NovelToon NovelToon
Vengeance Of A Killer.

Vengeance Of A Killer.

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Ilmu Kanuragan
Popularitas:230
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Lucas, pembunuh bayaran paling mematikan dari Akademi Bayangan Utara, adalah master pisau dengan elemen air yang tak tertandingi. Obsesinya untuk menjadi yang terbaik dan persaingannya dengan Diana, senior ahli pedang es, membentuk dirinya. Namun, kedamaian hancur saat akademi diserang. Master Loe dan Niama gugur, memicu amarah Lucas yang melepaskan kekuatan airnya menjadi badai penghancur. Di tengah reruntuhan, Lucas bersumpah membalas dendam atas kematian mereka. Dengan sebuah lambang spiral gelap sebagai petunjuk satu-satunya, ia memulai misi pencarian dalang di balik kehancuran ini. Akankah balas dendam mengubahnya atau ia menemukan kebenaran yang lebih dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Lucas

Lucas menarik bola airnya kembali, amarah membuncah di dadanya. Nama Master Brian terngiang-ngiang. Jadi, dalangnya adalah pemimpin Sekte Pedang Berbunga, tempat Diana berada. Ini membuat situasinya jadi jauh lebih rumit, tapi juga memberinya tujuan yang lebih jelas. Ia tahu tidak bisa menyerang Raven secara langsung di sini, di tengah gudang yang dijaga ketat. Lucas butuh rencana.

Ia melangkah mundur dari pintu gudang, memastikan klon airnya masih berdiri tegak di posisinya. Lucas lalu memejamkan mata, membiarkan pikirannya bekerja cepat, menyusun strategi untuk memancing Raven. Jika Raven adalah tangan kanan Master Brian, maka ia pasti sosok yang penting dan strategis. Lucas harus mengeluarkannya dari sarangnya yang aman ini.

Sebuah ide melintas di benaknya. Jika Raven menunggu "pengaktifan" sesuatu, maka ia pasti akan membutuhkan waktu dan tempat yang tenang. Lucas bisa memanfaatkan itu. Ia bisa menciptakan gangguan kecil yang memaksa Raven meninggalkan gudang, setidaknya untuk sementara. Targetnya bukan membunuh semua pengawal di sini, melainkan Raven seorang.

Lucas mulai mengalirkan elemen airnya ke tanah di sekitar gudang. Ia menciptakan retakan-retakan kecil yang tidak terlalu mencurigakan, tapi cukup untuk menimbulkan getaran halus. Getaran itu merambat ke dalam gudang, membuat botol-botol atau benda-benda kecil di rak bergetar samar. Suara itu cukup untuk menarik perhatian.

Tidak lama kemudian, salah satu pengawal di dalam gudang berteriak, "Tuan Raven, saya merasakan getaran aneh! Seperti ada pergerakan di luar!" Lucas tersenyum tipis. Rencananya berhasil. Ia menunggu. Raven, dengan sifat hati-hatinya, pasti tidak akan mengabaikan hal sekecil ini.

"Periksa!" perintah Raven dengan suara tajam. "Aku tidak ingin ada gangguan saat pengaktifan dimulai." Dua pengawal segera bergegas keluar, melewati Lucas dan klonnya yang berdiri diam. Mereka mulai menyisir area sekitar gudang, mencari sumber getaran. Lucas memanfaatkan momen itu.

Ia bergerak cepat, menarik perhatian salah satu pengawal dengan melemparkan batu kecil ke arah semak-semak. Pengawal itu langsung berbalik, mengarahkan pedangnya. "Siapa di sana?" teriaknya. Pengawal satunya ikut mendekat, waspada. Lucas melesat ke belakang mereka, meniru suara gemerisik ranting yang lebih jelas.

Kedua pengawal itu saling pandang. "Hanya kucing liar mungkin," kata yang satu, tapi raut wajahnya menunjukkan keraguan. "Tidak, itu terlalu berisik untuk kucing. Ayo kita periksa lebih jauh ke arah sana!" ajak temannya. Mereka semakin menjauh dari gudang, masuk ke area yang lebih gelap dan sepi.

Lucas mengikuti dari bayangan, bergerak tanpa suara. Ketika mereka cukup jauh, Lucas menyerang. Ia mengakhiri hidup kedua pengawal itu dengan cepat, tanpa meninggalkan jejak. Lalu ia menggunakan elemen airnya untuk membuat mayat mereka menghilang, diserap ke dalam tanah, seolah tidak pernah ada.

Kembali ke gudang, klon air Lucas masih berdiri tegak, menyamar sebagai penjaga yang satunya. Raven pasti menyadari hilangnya kedua pengawal itu, tapi Lucas berharap ia akan berpikir mereka hanya pergi terlalu jauh saat memeriksa. Ini saatnya untuk langkah selanjutnya.

Lucas mulai menciptakan ilusi suara. Dengan kontrol elemen air yang presisi, ia membuat suara seperti desisan api kecil yang berasal dari bagian belakang gudang, seolah ada sesuatu yang terbakar perlahan. Suara itu cukup lirih, tapi di tengah kesunyian malam, terdengar jelas.

"Apa itu?" tanya Raven, nadanya berubah waspada. Pengawal yang tersisa di dalam gudang segera berlari ke belakang, mencari sumber suara. "Tidak ada apa-apa, Tuan Raven," lapornya. Namun, Lucas kembali menciptakan suara desisan di titik yang berbeda, lebih dekat ke pintu belakang.

Raven mendengus kesal. "Pergilah periksa sendiri! Aku tidak suka diganggu! Kita tidak punya waktu untuk ini!" perintahnya pada pengawal itu. Pengawal itu mengangguk patuh, bergegas ke belakang gudang. Sekarang Raven sendirian di tengah gudang, hanya dengan dua pengawal internal yang berdiri jauh di belakangnya. Inilah saatnya.

Lucas bergerak. Dengan cepat, ia menyingkirkan klon air yang menyamar sebagai penjaga di pintu. Klon itu lenyap menjadi uap, tak meninggalkan jejak. Lucas melangkah masuk ke dalam gudang, matanya menatap tajam ke arah Raven. Pria berjubah hitam itu masih berdiri membelakangi Lucas, fokus pada meja penuh perkamen. Dua pengawal internalnya kini berdiri jauh di sudut ruangan, terlihat tidak terlalu waspada.

"Raven," panggil Lucas dengan suara datar, penuh penekanan. Pria berjubah itu tersentak, berbalik dengan cepat. Matanya yang tajam menyorot Lucas dengan kaget. "Siapa kau? Bagaimana kau bisa masuk?" tanyanya, suaranya dipenuhi amarah bercampur kebingungan. Lucas tidak menjawab. Ia hanya menunjukkan pisau dengan ukiran spiral gelap yang ia temukan.

Raven melihat pisau itu, matanya melebar sesaat. "Jadi, kau yang melakukannya," gumamnya, menyadari bahwa para penjaga di luar pasti sudah dibereskan. "Kau datang mencari masalah di tempat yang salah, bocah." Ia menyeringai tipis, tangannya bergerak ke balik jubahnya.

"Aku datang mencari keadilan," sahut Lucas, suaranya kini lebih dingin dari es. Ia merasakan denyutan di lengannya, merasakan energi air mulai mengalir. Dalam hitungan detik, dua klon air muncul di sampingnya, replika sempurna dari dirinya, lengkap dengan pisau di tangan. Mata klon itu kosong, tapi siap menyerang.

Raven mengerutkan kening, sedikit terkejut melihat klon air itu. "Ilusi rendahan," ejeknya, meskipun ada sedikit nada waspada dalam suaranya. Ia menarik sepasang belati pendek dari balik jubahnya, bilahnya berkilat menyeramkan di bawah cahaya redup gudang. "Para pengawal!" teriaknya, memerintah dua pengawal yang di sudut untuk mendekat.

Lucas tidak menunggu. Dengan gerakan yang serempak, Lucas dan kedua klon airnya melesat maju. Mereka membentuk formasi segitiga, mengapit Raven dari tiga arah. Gerakan mereka cepat, nyaris tak terlihat oleh mata telanjang, seperti air yang mengalir tak terduga.

Raven merespons dengan sigap. Belati di tangannya berputar, menciptakan perisai bayangan yang menghalau serangan Lucas. Dua pengawal itu mencoba mendekat, tapi klon air Lucas yang di sisi kiri segera menahan mereka. Klon itu bergerak lincah, menghujamkan pisau air ke arah pengawal, memaksa mereka bertahan.

Pertarungan utama terjadi antara Lucas asli dengan Raven. Raven lincah, mengayunkan belatinya dengan kecepatan mematikan, melepaskan gelombang energi gelap yang memaksa Lucas mundur. "Kau cukup kuat, bocah," Raven mendesis, "tapi kau tidak akan bisa mengalahkanku."

Lucas tidak gentar. Ia menggunakan kontrol airnya untuk melunakkan lantai, membuat pijakan Raven sedikit goyah. Saat Raven kehilangan keseimbangan, klon air Lucas yang di sisi kanan langsung menyerang, mengarahkan pisau ke rusuk Raven. Serangan itu cepat, tapi Raven berhasil menghindarinya.

Raven menangkis serangan klon air dengan belatinya, menyebabkan klon itu pecah menjadi percikan air. "Bodoh!" teriaknya. Namun, di saat yang sama, Lucas asli sudah berada di belakangnya, mengarahkan pisau ke punggung Raven. Raven nyaris tak sempat bereaksi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!