Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Nadila perlahan mulai membuka matanya, dengan setengah sadar Nadila terkejut karena dirinya tidur dalam pelukan Fabian.
Dengan hati-hati Nadila mencoba mendorong tubuh Fabian, namun sayangnya Fabian semakin mempererat pelukannya.
" Bian.. " ucap Nadila
" Hmm "
" Lepasin Bian, ga bisa nafas "
" Lo mau nafas buatan Dil ? "
" Ish bukan Bian, lagian lo ngapain sih meluk meluk gue "
Fabian membuka kedua matanya, ia pun melepaskan pelukannya.
" Lo duluan ya Dil, lo yang minta buat dipeluk "
" Masa ? bohong banget "
" Bahkan lo cium cium gue, gue yakin lo pasti cari kesempatan kan ? "
" Engga, engga mungkin ya. "
" Harusnya gue rekam sih buat jadi bukti, padahal lo sampe masukin tangan lo ke dalem baju gue Dil. Wah sumpah lo mesum sih Dil asli "
" Engga masa iya gue kayak gitu, ga mungkin ya. Lo kalau bohong yang pinter gitu Bian, ga mungkin banget "
" Mau gue contohin ga Dil lo semalem kayak gimana ? "
" Kayak gimana emang coba ? "
" Ya lo cium gue Dil, nih lo nyium pipi gue, kening sama bibir gue. " ucap Fabian sambil menunjuk
" Harus banget reka adegan nih ? " ucap Nadila
" Iyah, cepetan Dil "
Dengan ragu-ragu akhirnya Nadila pun melakukannya, ia mencium kedua pipi, kening hingga bibir Fabian.
" Kurang lama Dil "
" Apanya Bian ? "
" Ciumnya "
" Dimana Bian ? "
" Bibir "
Nadila kembali mencium bibir Fabian, saat Nadila hendak menjauhkan wajahnya Fabian justru dengan cepat melumat bibir Nadila.
Fabian mengarahkan tangan Nadila untuk masuk kedalam pakaian Fabian, sambil memejamkan matanya Nadila pun mengusap tubuh Fabian.
Sebenarnya ini hanyalah akal-akalan dari Fabian saja, namun siapa sangka jika Nadila akan melakukannya.
" Oiya Dil, ngomong ngomong"
" Apa Bian "
" Yang tadi gue cuma bohong sih soal lo cium gue, hahaha " Fabian langsung buru-buru turun dari atas ranjang
" Tuh kan, Fabian nyebelin banget ya "
Nadila pun mengejar Fabian, ia langsung mencubit lengan Fabian begitu berhasil menangkap Fabian.
" Udah ah gue mau balik aja, gue juga mau nanya ke management soal listrik gue "
" Ehh ga usah ga usah, gue coba liatin aja dulu "
Fabian pun jalan lebih dulu, dan Nadila mengekor dari belakang.
" Ohh turun ini Dil ternyata "
" Kalau lo ngerti soal ini, kenapa ga dari malem Fabian ? "
" Ya ngerti lah gue, kan gue yang lakuin. Hahah byee "
Fabian buru buru masuk kedalam unitnya, sedangkan Nadila ia hanya terdiam saat mengetahui jika itu adalah ulah Fabian.
....
Nadila menghabiskan waktu Minggu dengan menonton film, Nadila lebih senang menyendiri saat ini.
Tiba tiba saja Nadila mendengar suara ketukan pintu dari depan, segera Nadila pun mencari tau.
Namun saat Nadila mengintip, Nadila tak melihat siapapun didepan sana.
Karena penasaran akhirnya Nadila membuka pintu nya.
Nadila melihat sebuah plastik yang entah berisi apa, ia pun membawanya kedalam
Saat Nadila membukanya, Nadila melihat makanan dan juga sebuah minuman.
Karena Nadila yang lapar saat itu, Nadila pun mulai menyantap makanan itu.
Nadila berpikir jika itu pemberian dari Fabian, Nadila tak berpikir panjang mengenai makanan ini.
Nadila pun mencoba menghubungi tetangganya depan rumahnya itu.
" Hallo Bian "
" Ya, kenapa Dil ? "
" Lo ngasih gue makanan ya ? Makasih banget ya, tau aja gue lagi laper "
" Dil.. "
" Ya, kenapa Bian ? "
" Gue lagi di luar, dan soal makanan gue ga ngasih apapun"
" Oya ? Serius ? Terus dari siapa dong ? "
" Dila, lo tunggu gue "
Panggilan pun berakhir begitu saja, sedangkan Nadila ia masih bingung dengan siapa yang memberikan makanan untuk dirinya.
Tak lama kembali terdengar ketukan pintu, Nadila pun merasa ketakutan dengan siapa yang ada dibalik pintu tersebut.
" Nadila.. "
Nadila mengintip, ia mencoba melihat siapa seseorang yang ada di depan.
Fabian langsung mengemas barang-barang miliknya, teman-teman Fabian pun ikut merasa bingung dengan Fabian.
" Mau kemana sih Bro, buru-buru banget " tanya Joshua salah satu temannya
" Gue ada urusan penting "
" Urusan penting apa ? Wah jangan jangan soal cewek ya "
" Gue duluan ya, sorry "
Fabian tak memiliki waktu banyak untuk menjelaskan kepada temannya itu, segera dengan motornya Fabian pun pulang untuk menemui Nadila.
Fabian takut terjadi sesuatu kepada Nadila, dengan secepat mungkin Fabian pun mengendarai motornya.
Begitu sampai di apartemen, Fabian langsung menaiki tangga darurat agar lebih cepat sampai.
Begitu didepan pintu 365, Fabian mengatur nafasnya sebelum ia membuka.
Ceklek. Pintu berhasil terbuka, Fabian melihat Nadila dan kedua temannya yang sedang asik tertawa.
" Ka Fabian ? " ucap Nia yang terkejut
" Bian.. " Nadila berdiri dan menghampiri
Fabian masih mengatur nafasnya, pikirannya sejak tadi tertuju kepada Nadila yang takut terjadi sesuatu.
" Lo ga kenapa kenapa ? " tanya Fabian sambil mengatur nafasnya
" Engga, gue ga kenapa-kenapa. Lo lari-larian Bian ? "
" Gue takut lo kenapa-kenapa gila, lo bilang soal makanan yang lo sendiri ga tau dari siapa. "
" Astaga, maaf Bian. Ternyata makanan itu dari Nia temen gue, tapi dia turun lagi karena harus jemput Niko "
Nia dan Niko yang berada disana pun bingung, mereka hanya melempar pandangannya satu sama lain.
" Ohh yauda bagus deh kalau lo ga kenapa-kenapa " Fabian langsung keluar begitu saja
Awalnya Nadila ingin mengejar Fabian, namun karena ada Nia dan Niko ia pun mengurungkan niatnya lebih dulu.
" Itu Ka Fabian kan ? " tanya Niko kepada Nadila
" Iya, dia tinggal di unit depan " jawab Nadila
" Ko dia tau pasword lo Nad ? " tanya Nia
" Panjang ceritanya, yaudah ayo lanjut lagi aja lah "
Nadila merasa tidak enak dengan Fabian, setelah tugasnya selesai ia berencana untuk menemui Fabian segera.
lanjut ya thor👍😄