NovelToon NovelToon
Teratai Pedang Sembilan Kematian

Teratai Pedang Sembilan Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Tian, seorang pemuda dari kasta terendah Sekte Awan Hijau, harus menelan kepahitan takdir saat Dantiannya dihancurkan tanpa ampun demi melindungi adik perempuan satu-satunya. Alih-alih mendapat keadilan, sang adik dirampas oleh petinggi sekte yang serakah, sementara Lin Tian dibuang ke tambang beracun di Lembah Kematian untuk membusuk sebagai manusia cacat.
​Namun, di kedalaman keputusasaan, Lin Tian menolak untuk menyerah pada nasib. Ketika langit menutup jalan kultivasi ortodoks baginya, ia memilih untuk membelah langit itu sendiri. Diasingkan bersama kerangka para pendekar masa lalu, ia menemukan Seni Pedang Sembilan Kematian—sebuah warisan kuno dan terlarang yang tidak membutuhkan Dantian.Tanpa lautan Qi, ia menjadikan daging dan tulangnya sebagai wadah pedang. Menempuh jalur yang dipenuhi siksaan berdarah dan rasa sakit yang melampaui batas manusia, Lin Tian perlahan menempa dirinya menjadi senjata paling mematikan di bawah langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Kedalaman Barat dan Tahap Baja Pembelah Urat

​Terowongan barat bukan sekadar jalur tambang biasa; tempat ini dijuluki "Mulut Cacing Tanah Neraka" oleh para budak veteran. Dindingnya tidak lagi berupa batu keras, melainkan tanah lembap berwarna kehitaman yang berbau anyir darah kering. Miasma di sini begitu pekat hingga pandangan terbatas hanya beberapa langkah ke depan.

​Lin Tian melangkah masuk, diikuti Lin Chen yang mengenakan kain basah menutupi hidung dan mulutnya. Di tangan Lin Tian tergenggam pedang panjang patah sisa dari senjata Su Ming yang hancur. Ia tidak membutuhkannya untuk bertarung, melainkan sebagai penunjuk jalan, mengetuk dinding untuk mendeteksi rongga udara.

​"Kak Tian... udaranya... terlalu berat," Lin Chen terbatuk pelan, langkahnya mulai goyah.

​Lin Tian berhenti. Ia membalikkan badan dan meletakkan telapak tangannya di punggung Lin Chen. Perlahan, ia mengalirkan gelombang panas dari tubuhnya—bukan Qi, melainkan sisa Niat Pedang murni yang memanaskan aliran darahnya. Energi ini bertindak seperti perisai yang membakar racun miasma sebelum memasuki paru-paru sepupunya.

​"Bertahanlah sebentar lagi. Kita sudah dekat," kata Lin Tian.

​Mereka berjalan selama dua jam menyusuri labirin alam tersebut, menghindari beberapa lorong yang rentan longsor. Tiba-tiba, suhu di sekitar mereka anjlok secara drastis. Udara yang lembap mulai membeku, membentuk embun beku kristal di dinding tanah.

​Di ujung lorong, sebuah gua luas terbuka. Di tengah-tengahnya, terdapat sebuah kolam kecil berisi cairan berwarna merah pekat yang tidak membeku meski udara sangat dingin. Di tengah kolam itu, menyembul sebuah batu berbentuk stalagmit berukuran setengah meter, berwarna merah darah yang memancarkan cahaya redup berdenyut layaknya jantung.

​Batu Darah Yin.

​Hawa dingin ekstrem yang dipancarkan batu ini begitu kuat hingga Lin Chen terpaksa mundur beberapa langkah, tubuhnya menggigil hebat. Ini adalah energi Yin purba, terbentuk dari akumulasi esensi kematian dan energi dingin bumi selama ratusan tahun.

​"Luar biasa," gumam Lin Tian. Matanya bersinar. "Batu ini lebih dari cukup bagi Zhao Feng untuk menyeimbangkan Dantiannya. Tapi bagi kita... ini adalah katalis sempurna."

​"Katalis untuk apa, Kak?" tanya Lin Chen dengan gigi gemerutuk.

​"Untuk mendinginkan tungku," jawab Lin Tian penuh teka-teki.

​Ia menjelaskan bahwa Seni Pedang Sembilan Kematian sangat ekstrim. Di tahap pertama, Besi Penempa Daging, ia terus-menerus menyerap energi keras dan tajam, membuat tubuhnya memanas dan memadat secara ekstrem. Namun, jika ini dibiarkan saat memasuki tahap kedua, tubuh fana tidak akan mampu menahan panasnya dan akan meledak dari dalam. Energi Yin yang ekstrem ini akan mendinginkan otot dan sumsumnya, memungkinkannya melangkah ke tahap selanjutnya tanpa mati terbakar.

​Lin Tian mendekati kolam darah itu. Ia melepas sisa-sisa jubah abu-abunya, bertelanjang dada. Bekas-bekas luka lamanya terlihat jelas, namun di bawah kulitnya terpancar rona keperakan samar.

​Ia melangkah masuk ke dalam kolam.

​SRAASH!

​Seketika, cairan merah pekat itu mendidih di sekitarnya. Energi dingin yang sangat agresif menyerang tubuh Lin Tian, mencoba membekukan darah di pembuluh nadinya.

​"Argh!" Lin Tian menggertakkan gigi. Rasa sakitnya berbeda dari sayatan pedang. Ini adalah rasa sakit akibat pembekuan saraf dan otot secara paksa. Kulitnya dengan cepat berubah menjadi biru pucat.

​Tanpa membuang waktu, Lin Tian duduk bersila dalam air kolam tersebut, berhadapan langsung dengan Batu Darah Yin. Ia memfokuskan pikirannya dan memulai teknik pernapasan tahap kedua: Baja Pembelah Urat.

​Tahap ini jauh lebih brutal. Jika tahap pertama menempa otot dan kulit, tahap kedua memaksa energi eksternal untuk merobek dan menyusun ulang setiap urat nadi serta meridian yang tersisa di dalam tubuh, mengubahnya menjadi 'garis pedang' (sword-lines).

​Di dalam tubuh Lin Tian, Niat Pedang yang selama ini ia kumpulkan bereaksi agresif dengan Energi Yin. Dua kekuatan ekstrem ini—tajam berapi dan dingin menggigit—bertemu di dalam pembuluh darahnya. Mereka saling menyerang, menggunakan tubuh Lin Tian sebagai medan perang.

​Pembuluh darah Lin Tian mulai menonjol keras seperti kawat baja di bawah kulitnya. Darah hitam mulai merembes dari pori-porinya, bercampur dengan air kolam.

​Dari luar kolam, Lin Chen menatap penuh kengerian. Kakak sepupunya itu sesekali mengeluarkan raungan tertahan bak binatang buas yang terluka. Urat di lehernya tampak seolah akan pecah kapan saja. Namun anehnya, di tengah siksaan mengerikan itu, kilau keperakan di kulit Lin Tian perlahan mulai menghilang, digantikan oleh warna perunggu yang dalam dan solid.

​Proses ini berlangsung selama sepuluh hari berturut-turut.

​Selama itu, Lin Chen bertahan hidup dengan ransum keras peninggalan Su Ming yang mereka temukan di kantong penyimpanan. Ia juga mengumpulkan serpihan-serpihan kecil Batu Darah Yin yang terkelupas, menyerap sedikit demi sedikit energi dinginnya untuk menetralkan racun di paru-parunya.

​Pada hari kesebelas, fenomena aneh terjadi. Kolam cairan merah pekat itu kini telah berubah menjadi jernih seperti air biasa. Sementara itu, Batu Darah Yin di tengah kolam telah kehilangan cahayanya, berubah menjadi abu-abu kusam dan retak-retak. Seluruh energi Yin murni di gua itu telah diisap habis!

​Di tengah kolam yang kini jernih, tubuh Lin Tian tak bergerak. Kulitnya kini berwarna perunggu yang sempurna. Setiap ototnya terbentuk secara optimal, tidak terlalu besar seperti binaragawan fana, melainkan ramping, padat, dan dipenuhi ledakan energi yang tertahan.

​Kelopak mata Lin Tian perlahan terbuka. Bukan lagi warna hitam kelam, sejenak kilatan warna perunggu melintas di pupilnya.

​Ia bangkit dari kolam. Air mengalir turun dari tubuhnya. Lin Tian mengepalkan tangannya.

​KRETAK! WUSH!

​Udara di sekitarnya terdistorsi oleh tekanan fisik murni. Lin Tian memukul udara kosong di depannya tanpa ancang-ancang.

​DUAAAR!

​Gelombang kejut transparan melesat dari kepalan tangannya, menghantam stalaktit besar di langit-langit gua sejauh belasan meter. Stalaktit seukuran pohon itu hancur berkeping-keping, hujannya batu berguguran ke dalam air kolam.

​Mulut Lin Chen ternganga lebar hingga ransum di tangannya terjatuh. "K-Kak... kau tidak menggunakan Qi sama sekali... tapi kekuatan pukulan itu setara dengan... kultivator tahap Inti Emas setengah langkah?!"

​Lin Tian menunduk menatap tangannya sendiri, sebuah senyum tipis yang mematikan tersungging di bibirnya.

​Tahap kedua Seni Pedang Sembilan Kematian: Baja Pembelah Urat telah berhasil ditembus. Urat dan pembuluh darahnya kini bukan lagi daging lunak, melainkan saluran baja yang mampu menahan dan mengalirkan kekuatan fisik puluhan kali lipat dari batas manusia biasa. Tubuhnya kini lebih keras dari senjata spiritual tingkat menengah.

​"Tidak ada Inti Emas. Tidak ada Qi," kata Lin Tian tenang, mengambil sisa jubah Su Ming dari kantong penyimpanan dan mengenakannya. "Hanya tubuh ini. Cukup untuk memenggal kepala Zhao Feng."

​Ia mengalihkan pandangannya ke arah Lin Chen. Tiba-tiba, ia melesat dengan kecepatan bayangan, muncul tepat di hadapan Lin Chen dalam sekejap mata. Tangannya mencengkeram bahu remaja itu.

​Sebelum Lin Chen bisa bereaksi kaget, energi hangat murni yang telah disaring melalui meridian baja Lin Tian mengalir masuk ke tubuh sepupunya. Energi itu dengan kasar namun efektif membersihkan sisa-sisa miasma beracun di paru-paru dan melancarkan meridian Lin Chen yang tersumbat.

​Lin Chen memuntahkan segumpal besar darah hitam dan berbau busuk. Setelah itu, ia menarik napas panjang. Udara terasa begitu segar, tidak ada lagi rasa sakit yang menusuk dadanya.

​"Penyumbatanmu sudah kuhancurkan, Chen. Mulai sekarang, kau bisa kembali berlatih kultivasi Qi seperti orang normal," ucap Lin Tian.

​Mata Lin Chen berkaca-kaca. Ia langsung berlutut di tanah yang basah. "Terima kasih... Kak Tian, nyawaku milikmu mulai hari ini."

​"Simpan nyawamu untuk dirimu sendiri," potong Lin Tian sambil berbalik menuju jalan keluar gua. "Satu bulan telah hampir berlalu. Malam bulan purnama tinggal tiga hari lagi."

​Lin Tian menghela napas panjang, menatap kegelapan lorong tambang yang membentang menuju dunia permukaan. Di atas sana, Sekte Awan Hijau sedang bersiap merayakan malam paling gemilang bagi jenius mereka.

​"Saatnya keluar dari neraka ini," bisik sang Teratai Pedang, matanya berkilat dingin. "Dan mengubah sekte mereka menjadi kuburan."

1
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪👍💪👍💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!