka memang luar biasa bagus.
Yutaka sendiri memiliki wajah tampan dengan aura bad boy yang kuat. Ditambah pembawaannya yang santai dan sedikit liar, tidak heran dulu Livia jatuh hati padanya.
Mereka akhirnya bertemu di depan restoran.
Yutaka memandang Yurika dari atas ke bawah lalu tersenyum tipis.
“Lumayan. Hari ini kau cantik.”
Yurika mendengus kecil.
“Kalau nanti ternyata mantan pacarmu datang dengan pria super tampan dan kaya, bukankah kau malah makin sakit hati?”
Namun sebenarnya, ia sendiri juga penasaran.
Awalnya, meja yang dipesan Yutaka cukup jauh dari Livia. Tapi entah karena pelayan baru salah mengatur atau bagaimana, meja mereka malah diberikan kepada tamu lain.
Pelayan itu tampak panik sambil terus meminta maaf.
Namun Yutaka terlalu malas mempermasalahkan hal kecil seperti itu.
“Sudahlah,” katanya santai. “Bawa kami masuk saja.”
Dan secara kebetulan yang sangat tidak menyenangkan..
Meja baru mereka justru berada tidak jauh dari Livia.
Hari itu, Livia sengaja mengundang Austin makan malam sebagai ucapan terima kasih karena pria itu pernah membantu ayahnya beberapa waktu lalu.
Ayahnya bahkan berkali-kali mengingatkan agar ia menjaga hubungan baik dengan Austin.
Sebenarnya Austin sudah beberapa kali menolak ajakan makan sebelumnya dengan alasan sibuk.
Namun akhirnya, setelah orang tua keluarga Austin ikut berbicara dan mengatakan bahwa kedua keluarga sudah saling mengenal cukup lama, Austin pun menerima undangan tersebut.
Hari ini Livia benar-benar mempersiapkan semuanya dengan hati-hati, bahkan ia sengaja memesan paket pasangan.
Ketika pelayan datang dan menjelaskan bahwa itu adalah menu spesial pasangan, Austin sedikit mengangkat alisnya.
Pria itu sebenarnya jarang datang ke restoran viral seperti ini. Namun tepat saat ia menoleh..
Tatapannya bertemu dengan dua sosok yang baru saja berdiri di dekat meja mereka.
Livia yang belum menyadari keberadaan Yutaka buru-buru tersenyum canggung.
“Ah.. paket pasangan?” katanya pelan. “Sepertinya aku salah pesan.”
Tak lama kemudian, ia kembali tersenyum lembut.
“Tapi tidak masalah kalau kita mencobanya sekali, kan?”
Livia memang memiliki kesan yang cukup baik terhadap Austin. Hanya saja pria seperti Austin jelas bukan tipe yang mudah didekati.
Livia sebenarnya sudah berusaha sangat berhati-hati.
Namun sebelum Austin sempat menjawab ucapannya, suara kursi yang ditarik dari belakang membuat suasana berubah seketika.
Dua orang baru saja duduk di meja kosong tepat di samping mereka.
Begitu melihat siapa yang datang, ekspresi Livia langsung membeku.
Ia sama sekali tidak menyangka akan bertemu mantan pacarnya di tempat ini hari ini.
Dan sejujurnya.. ada sedikit rasa bersalah di hatinya.
Hubungan mereka memang pernah dipenuhi gairah di awal, tetapi semakin lama, perasaan Livia perlahan memudar. Belakangan, semakin banyak pria mendekatinya, dan tanpa sadar hatinya mulai goyah.
Pada akhirnya, dialah yang meminta putus.
Hari ini, ia sengaja mengatur makan malam bersama Austin untuk menciptakan kesempatan lebih dekat dengannya. Mana disangka Yutaka malah muncul di restoran yang sama.
Sementara itu, Yurika yang duduk di samping kakaknya juga ikut terdiam saat melihat pria yang duduk di hadapan mantan calon kakak iparnya.
Ia langsung menyesal datang ke sana.
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
🤭
terlalu kaku🙏