Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.
Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.
Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.
Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.
Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 MENEMUI KAISAR AARASH EZAZ
Ruhama dan Fatima masih bersembunyi di balik semak-semak hijau, mereka menunggu sampai situasi aman terkendali sebelum mereka pergi dari tempat itu.
"Tunggu sebentar lagi, Fatima," kata Ruhama sambil menundukkan kepalanya.
"Iya, aku tahu," jawab Fatima dengan suara pelan.
Setelah beberapa saat, mereka melihat penjaga yang mengejar mereka sudah tidak ada di sekitar. Ruhama dan Fatima segera keluar dari persembunyian mereka dan berlari menjauh dari kediaman selir Sofia.
Setelah mereka merasa aman, Ruhama dan Fatima berhenti berlari dan saling menatap. "Syukurlah kita berhasil melarikan diri," kata Ruhama dengan napas yang berat.
"Iya, aku tidak percaya kita bisa melakukannya," jawab Fatima dengan senyum.
Tiba-tiba, Ruhama teringat sesuatu. "Fatima, kita harus segera melapor kepada Layla tentang apa yang terjadi," kata Ruhama dengan serius.
"Iya, aku tahu," jawab Fatima. "Tapi apa yang akan kita katakan padanya?"
"Kita akan memberitahu dia tentang penjaga yang mengejar kita dan tentang kondisi kediaman selir Sofia," jawab Ruhama.
Fatima mengangguk setuju. "Baiklah, mari kita pergi ke Layla dan memberitahu dia tentang semuanya."
Sementara itu, di dalam ruangan pribadi selir Sofia, ibu pengasuh Saba dan menteri Rayan sedang berbicara dengan selir Sofia tentang sesuatu yang serius.
"Sofia, kita harus berhati-hati," kata ibu pengasuh Saba dengan serius. "Ada sesuatu yang tidak beres di istana ini."
"Aku tahu, ibu Saba," jawab selir Sofia dengan khawatir. "Tapi apa yang bisa kita lakukan?"
"Kita harus mencari tahu apa yang terjadi dan siapa yang berada di balik semua ini," jawab menteri Rayan dengan tegas.
Selir Sofia mengangguk setuju. "Baiklah, aku akan berhati-hati."
Ibu pengasuh Saba dan menteri Rayan terus berbicara dengan selir Sofia tentang situasi yang sedang terjadi di istana. Mereka membahas tentang kemungkinan adanya pengkhianat di dalam istana dan bagaimana mereka bisa mengetahui siapa yang berada di balik semua ini.
"Sofia, aku ingin kamu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu," kata ibu pengasuh Saba dengan serius. "Kita tidak tahu siapa yang bisa dipercaya dan siapa yang tidak."
"Aku mengerti, ibu Saba," jawab selir Sofia dengan khawatir. "Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuanmu dan menteri Rayan."
"Kita akan selalu ada di sampingmu, Sofia," kata menteri Rayan dengan tegas. "Kita akan melakukan segala sesuatu untuk memastikan keselamatanmu."
Selir Sofia mengangguk setuju, dia merasa sedikit lebih tenang dengan adanya ibu pengasuh Saba dan menteri Rayan di sampingnya.
...***...
Sementara itu, Ruhama dan Fatima sudah tiba di tempat Layla dan siap untuk melapor tentang apa yang terjadi. "Layla, kami telah menemukan sesuatu," kata Ruhama dengan serius.
"Apa itu?" tanya Layla dengan penasaran.
"Kami melihat penjaga yang mengejar kami dan kami juga melihat kondisi kediaman selir Sofia," jawab Fatima.
Layla mengangguk setuju. "Baiklah, aku akan memeriksa situasi dan memastikan bahwa semuanya aman."
Layla meminta Ruhama dan Fatima untuk memberitahu dia lebih lanjut tentang apa yang mereka lihat di kediaman selir Sofia. "Ceritakan padaku, apa yang kalian lihat?" tanya Layla dengan serius.
Ruhama dan Fatima saling menatap, lalu Ruhama mulai berbicara. "Kami melihat penjaga yang mengejar kami, sepertinya mereka curiga bahwa kami tidak seharusnya berada di sana."
"Dan kami juga melihat kondisi kediaman selir Sofia," tambah Fatima. "Tampaknya ada penjaga yang berjaga-jaga di sekitar area tersebut."
Layla mengangguk setuju, dia tampak berpikir tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. "Baiklah, aku akan memeriksa situasi dan memastikan bahwa semuanya aman. Kalian berdua harus berhati-hati dan tidak melakukan apa-apa yang mencurigakan."
Ruhama dan Fatima mengangguk setuju, mereka tahu bahwa Layla hanya ingin menjaga keselamatan mereka. "Aku mengerti, Layla," kata Ruhama. "Kami akan berhati-hati."
Sementara itu, di kediaman selir Sofia, ibu pengasuh Saba dan menteri Rayan masih berbicara dengan selir Sofia tentang situasi yang sedang terjadi. "Sofia, aku pikir kita harus memberitahu kaisar Aarash Ezaz tentang hal ini," kata ibu pengasuh Saba dengan serius.
"Aku setuju," kata menteri Rayan. "Kita tidak bisa menyembunyikan hal ini dari kaisar Aarash Ezaz."
Selir Sofia mengangguk setuju, dia tahu bahwa ibu pengasuh Saba dan menteri Rayan hanya ingin menjaga keselamatan dirinya dan istana. "Baiklah, aku akan meminta pertemuan dengan kaisar Aarash Ezaz." kata selir Sofia.
Di kediaman Layla, istri pertama dari Jabez Ezaz.
Tampak Layla sedang bercakap-cakap dengan dua dayangnya di ruangan pribadinya.
Layla memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang situasi di kediaman selir Sofia. Dia meminta Ruhama dan Fatima untuk menunggu di tempat yang aman sementara dia pergi untuk memeriksa situasi.
"Aku akan kembali segera," kata Layla dengan serius. "Kalian berdua harus tetap di sini dan tidak melakukan apa-apa yang mencurigakan."
Ruhama dan Fatima mengangguk setuju, mereka tahu bahwa Layla hanya ingin menjaga keselamatan mereka. Setelah Layla pergi, Ruhama dan Fatima duduk diam, menunggu dengan sabar.
...***...
Sementara itu, selir Sofia meminta pertemuan dengan raja tentang situasi yang sedang terjadi. Ibu pengasuh Saba dan menteri Rayan menunggu di luar ruangan sementara selir Sofia berbicara dengan kaisar Aarash Ezaz.
"Apa yang terjadi, Sofia?" tanya kaisar Aarash Ezaz dengan serius.
"Ada sesuatu yang tidak beres di istana, ayahanda," jawab selir Sofia dengan khawatir. "Aku rasa kita harus berhati-hati."
Selir Sofia yang memutuskan berbicara dengan kaisar Aarash Ezaz yang dimaksud adalah ayahanda Jabez Ezaz, dan Selir Sofia memanggilnya "Ayahanda" karena dia adalah mertuanya, bukan ayah kandungnya.
Selir Sofia memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga kaisar Aarash Ezaz, dan Kaisar mungkin memiliki kekuasaan dan otoritas atas dirinya sebagai mertua.
Lantas, Kaisar Aarash Ezaz mendengarkan dengan serius perkataan Selir Sofia tentang situasi yang sedang terjadi di istana. "Apa yang kamu maksud dengan 'sesuatu yang tidak beres'?" tanya Kaisar Aarash Ezaz dengan penasaran.
Selir Sofia ragu sejenak sebelum menjawab, "Aku tidak tahu pasti, Ayahanda. Tapi aku merasa bahwa ada sesuatu yang tidak biasa terjadi di istana. Aku hanya ingin Ayahanda berhati-hati."
Kaisar Aarash Ezazmengangguk setuju, dia tampak memikirkan perkataan Selir Sofia. "Aku akan menyelidiki hal ini," kata kaisar dengan tegas. "Kamu jangan khawatir, Sofia. Aku akan menjaga keselamatan keluarga dan istana."
Selir Sofia terdiam sejenak lalu berpikir serius dengan tatapan teduhnya kemudian dia menceritakan kronologi permasalahan yang dia hadapi saat ini kepada kaisar Aarash Ezaz.
Dengan menceritakan bahwa Layla mencuri hasil kehamilan Selir Sofia. Dan menurutnya bahwa itu tindakan yang sangat tidak etis dan melanggar privasi Selir Sofia. Kaisar Aarash Ezaz sangat marah mengetahui bahwa Layla melakukan hal seperti itu.
Kaisar Aarash Ezaz memanggil Layla ke hadapannya setelah mengetahui tentang kejadian tersebut. "Layla, apa yang kamu lakukan?" tanya Kaisar dengan nada yang keras.
Layla terlihat gugup dan takut. "Aku... aku tidak tahu apa yang Ayahanda maksud," jawabnya dengan suara yang bergetar.
Kaisar Aarash Ezaz tidak percaya dengan jawaban Layla. "Jangan bohong padaku, Layla. Aku tahu apa yang kamu lakukan. Kamu mencuri hasil kehamilan Selir Sofia. Mengapa kamu melakukan hal seperti itu?" tanya kaisar dengan nada yang tegas.
Layla tidak bisa menyangkal lagi. "Aku... aku hanya ingin tahu apakah Selir Sofia benar-benar hamil," jawabnya dengan suara yang lirih.
Kaisar Aarash Ezaz sangat marah dengan jawaban Layla. "Kamu tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan pribadi Selir Sofia. Kamu harus meminta maaf kepada Selir Sofia dan mengembalikan apa yang kamu ambil," kata kaisar Aarash Ezaz dengan nada yang keras.