NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Reza membuka mata saat alarm di ponselnya berbunyi nyaring.

Dia segera mandi dan turun menuju dapur di lantai satu.

Bao sudah berdiri di sana memotong ratusan daging ayam segar.

Lyra juga sibuk menata piring dan gelas di rak depan.

"Pagi Bos Reza," sapa Lyra sambil tersenyum lebar.

"Pagi Lyra, pagi Bao," jawab Reza mengikat celemeknya.

"Hari ini kita jualan menu apa Bos?" tanya Bao menghentikan potongan ayamnya.

"Kita akan jualan ayam geprek sambal bawang," jawab Reza semangat.

"Ayam geprek itu apa Bos?" tanya Lyra kebingungan.

"Itu ayam goreng tepung yang dihancurkan bersama sambal pedas," jelas Reza.

Bao mengangguk paham dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

Tangan Bao bergerak sangat cepat memisahkan tulang dari daging ayam.

Reza menyiapkan adonan tepung bumbu dan wajan berisi minyak panas.

Dia juga mulai mengulek cabai rawit merah dan bawang putih di cobek batu besar.

Bau pedas dari cabai langsung membuat Lyra bersin beberapa kali.

Hatchi.

"Maaf Bos, bau cabai merah itu sangat menggelitik hidung saya," ucap Lyra mengusap hidungnya.

"Tidak apa-apa Lyra, pergilah ke depan dan bersiap membuka pintu," perintah Reza tertawa pelan.

Lyra berjalan ke depan dan memutar kenop pintu utama.

Dia menarik pintu itu hingga terbuka lebar ke arah dalam.

Suara keributan dari puluhan orang yang mengantre langsung masuk ke telinga mereka.

Antrean hari ini meluber sampai ke pinggir jalan raya di luar gang.

"Selamat pagi semuanya, silakan masuk dan duduk," sapa Lyra dengan nada ramah.

Enam belas orang pertama langsung berlari berebut kursi di dalam kedai.

Mereka menatap menu tunggal hari ini yang tertulis di papan kayu kecil.

"Mbak, pesen ayam gepreknya empat porsi ya," kata seorang pemuda berkacamata.

"Sambalnya dipisah atau dicampur Tuan?" tanya Lyra mencatat pesanan.

"Dicampur saja Mbak, yang pedas ya," jawab pemuda itu.

"Baik, mohon ditunggu sebentar," ucap Lyra berjalan menuju dapur.

Di dapur, Reza memasukkan potongan ayam berbalut tepung ke dalam minyak panas.

Suara desisan minyak mendidih terdengar sangat keras.

Ayam goreng itu berubah warna menjadi kuning keemasan dalam waktu singkat.

Reza mengangkat ayam itu dan meletakkannya di atas cobek batu besar.

Bao langsung mengambil ulekan batu dan memukul ayam itu beberapa kali.

Daging ayam tepung itu hancur dan bercampur rata dengan sambal bawang pedas.

"Ayam geprek meja satu sudah siap, Lyra," kata Reza meletakkan piring di atas nampan.

Lyra segera membawa piring-piring itu ke meja pelanggan.

Aroma bawang putih dan cabai yang digoreng dengan minyak panas sangat menggugah selera.

Para pelanggan langsung makan dengan sangat lahap hingga berkeringat.

"Gila, pedasnya nendang banget tapi bikin nagih," ucap pemuda berkacamata itu.

"Ayamnya juga empuk dan tepungnya renyah parah," sahut temannya di sebelahnya.

Kesibukan itu terus berlangsung selama beberapa jam.

Lyra terus mencatat pesanan dan Bao terus menggoreng ayam tanpa henti.

Sekitar pukul satu siang, antrean di luar tiba-tiba menjadi sangat ribut.

Tiga orang pria bertubuh besar dan bertato menerobos antrean dengan kasar.

Mereka mendorong orang-orang yang sedang menunggu di luar pintu kedai.

"Woy, antre dong," protes seorang bapak paruh baya yang terdorong.

"Diam lu tua bangka, gue mau makan sekarang," bentak salah satu preman itu.

Ketiga preman itu masuk ke dalam kedai dengan wajah yang sangat arogan.

Mereka langsung duduk di meja nomor dua yang kebetulan baru saja kosong.

Lyra berjalan mendekati mereka dengan ekspresi tenang.

"Selamat siang Tuan-tuan, mau pesan ayam geprek berapa porsi?" tanya Lyra sopan.

"Bawa tiga porsi ayam paling enak ke sini, cepat," perintah preman berjaket kulit hitam.

"Baik, mohon tunggu sebentar," jawab Lyra mencatat dan kembali ke dapur.

Lyra memberikan kertas pesanan itu kepada Reza.

"Bos, tiga orang berbadan besar itu sepertinya sengaja mencari masalah," lapor Lyra pelan.

"Mereka menerobos antrean dan membentak pelanggan lain di luar."

"Biarkan saja Lyra, sajikan makanan mereka seperti biasa," jawab Reza mengaduk wajan.

"Bao, tolong siapkan tiga porsi ayam geprek untuk mereka."

"Siap Bos," jawab Bao memukul tiga potong ayam di atas cobek.

Bao meletakkan tiga piring ayam geprek itu di nampan dan memberikannya pada Lyra.

Lyra mengantarkan makanan itu ke meja tiga preman tersebut.

"Ini pesanan Anda Tuan-tuan," ucap Lyra meletakkan piring di meja.

Ketiga preman itu saling menatap dan tersenyum sinis.

Preman berjaket kulit mengambil sendok dan mengaduk ayam gepreknya.

Dia tiba-tiba mengeluarkan seekor kecoak mati dari saku celananya dan menjatuhkannya ke piring.

"Woy, pelayan," teriak preman berjaket kulit itu dengan sangat keras.

"Makanan macam apa ini, masa ada kecoaknya."

Semua pelanggan di dalam kedai langsung menghentikan kegiatan makan mereka.

Mereka menoleh ke arah meja nomor dua dengan wajah terkejut.

Reza mengusap tangannya dengan serbet dan berjalan keluar dari dapur.

Dia berdiri tepat di depan meja preman tersebut dengan wajah sangat datar.

"Ada masalah apa Pak?" tanya Reza tenang.

"Lu buta ya, lihat ini ada kecoak mati di makanan gue," bentak preman itu menunjuk piringnya.

"Gue mau lu tutup kedai jorok ini sekarang juga atau gue lapor polisi."

Reza melihat kecoak mati yang ada di atas piring tersebut.

Kecoak itu sama sekali tidak terkena noda minyak atau sambal merah.

"Sepertinya bapak salah tempat kalau mau menipu orang," jawab Reza dengan suara lantang.

"Kecoak itu terlihat sangat bersih dan tidak ada noda sambalnya sama sekali."

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!