NovelToon NovelToon
Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Bertani
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Aris adalah definisi pecundang di mata dunia. Dipecat dari pekerjaan kasarnya, dikhianati oleh kekasih yang paling ia cintai, dan dihina oleh teman-teman sekolahnya saat reuni karena hanya mengendarai motor butut.

Satu-satunya harta yang ia miliki hanyalah sebidang tanah warisan kakeknya di pinggiran kota.

Namun, harapan Aris hancur saat ia kembali. Tanah yang ia impikan menjadi tempat tinggal yang tenang, telah berubah menjadi gunung sampah ilegal—sebuah "borok" kota yang dikuasai mafia dan oknum korup.

Di titik terendah hidupnya, sebuah suara dingin bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Petani Sultan Diaktifkan!]

[Misi Pemula : bersihkan 10 KG sampah]

[Hadiah : alat penyulingan esensi Cairan dewa]

[Mulai Proses Penyulingan... Menghasilkan: Cairan Dewa Tingkat 1!]

Satu tetes cairan itu mampu mengubah tanah beracun menjadi Lahan Surgawi.

. Satu tetes lagi mampu membuat tanaman mati tumbuh kembali dengan khasiat luar biasa, dengan cairan ini dia menjadi petani sultan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13--Malik Kepergok

MALIK menatap hamparan lahan sampah miliknya—yang dia klaim secara sepihak kini berubah jadi lahan sayuran dan pertanian. Mustahil bagaimana mungkin? Ternyata laporan dari kedua anak buahnya benar!

Malik berdiri di pinggir jalan setapak dengan wajah merah padam. Di tangannya, ia memegang sebatang rokok yang sudah hampir habis, sementara dua anak buahnya yang bertubuh tambun berdiri di sampingnya sambil menenteng dua jeriken besar berisi cairan bening kekuningan yang berbau tajam.

"Gila... benar-benar gila!" desis Malik. "Tanah yang sudah aku siram limbah bertahun-tahun harusnya mati, kerontang, dan bau bangkai! Kenapa sekarang malah terlihat seperti kebun raya?!"

Ia datang kesini setelah mendengar laporan gito dan satunya lagi, yang katanya tanah limbah itu 50% sudah bersih tapi sekarang malah bersih total! Dia juga datang setelah mendengar bahwa rakyat sini melakukan gotong royong dan hendak mengganggu, namun ini semua tidak masuk akal.

Bagaimana ceritanya sampah sebanyak itu dan lahan busuk bisa berubah dalam beberapa hari! 

"Bos, laporan si Gito benar. Si Aris itu pakai semacam pupuk cair yang baunya wangi. Hasilnya... yah, Bos lihat sendiri. Chef Junaedi bahkan ambil barang dari sini," lapor salah satu anak buahnya dengan suara gemetar.

Malik meludah ke tanah. Harga dirinya sebagai penguasa wilayah merasa diinjak-injak. Jika lahan ini sukses jadi pertanian, maka kedok pembuangan limbah ilegalnya akan terbongkar habis oleh audit lingkungan jika ada yang melapor.

"Aku tidak peduli apa yang dia pakai! Siram semua herbisida ini ke akarnya! Pastikan besok pagi, semua sayuran hijau itu berubah jadi cokelat dan busuk!"

 perintah Malik dengan suara rendah yang penuh kebencian. "Jangan sampai ada satu helai daun pun yang tersisa. Biar dia tahu, melawan saya berarti membuang masa depannya ke liang lahat!"

Kedua anak buahnya mulai mengendap-endap masuk ke area ladang. Mereka tidak sadar bahwa dari balik rimbunnya pohon pisang, dua pasang mata sedang mengawasi setiap gerak-gerik mereka.

Vina membalakan mata karena terkejut, ternyata ini semua beneran! Malik itu terkenal dengan pebisnis muda, namun siapa sangka dia adalah bajingan kelas kakap yang mengklaim lahan seseorag dan membuang sampah disini!

Lalu melakukan kekerasan, dan menguasai desa dengan jabatan sebagai anak pejabat, ini tindakan kriminal tingkat tinggi! Ia gak bisa memaafkan tindakan keji dari Malik, ia harus ringkup sekarang juga.

Di dalam semak-semak Vina sudah bergerak terlebih dahulu sudah meminta bala bantuan.

Aris memberi kode dengan jarinya agar Vina tetap diam di tempatnya. Vina, yang sudah menyiapkan kamera ponselnya dengan mode video, menahan napas. Jantungnya berdegup kencang—bukan karena takut, tapi karena amarah melihat kejahatan di depan matanya dilakukan secara terang-terangan oleh orang yang selama ini dianggap "pengusaha sukses" di kota.

Sret... sret... Srett...

"Ayo cepat, buka tutupnya!" bisik salah satu preman itu.

Tepat saat tutup jeriken terbuka dan cairan kimia mematikan itu hampir menyentuh tanah, Aris melesat keluar seperti bayangan.

Gerakannya cepat lincah.

Brakk!

Satu tendangan keras mendarat tepat di pergelangan tangan si preman, membuat jeriken itu terlempar jauh sebelum sempat membasahi tanaman. Gara-gara serangan yang begitu cepat pupil mata Malik terbuka lebar. Gila kok bisa dia secepat itu? Dia jadi punya kemampuan selevel prajurit!

"Lagi-lagi sampah yang datang ke ladang saya," suara Aris terdengar dingin, menusuk tulang.

"Bocah?! Sialan, berani kamu!" Malik yang tadinya bersembunyi di balik semak segera muncul, wajahnya penuh amarah namun juga ada sedikit ketakutan melihat kecepatan Aris. "Ini lahan saya! Saya bebas melakukan apa saja!"

"Oh, jadi ini anak pejabat terhormat itu, tuan malik?" Aris menyeringai, matanya melirik ke arah Vina yang kini keluar dari persembunyiannya sambil menunjukkan layar ponselnya yang masih merekam.

“Dan tadi bilang apa … Lahanmu?”

Seketika Malik merasa ngeri dan dua bawahannya. Sebagai orang tinggi anak pejabat siapa yang tidak kenal dengan Vina si anak polwan, ayahnya yang korup sering memperingatkan untuk berhati-hati dengan dia karena dia punya jiwa keadilan yang tinggi uang bukan segalanya bagi dia, dia tipikal yang gak bisa disuap.

Pengaruh dia sangat besar … dan Aris bocah bau kencur itu ternyata punya kenalan kaya gini? Kok bisa sih padahal dia bukan siapa-siapa. Baru juga kemarin dia dibuat babak belur sama dua preman miliknya.

Kok bisa tiba-tiba dia jadi berkuasa kayak gini?

“Dia Vina”

“mustahil bagaimana dia bisa disini?”

“Nona vina, tunggu sebentar, saya bisa menjelaskan … ini adalah salah pemuda itu, lahan ini lahan sampah saya—-”

“TUTUP MULUTMU TUAN MALIK!” Potong vina tajam. “Kamu sudah tertangkap basah, aku sudah mendapatkan sertifikat asli dan ini resmi punya Kak Aris …”

Glek! Mampus dia ketahuan. Desa kecil yang selama ini dia tindas dan kuasai dan merasa tinggi hanya karena dia anak pejabat, tidak ada apa-apanya dibalik sang keadilan asli.

Vina.

"Tindakan perusakan properti orang lain, percobaan pencemaran lingkungan, dan... ah, jangan lupa ancaman kekerasan," Vina melangkah maju dengan aura kepolisian yang meledak-ledak. 

"Halo, Pak Malik. Masih mau gimana, urusan sama saya? Atau perlu saya urus masalah ini ke papa?"

Malik seketika membeku. Rokok di mulutnya jatuh ke tanah. Wajah Malik berubah dari merah menjadi pucat pasi seputih kertas. Dia bisa menyuap polisi polsek, dia bisa membungkam warga desa, tapi dia tidak bisa menyuap anak tunggal komandan polisi pusat kota terlebih yang sedang memegang bukti video perusakan di tangannya.

"Ini... ini cuma salah paham, Nak Vina! Saya cuma... cuma mau membasmi rumput liar!" Malik mencoba berkilah dengan suara gagap.

"Rumput liar dengan herbisida dosis tinggi di ladang berizin milik warga?" Vina mengangkat alisnya, lalu menatap Aris. "Kak Aris, sepertinya kita tidak perlu menunggu hasil laboratorium. Bukti video ini sudah lebih dari cukup untuk membuat Malik bermalam di hotel prodeo."

Aris melangkah maju satu langkah lagi, membuat Malik tersentak mundur hingga jatuh terduduk di atas tanah yang tadinya ingin ia racuni. "Dengar, Malik. Pilihannya cuma dua: Kamu masuk penjara karena video ini, atau kamu jujur soal ini dan siapa orang dalam di kepolisian yang membantumu?"

Vina sedikit terkejut dengan gertakan Aris, namun ia tetap diam, membiarkan Aris memainkan perannya sebagai "penyidik dadakan". Ia ingin tahu seberapa dalam lubang hitam yang digali oleh pengusaha ini.

“Sekarang buka mulutmu!”

Ancaman itu terdengar sangat mengerikan bagi Malik, namun harga dirinya menolak untuk takut. Ia harus melawan! Ia anak pejabat berkausa, mana mungkin dia bisa kalah dari bocah-bocah ingusan kemarin sore!

1
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Casual/💥💥
Mamat Stone
/CoolGuy/💥💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
tetap semangat dan Jaga kesehatan /Good/
Manusia Biasa: amin walau otaknya udah agak eror

terimakasih sudah membaca kak🤣
total 1 replies
Mamat Stone
sehat selalu Thor /Ok/
Hajir Pemburu
di tunggu kelanjutanya thor.
Manusia Biasa: baik tunggu besok ya ka. kemungkinan up 4-5 bab
total 1 replies
ラマSkuy
wah Thor masih banyak typo ya dan kadang ada juga penamaan karakter yang kebalik contohnya di bab ini di akhir
Manusia Biasa: waduh baik tak koreksi kak. garap dua novel sekaligus emang resikonya gini/Sob/🙏
total 1 replies
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/💥💥
Mamat Stone
Pejantan Tangguh /CoolGuy/💥💥
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
sang Dermawan 🤩
Mamat Stone
berbagi itu indah 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!