NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gone

“Lana, kamu mau mampir ke makam ibumu dulu?” Tanya Rex saat mereka hendak pulang setelah seminggu pasca Delana siuman, akhirnya Delana boleh pulang.

Delana mengangguk pelan. Tubuhnya masih lemah, dia berjalan pun masih harus mengandalkan penopang dari Rex.

Senyum Rex tidak pernah hilang menghiasi wajahnya. Dia merasa bahagia akhirnya Delana siuman.

Saat dalam perjalanan, Rex melihat wajah Delana sangat murung.

“Lana, ada apa?”

Delana menggelengkan kepala.

“Jangan bersedih, ibumu tidak akan senang melihat kamu seperti ini. Biarkan dia pergi dengan tenang.”

“Iya, Pak.”

Gadis itu kembali menatap keluar kaca mobil. Tanyanya masih digenggam Rex dengan erat, tapi gadis itu tidak membalas. Dia hanya membiarkan Rex melakukan apa yang ingin dia lakukan.

Di samping gundukan tanah yang penuh dengan bunga segar itu, Delana duduk, menatap batu nisan ibunya dengan tatapan kosong.

Jauh dari perkiraan, Delana tidak menangis sama sekali. Dia terlihat sedih tapi tidak menangis. Delana nampaknya sudah pasrah dengan keadaan yang memang sudah bisa dia kira sebelumnya.

Bu … sekarang aku benar-benar sendiri. Kemarin Ibu yang bilang kalau aku jangan pernah mengkhianati orang yang melindungiku, tapi nyatanya …. Bu, dia tidak tulus. Bahkan dia menjebakku sampai aku harus kehilangan Ibu. Sekarang aku harus bagaimana?

Sebelum Delana memutuskan untuk mengambil berkas penting di rumah Rex, dia bertemu dengan ibunya terlebih dahulu.

“Ada apa, Nak? Apa papah kamu berbuat kasar lagi?”

“Bu, dia memintaku untuk mencuri berkas dari rumah Pak Rex, kalau tidak …. Aku akan kehilangan ibu. Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Delana sambil terisak.

Ibu Delana tersenyum di balik jeruji yang mengurung dirinya karena perbuatan Sharga.

“Nak, jika papah kamu ingin membunuh ibu, biarlah itu menjadi dosa nya. Tapi kalau kamu mengkhianati Pak Rex, maka itu akan menjadi dosa kamu.”

“Tapi Ibu ….”

“Jika bukan Pak Rex, siapa yang sanggup melindungi kamu dari Sharga? Tidak ada. Jangan mengecewakan perasaan nya. Kamu boleh tidak menerima perasaan nya tapi jangan membuatnya terluka.”

Delana menghela nafas, kalau dia kembali berdiri.

“Pada akhirnya aku memang salah memilih jalan hidup.”

“Ibumu pergi, itu karena kejahatan Sharga. Tidak ada kaitan nya sama kamu.”

“Benarkah?”

“Lana.”

“Ya, memang tidak ada kaitan nya denganku. Dia rela mati karena ingin melindungi Bapak. Lantas apa yang Bapak lakukan?”

Mendengar ucapan Delana, Rex merasa bingung karena dia tidak mengerti maksud dari perkataan Delana.

“Lana, jelaskan padaku. Apa yang kamu katakan barusan?”

Bibir Delana bergetar, matanya merah dan basah menatap Rex.

“Lemari itu terbuka begitu saja. Seorang Rex tidak mungkin begitu ceroboh sampai membiarkan hal sepenting itu begitu saja.”

Deg!

“Tak apa, aku bisa faham. Mana ada manusia yang bisa percaya pada makhluk hina seperti kami. Bagi kalian, kami hanyalah budak catur untuk melancarkan rencana hebat kalian.”

“Lana, bukan begitu.”

“Lalu seperti apa? Bapak benar-benar lupa sampai lemari itu terbuka begitu saja?”

Tidak ada yang bisa Rex katakan karena dia memang sengaja menjebak Delana. Rex ingin melihat apakah Delana mengkhianati dirinya atau tidak.

“Tidak apa-apa, lagi pula kalau memang aku tidak berkhianat, meski berkas itu berserakan pun tidak akan sampai jatuh ke tangan Sharga.”

“Dengar dulu, Lana. Aku bisa menjelaskan semuanya.”

“Apa aku minta?”

“Delana.”

“Sudahlah, ayo kita pulang.”

Gadis itu melangkahkan kakinya menjauhi kuburan ibunya. Dia tidak menolak saat Rex membantunya berjalan.

Delana masih ikut ke rumah Rex, masih mau menuruti apa yang Rex katakan.

Delana yang sudah sehat total masih mau menyiapkan sarapan untuk Rex. Dia menjalani hidup seusai dengan apa yang Rex mau. Menemani Rex ke mana pun Rex ingin.

“Tapi aku kehilangan dia, Angga.”

Angga tidak bisa membela Rex, atau Delana. Kedua orang ini sama-sama bersalah menurut Angga.

“Berikan dia waktu. Jangan paksa dia dengan perasaannya. Jika dia kecewa maka biarkan kekecewaan itu hilang sendiri.”

Rex menatap jauh ke depan, melihat cakrawala yang begitu terang benderang.

Sesampainya di rumah, seperti biasa Delana sudah menyiapkan makan malam untuk Rex. Menyiapkan piring dan juga mengambilkan makanan untuk pria itu.

“Lana, aku ingin bicara.”

“Silakan, Pak.”

Kata ‘Pak’ dari mulut Delana sudah terbiasa dia dengar, hanya saja untuk kali ini Rex merasa kata itu terdengar seperti seorang bawahan pada atasannya.

“Apa kamu merasa bahwa aku ini adalah bos mu, Lana?”

“Memangnya seharusnya bagaimana?”

Benar saja.

“Kamu bahkan tahu tentang perasaan ku, Lana.”

“Apa Bapak minta balasan?”

Gadis itu menatap lurus tanpa ekspresi.

“Dengan begini saja saya sudah bersyukur. Tidak bisa berharap lebih.”

“Kayak jika memang kamu marah, maki saja aku.”

“Apa itu layak?”

“Aku memang salah dan—“

“Bapak tidak salah, aku yang tidak baik.”

“Lana, stop. Aku tahu kamu marah tapi tolong bicaralah. Kau rindu kamu yang dulu.” Suara Rex melunak. Seolah memohon agar Delana kembali seperi dulu.

“Setidaknya tanyakan padaku alasan kenapa aku melakukan itu.”

“Kenapa tidak dijelaskan saja? Dari banyaknya hari, kenapa bapak harus menunggu aku yang bertanya.”

Rex mengerutkan kening.

“Bukankah kamu yang tidak pernah memberi kesempatan? Baik, aku memang salah. Semua yang aku lakukan untukmu selalu salah meski dibalik semua itu tujuanku cuma satu, yaitu ingin melindungi kamu dari Sharga dan antek-anteknya. Ya, aku salah karena aku terlalu jatuh hati padamu sampai aku bingung harus mengatakan apa karena yang aku takutkan kata-kataku menyakiti hatimu. Terserah, Lana. Apapun yang ingin kamu lakukan, lakukanlah. Kamu tidak ingin melihatku? Baiklah, kamu tidak akan melihatku datang lagi ke rumah ini.”

Rex pergi begitu saja.

Meski sedikit merasa takut dan terkejut atas kemurkaan yang baru kali ini Rex lakukan padanya, dalam hati Delana dia masih menyimpan kekecewaan yang sangat besar.

Bagaimanapun juga Delana menganggap Rex menyebabkan ibunya mati, dia dianiaya oleh Sharga demi melindungi berkas yang paling berharga dalam hidup Rex. Tapi ternyata, Rex sengaja menjebak Delana. Memberinya kesempatan untuk mengambil berkas itu.

“Bahkan Bapak tahu aku akan mengambil berkas itu. Dengan sengaja Bapak membiarkan lemari itu terbuka. Aku merasa sangat bodoh. Apa Bapak puas mentertawakan aku? Keinginan Bapak menghabisi Sharga terpenuhi sekarang. Bahkan Bapak punya alasan kuat untuk tidak disalahkan orang karena Sharga mencuri berkas proyek Bapak.”

Delana bergumam sendiri.

1
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!