NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Kebenaran yang Mulai Retak

Malam itu terasa jauh lebih panjang bagi Adrian.

Setelah percakapannya dengan Naya, pikirannya sama sekali tidak bisa tenang.

Tatapan takut di mata wanita itu terus terbayang jelas.

Begitu juga dengan tanda lahir kecil berbentuk kelopak bunga melati yang sempat dilihatnya.

Tanda lahir yang sama.

Persis seperti yang tersimpan di dalam ingatannya selama tiga tahun terakhir.

Adrian memejamkan mata.

Namun semakin ia mencoba melupakan, semakin jelas pula potongan-potongan kenangan itu bermunculan.

Hujan deras.

Bau bensin yang menyengat.

Tubuhnya yang terjepit di dalam mobil.

Lalu suara seorang gadis yang terus memanggilnya agar tetap sadar.

"Jangan tidur! Tolong bertahan!"

Suara itu terdengar lembut.

Penuh kepanikan.

Namun juga penuh keberanian.

Adrian mengepalkan tangannya.

Selama ini ia yakin wanita itu adalah Kesya.

Karena keluarga Kesya yang membawa kalung daun semanggi tersebut kepadanya.

Karena semua orang mengatakan hal yang sama.

Karena tidak ada alasan baginya untuk meragukannya.

Namun sekarang...

Untuk pertama kalinya, keyakinan itu mulai retak.

---

Di kamar lain.

Naya duduk sendirian di tepi ranjang.

Perban putih masih membungkus punggung tangan kanannya.

Namun luka itu tidak sebanding dengan rasa takut yang memenuhi dadanya.

Tangannya masih gemetar mengingat pertanyaan Adrian tadi.

Di mana kamu berada pada malam empat April tiga tahun lalu?

Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.

Apakah Adrian mulai mengetahui sesuatu?

Apakah pria itu sudah menemukan kebenaran?

Naya menundukkan kepala.

Sebenarnya ia ingin mengatakan semuanya.

Ia ingin mengatakan bahwa dialah orang yang menyeret Adrian keluar dari mobil yang hampir meledak.

Ia ingin mengatakan bahwa kalung daun semanggi itu adalah miliknya.

Ia ingin mengatakan bahwa Kesya telah mencuri semua jasa dan pengorbanannya.

Namun setiap kali mencoba membayangkannya, Naya justru merasa takut.

Bagaimana jika Adrian tidak percaya?

Bagaimana jika pria itu menganggapnya sedang berbohong demi mendapatkan perhatian?

Bukankah selama ini Adrian sudah membencinya?

Air mata kembali menggenang di pelupuk matanya.

"Ayah..." bisiknya lirih.

"Apa yang harus Naya lakukan?"

Namun tentu saja tidak ada jawaban.

Yang ada hanya kesunyian malam.

---

Keesokan paginya.

Pukul tujuh tepat.

Dimas sudah berada di ruang kerja Adrian.

Pria kepercayaan keluarga Amarta itu membawa sebuah map hitam tebal yang dipenuhi dokumen lama.

Adrian langsung mengangkat kepala saat Dimas masuk.

"Dapat sesuatu?"

"Dalam semalam belum banyak, Tuan."

Dimas meletakkan map di atas meja.

"Tapi saya berhasil mendapatkan kembali arsip kecelakaan tiga tahun lalu."

Adrian membuka map tersebut.

Di dalamnya terdapat laporan polisi, laporan rumah sakit, dan beberapa foto lokasi kecelakaan.

Tatapan Adrian langsung membeku saat melihat salah satu foto.

Mobil hitam yang ringsek.

Bekas ledakan.

Dan area jurang tempat dirinya ditemukan.

"Saksi?"

"Tidak ada yang tercatat secara resmi."

Dimas membuka halaman berikutnya.

"Karena saat petugas datang, Tuan sudah berada di ambulans."

Adrian mengernyit.

"Lalu siapa yang menghubungi ambulans?"

"Itulah masalahnya."

Dimas terlihat serius.

"Nomor telepon yang digunakan ternyata nomor prabayar yang sudah tidak aktif sejak bertahun-tahun lalu."

Adrian langsung terdiam.

Semakin dalam ia menyelidiki, semakin banyak kejanggalan yang muncul.

"Tuan..."

Dimas ragu-ragu sebelum melanjutkan.

"Ada satu hal lagi."

"Bicara."

"Saya menemukan laporan lama dari rumah sakit."

Dimas menyerahkan lembar berikutnya.

"Di sini tertulis bahwa saat Tuan tiba di IGD, pakaian Tuan dipenuhi noda lumpur dan darah."

"Lalu?"

"Menurut dokter jaga waktu itu, posisi tubuh Tuan menunjukkan bahwa seseorang telah menarik Tuan keluar dari kendaraan sebelum ledakan terjadi."

Adrian menegang.

"Artinya?"

"Artinya orang yang menyelamatkan Tuan memang benar-benar mempertaruhkan nyawanya."

Keheningan memenuhi ruangan.

Adrian kembali menatap laporan tersebut.

Dadanya terasa semakin berat.

---

Sementara itu.

Di ruang makan.

Naya sedang membantu menyiapkan sarapan.

Bi Sumi masih mengawasinya dengan tatapan tajam seperti biasa.

Namun pagi itu ada sesuatu yang berbeda.

Adrian datang lebih awal.

Dan untuk pertama kalinya sejak menikah, pria itu tidak langsung mengabaikan keberadaan Naya.

Tatapannya sempat berhenti beberapa detik pada perban di tangan Naya.

Kemudian beralih lagi.

Meski hanya sesaat, hal itu tidak luput dari perhatian Bi Sumi.

Begitu juga Ketrin yang kebetulan baru datang berkunjung.

Wanita itu langsung menyipitkan mata.

Instingnya mengatakan ada sesuatu yang berubah.

Dan perubahan itu tidak ia sukai.

"Adrian," panggil Ketrin manja.

"Aku membawa sarapan favoritmu."

Namun Adrian tidak langsung menjawab.

Tatapannya justru kembali tertuju pada Naya.

Hanya beberapa detik.

Tetapi cukup membuat jantung Ketrin berdebar tidak nyaman.

Senyum di wajahnya perlahan menghilang.

Entah mengapa...

Ia mulai merasa posisinya terancam.

Dan perasaan itu membuatnya panik.

Karena jika Adrian sampai mengetahui siapa penyelamat sebenarnya tiga tahun lalu...

Maka seluruh kebohongan yang selama ini dibangun akan runtuh dalam sekejap.

Bersambung...

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!