NovelToon NovelToon
Pendekar Mulut Sampah

Pendekar Mulut Sampah

Status: sedang berlangsung
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Li Zhen terbangun di ranjang jerami yang gatal, menggaruk kepalanya dengan wajah bingung. Dia menyadari dirinya terlempar ke Benua Awan Surgawi, masuk ke tubuh pemuda lemah dengan nama yang sama.

Alih-alih berlatih ilmu kanuragan seperti kultivator lain, Li Zhen hanya menguap lebar sambil menatap langit-langit yang bocor. Dia memilih menggunakan lidahnya yang setajam pisau untuk bertahan hidup di dunia persilatan yang kejam ini.

Dia tidak pernah sekalipun memukul lawan, namun musuhnya sering menangis tersedu-sedu sambil memeluk lutut. Ini adalah kisah berputar-putar tentang seorang pemuda yang mengacaukan dunia kultivasi hanya dengan ocehan tanpa henti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengeksplorasi Sekte dan Mengemis di Aula Makan

Li Zhen berdiri mematung di halaman gubuknya yang berdebu tipis. Matanya menatap tajam ke arah sosok berotot yang masih tersungkur menangis di atas tanah merah.

Zhao Wei, pemuda bertubuh raksasa itu, meremas kepalanya sendiri dengan kedua tangan yang gemetar hebat. Air mata dan ingus bercampur menjadi satu, menodai kerah jubah sektenya yang tadinya terlihat sangat rapi.

Bahu Zhao Wei berguncang keras seiring dengan isak tangisnya yang terdengar menyayat hati. Dia sama sekali tidak mempedulikan citranya lagi sebagai salah satu preman yang paling ditakuti di area murid luar.

Rahasia tentang kebotakan dininya telah menghancurkan seluruh harga diri yang dia bangun susah payah selama bertahun-tahun. Dengan sisa tenaganya, Zhao Wei merangkak mundur menjauhi Li Zhen seolah sedang menghindari iblis pencabut nyawa.

Dia akhirnya bangkit berdiri dengan kaki yang saling beradu karena lemas tak bertulang. Zhao Wei berlari tertatih-tatih menuruni lereng bukit tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.

Li Zhen menyilangkan tangannya di dada, senyum sinis kembali menghiasi wajahnya yang pucat dan tirus. Dia menghela napas panjang, menikmati sensasi kemenangan pertamanya di dunia kultivasi yang sangat tidak masuk akal ini.

Angin sore Benua Awan Surgawi bertiup kencang, menerbangkan dedaunan kering yang berputar-putar di sekitar kaki Li Zhen. Langit di atas sana menampilkan pusaran awan ungu yang tampak seperti tumpahan tinta raksasa di atas kanvas jingga.

Dua matahari kembar di ufuk barat mulai merendah, memancarkan sinar hangat yang menusuk celah-celah daun bambu pelangi. Hutan bambu pelangi itu mengeluarkan suara gemerisik merdu setiap kali batangnya yang berwarna-warni saling bergesekan.

"Dunia ini memang indah, tapi sayangnya dihuni oleh orang-orang yang mentalnya lebih rapuh dari kerupuk," gumam Li Zhen sendirian. Dia melonggarkan kerah jubah kasarnya yang terasa mencekik leher, merasa sedikit gerah setelah melakukan konfrontasi emosional.

Sebuah dentingan tajam kembali bergema di dalam kepalanya, memecah lamunannya tentang keindahan alam di sekitarnya. Layar biru neon transparan muncul tepat sejengkal di depan hidungnya, memancarkan cahaya yang membuat matanya sedikit silau.

[Ting! Membuka Toko Sistem Pembicara Sampah Surgawi. Inang memiliki 500 Poin Sampah yang belum digunakan.]

Li Zhen mengangkat sebelah alisnya, raut wajahnya menunjukkan ketertarikan yang sangat besar. Dia memfokuskan pandangannya pada deretan menu bercahaya yang melayang-layang di layar virtual tersebut.

Jari kurusnya bergerak di udara, menyentuh menu toko yang langsung terbuka menampilkan ratusan gulungan bercahaya. Matanya membelalak lebar melihat daftar harga yang tertera di bawah setiap item kultivasi tingkat dewa.

[Teknik Pernapasan Naga Kuno: 1.000.000 Poin Sampah][Pedang Pembelah Langit Ke-Tujuh: 5.000.000 Poin Sampah] [Pil Keabadian Tingkat Kaisar: 10.000.000 Poin Sampah]

Li Zhen mendengus keras, bahunya merosot turun menunjukkan rasa kecewa yang amat sangat. Dia mengusap wajahnya dengan kasar, merasa dipermainkan oleh sistem yang baru saja memberinya sedikit harapan.

"Lima ratus poin ini bahkan tidak cukup untuk membeli bungkus permen di toko ini," gerutunya dengan dahi berkerut kesal. "Apakah kau sengaja memamerkan barang-barang ini hanya untuk mengejek kemiskinanku saat ini?"

Layar biru itu berkedip perlahan, seolah sedang merespons omelan inangnya yang tidak pernah merasa puas.

[Menjawab Inang: Poin Sampah 500 dapat ditukarkan dengan peningkatan Kekuatan Fisik sebanyak 5 poin, atau membeli 5 Pil Penyembuh Tingkat Rendah.]

"Simpan saja poin itu, kekuatanku sudah cukup untuk berjalan tanpa harus pingsan di tengah jalan," tolak Li Zhen mentah-mentah. Dia mengibaskan tangannya ke udara, memerintahkan layar biru itu untuk menghilang dari pandangannya.

Tepat saat layar itu lenyap, perut Li Zhen mengeluarkan suara keroncongan yang sangat panjang dan memekakkan telinga. Suara itu begitu keras hingga seekor burung gagak spiritual di dahan pohon langsung terbang menjauh karena terkejut.

Li Zhen memegangi perutnya yang kempis, meremas kain jubahnya karena rasa perih akibat asam lambung kembali menyerang. Pil penyembuh tadi memang memperbaiki meridiannya yang rusak, namun sama sekali tidak memberikan kalori untuk tubuhnya yang kelaparan.

"Sistem bodoh, kau bisa menyembuhkan luka dalamku tapi tidak bisa memberikan sepotong roti?" keluhnya dengan bibir cemberut. Dia menendang sebuah kerikil putih di dekat kakinya untuk melampiaskan rasa frustrasi yang menumpuk.

Kerikil itu melayang melintasi halaman dan membentur batang bambu pelangi dengan suara pletak yang nyaring. Li Zhen akhirnya memutuskan untuk keluar dari area gubuknya, niatnya kini sepenuhnya terfokus untuk mencari makanan.

Langkahnya diseret dengan malas menyusuri jalan setapak yang terbuat dari tanah merah padat. Jalan itu berliku-liku menuruni lereng bukit, diapit oleh jurang tak berdasar yang memancarkan kabut putih tebal.

Di seberang jurang, pulau-pulau batu melayang di udara, dihubungkan oleh jembatan akar pohon raksasa yang tampak rapuh. Air terjun berwarna perak jatuh dari pulau melayang itu, airnya menguap menjadi awan sebelum sempat menyentuh dasar jurang.

Li Zhen menatap pemandangan ajaib itu dengan tatapan mata yang sangat kosong dan tidak peduli. Perutnya yang kosong membuatnya kehilangan apresiasi terhadap segala bentuk keajaiban dunia kultivasi.

Dia terus berjalan memutar, menghindari genangan air lumpur yang memancarkan aroma belerang menyengat. Hidungnya berkerut menahan bau tidak sedap itu, tangannya sesekali mengibaskan udara di depan wajahnya.

Tiba-tiba, suara tawa nyaring sekelompok perempuan memecah keheningan jalan setapak yang sepi tersebut. Li Zhen menghentikan langkahnya, matanya menyipit menatap tiga orang murid perempuan berpakaian sutra hijau yang berjalan dari arah berlawanan.

Ketiga perempuan itu memiliki wajah yang dipoles riasan tebal, rambut mereka dihiasi tusuk konde giok yang berkelap-kelip. Mereka menghentikan tawa mereka seketika saat melihat Li Zhen berdiri di tengah jalan dengan jubah gembelnya.

Gadis yang berdiri di tengah langsung menutup hidungnya dengan sapu tangan sutra bersulam bunga teratai. Matanya memancarkan rasa jijik yang luar biasa, seolah dia baru saja melihat kotoran hewan di tengah jalan.

"Menyingkir dari jalan, dasar sampah bau," ucap gadis itu dengan nada arogan yang melengking tinggi. Dua temannya di belakang ikut menatap sinis, membuang muka untuk menunjukkan betapa rendahnya status Li Zhen di mata mereka.

Li Zhen tidak bergeser satu inci pun dari posisinya, kakinya berdiri kokoh menantang tatapan merendahkan tersebut. Kemampuan 'Mata Penilai Kelemahan' di dalam kepalanya langsung aktif secara otomatis tanpa perlu diperintah.

Sebuah teks merah melayang tepat di atas kepala gadis sombong yang berada di tengah itu.

[Target: Lin Xia. Kelemahan Mental: Menggunakan bantalan silikon di balik jubahnya untuk memalsukan bentuk tubuhnya agar dilirik oleh para murid senior pria.]

Senyum miring yang sangat kejam langsung terbentuk di sudut bibir Li Zhen saat dia membaca teks tersebut. Dia melipat tangannya di dada, menatap gadis bernama Lin Xia itu dari ujung kepala hingga ke ujung kaki dengan pandangan menilai.

Lin Xia merasa risih ditatap seperti itu oleh seorang murid sampah yang biasanya selalu menunduk ketakutan. Dia mencengkeram gagang pedangnya yang menggantung di pinggang, wajahnya memerah karena amarah mulai tersulut.

"Apa yang kau lihat, manusia rendahan? Apakah kau ingin matamu itu kucungkil keluar sekarang juga?" ancam Lin Xia dengan suara bergetar menahan emosi.

Li Zhen mendecakkan lidahnya berkali-kali, menggelengkan kepalanya dengan gerakan dramatis yang dibuat-buat. Dia menghela napas panjang, memasang raut wajah penuh penyesalan yang sangat palsu.

"Aku hanya bingung, Nona Lin," ucap Li Zhen dengan nada datar yang mengiris keheningan. "Kau memakai sutra hijau yang sangat mahal, tapi kenapa kau harus mengisinya dengan kapas murahan di bagian dadamu?"

Wajah Lin Xia seketika berubah sepucat kertas HVS, matanya membelalak lebar seolah melihat hantu di siang bolong. Tangannya yang memegang gagang pedang seketika lemas, kakinya mundur selangkah secara refleks karena terkejut luar biasa.

Dua temannya di belakang langsung menoleh ke arah dada Lin Xia dengan tatapan penuh tanda tanya. Suasana di jalan setapak itu mendadak menjadi sangat sunyi dan canggung, hanya terdengar suara hembusan angin gunung.

"Jangan menatapnya seperti itu, bantalan silikonnya bisa bergeser jika dia terlalu banyak bergerak saat berjalan," lanjut Li Zhen tanpa memberikan ampun sedikit pun. Dia menunjuk tepat ke arah kerah jubah gadis itu dengan jari telunjuknya yang kotor.

Lin Xia menjerit histeris, kedua tangannya langsung menyilang menutupi dadanya dengan gerakan panik. Air mata kemarahan dan rasa malu langsung menetes deras membasahi riasan wajahnya yang tebal.

Dao Heart gadis itu seketika retak parah, tekanan mental karena rahasia terbesarnya terbongkar di depan teman-temannya membuat aliran energinya kacau. Dia terbatuk keras, memuntahkan sedikit darah yang menodai sapu tangan sutranya.

[Ding! Target Lin Xia mengalami kerusakan mental parah. Mendapatkan +400 Poin Sampah.]

1
Bambang Slamet
m
T28J
mantap kakak 👍 like dan hadiah💪
Kalong Super
💪💪💪💪👍👍 mantul
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!