NovelToon NovelToon
Senyum Berbalut Luka

Senyum Berbalut Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Romantis / Persahabatan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: RahmaYesi.614

Nadia anak tanpa identitas yang mencoba tetap tersenyum menghadapi kejamnya dunia.

Nadia hanya ingin hidup nyaman, mengubur semua duka masa lalu untuk melanjutkan masa depan yang lebih baik. Namun, suatu hari Nadia menabrak mobil milik orang kaya, sehingga Nadia harus membayar ganti rugi sebanyak ratusan juta.

Mampukah Nadia membayar uang ganti rugi atau Nadia memilih mengakhiri perjalanan hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal kehidupan baru

[JOGJAKARTA, 2025]

Nadia baru saja pulang kuliah, ia mampir sebentar ke kontrakannya hanya untuk berganti pakaian, lalu pergi lagi ke tempat ia bekerja paruh waktu.

"Ra, gue pergi!" Pamitnya pada teman serumahnya yang sedang menyetrika pakaian di depan televisi.

"Pulang jam berapa?" teriak Laura menatap punggung Nadia.

"Seperti biasa, jam sepuluh."

Nadia bekerja di kafe yang ada di daerah dekat kampus. Kebetulan pemilik kafe alumni di kampus itu sehingga Nadia bisa dengan mudah mendapat pekerjaan itu.

Nadia sudah satu tahun lebih menjadi karyawan kafe. Di tempat ini lah Nadia memulai hidup baru sendirian di rantau orang dengan mengubur semua kisah pahit masa lalunya.

"Bang Adit maaf, aku telat."

"Iya gak apa apa. Sana ganti baju, sebelum banyak pelanggan."

"Iya bang."

Nadia pun langsung berganti seragam, sebelum mengerjakan tugasnya sebagai kasir yang kadang juga menjadi pelayan saat pelanggan sedang ramai.

Ting! Notifikasi di hp Nadia. Pesan masuk dari Laura.

Laura: Beb, gue pergi makan sama teman teman. Mungkin pulangnya telat.

Nadia: Iya, hati-hati.

Laura: Nanti mau dibawain makanan gak?

Nadia: Gak, gue lagi nahan supaya gak makan malam.

Laura: Iya deh yang mau diet...

Nadia: Lebih tepatnya program hidup sehat, hehe.

Laura: Iya, iya yang paling hidup sehat.

Nadia menyimpan hp kedalam saku apronnya. Kemudian Nadia mulai bekerja lagi.

Pertama tiba di kota ini, Nadia bertemu dengan Laura yang hari itu juga sedang mencari tempat tinggal. Akhirnya mereka memutuskan untuk menyewa satu kontrakan rumah susun yang tidak jauh dari kampus.

Meski sudah berbagi tempat tinggal selama kurang lebih satu tahun dengan Laura, Nadia belum pernah benar benar bercerita tentang siapa dirinya sebenarnya. Nadia hanya mengatakan pada Laura, kalau dia punya seorang ibu dan dua orang kakak, sementara ayahnya sudah meninggal.

Denting lonceng menandakan ada pelanggan yang baru datang. Nadia yang tadinya melamun mendongak untuk melihat pelanggan yang baru datang itu.

"Jeni!" Sapanya sambil tersenyum senang saat melihat pelanggan yang baru datang itu rupanya sangat dia kenal.

"Gue pikir lo gak kerja. Kirain lo ikut Laura sama Yuri." ucap gadis cantik bermata sipit itu.

"Gak ada waktu untuk itu. Gue harus kerja."

"Iya deh yang pekerja keras, wanita karir."

Nadia hanya menanggapi sambil tersenyum. Kemudian tatapannya salah fokus dengan pria yang berdiri tepat di belakang Jeni.

"Oh, kenalin pacar gue, Kevin." kata Jeni yang langsung menggandeng lengan pria bernama Kevin itu.

"Hai, aku Kevin." mengulurkan tangan pada Nadia.

"Nadia." Sambut Nadia ragu.

Jeni mencondongkan wajahnya mendekati telinga Nadia. "Kevin crush gue yang pernah gue ceritain ke lo waktu itu."

Mata Nadia melotot, perlahan ia melirik wajah Kevin yang tampak tenang tersenyum ramah padanya. Dari penampilannya menjelaskan bahwa pria itu seorang fotografer seperti yang pernah diceritakan Jeni dua bulan lalu saat pertama Jeni bertemu Kevin lagi.

"Serius! Beruntung banget sih lo. Selamat ya, akhirnya impian lo jadi kenyataan." bisik Nadia ikut bahagia.

Jeni tersenyum malu malu, kembali menggandeng pacarnya.

"Kita ke sana dulu ya, beb. Semangat kerjanya."

"Hmm. Enjoy your dinner!"

Kevin memesan makanan dan minuman mereka sebelum menuju meja di lantai atas yang memang khusus untuk pelanggan VIP.

Jeni, teman pertama Nadia di hari pertama masuk kuliah. Mereka di jurusan yang sama. Jeni yang pertama mengandeng tangan Nadia untuk berteman dengannya.

Jeni itu pewaris tunggal kaya raya yang tidak punya teman, lebih tepatnya menutup diri untuk berteman dengan orang asing karena dia pernah di manfaatkan dan dikhianati teman temannya waktu masih sekolah dulu. Tapi, saat pertama menatap sorot mata Nadia, Jeni langsung bisa merasakan bahwa Nadia itu orang yang tulus dan jujur.

Jeni itu yatim piatu, orangtuanya sudah meninggal sejak ia masih berusia 11 tahun. Kemudian Jeni diasuh neneknya dan tahun lalu neneknya juga meninggalkannya untuk selamanya.

Kini Jeni masih tinggal di rumah mewah nan megah itu, ditemani beberapa pelayan yang merupakan kepercayaan neneknya. Sementara semua aset warisan miliknya diurus oleh Saipul, adik kandung mendiang ayahnya.

Meski sudah menjadi pewaris kaya raya, Jeni tetap punya cita cita dan impian yang ingin dia wujudkan. Salah satunya Jeni ingin menjadi selebgram yang terkenal dan menjadi model yang di kenal banyak orang di dunia hiburan.

...>~<...

[NIGHT KARAOKE]

Di salah satu ruangan VIP karoke, Laura, Yuri dan dua teman lainnya asik berjoget dan bernyanyi tanpa peduli kebisingan lain di luar sana.

Mereka bersenang senang melepaskan rasa capek setelah berkutat dengan tugas kuliah di awal semester tiga ini.

"Are you ready girls!" Teriak Yuri.

"Ready!" Sahut Laura dan teman temannya.

Mereka lanjut bernyanyi. Tidak peduli dengan suara mereka yang hampir habis dan tidak peduli dengan nada dan lirik yang mulai kemana mana. Yang terpenting mereka senang, mereka suka.

Laura dan Yuri berteman sejak hari pertama masuk kuliah, kebetulan mereka juga satu fakultas dan satu jurusan yang sama, mereka calon dokter Hewan.

Yuri juga anak tunggal kaya raya yang merasa bosan hanya berdiam diri di apartemennya. Jadi, Yuri selalu mengajak Laura, Jeni, Nadia dan teman teman lainnya untuk bersenang senang di ruang karoke sebagai ganti pesta di club' malam.

Yuri dulunya suka ke club, tapi sejak kenal Laura, Jeni dan Nadia, kebiasaan itu dia alihkan dengan hanya bersenang senang di tempat karoke. Perubahan itu tentu membuatnya merasa lebih nyaman dan tentu saja di puji oleh kedua orangtuanya.

Sementara Laura, dia datang dari daerah yang tidak begitu jauh dari ibu kota, sengaja untuk melanjutkan pendidikan. Tapi, Laura bukan anak orang kaya raya seperti Yuri dan Jeni. Laura hanya lebih beruntung dari Nadia, karena Laura lahir ditengah-tengah keluarga yang harmonis.

Dan siapa sangka, ternyata persahabatan empat gadis itu awet sampai hari ini. Bahkan mereka bisa dibilang belum pernah bertengkar sama sekali. Itu bukan karena mereka tidak pernah marahan atau adu pendapat, tapi karena mereka saling mencoba untuk mengerti dan memahami satu sama lain.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!