NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 3

Gerhana Sembilan Langit 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Menjadi NPC / Fantasi Timur
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 3)

Setelah menaklukkan Benua Kuno, Han Luo dan Long Tian bertujuan menginjakkan kaki di Cakrawala Suci—pusat dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Di benua super-masif ini, kekuatan Jiwa Baru Lahir hanyalah prajurit biasa, dan para dewa Pemutus Roh menguasai langit. Menjadi buronan faksi raksasa akibat kematian Jian Wuji, Han Luo terpaksa menyembunyikan taringnya.

Dan saat rahasia sebenarnya di balik 'Dao Langit' dan Penjara Benua Kuno mulai terkuak, Han Luo bersiap menyalakan api pemberontakan terbesarnya. Di negeri para dewa, gerhana akan membuktikan bahwa ia mampu menelan matahari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerbang Badai

Lautan Tak Berujung yang hitam pekat akhirnya berujung pada sebuah dinding badai yang membelah langit dan laut.

Di depan kapal Leviathan Emas, terbentang Gerbang Badai Kosmik. Itu bukanlah sebuah gerbang fisik, melainkan tirai raksasa yang terbuat dari petir ungu, angin topan spasial, dan distorsi gravitasi yang membentang setinggi langit dan sedalam palung samudra.

Bahkan dari jarak sepuluh mil, suara gemuruh badai itu cukup untuk membuat telinga seorang kultivator Jiwa Baru Lahir berdarah.

"Senior Bai..." Long Tian mencengkeram kemudi kapal dengan tangan gemetar. Urat-urat di lengannya menonjol menahan guncangan ombak. "Kompas navigasi tidak berfungsi lagi! Tarikan dari badai itu mencoba merobek kapal ini!"

Han Luo (Bai Ze) berdiri di haluan kapal, matanya yang merah menyala menatap langsung ke dalam jantung badai. Berkat ingatan yang ia ekstrak dari Zhong Ye (Utusan Istana Matahari Suci), Han Luo tahu persis cara kerja badai ini.

"Ini bukan badai alami, Anak Baru. Ini adalah Formasi Pemisah Alam yang dibangun oleh para penguasa Cakrawala Suci untuk mencegah sampah dari Benua Penjara masuk ke wilayah mereka," suara Han Luo diperkuat oleh Qi, menembus deru angin.

"Jika kau melawannya dengan Qi murni, formasi itu akan mendeteksi tingkat ancamanmu dan merespons dengan petir pembunuh dewa. Kita harus mengalir bersamanya."

Han Luo berjalan ke tengah geladak. Dia tidak mencabut pedangnya. Sebaliknya, dia merentangkan kedua tangannya dan melepaskan Domain Gerhana-nya, namun tidak untuk menyerang.

Domain Hampa: Asimilasi Ruang.

Seketika, seluruh kapal Leviathan Emas diselimuti oleh aura hitam transparan. Aura itu tidak keras seperti perisai, melainkan lentur seperti air.

"Arahkan kemudi lurus ke pusat petir ungu yang paling terang!" perintah Han Luo. "Jangan ragu!"

"Lurus ke petir?! Baik!" Long Tian menggertakkan giginya dan memutar kemudi dengan kekuatan fisik penuh.

Kapal raksasa itu melesat lurus ke arah dinding kematian.

Saat moncong kapal menyentuh tirai petir, tidak ada ledakan. Aura Hampa Han Luo meniru frekuensi kekosongan di dalam badai tersebut, membuat kapal mereka meluncur masuk seperti pisau panas membelah mentega.

Namun, di dalam badai, pemandangannya adalah neraka spasial. Retakan-retakan dimensi terbuka dan tertutup di sekitar mereka. Jika mereka bergeser satu inci saja dari jalur navigasi yang ada di ingatan Zhong Ye, kapal ini akan terpotong oleh ruang.

Selama dua jam yang terasa seperti keabadian, Han Luo terus memompa Qi-nya untuk mempertahankan asimilasi ruang, sementara Long Tian bertarung melawan kemudi yang terus-menerus mencoba berputar liar.

Hingga akhirnya...

WUUUSSSHHH!

Kapal Leviathan Emas terlempar keluar dari tirai badai dengan suara ledakan udara yang keras.

Mereka melayang bebas di udara sesaat, sebelum jatuh berdebum kembali ke atas permukaan air laut yang tenang.

Long Tian jatuh berlutut, terengah-engah mencari napas. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

"Kita... kita berhasil hidup?" Long Tian mendongak.

Saat dia membuka matanya, rahang Long Tian nyaris jatuh ke geladak. Pemandangan di depan mereka meruntuhkan semua akal sehat yang selama ini dia ketahui.

Langit tidak lagi berwarna biru atau kelabu. Langit di atas mereka memancarkan warna-warni aurora keemasan. Dan yang paling gila... langit itu dipenuhi oleh sembilan benua kecil yang melayang di udara, mengelilingi satu daratan benua yang sangat masif, yang ujungnya tidak terlihat oleh mata telanjang.

Daratan raksasa di tengah itu dihiasi oleh pegunungan yang menembus awan, pohon-pohon raksasa setinggi ribuan meter, dan aura kehidupan yang begitu pekat hingga membentuk kabut tipis di atas permukaan laut.

"Ini... ini adalah Daratan Utama?" Long Tian menelan ludah.

Saat Long Tian mencoba menarik napas, dia tiba-tiba terbatuk hebat. Paru-parunya terasa terbakar, dan tulang-tulangnya berderak seolah ditekan oleh beban tak kasat mata.

"Ugh! T-Tuan! Udara di sini... beracun?!"

Han Luo, yang berdiri di haluan, juga merasakan tekanan itu. Namun, tidak seperti Long Tian, Han Luo menyerapnya dengan senyum tipis.

"Bukan beracun, Anak Baru. Ini adalah Hukum Alam Murni," Han Luo berbalik. "Di Benua Kuno, satu tarikan napas mengandung satu partikel Qi. Di sini, satu tarikan napas mengandung seratus partikel Qi. Jika kau tidak segera menyesuaikan aliran meridianmu, organ dalammu akan meledak karena kelebihan Qi."

Long Tian segera duduk bersila dan memaksa Inti Emas Puncak-nya untuk berputar, menyaring Qi yang terlalu padat itu. Butuh waktu setengah jam sebelum napasnya kembali normal.

Han Luo berjalan ke anjungan. Wajahnya yang arogan sebagai "Bai Ze" kini perlahan melunak.

"Dengar baik-baik, Long Tian," nada suara Han Luo berubah drastis. Tidak ada lagi arogansi seorang dewa yang menginjak-injak Benua Kuno. Suaranya kini penuh kalkulasi dingin seorang penyintas.

"Mulai detik ini, lepaskan semua harga dirimu. Di Benua Kuno, kau adalah monster. Di sini, kau hanyalah seorang prajurit pejalan kaki. Aku baru saja memindai radius sepuluh mil di sekitar kita. Bahkan burung camar yang terbang di atas kapal kita memancarkan aura Inti Emas Awal."

Mata Long Tian membelalak. "Burung camar... Inti Emas?"

"Hukum evolusi dasar. Di tempat yang dipenuhi energi tanpa batas, batas bawah kehidupan juga naik," Han Luo mengetukkan jarinya di pagar kayu. "Dan itu berarti, kita tidak bisa lagi menggunakan metode kekerasan frontal seperti di kampung halaman."

Han Luo mengibaskan jubah biru gelapnya.

"Tunggu di sini, Anak Baru. Aku perlu mempersiapkan sesuatu di kabin," kata Han Luo datar.

Han Luo berjalan masuk ke dalam ruang kapten dan mengunci pintu. Di dalam sana, dia mengaktifkan rahasia terbesarnya: Sutra Seribu Wajah.

Fisik gagah dan wajah arogan pemuda berambut perak bernama Bai Ze itu meleleh. Rambut peraknya memudar menjadi hitam kusam. Postur tubuhnya sedikit merunduk. Kulit pucatnya berubah menjadi sedikit kekuningan, seperti orang yang menderita penyakit kronis. Auranya ditarik dan dikompresi sedemikian rupa hingga hanya memancarkan fluktuasi Inti Emas Menengah yang sangat lemah dan tidak stabil.

Dia juga mengganti pakaian tempurnya dengan jubah cendekiawan yang sederhana.

Lima menit kemudian, pintu kabin terbuka.

Long Tian, yang sedang berjaga, langsung berbalik dan mencabut pedang raksasanya. Matanya membelalak ngeri melihat orang asing yang sakit-sakitan keluar dari kabin tuannya.

"Siapa kau?! Di mana Senior Bai?!" bentak Long Tian, siap membelah orang itu.

orang itu terbatuk pelan, lalu menatap Long Tian dengan mata yang memancarkan kedinginan yang sangat familiar.

"Turunkan pedangmu yang berisik itu, Anak Baru," suaranya serak dan lemah, namun nadanya adalah Bai Ze yang absolut.

Long Tian ternganga. "S-Senior Bai?! Wajahmu... tubuhmu..."

Han Luo melemparkan sebuah botol giok kosong ke arah Long Tian. "Aku baru saja menelan Pil Pengubah Tulang Tingkat Surga dari sisa perbendaharaan Jian Wuji. Efeknya permanen sampai penawarnya diminum. Mulai hari ini, Bai Ze telah mati tertelan badai."

Long Tian menangkap botol kosong itu dengan tangan gemetar. Dia benar-benar percaya bahwa tuannya menggunakan pil ajaib dari Daratan Utama, tanpa menyadari bahwa itu adalah kemampuan bawaan yang mematikan.

"Namaku adalah Xie Yan," lanjut Han Luo, batuk pelan sambil mengeluarkan saputangan putih. "Seorang pewaris dari klan pedagang kecil di kepulauan pinggiran yang klannya hancur karena serangan bajak laut. Aku datang ke Daratan Utama untuk mencari suaka dan menyembuhkan penyakit bawaanku."

Han Luo menatap Long Tian.

"Dan kau, kau tidak lagi dipanggil Long Tian. Kau adalah Hei Mian. Pengawal setia yang menyelamatkanku dari serangan itu. Turunkan auramu menjadi Inti Emas Awal, dan buat wajahmu sebodoh mungkin."

Long Tian mengangguk, mengagumi betapa totalitasnya tuannya dalam bersembunyi. Dia segera menekan Qi-nya dan memasang ekspresi datar yang kaku.

"Kita akan menuju pelabuhan di depan sana," Han Luo menunjuk sebuah kota pelabuhan raksasa yang dijaga oleh tembok baja setinggi tebing. Berdasarkan ingatan Zhong Ye, itu adalah Kota Gerbang Astral, kota pelabuhan yang berada di bawah yurisdiksi gabungan faksi-faksi kecil di pinggiran Cakrawala Suci.

"Tapi Tuan Muda," Long Tian (Hei Mian) memanggil dengan nama baru. "Kapal Leviathan Emas ini berlapis emas dan memancarkan aura formasi tingkat tinggi. Bukankah ini terlalu mencolok untuk seorang 'Tuan Muda dari klan kecil yang hancur'?"

Han Luo tersenyum licik.

"Kapal ini memang mencolok. Dan itulah senjata pertama kita."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Mamat Stone
/Smirk/💥
Mamat Stone
/Joyful/💥
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
👻🤣
Mamat Stone
🤣👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
senggol tabok 👊💥
Mamat Stone
senggol bacok /Cleaver/💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!