"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 : Nyawa di Ujung Pena
Sinar matahari pagi menyelinap malu-malu melalui tirai sutra di kamar Aira, namun suasana di dalam Mansion Kim sudah seperti markas komando tingkat tinggi. Setelah kejadian surat dari Soobin dan ancaman tentang pengkhianat di rumah, ketujuh abang BTS tidak membiarkan Aira lepas dari pandangan mereka, bahkan saat ia masih tertidur lelap.
Aira menggeliat pelan di bawah selimut tebalnya. Ia merasakan sesuatu yang berat di sisi kanan dan kirinya. Saat membuka mata, ia mendapati Jungkook dan Taehyung sedang tertidur duduk sambil menyandarkan kepala mereka di pinggir tempat tidurnya. Rupanya, mereka bergantian menjaga pintu kamar Aira semalaman dan akhirnya ketiduran di sana.
"Kak Kookie... Kak Tae..." panggil Aira lirih, suaranya serak khas bangun tidur yang terdengar sangat imut.
Jungkook langsung terjaga seolah ada alarm di kepalanya. "Aira! Kamu sudah bangun? Ada yang sakit? Mau minum? Atau mau Kakak panggilkan dokter?" tanya Jungkook bertubi-tubi sambil memegang dahi Aira untuk mengecek suhu tubuhnya.
Taehyung ikut terbangun dan langsung menarik Aira ke dalam pelukan singkat. "Aira-ya, Kakak mimpi buruk kamu diculik... jangan pergi-pergi tanpa Kakak ya hari ini."
Aira hanya bisa tersenyum manja melihat tingkah kedua abangnya. Ia menarik ujung kaos Jungkook, meminta perhatian lebih. "Aira laper... mau makan bubur buatan Kak Jin, tapi mau disuapi sama Kak Kookie sambil nonton kartun," rengek Aira dengan nada yang sangat manja.
"Siap, Tuan Putri! Apa pun untukmu!" Jungkook langsung melesat menuju dapur secepat kilat, sementara Taehyung tetap di sana, menggendong Aira menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Inilah sisi kehidupan Aira yang kontras; di luar ia adalah Miss KA yang dingin dan misterius, tapi di dalam rumah, ia adalah pusat semesta dari tujuh pria paling berpengaruh di Korea.
Di ruang makan, suasana tidak kalah riuh. Seokjin sedang sibuk menata meja dengan berbagai hidangan mewah seolah-olah mereka akan menyambut tamu kenegaraan. Yoongi duduk di pojok dengan laptopnya, namun matanya terus memantau setiap staf yang lewat, terutama Manajer Kang yang sedang mengatur jadwal harian Namjoon.
Aira datang dengan digendong di punggung Jimin, kakinya berayun-ayun manja. "Kak Jin, aromanya enak banget!"
"Tentu saja! Kakak memasak ini dengan bumbu cinta ekstra karena adik Kakak yang paling cantik ini sedang butuh energi," ujar Seokjin sambil mencium pipi Aira saat Jimin mendudukkannya di kursi tinggi.
Tiba-tiba, bel mansion berbunyi. Melalui layar monitor di ruang makan, terlihat Guanlin dan Sunoo berdiri di depan gerbang dengan pakaian santai yang sangat stylish. Mereka membawa kotak besar berisi hadiah.
"Aish, kenapa dua pengganggu itu datang lagi sepagi ini?!" gerutu Hoseok sambil meletakkan garpunya.
Namjoon menghela napas. "Guanlin bilang dia punya draf kontrak baru dari rumah produksi film yang harus didiskusikan dengan asisten riset Miss KA alias Aira."
Begitu Guanlin dan Sunoo masuk ke ruang makan, suasana langsung menjadi dingin secara instan. Guanlin meletakkan kotak besar itu di depan Aira. "Ini laptop edisi terbatas yang kau tanyakan kemarin di perpustakaan. Aku sudah memasang sistem keamanan paling mutakhir agar tidak ada yang bisa meretas tulisanmu."
Aira matanya berbinar-binar. "Wah! Kak Guanlin inget? Makasih banyak ya!" Aira hendak berdiri untuk memeluk Guanlin sebagai ucapan terima kasih, namun bahunya langsung ditekan oleh Yoongi.
"Duduk, Aira. Laptop itu harus diperiksa oleh tim IT-ku dulu. Siapa tahu ada alat pelacaknya," ucap Yoongi dengan nada bicara yang datar namun penuh ancaman pada Guanlin.
Sunoo hanya tertawa kecil melihat betapa protektifnya keluarga Kim. Ia mendekati Aira dan memberikan sebuah boneka rubah kecil yang sangat lembut. "Ini untukmu, supaya kalau kau menangis lagi, kau tidak perlu membasahi baju abang-abangmu yang mahal ini."
Aira mengerucutkan bibirnya manja. "Ih, Kak Sunoo ngeledek ya! Sini, Aira cubit!" Aira menarik tangan Sunoo dan mencubitnya, namun Sunoo justru membalas dengan mengacak rambut Aira gemas, membuat Jungkook di sebelahnya nyaris meremukkan sendok peraknya karena cemburu.
Setelah sarapan yang penuh dengan "perang urat syaraf" antara BTS dan para Pangeran, Aira merasa pengap di bawah pengawasan ketat abang-abangnya. Ia memberikan kode rahasia kepada Sunoo dan Guanlin untuk menemuinya di taman belakang dekat studio musik Yoongi.
"Kalian kenapa berani banget sih dateng ke rumah pagi-pagi? Kak Jin hampir aja lempar kalian pakai spatula tadi," bisik Aira sambil duduk di atas ayunan kayu, kakinya berayun-ayun manja.
"Aku hanya tidak tenang setelah kejadian surat Soobin itu," ujar Guanlin sambil berdiri di belakang Aira, mendorong ayunannya perlahan. "Aku ingin memastikan bahwa pengkhianat di rumahmu belum melakukan apa pun padamu."
Sunoo bersandar di pohon sakura yang sedang gugur, menatap Aira dengan intens. "Gadis kecil, kau harus tahu. Posisi Miss KA sekarang sangat berbahaya. Tapi jangan takut, selama kau tetap menjadi 'si cupu' di sekolah dan tetap manja seperti ini, mereka tidak akan menyangka kau adalah otak di balik naskah-naskah jenius itu."
Aira tiba-tiba merasa sedih, mode mood swing-nya aktif karena teringat Soobin. "Tapi... Kak Soobin... hiks... aku jadi kangen dia meskipun dia pengkhianat." Air mata Aira mulai menetes.
Melihat Aira menangis, Guanlin langsung menghentikan ayunan dan menarik Aira ke dalam pelukannya. Di saat yang sama, Sunoo menggenggam tangan Aira yang lain.
"Jangan menangis untuk pria yang menyakitimu," bisik Guanlin lembut di telinga Aira.
"Hiks... kalian jangan pergi juga ya... janji?" rengek Aira sambil memeluk pinggang Guanlin erat, wajahnya disembunyikan di perut pria itu.
Tanpa mereka sadari, dari jendela studio musik, Yoongi dan Jimin sedang memantau. Yoongi mengepalkan tangannya. "Jimin, siapkan pistol air yang diisi saus tomat. Kalau mereka berani mencium Aira, tembak langsung dari sini."
"Siap, Hyung!" jawab Jimin yang sudah dalam posisi membidik.
Momen romantis dan manja itu berlanjut sampai sore, di mana Aira merasa dunianya sedang diperebutkan oleh sembilan pria tampan, sama sekali tidak menyadari bahwa di sudut dapur, Manajer Kang sedang menatap mereka dengan senyum misterius sambil memegang ponselnya yang terus bergetar.
Matahari mulai tergelincir ke arah barat, menciptakan semburat warna oranye di langit Seoul. Di dalam Mansion Kim, Aira sedang menyusun rencana besar. Ia sudah bosan dikurung di dalam kamar dengan alasan "keamanan". Apalagi, Sunoo baru saja mengirim pesan bahwa ada kedai es krim truffle baru yang buka di dekat area sekolah dan ia ingin mengajak Aira ke sana secara rahasia.
"Kak Jin, Kak Jimin... Aira mau bobo siang ya, jangan dibangunin sampai makan malam!" teriak Aira dari lantai atas sambil memakai piyama beruangnya sebagai penyamaran.
"Iya sayang, istirahat yang nyenyak ya!" sahut Jin dari arah dapur.
Begitu keadaan dirasa aman, Aira segera berganti pakaian di balik lemari besarnya. Ia memakai hoodie kebesaran milik Jungkook yang aromanya sangat khas parfum maskulin, celana legging hitam, dan topi bucket untuk menutupi wajahnya. Ia tidak lewat pintu depan, melainkan lewat jendela balkon kamarnya yang terhubung dengan pohon ek besar di taman belakang.
"Aduh... dikit lagi... hap!" Aira melompat ke rumput dengan gerakan yang lumayan tangkas (hasil latihan diam-diam bareng Ryujin).
Di balik pagar belakang mansion, sebuah mobil perak sudah menunggu. Sunoo menyandarkan tubuhnya di pintu mobil sambil bersedekap, tersenyum miring saat melihat Aira merangkak keluar dari semak-semak dengan dedaunan yang menempel di rambutnya.
"Luar biasa, Miss KA. Ternyata kau lebih berbakat jadi ninja daripada jadi asisten riset," goda Sunoo sambil membantu membersihkan daun di rambut Aira.
Aira cemberut manja, ia langsung memukul pelan dada Sunoo. "Ih! Gara-gara Kak Sunoo nih, Aira jadi harus manjat pohon. Kalau Kak Kookie tahu, Aira bisa dikunci di kamar selamanya!"
Sunoo tertawa kecil, ia membukakan pintu mobil dengan gaya gentleman. "Tenang saja, Tuan Putri. Aku akan membawamu pulang sebelum matahari terbenam. Sekarang, mari kita kencan... eh, maksudku, riset es krim."
Kedai es krim itu sangat mungil dan estetik, tersembunyi di sebuah gang kecil yang romantis. Aira duduk di pojokan, menikmati es krim rasa salted caramel dengan lahap. Wajahnya terlihat sangat bahagia, jauh dari beban "Miss KA" yang selama ini ia pikul.
"Pelan-pelan makannya, belepotan tuh," ucap Sunoo. Ia mengambil tisu dan mengusap sudut bibir Aira dengan sangat lembut. Tatapan matanya yang tajam mendadak berubah menjadi sangat hangat, membuat jantung Aira berdegup kencang secara tiba-tiba.
"Kak Sunoo... makasih ya udah ajak Aira keluar. Aira sebenernya takut banget soal pengkhianat di rumah itu," bisik Aira sambil menunduk, memainkan sendok es krimnya. Mode mood swing sedihnya mulai muncul karena teringat Manajer Kang.
Sunoo menggenggam tangan Aira di atas meja. "Selama ada aku, Guanlin, Heesung dan abang-abang singamu itu, tidak akan ada yang berani menyentuhmu. Kau hanya perlu fokus jadi Aira yang manja dan ceria, oke?"
Namun, momen manis itu terusik saat Aira melihat dua pria memakai jaket trench coat panjang, topi fedora, dan kacamata hitam besar sedang duduk di meja seberang sambil memegang koran terbalik.
"Kak... itu... bukannya itu Kak Seokjin sama Kak Namjoon?" bisik Aira dengan wajah pucat.
Benar saja. Seokjin dan Namjoon ternyata sudah memasang alat pelacak GPS di sepatu Aira sejak kejadian surat Soobin kemarin. Mereka sedang menguping pembicaraan Aira dengan alat pendengar jarak jauh yang disamarkan sebagai alat bantu dengar.
"Lihat tuh Joon! Sunoo megang tangannya! Berani-beraninya dia!" bisik Seokjin dengan nada suara yang berusaha ia kecilkan tapi malah terdengar sampai ke meja Aira.
"Sabar Hyung, kita harus tetap profesional sebagai detektif gadungan," balas Namjoon sambil berpura-pura menyesap kopi yang sebenarnya sudah habis.
Aira yang sadar ia sedang dibuntuti, tiba-tiba punya ide jahil untuk mengetes abang-abangnya. Ia sengaja mendekatkan wajahnya ke arah Sunoo, seolah-olah ingin membisikkan sesuatu yang sangat rahasia.
"Kak Sunoo... Aira sayang banget sama Kakak..." ucap Aira dengan suara yang sengaja dikeraskan sedikit.
PRANGGG! Seokjin tanpa sengaja menjatuhkan sendoknya ke lantai karena kaget dan cemburu luar biasa. Sunoo yang menyadari situasi itu hanya bisa menahan tawa, ia tahu Aira sedang mengerjai abang-abangnya yang posesif.
Begitu matahari terbenam, Sunoo mengantar Aira pulang tepat waktu. Namun, kejutan menanti di ruang tamu Mansion Kim. Ketujuh abang BTS sudah duduk berjajar di sofa panjang dengan ekspresi wajah yang sangat serius terutama Yoongi yang sedang memutar-mutar kunci studio musiknya.
"Dari mana, Aira?" tanya Yoongi dengan nada bicara yang rendah dan mengintimidasi.
"Eh... itu... tadi Aira... riset es krim buat naskah baru, Kak," jawab Aira sambil bersembunyi di balik punggung Sunoo.
Jungkook langsung berdiri dan menarik Aira dari belakang Sunoo. "Riset es krim sampai harus pegangan tangan segala? Kak Jin dan Kak Namjoon sudah cerita semuanya!"
Aira langsung memasang senjata pamungkasnya. Ia mulai sesenggukan, matanya memerah dan air mata mulai mengalir di pipinya yang bulat. "Hiks... Aira cuma mau es krim... hiks... Kakak-kakak jahat banget sih ngikutin Aira kayak buronan... Aira kan cuma mau main..." (Mode mood swing manja level maksimal diaktifkan).
Melihat Aira menangis, ketujuh pria perkasa itu langsung luluh seketika.
"Eh? Jangan nangis sayang! Kakak nggak marah kok!" seru Jimin panik sambil membawakan tisu.
"Iya, maafin Kak Jin ya? Tadi Kakak cuma... cuma takut kamu diculik sama rubah ini!" tambah Seokjin sambil menunjuk Sunoo yang hanya bisa angkat tangan tanda menyerah.
Hoseok langsung memeluk Aira dan menggendongnya menuju meja makan. "Sudah, jangan sedih lagi. Kakak sudah pesankan sepuluh kotak es krim dengan semua rasa yang ada di dunia buat kamu! Ayo kita pesta es krim!"
Aira tersenyum di balik tangisnya, ia memberikan jempol rahasia kepada Sunoo di belakang punggung Hoseok. Sunoo hanya bisa menggelengkan kepala melihat betapa mudahnya Aira memanipulasi tujuh pria paling berpengaruh di Korea itu hanya dengan beberapa tetes air mata.
Malam itu berakhir dengan Aira yang disuapi es krim secara bergantian oleh ketujuh kakaknya, sementara Sunoo pulang dengan perasaan yang semakin dalam pada gadis "cupu" yang ternyata memiliki sejuta pesona itu. Namun, di balik tawa mereka, Aira melihat Manajer Kang yang sedang berdiri di kegelapan koridor, menatapnya dengan tatapan yang sangat dingin, menandakan bahwa kedamaian ini tidak akan bertahan lama.
📢 Aduhhh! Aira beneran pinter banget ya bikin abang-abangnya luluh! 😂 Tapi Manajer Kang kok makin serem sih tatapannya? Apakah rahasia Aira sebagai Miss KA bakal terbongkar di depan Manajer Kang?
👇 VOTE [A] Kalau kalian mau Aira kencan sama Guanlin si Sultan di bab depan! | [B] Kalau kalian mau momen manja Aira disuapi Kak Yoongi!
💬 KOMEN : Menurut kalian, siapa yang paling lucu pas nyamar jadi detektif tadi? [A] Seokjin [B] Namjoon 😂
🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Bab 9 bakal makin seru karena Operasi Manja Tingkat Tinggi dimulai!
⭐ KASIH RATING 5 STARS biar Aira makin disayang sama semua cowok tampan ini!
BehindTheSpotlight #MangaToonRomance #AiraManja #BTSProtective #SunooSweet #JealousBrothers