silahkan baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
"Aku pulang.Kok sepi dirumah.Kak Bram."Teriak Nita.
Aditya yang mengawasi dengan seksama dari lantai dua.Seperti ingin memangsa adiknya Bram.
"Bram, itu adikmu pulang."Teriak Ditya.
"Udahlah biarin aja.Toh dia udah gede kan?"jawab Bram
"Kamu gak sayang adikmu ya?"tanya Ditya.
"Ngapain gue sayang dia.Dia tuh cuma nyusahin hidup gue tahu."Jawab Bram kesal.
"Kamu gak boleh gitu.Dia sodara kamu.Nantinya kamu jadi wali dia kalo ortu kamu sudah meninggal."Senggal Ditya.
"Ya... ya...banyak omong banget si lu."Kesal Bram.
"Eh..gue turun dulu ya."Teriak Ditya dari pintu kamar Bram.
"Yaudah sana."Balas Bram.
Nita, yang sedang berada di rumah pohon sambil menulis puisi.Terkejut melihat ada sosok lelaki yang memanggilnya dari bawah rumah pohon.
Nita menulis dalam buku puisinya
Sepengal Harapan☆
Aku terdiam disini
Terdiam menatap awan yang begitu biru
Anganku terbang seakan mengisyaratkan bahwa aku ingin berada disana
Aku merasa terbang bagaikan malaikat
Entah angin akan membawa aku kemana?..
Awan apakah aku bisa memiliki harapan
Awan apakah aku bisa memiliki sepengal kebahagiaan
Awan apakah aku memiliki kebahagiaan hidup nantinya
Awan aku hanya ingin memiliki harapan bahagia di akhir masa hidupku ini
-Nita-
"Hey..kamu yang disana?"Teriak Ditya.
Nita mencari sumber suara dan melihat kebawah.Dia masih duduk diatas rumah pohon miliknya.
"Siapa kamu?"Teriak Nita.
"Aku Ditya..Kamu siapa?"Mengajak berkenalan.
"Hupp..emank penting ya buat kamu?"loncat dan turun dari rumah pohon.
"Penting buat aku.Yaudah, aku masuk.Ngomong ngomong, gue temannya Bram ya dek.Salam kenal."Memberikan tangannya.
"Lah, terus apa hubungannya sama gue kalau lu teman abang gue?"Menepis tangan Ditya dan masuk ke rumah.
"Aish, pelit amat sih.Tapi menarik juga ini cewek.Baru kali ini aku ditolak kenalan sama cewek."Tersenyum licik.
Dering Hp berbunyi.Telepon dari Drian masuk.Nita mengangkat telepon itu.
Drian:Kamu lagi apa?
Nita:Habis nulis puisi.Kamu?
Drian:Habis latihan Piano.Ehm.Nanti sore jalan yuk ke toko oma.Oma kangen sama kamu.Kamu mau kan?
Nita:Boleh.mau kesini jam berapa?
Drian:Jam 5 sore ya
Nita:Ok..Gue tunggu ya
Drian:Ok..Bye..
Nita:Bye..
Nita bergegas turun dari rumah pohon bersiap siap masak dan mandi untuk pergi bersama Drian.Sebelum dia berjalan ke dapur tiba tiba di depan pintu dapur ada Ditya teman kakak Nita.
"Mau masak ya?.Mau aku bantuin gak.Oh..iya nama kamu siapa?.Udah punya pacar belum?" ditya penasaran sambil menatap Nita dari samping.
"Penting gitu aku jawabnya.Emank kamu siapa hah?Ganggu orang aja.Minggir..."Mengambil pisau untuk memotong sayuran.
"Galak amat sih sayang."Mencium rambut Nita.
"Eh..Jangan macem macem ya.Gue tusuk lu pake pisau."
Tanpa diduga Ditya mencium bibir dan leher Nita secara paksa sambil memegang tangan Nita dengan kencang disudut tembok.
"Kak maksud kamu apa?.Nyium aku gitu aja.Emank kamu siapa?.Berani beraninya nyium aku."Teriak Nita sambil mengarahkan tangan untuk menampar ditya
"Gue bisa berbuat lebih dibanding ini kalau lu ngelawan.Lu pasti nantinya bakal suka gue.Lu bakal mau terima gue nantinya."Goda Ditya.(Sambil mencengkram erat pergelang tangan Nita).
"Lepasin gue.Terserah lu.Tapi gue gak suka cowok kaya lu bang.Cowok macam lu.Pasti mudah bilang suka sama semua cewek."Jawab Nita melepaskan gengaman tangan Ditya
Mood Nita memburuk.Dia mulai berlari naik ke tangga kamar dia.Dia lekas mandi dan berias wajah untuk pergi bersama Drian.Hp Nita berbunyi.Dia membaca WA dari Drian.
Drian:Udah mandi?
Nita:Udah,Ini baru siap siap pake make up terus langsung cus sama kamu.Kamu udah dimana?
Drian:Aku lagi otw rumah kamu.Tunggu ya
Nita:Iya
Dalam perjalanan ke rumah Nita tiba tiba ada anak kecil menjual bucket bunga mawar merah kesukaan Oma.Drian pun membelinya.
Tidak jauh dari situ ada toko jepit rambut.Dia berhenti dan mengingat Nita.Dia membelikan Nita sebuah jepit rambut berornamen bunga mawar dengana beberapa manik manik yang terlihat mengkilap sehingga jepit yang terkena sinar lampu akan terlihat bersinar.
Penjual jepit:Koko mau beli jepit untuk kekasihnya kah?
Drian:Bukan hanya untuk orang spesial dalam hidup saya
Penjual jepit:Bagaimana kalau ini saja.Jepit ini memiliki filosofi yang bermakna masa lalu adalah masa depanmu.Dengan ornamen mawar klasik elegant dan manik manik mengkilap.Sehingga yang mengunakan akan terlihat cantik dan elegant.
Drian:Berapa harganya?
Penjual jepit:Rp 500.000.,-
Drian:Aku beli yang ini.
Penjual jepit:Mau dibungkus kertas kado kah ko? atau mau dipakekan kotak kecil dengan pita?
Drian:Kotak kecil dengan pita saja.
Penjual jepit:Ini ko pesanannya semoga berhasil bersatu dengan orang yang koko sayang.
Drian:Terimakasih
Drian menyalakan mesin motor CBR dia dan melewati jalanan sore yang ramai karena jam pulang kantor hingga akhirnya sampai di depan rumah Nita.Hp Nita berbunyi nada dering telepon berbunyi.Nita bergegas mengangkat telepon itu.
"Hallo."Jawab Nita
"Nit,gue udah di depan cepat turun."Tegas Drian
"Iya ini gue turun.Jangan dimatiin teleponnya gue pamitan dulu sama abang gue."Jawab Nita.
"Ok..Gue gak matiin cepat ya."Balas Drian
"Iya..Ini aku kesitu.."Tukas Nita
"Bang gue pergi dulu itu gue bikinin makanan kesukaan lu di meja.Dimakan ya."Teriak Nita
"Ya,Nanti gue makan berisik."Teriak Bram
Nita keluar dan menyapa Drian.Dengam mengenakan dress pendek berwarna pink dengan rambut ikal yang terurai dia menyapa bahagia Drian.
Nita:Drian..
Drian:Tumben lu cantik banget(dengan mata tak berkedip dia melihat nita)
Nita:Apaan sih Drian?..memuji aja.Bilang aja kamu mau bikin aku seneng
"Gak seriusan.Oh..iya ini aku beliin kado buat kamu.Maaf murah.Semoga kamu suka".Menutup mata Nita dan memberikan bungkus kado.
"Makasih ya maaf ngerepotin."
"Gak kok gak ngerepotin."
"Ayo cus berangkat keburu oma ngambekin kamu.."
"Ok nona manis siap."
Drian memacu motornya melewati kerumunan orang yang pulang kantor.
"Oma...Teriak Drian sambil memeluk oma nya."
"Kesayangan Oma..Drian..Kamu kesini sama siapa?."
"Coba tebak sama siapa oma?Hayoo..."Merayu oma
"Sama aku oma."Teriak Nita sambil memberikan bucket bunga mawar ke oma.
"Makasih sayang."Peluk dan kecup Oma.
Titi dan lilin yang tertidur disudut toko oma terbangun mendengar suara Nita.
Wofft..wofft..Titi berlari sambil mengoyangkan ekor seraya bahagia melihat Nita.
"Titi,sayang.."Teriak Nita sambil memeluk Titi.
"Wofft..wofft.."Lilin datang kedepan Nita seraya minta dicium.
"Si sexy,Si cantik kesayangan aunty.Unyu unyu unyu."Elus nita manja ke Lilin.
"Nita sayang,sering sering ya main kesini..Oma kesepian".Peluk oma.
"Iya oma."Membalas pelukan oma.
"Oma jelasin satu persatu barang yang oma jual ya sayang."
"Boleh oma."
"Drian kamu bikinin Nita minum sana gih."
"Iya oma."
"Jadi nita.kita disini jualan jam kuno dan bebrapa barang antik yang menjadi inceran para kolektor dari luar negri nantinya.Toko ini bakal oma wariskan ke Drian Nit."
"Wah hebat ya Drian diwariskan toko turun temurun."
"Nit,oma mau kasih kalung ini sebagai tanda kenang kenangan buat nita.Ini kalung berfilosofi apa yang menjadi masa lalu bahagiamu akan terulang di masa depan kamu.Semoga kamu suka ya nit."
"Bagus banget oma.Ini kalung dengan ornamen mawar merah yang mengkilap dan antik ya oma.makasih banget oma."
"Minuman sudah siap.Hari ini aku buatin teh dari perkebunan oma dan aku buatin pizza homemade ya Nit."
"Makasih ya Drian."
"Oma memberikan nita kalung kamu bisa pakaikan?."
"Bisa oma."Berdiri dan memakaikan kalung ke leher Nita.
"Makasih drian."
"Sama sama."
Mereka terlarut di dalam toko antik oma.Hingga akhirnya jam waktu toko tutuppun tiba.
"Thanks buat hari ini."
"Gue,yang harusnya makasih Nit."
"Drian anterin Nita sampai rumah sudah malam.Oma pulang sama pak supir saja.Titi sama lilin sudah dimobil.Kalian hati hati di jalan ya."Memeluk Nita.
"Iya oma.Makasih..Besok Nita kesini lagi ya oma."Membalas pelukan Oma.
Drian menyalakan motor CBR ny dan memacu motornya.
"Drian pelan pelan bawanya."sambil memeluk drian dan tertidur di pundak drian.
Drian:Iya pelan pelan.Nit lu tidur.kok gak nyaut apa apa biasanya cerewet.
"Maaf ketiduran."Mengucek matanya.
"Gak apa apa kok Nit."
"Maaf banget ya."
Drian:is ok nit gak apa apa.Ngomong ngomong kita udah sampai satu jam lalu loh.Aku gak enak mau bangunin kamu.Habis kamu keliatan capek banget.
"Really..Ya ampun Ian kenapa gak bangunin aku."
"Maaf ya habis kamu lelap banget tidurnya."
"Ya udah aku masuk ya."
"Tunggu.."Drian tiba tiba memeluk Nita.
"Kenapa ian?"Menatap mata ian.
"Makasih ya kamu selalu nemenin aku selama ini dari awal aku masuk SMA 5 sampai sekarang."
"Iya sama sama"
"Makasih.."Drian mengecup kening Nita untuk perpisahan.
"Iya ian."
"Aku pulang dulu ya."
"Hati hati di jalan ya ian.Jangan ngebut ngebut."
"Iya iya."Gak janji tapi sambil memanyunkan bibirnya.
Dari jarak tak jauh dari situ Ditya mengamati kemesraan mereka.Ditya yang mengunakan mobil Camry kesayangan dia.Dia memacu mobilny kencang.Putar balik ke rumah Nita.
"Shit.Sialan kok cowok itu bisa si deket sama Nita.Kurang ajar."
Sebelum masuk rumah tiba tiba Ditya mencengkram pergelangan tangan Nita.
"Tunggu.."
"Iya Drian."Membalikan badannya.
"Drian lu pikir gue drian.Gue ditya."
"Lepasin tangan gue bang sakit."
"Denger ya lu milik gue.Gue sayang sama lu.Dia siapa tadi?"
"Bukan urusan lu."
"Denger ya.lu harus cinta sama gue nantinya.Gue sayang sama lu."sambil membisikan kata kata ke telinga Nita dan mencium pipi Nita.
"Gak akan bang.Lu kasar gue gak suka cowok kasar."
"Gue janji gak bakal kasar lagi tapi please lu terima gue."
"Yaudah gue terima tapi gue gak janji gue bakalan beneran sayang lu apa gak bang.Yang penting gue mau lu berubah jadi baik dan halus."
"Iya.Gue janji.Bsok berangkat sekolah gue anterin ya.tapi lu jawab gue dulu cowok tadi itu siapa?"
"Iya.Itu sahabat sekaligus teman gue."
"Gue sayang lu nit."Sambil memeluk Nita dan mencium leher serta kening Nita.
"Iya bang.gue gak bisa nafas meluknya jangan kenceng kenceng."
"Iya maaf ya.Love you."
"You too.Gue masuk dulu ya bang."Sambil melepaskan pelukan Ditya.
"Iya bang Iya."
Ditya membalikkan badannya dan masuk ke mobil kesayangan dia.Camry hitam dengan sunroof modif kesayangan dia.Dia pulang ke rumah melintasi jalanan malam yang sudah sepi.
Yuk dukung terus author carany like❣
vote dan selalu fav karyanya
maksih kakak*