NovelToon NovelToon
Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:626
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Perhatian!!!
Harap bijak dalam membaca.Terima kasih 🙏 🫶

Elian sang Ice Prime Ministry selalu bersitegang
dengan Lyra the Iron Rose, CEO De La Vega Corporate yang menangani cyber security dan peralatan militer. Namun, siapa sangka keduanya memiliki hubungan terlarang yang sangat panas dan romantis dan penuh tantangan. Dimulai dari perjodohan dengan orang lain yang dilakukan oleh keluarga dan partai mereka, sehingga mereka memiliki misi untuk membatalkan perjodohan. Selain itu pengkhianatan yang dilakukan keluarga mereka sendiri tidak kalah peliknya.

Apak Elian dan Lyra bisa bersatu dan memiliki hidup normal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Pengkhianat

Matahari belum benar-benar muncul di ufuk Aethelion, namun cahaya biru pucat mulai menyapu menara-menara kaca di distrik pemerintahan. Di kediaman pribadi Mateo Valerius, kesunyian pagi itu pecah bukan oleh alarm, melainkan oleh deru ban mobil taktis militer yang mengepung gerbang depannya. Elian Theron Valerius berdiri di dalam pusat komando berjalan, memantau setiap pergerakan melalui layar monitor termal. Wajahnya tetap datar, namun matanya mencerminkan kedinginan yang absolut.

Di sisi lain kota, di dalam server room bawah tanah kediaman De la Vega, Lyra Selene duduk di depan jajaran monitor yang menampilkan aliran data hijau yang sangat cepat. Jemarinya bergerak dengan ketenangan seorang algojo di atas papan ketik. Ia tidak sedang menghancurkan fisik Mateo, tetapi ia sedang menghapus eksistensi digitalnya.

Eksekusi di Kediaman Valerius

Pasukan khusus masuk dengan presisi yang hanya dimiliki oleh Unit Shadow. Tidak ada tembakan, tidak ada teriakan yang terdengar sampai ke luar. Mateo Valerius ditemukan di dalam ruang kerjanya, masih mengenakan jubah tidur sutra, menatap kosong ke arah pintu yang didobrak. Di depannya, sebuah laptop masih menyala, menampilkan draft email yang ditujukan kepada pimpinan dewan partai, draft yang berisi lampiran foto Lyra dan Elian di balkon Villa d'Este.

Namun, saat Mateo mencoba menekan tombol send dalam kepanikan terakhirnya, layar laptopnya tiba-tiba berubah menjadi hitam. Sebuah logo mawar besi kecil muncul di tengah layar, tanda tangan digital Lyra.

"Sudah terlambat, Mateo," suara Elian bergema di ruangan itu saat ia melangkah masuk, dikelilingi oleh asap dari granat pengalih perhatian yang baru saja dilemparkan.

Mateo mendongak, wajahnya pucat pasi. "Elian... ini salah paham. Aku bisa menjelaskan semuanya."

Elian berdiri di depan meja Mateo, menatap sepupunya seolah-olah pria itu adalah serangga yang menjijikkan. "Tidak ada yang perlu dijelaskan. Aku sudah melihat draft itu dan aku sudah melihat bukti transfermu ke asisten fotografer itu. Yang terpenting adalah, aku sudah melihat file rahasia yang kau sembunyikan di dalam brankas digitalmu mengenai kerjasamamu dengan Count Julian."

"Itu fitnah!" teriak Mateo, namun suaranya bergetar hebat.

"Fitnah yang sangat meyakinkan," balas Elian dingin. "Karena saat ini, tim IT Lyra sedang mengunggah bukti-bukti tersebut ke jaringan intelijen pusat. Kau bukan lagi Sekretaris Kabinet yang setia, kau adalah pengkhianat negara yang membantu sindikat senjata Utara untuk menjatuhkan pemerintahan dari dalam!"

Penghancuran Digital dari Jarak Jauh

Di markasnya, Lyra memantau percakapan itu melalui mikrofon tersembunyi yang ditanam di lencana pengawal Elian. Ia tersenyum tipis. "Target terkunci, Elian," bisiknya ke arah mikrofon kecil di kerahnya. "Protokol Scorched Earth dimulai."

Dengan satu tekanan tombol Enter, Lyra melepaskan virus yang telah ia rancang selama tiga jam terakhir. Di seluruh jaringan pemerintahan, setiap dokumen yang pernah ditandatangani oleh Mateo, setiap foto resmi, dan setiap catatan prestasinya mulai terkorupsi. Di saat yang sama, bukti-bukti palsu mengenai keterlibatan Mateo dalam pelarian dana Count Julian mulai bermunculan di kotak masuk setiap jaksa agung.

Lyra tidak hanya ingin Mateo dipenjara. Ia ingin dunia mengingat Mateo sebagai satu-satunya alasan mengapa stabilitas Aethelion terancam. Ia menciptakan narasi di mana Mateo adalah dalang di balik semua skandal, termasuk kegagalan awal Project Xylos.

Konfrontasi Terakhir

Di dalam ruang kerja Mateo yang kini berantakan, Elian mengambil sebuah amplop cokelat dari saku jasnya. Ia melemparkannya ke atas meja. Di dalamnya terdapat dokumen pengunduran diri yang sudah diketik, bersama dengan pengakuan dosa yang komprehensif.

"Tanda tangani ini, dan kau akan menghabiskan sisa hidupmu di fasilitas isolasi yang manusiawi," ujar Elian. "Tolak ini, dan aku akan membiarkan hukum militer mengambil jalannya. Kau tahu apa yang mereka lakukan pada pengkhianat di Sektor Selatan, bukan?"

Mateo menatap sepupunya, mencari setetes pun belas kasihan, namun ia hanya menemukan dinding es. Elian yang ia kenal sebagai pemimpin yang terkontrol kini telah berubah menjadi predator yang didorong oleh keinginan untuk melindungi satu-satunya hal yang ia cintai: Lyra.

"Kau menghancurkan keluargamu sendiri demi wanita itu, Elian?" tanya Mateo dengan nada getir yang beracun. "De la Vega akan mengkhianatimu pada akhirnya. Dia adalah ular yang lebih berbisa dariku!"

Elian membungkuk, wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari Mateo. "Jika dia adalah ular, maka aku adalah racunnya. Kami adalah satu kesatuan yang tidak akan pernah bisa kau pahami. Tanda tangani, Mateo. Sekarang!"

Dengan tangan gemetar, Mateo meraih pena peraknya dan membubuhkan tanda tangan yang mengakhiri eksistensinya sebagai tokoh publik. Pengawal Elian segera menyeretnya keluar, membawanya menuju kendaraan taktis yang akan menghilangkannya dari peradaban.

Pertemuan di Ambang Pagi

Dua jam kemudian, saat matahari mulai menyinari pelabuhan Sektor 4, Elian kembali ke gudang tua tempat Lyra masih menunggunya. Ruangan itu kini jauh lebih tenang. Barisan monitor sudah dimatikan, menyisakan kesunyian yang berat namun memuaskan.

Lyra berdiri di dekat jendela, menatap dermaga yang mulai sibuk. Ia sudah mengenakan pakaian baru yang dikirimkan oleh asisten Elian, sebuah setelan kerja formal berwarna abu-abu yang tajam, memulihkan citranya sebagai CEO yang tak tersentuh. Namun, matanya tetap menyimpan kelelahan yang dalam.

Elian menghampirinya, berdiri di sampingnya tanpa berkata apa-apa. Keintiman mereka pagi itu bukan lagi tentang sentuhan fisik yang membara, melainkan tentang rasa saling percaya yang lahir dari pertempuran yang baru saja mereka menangkan. Mereka telah melampaui batas sebagai sekadar kekasih, mereka adalah rekan dalam kejahatan tingkat tinggi.

"Dia sudah diamankan," ujar Elian pelan. "Semua salinan foto itu telah musnah bersama dengan kredibilitas Mateo."

Lyra menghela napas panjang, bahunya yang tegang akhirnya sedikit meluruh. "Kita baru saja melakukan pembunuhan karakter yang paling rapi dalam sejarah Aethelion, Elian. Tapi kita berdua tahu ini baru awal. Ayahku... Don Marco tidak akan berhenti bertanya mengapa Mateo tiba-tiba jatuh di saat yang sama dengan Julian."

Elian memutar tubuh Lyra agar menghadapnya. Ia meletakkan tangannya di bahu Lyra, sebuah gestur yang sangat tenang dan menenangkan. "Biarkan dia bertanya. Kita akan memberikan jawaban yang dia inginkan. Kita akan menggunakan Mateo sebagai kambing hitam untuk semua kegagalan diplomasi belakangan ini. Don Marco akan terlalu sibuk merayakan 'kemenangan' kita atas pengkhianat kabinet sehingga ia tidak akan sempat mencurigai kita."

Lyra menatap mata Elian, mencari kepastian di sana. "Dan bagaimana dengan kita? Sampai kapan kita harus bertempur di dalam bayang-bayang seperti ini?"

"Sampai kita memiliki cukup kekuatan untuk menghancurkan panggungnya sendiri, Lyra," balas Elian dengan keyakinan yang matang. "Suatu hari nanti, kita tidak perlu bersembunyi di balkon atau bunker. Kita akan berdiri di depan publik sebagai penguasa yang sah, dan tidak akan ada satu pun kamera yang berani membidik kita tanpa izin."

Lyra mengangguk pelan. Ia menyandarkan keningnya di bahu Elian selama beberapa detik, menghirup aroma kopi dan maskulinitas yang tenang dari pria itu. Tidak ada gairah seksual yang meledak, hanya rasa aman yang lahir dari rencana yang dieksekusi dengan sempurna.

"Aku harus kembali ke kantor," bisik Lyra. "Rapat direksi dimulai dalam satu jam."

"Pergilah," ujar Elian seraya memberikan kunci kendaraan pribadinya yang sudah disiapkan. "Berikan mereka pertunjukan 'The Iron Rose' yang terbaik, Nona De la Vega."

Saat Lyra melangkah keluar dari gudang menuju mobilnya, ia menoleh sekali lagi ke arah Elian yang masih berdiri di kegelapan gudang. Mereka berdua tahu bahwa meskipun satu duri telah dicabut, mawar besi mereka masih dikelilingi oleh semak berduri yang jauh lebih berbahaya. Namun untuk saat ini, mereka telah memenangkan malam itu.

Aethelion terbangun dengan berita baru yang mengguncang: Sekretaris Kabinet Mateo Valerius ditangkap atas dugaan makar dan konspirasi dengan sindikat senjata internasional. Nama Lyra dan Elian tetap bersih, terkubur di bawah tumpukan dokumen rahasia dan rencana yang lebih besar untuk masa depan benua itu.

1
T28J
Awwwww... baru eps 4 udah enak enak 🤭👍
lanjutkan kak
Amila FM,IG:amilaeditslife: semoga suka ya kak 🙏
total 1 replies
T28J
hadir kk✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife: terimakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!