NovelToon NovelToon
MAS BAHLIL GANTENG

MAS BAHLIL GANTENG

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Konglomerat berpura-pura miskin / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rumah tangga Puann hancur seketika saat wanita dari masa lalu suaminya datang membawa kabar kehamilan, ditambah lagi fitnah bertubi-tubi yang membuatnya dikucilkan bahkan oleh keluarganya sendiri.

Di saat kepercayaannya sudah habis dan ia mulai bersandar pada laki-laki lain yang jauh lebih tulus, Bahlil, suaminya berjuang membuktikan bahwa semua itu hanyalah jebakan. Namun, kebenaran tentang masa lalu dan trauma besar yang disembunyikan Bahlil justru membuka luka yang jauh lebih dalam.

Di ambang perceraian dan di tengah pengakuan yang hampir menyatukan mereka kembali, sebuah skandal video pun muncul dan mematikan segala harapan.

Apakah cinta yang penuh kebohongan dan rasa sakit ini layak diperjuangkan, atau lebih baik diakhiri selamanya sebelum hati mereka benar-benar hancur lebur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mas Bahlil Datang Menjemput

Di tempat lain, tepatnya di kontrakan kecil itu, suasana jauh lebih mencekam. Bahlil mondar-mandir di ruangan yang sempit. Wajahnya yang biasanya tenang dan selalu tersenyum, kini berubah pucat dan penuh kegelisahan.

Ia sudah mencoba menelepon berkali-kali, namun nomornya sudah diblokir. Ia juga sudah datang ke depan rumah orang tua Puann, tetapi tidak berani masuk karena tahu akan diusir. Untuk pertama kalinya sejak menikah, Bahlil terlihat benar-benar panik dan bingung.

Tiba-tiba, terdengar suara kendaraan mewah berhenti di halaman kontrakan. Citra turun dari mobilnya yang mengkilap, berjalan masuk dengan percaya diri dan senyum penuh harap. Ia sudah mendengar kabar bahwa Puann pergi meninggalkan suaminya.

Citra berdiri tepat di depan Bahlil, menatap laki-laki itu tanpa perlu bersembunyi lagi. Ia sudah menunggu momen ini sejak lama.

"Mas Bahlil, aku dengar Puann ninggalin kamu. Maaf ya kalau aku ikut campur, tapi kayaknya ini memang jalan terbaik buat kamu," ucap Citra lembut sambil perlahan mendekat.

Ia melihat sekeliling ruangan sempit itu dengan pandangan meremehkan, lalu kembali menatap Bahlil dengan tatapan memuja.

"Kamu lihat kan? Dia nggak kuat nemenin kamu. Dia milih pergi pas ada masalah. Bener dugaanku, dia nggak pantas ada di sisi kamu. Dia cuma wanita biasa yang nggak ngerti siapa kamu sebenarnya," kata Citra makin berani.

Ia mengulurkan tangan menyentuh lengan baju sederhana yang dipakai Bahlil. Senyumnya makin melebar, penuh kepastian.

"Mas Bahlil, sekarang dia udah pergi. Nggak ada lagi yang halangi kita. Aku tahu siapa kamu, aku tahu hebatnya kamu, dan aku bisa dampingi kamu agar setara. Biarin aja dia pergi, aku bakal gantiin posisinya jadi pendamping hidup yang pantas buat orang besar kayak kamu," tawar Citra terang-terangan.

Bahlil menarik lengannya perlahan menjauh dari sentuhan wanita itu. Wajahnya yang tadinya gelisah kini berubah menjadi dingin dan tajam. Ia menatap Citra hingga wanita itu seketika membeku.

"Kamu salah, Citra. Salah besar," jawab Bahlil dengan suara rendah namun tegas dan berwibawa.

Citra mengerutkan dahi, merasa sangat kaget mendengar nada bicara itu.

"Maksud kamu apa, Mas? Dia udah ninggalin kamu. Dia malu sama kamu, dia nggak terima keadaan kamu. Dia yang nggak pantas," jawab Citra berusaha membela diri.

Bahlil menggeleng pelan, lalu melangkah ke arah pintu seolah ingin mengusir tamu itu. Matanya menatap lurus ke jalanan yang gelap, ke arah tempat tinggal istrinya berada.

"Dia pergi bukan karena malu atau nggak terima aku. Dia pergi karena sakit hati, karena aku bohong, dan karena aku gagal jaga perasaannya," ucap Bahlil tegas.

Ia berbalik badan menatap Citra kembali, dengan sorot mata yang serius dan tak tergoyahkan.

"Dan ingat baik-baik. Cuma Puann satu-satunya wanita yang aku cari. Cuma dia istriku. Mau dia pergi, marah, atau benci aku sekalipun ... aku nggak bakal biarin dia ninggalin aku gitu aja. Aku nggak bakal kehilangan dia, dan nggak bakal pernah gantiin dia sama siapa pun, apalagi sama kamu."

Kalimat itu diucapkan dengan keyakinan penuh. Bahlil menutup pintu tepat di depan wajah Citra yang terkejut dan kecewa berat. Ia bersandar di balik pintu itu, napasnya terasa berat namun hatinya sudah memiliki tekad yang bulat.

...***...

Puann tinggal di rumah ibunya sejak meninggalkan kontrakan. Ia bertekad tidak pulang sebelum hatinya tenang dan rasa kecewanya hilang.

Suasana rumah itu selalu dipenuhi pembicaraan keluarga yang menyalahkan Bahlil. Semua sepakat bahwa laki-laki itu tidak pantas mendampingi Puann.

Langkah kaki berat terdengar mendekati beranda rumah. Bahlil berdiri di sana dengan penampilan sederhana dan wajah lesu, namun tetap berusaha tenang.

"Aku ke sini mau jemput Puann dan ajak dia pulang. Maaf ya buat semua kesalahan aku selama ini," kata Bahlil pelan tapi jelas saat ibunya Puann muncul di ambang pintu.

Ibunya mendengus kasar lalu menatap Bahlil dari atas sampai bawah dengan pandangan menghina. Ia bersedekap dan sama sekali tidak mempersilakan tamu itu masuk.

"Pulang ke mana? Ke gubuk reyot yang kamu sebut rumah itu? Masih punya muka ya datang, padahal anakku sampai menderita dan nangis terus gara-gara kamu?" jawab ibunya ketus.

"Aku sadar aku salah, Bu. Tapi aku ke sini minta maaf dan mau perbaiki semuanya. Izinin aku ngomong langsung sama Puann," pinta Bahlil lagi. Ia tidak mundur meski disambut dingin.

Belum sempat ibunya menjawab, kakak laki-laki Puann keluar dengan wajah merah padam menahan marah. Ia langsung berdiri di depan Bahlil.

"Perbaiki apa sih? Kamu itu sebenernya siapa? Kemarin ngaku miskin, pas Puann pergi tiba-tiba ada mobil mewah. Pikir, kami bakal percaya? Itu cuma gaya-gayaan kamu doang kan, pasti mobil sewaan?" tuduh kakaknya tajam.

"Aku nggak pernah ngaku apa-apa, Mas. Keadaan emang begitu adanya, dan aku punya alasan sendiri," jawab Bahlil tenang sambil menatap lurus ke arah kakak iparnya.

"Alasan apa? Jangan banyak alasan deh! Kamu cuma pura-pura kaya biar kelihatan hebat, dasar laki-laki tukang sandiwara!" nada bicara kakaknya makin meninggi.

Beberapa tetangga berkumpul karena penasaran dengan keributan itu. Bisik-bisik terdengar di mana-mana, ada yang membela keluarga Puann, ada juga yang penasaran terhadap Bahlil.

Puann mendengar semuanya dari balik jendela kamar depan. Ia ingin keluar dan menghentikan kejadian itu, namun gengsi dan rasa kecewanya masih terlalu besar.

Bahlil menarik napas panjang. Senyum tipis yang biasa ia tampilkan kini hilang sama sekali. Untuk pertama kalinya, matanya berubah tajam dan berwibawa, sangat berbeda dari sikap pasrahnya dahulu.

"Mas, Bu, kalian boleh menghina atau menilai aku sesuka hati. Tapi ingat satu hal, aku ke sini bukan buat berdebat soal siapa aku atau seberapa banyak harta aku," ucap Bahlil pelan tapi tegas.

"Terus buat apa datang? Cuma mau minta maaf pakai omong kosong? Nggak ada gunanya tuh!" potong kakaknya sinis.

"Aku ke sini karena aku sayang Puann dan pengen dia pulang ke rumah kita sendiri. Kalau kalian ngira aku cuma pura-pura atau numpang hidup, nanti kalian bakal tahu sendiri siapa aku sebenernya," jawab Bahlil mantap.

"Keluar dong, Puann. Kita omongin semuanya baik-baik, nggak usah sembunyi terus," panggil Bahlil lembut.

Puann diam saja. Ia belum siap berhadapan langsung, namun jantungnya berdebar kencang melihat perubahan sikap suaminya yang biasanya hanya diam jika dihina.

Kakaknya maju selangkah lalu mendorong bahu Bahlil dengan kasar agar pergi. Baginya, kehadiran laki-laki itu hanya mempermalukan keluarga.

"Udah dibilang kan, Puann nggak mau pulang bareng penipu kayak kamu! Pergi sana sebelum kita bertindak kasar! Jangan harap dihargain kalau kelakuanmu begitu!" hardik kakaknya.

1
ᴹᴿˢ ᵁᴹᴵ
cek sja puan tapi jgn gegabah plaa takut slah fhm jdinya
ᴹᴿˢ ᵁᴹᴵ
mak aii judul karyaa nya 🤣🤣🤣
DityaR: Awkwwkwkwkwk🤣
total 1 replies
Ara
puan dan Bahlil banget nih kak? 😭😭😭😭
DityaR: iya dong
total 1 replies
novi juita
my little bolu ketan 🤭😄
DityaR: my little cilok pentol kecap dinda
total 1 replies
Sky
alamak judulnya 😄
DityaR: kenapa emang?
total 1 replies
Linee Alice
Ananda Bahlil🤣
DityaR: iya dinda
total 1 replies
Linee Alice
Bahlil😭😭
Tasya
wahhh mbg😍
DityaR: buah apa yang paling manis, buahhliiill
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!