NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Atap Bocor dan Jahitan Ruang Hampa

Pagi itu, Puncak Awan Tersembunyi dilanda hujan rintik-rintik yang aneh. Bukannya air biasa, butiran hujan itu berwarna perak transparan—sebuah fenomena langka yang disebut "Tangisan Langit," yang biasanya hanya terjadi saat ada hukum alam yang retak. Bagi Ye Xuan, ini tetaplah bencana domestik.

​Plestik... plestik...

​"Aduh! Pak Tua! Cepat ambil ember, baskom, atau apa saja! Gubuk ini bocor tepat di atas bantal saya!" seru Ye Xuan sambil melompat dari tempat tidur dengan wajah konyol.

​Ia melihat ke langit-langit gubuknya. Ada lubang kecil yang memancarkan cahaya ungu. Padahal, itu bukan lubang biasa; itu adalah Celah Dimensi yang tercipta karena terlalu banyak Dewa dan Iblis yang berkumpul di halamannya, sehingga tekanan ruang di area tersebut menjadi tidak stabil.

​"Biar saya bantu, Senior!" teriak Dewa Arsitektur yang sedang menyapu halaman. Ia mencoba merapal mantra untuk memadatkan molekul kayu, namun mantranya mendadak buyar. Ia gemetar. "Ruang di sini sudah terlalu padat... hukum arsitektur surgawi tidak berlaku!"

​"Kalian itu kalau bantu malah bikin ribet!" gerutu Ye Xuan. Ia memanjat tangga bambu yang sudah reyot. Tangga itu berderit, tapi anehnya, setiap pijakan Ye Xuan membuat tangga itu memancarkan aura kuno yang stabil.

​Ye Xuan memegang segulung serat kelapa kasar dan sedikit getah pohon yang dicampur abu dapur. Di mata para pakar, serat kelapa itu mendadak berubah menjadi Benang Takdir, dan getah pohon itu menjadi Cairan Fondasi Semesta.

​"Nah, sekarang tinggal dipukul sedikit biar rapat," gumam Ye Xuan konyol. Ia mengambil palu kayu yang sudah dimakan rayap dan mulai memukul tambalan serat kelapa itu. Tuk! Tuk! Tuk!

​Setiap pukulan Ye Xuan tidak hanya terdengar di telinga, tapi bergema hingga ke Inti Bumi.

​"Lihat itu!" Dewa Ruang dan Waktu berteriak sambil menunjuk ke arah air hujan yang melayang di udara. Hujan yang turun di sekitar gubuk Ye Xuan mendadak berhenti total, membeku menjadi kristal-kristal statis. Ye Xuan tanpa sengaja telah memukul "tombol pause" pada hukum fisika di wilayah tersebut.

​"Kenapa... kenapa kekuatanku hilang?" Raja Iblis panik saat melihat tangannya perlahan menghilang menjadi debu cahaya, lalu kembali lagi.

​"Tenanglah, Iblis Bodoh," bisik Dewa Arsitektur dengan wajah pucat. "Master Ye Xuan tidak hanya menambal atap. Dia sedang menjahit robekan dimensi menggunakan palu kayu itu. Dia baru saja menetapkan aturan baru: Di dalam gubuk ini, tidak ada hukum ruang yang boleh rusak. Dia telah mengubah atap jeraminya menjadi Segel Absolut Sembilan Lapis."

​Ye Xuan, yang masih di atas tangga, merasa ada sesuatu yang mengganjal. "Hmm, sepertinya getahnya kurang lengket. Pak Tua, ambilkan sedikit sisa nasi ketan tadi pagi! Sepertinya bagus buat campuran lem!"

​Begitu Ye Xuan menempelkan nasi ketan itu ke celah atap, sebuah ledakan energi putih yang sangat murni menyapu seluruh Puncak Awan Tersembunyi. Cahaya itu menembus Alam Dewa dan Alam Bawah. Para dewa yang sedang bermeditasi di surga tiba-tiba merasakan fondasi istana mereka menguat secara drastis, seolah-olah seluruh semesta baru saja "direnovasi" oleh seseorang yang menggunakan nasi ketan.

​"Nah, sekarang benar-benar rapat!" Ye Xuan turun dari tangga dengan puas. "Lihat, Pak Tua, tidak bocor lagi. Padahal cuma pakai nasi sisa dan serat kelapa. Memang ya, barang bekas itu kalau telaten memakainya bisa lebih bagus dari barang baru."

​Di luar gubuk, para Dewa dan Iblis hanya bisa berdiri mematung di bawah hujan yang sekarang kembali turun dengan normal, kecuali di area satu meter di sekitar gubuk Ye Xuan yang tetap kering kerontang meskipun tidak ada payung. Mereka menyadari satu hal: Gubuk itu kini adalah tempat paling aman di seluruh alam semesta. Bahkan jika kiamat datang dan menghancurkan galaksi, gubuk Ye Xuan mungkin hanya akan bergoyang sedikit, terlindungi oleh kekuatan "tambalan nasi ketan."

​Ye Xuan kemudian duduk di teras, memandang hujan sambil mengunyah kerupuk. "Hujan begini enaknya makan bakwan jagung ya, Pak Tua? Tapi jagung di kebun belakang sepertinya belum siap panen. Eh, tunggu... kenapa jagung-jagung itu mendadak tumbuh tinggi setinggi pohon kelapa?!"

​Para Dewa menoleh ke kebun belakang. Gara-gara sisa energi dari "pukulan palu" Ye Xuan tadi, tanaman jagung di belakang mengalami evolusi gila-gilaan menjadi Jagung Emas Surgawi yang buahnya sebesar kepala manusia.

​"Waduh! Itu jagung atau bom?!" teriak Ye Xuan konyol. "Pak Tua! Ambilkan gergaji! Kita harus panen jagung monster itu sebelum mereka merobohkan pagar kita!"

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!